Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

ANALISIS KONFLIK JALAN SEBAGAI RUANG PUBLIK PERKOTAAN (STUDI KASUS : JALAN LINGKUNGAN MENUJU DANAU MAWANG, KABUPATEN GOWA) Ersina, Sriany
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 5 No 1 (2018): Nature
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nature.v5i1a5

Abstract

Abstrak_ Ruang publik yang ideal harus menjadi landasan bersama, terbuka dan dapat diakses untuk semua, termasuk bagi para penyandang cacat. Namun kenyataannya, di sepanjang jalan lingkungan menuju Danau Mawang tidak semua ruang publik yang dapat diakses. Idealnya, berbagai orang yang menggunakan dan melakukan interaksi di ruang publik harus diakomodasi dalam ruang. Potensi konflik ada kapan saja dan di mana pun orang-orang berinteraksi. Konflik bersifat wajar, normal, dan tidak dapat dihindari setiap kali orang berinteraksi bersama. Ketidaksepakatan dan perbedaan pada konflik nilai dapat diindikasikