Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search
Journal : Statistika

Menaksir Matriks Teknologi Kota Cimahi Berdasarkan Tabel Input Output Provinsi Jawa Barat Menggunakan Metode Location Quontient Teti Sofia Yanti
STATISTIKA: Forum Teori dan Aplikasi Statistika Vol 9, No 2 (2009)
Publisher : Program Studi Statistika Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jstat.v9i2.996

Abstract

Tabel Input Output dapat digunakan sebagai analisis keterkaitan antar sektor perekonomian, olehkarena itu setiap daerah, wilayah atau negara seyogyanya memiliki tabel tersebut. Kota Cimahisampai saat ini belum memiliki tabel input output, oleh karena itu penulis mencoba menaksirmatriks teknologi Kota Cimahi berdasarkan matriks teknologi Provinsi Jawa Barat menggunakanmetode Location Quontient (LQ). Matriks teknologi adalah komponen dari tabel input output yangakan digunakan dalam pembentukan matriks pengganda, di mana matriks pengganda dapatdigunakan untuk melihat keterkaitan antar sektor ekonomi dan menentukan sektor ekonomiunggulan. Berdasarkan hasil perhitungan sektor Industri merupakan sektor unggulan di KotaCimahi. Sektor perdagangan dan sektor lainnya perlu mendapat dorongan dan dukungan darisektor lain terutama perhatian yang lebih dari pemerintah karena termasuk sektor yang lemah.
Masalah Overdispersi dalam Model Regresi Logistik Multinomial Annisa Lisa Nurjanah; Nusar Hajarisman; Teti Sofia Yanti
STATISTIKA: Forum Teori dan Aplikasi Statistika Vol 16, No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Statistika Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jstat.v16i1.2278

Abstract

Model regresi logistik multinomial merupakan pengembangan dari model regresi logistik binomialdimana variabel responnya mempunyai lebih dari dua kategori (politokomus). Model ini jugamerupakan kelompok model linear terampat (generalized linear model), dimana komponen acaknyamengasumsikan bahwa distribusi dari variabel respon mengikuti distribusi multinomial. Salah satuasumsi yang harus dipenuhi dalam model regresi logistik multinomial ini adalah variabel responnyamerupakan variabel acak yang saling bebas dan kategorinya bersifat mutually exclusive. Apabilaasumsi ini dilanggar maka akan muncul masalah yang dikenal dengan masalah overdispersi.Konsekuensi dari adanya masalah overdispersi dalam data akan menghasilkan suatu model yangtidak valid. Salah satu cara untuk mengatasi masalah overdispersi dalam model regresi logistikmultinomial yang akan dibahas dalam makalah ini adalah mengadopsi apa yang dilakukan olehMcCullagh dan Nelder (1989) dengan mengkoreksi matriks varians kovariansnya. Model regresilogistik multinomial ini kemudian akan diaplikasikan untuk mengetahui pengaruh dari jenis kelamindan perilaku merokok orang tua terhadap perilaku merokok mahasiswa Unisba. Dari model regresilogistik multinomial biasa dan dengan model regresi logistik multinomial terkoreksi dapat disimpulkanbahwa variabel-variabel prediktor yang dianggap berarti dalam kedua pemodelan tersebut berbeda.Perbedaan lainnya terdapat pada nilai galat baku model regresi logistik multinomial biasa lebih kecildari yang seharusnya dengan kata lain underestimate dibandingkan dengan model regresi logistikmultinomial terkoreksi, dan selang kepercayaan untuk rasio odds menjadi pendek dibandingkandengan model regresi logistik multinomial terkoreksi.
Uji Rank Mann-Whitney Dua Tahap Teti Sofia Yanti
STATISTIKA: Forum Teori dan Aplikasi Statistika Vol 7, No 1 (2007)
Publisher : Program Studi Statistika Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jstat.v7i1.954

Abstract

Uji rank Mann-Whitney adalah salah satu bentuk pengujian dalam analisis statistika nonparametrik, di mana pengujian digunakan untuk menguji kesamaan distribusi dua populasi yangsaling bebas dengan asumsi distribusi dari kedua populasi adalah kontinu dan skala pengukurandari data minimal ordinal. Uji rank Mann-Whitney dua tahap merupakan perluasan uji rank Mann-Whitney, di mana pengambilan sampel dilakukan sebanyak dua tahap. Jika pada tahap pertamasudah diperoleh keputusan apakah H0 ditolak atau diterima maka tahap kedua tidak usahdilakukan, dengan demikian uji rank Mann-Whitney dua tahap dianggap lebih efisien dibandingkanuji rank Mann-Whitney karena dapat mereduksi ukuran sampel sehingga dapat menghemat biayadan waktu.
Uji Keberartian Koefisien Raw Agreement MEGA ANISA RACHIM; TETI SOFIA YANTI; LISNUR WACHIDAH
STATISTIKA: Forum Teori dan Aplikasi Statistika Vol 9, No 2 (2009)
Publisher : Program Studi Statistika Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jstat.v9i2.997

Abstract

Dalam kehidupan sehari-hari seringkali terjadi dua penilai atau dua alat ukur dihadapkan padasuatu permasalahan untuk menyelesaikan, menentukan, mengukur dan mendiagnosis satu ataubeberapa objek penilaian atau pengukuran ke dalam satu kategori dari beberapa kategori yangmungkin. Dari dua penilai atau dua alat ukur dapat diketahui tingkat kesesuaian antara dua penilaiatau dua alat ukur tersebut. Dalam penulisan ini akan dikemukakan koefisien kesesuaian rawagreement beserta pengujiannya menggunakan dua metode yaitu menggunakan statistik Stouffer’s Zdan Binomial eksak. Raw Agreement dapat mengukur kesesuaian antara dua penilai atau dua alatukur dengan dua atau lebih kategori yang dinilai atau diukur. Sebagai aplikasi penulismenggunakan data dua alat diagnosis Appendisitis atau radang usus buntu pada pasien penderitanyeri perut kanan bawah di Bagian Bedah Unit Gawat Darurat di Rumah Sakit Hasan SadikinBandung pada tahun 2008, penelitian Dr. Dono Pranoto,2008. Setelah diuji, ternyata dua metodetersebut menghasilkan kesimpulan yang berbeda. Berdasarkan pengujian Stouffer’s Z didapat hasilyaitu tidak ada kesesuaian yang signifikan antara dua alat diagnosis Appendisitis dan berdasarkanpengujian Binomial eksak untuk keberartian koefisien ra ada kesesuaian antara dua alat diagnosisAppendisitis.
Menentukan Analisis Industri Unggulan di Kota Bandung Menggunakan Indeks Komposit Teti Sofia Yanti; Onoy Rohaeni; Fuji Astuti
STATISTIKA: Forum Teori dan Aplikasi Statistika Vol 13, No 2 (2013)
Publisher : Program Studi Statistika Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jstat.v13i2.1076

Abstract

Pelaksanaan otonomi daerah, merupakan momentum bagi dimulainya proses implementasikebijakan pengembangan ekonomi lokal. Berlakunya otonomi daerah menimbulkan implikasi bagidaerah (kabupaten/kota) mengembangkan kemampuannya sumberdaya yang dimilikinya sehinggamenjadi produk unggulan yang memiliki keunggulan daya saing komparatif maupun kompetitif.Penentuan sektor unggulan di suatu daerah sangat diperlukan, karena berguna untuk menentukankebijakan prioritas sektor yang dipilih, sehingga investasi yang dilakukan terhadap sektor tersebutmemberikan multipler effect yang besar terhadap daerah tersebut. Sebanyak 30 sektor dari 54 sektorekonomi merupakan sektor unggulan kota Bandung, karena mempunyai nilai indeks komposit diatas rata-rata. Sektor yang paling diunggulkan adalah sektor “Perdagangan Komoditi Lainnya”.Sementara itu terdapat enam sektor, selain menjadi sektor-unggulan juga sektor-sektor yang palingresponsif ketika terjadi peningkatan permintaan akhir dalam perekonomian.
Perluasan Uji Kruskal Wallis untuk Data Multivariat Teti Sofia Yanti
STATISTIKA: Forum Teori dan Aplikasi Statistika Vol 10, No 1 (2010)
Publisher : Program Studi Statistika Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jstat.v10i1.1008

Abstract

Andaikan terdapat k buah populasi saling bebas dimana dari masing-masing terdapat p buah variatyang diperhatikan, selanjutnya akan diuji apakah rata-rata p buah variat dari k buah populasitersebut mempunyai rata-rata yang sama. Dalam statistika parametrik pengujian seperti itudijelaskan dalam Multivariat Analisis Varians (MANOVA) melalui uji F. Uji F dalam MANOVAmengasumsikan data harus berdistibusi normal dan variabel yang diperhatikan dari k buah populasiharus mempunyai varians yang homogen. Apabila kedua asumsi tersebut tidak terpenuhi makaprosedur statistika nonparametrik harus dilalui, salah satu pengujian yang bisa dilakukan adalahmelalui perluasan uji Kruskal Wallis untuk data multivariat.
Kinerja Sektor Industri Kota Bandung Berdasarkan Analisis Shift Share pada Model Input Output Teti Sofia Yanti
STATISTIKA: Forum Teori dan Aplikasi Statistika Vol 17, No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Statistika Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jstat.v17i2.2804

Abstract

Tabel Input Output disusun untuk keperluan perencanaan dan evaluasi hasil-hasil pembangunan yang bersifat menyeluruh baik skala nasional maupun skala yang lebih kecil (tingkat kabupaten/kota), model pendekatan perencanaan pembangunan wilayah dapat menggunakan model analisis input-output. Pembangunan Kota Bandung merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan Jawa Barat bahkan nasional, dalam rangka mencapai sasaran pembangunan yang disesuaikan dengan potensi dan permasalahan pembangunan di daerah. Di bidang ekonomi, Kota Bandung harus mampu memobilisasi serta mengelola produksi, alokasi dan distribusi berbagai sumberdaya yang dimilikinya sehingga menghasilkan produk unggulan yang memiliki keunggulan daya saing komparatif maupun kompetitif, baik untuk pasar lokal, regional, nasional bahkan internasional. Melalui analisis shift share dalam model input ouput, kinerja sektor ekonomi Kota Bandung dibandingkan dengan tingkat provinsi dapat terlihat.
Model Pengganda Uang untuk Menentukan Jumlah Uang Beredar di Indonesia Menggunakan Model ARIMA Komponen Teti Sofia Yanti
STATISTIKA: Forum Teori dan Aplikasi Statistika Vol 9, No 1 (2009)
Publisher : Program Studi Statistika Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jstat.v9i1.989

Abstract

Sasaran akhir kebijakan moneter adalah menjaga keseimbangan makro ekonomi, hal ini dilakukanagar dapat dicapai laju inflasi yang rendah, laju pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan neracapembayaran yang seimbang. Untuk mencapai sasaran akhir tersebut, diperlukan sasaran antara.Salah satu sasaran antara yang digunakan dalam kebijakan moneter adalah mengendalikan jumlahuang beredar dengan cara mengendalikan uang primer oleh otoritas moneter. Dengan mengganggappengganda uang nilainya cukup stabil maka Bank Sentral dapat mengendalikan jumlah uangberedar. Oleh sebab itu menentukan model peramalan pengganda uang sangatlah penting. Denganmenggunakan data bulanan mulai Januari 2001-Mei 2008 ditentukan model pengganda uang sempitdan luas menggunakan model ARIMA Komponen.
Menaksir Matriks Teknologi Tabel Input Output Kota Bandung Menggunakan Metode RAS Teti Sofia Yanti
STATISTIKA: Forum Teori dan Aplikasi Statistika Vol 15, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Statistika Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jstat.v15i1.1433

Abstract

Makalah ini membahas penaksiran matriks teknologi tabel input output kota Bandungmenggunakan metode RAS. Sebanyak delapan sektor masih memberikan daya tarik dan daya dorongterhadap sektor lain kurang, sehingga perlu dorongan dan kebijakan yang tepat dari pemerintah agarsemua sektor bisa bersinergi dengan baik sehingga pertumbuhan seluruh sektor meningkat, danpada gilirannya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Uji Jonckheere Terpstra Dalam ANAVA Multivariat Teti Sofia Yanti
STATISTIKA: Forum Teori dan Aplikasi Statistika Vol 2, No 1 (2002)
Publisher : Program Studi Statistika Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jstat.v2i1.488

Abstract

Uji Jonckheere Terpstra (JT) adalah salah satu prosedur statistika non parametrik untukpengujian hipotesis apakah sampel-sampel berasal dari populasi-populasi yang identik, dimanahubungan antar sampel saling bebas dan banyaknya sampel ³ 3. Sedangkan hipotesis alternatifnyaadalah yang mencerminkan berurutnya harga-harga median.Kata Kunci : ANAVA, Multivariat, Non Parametrik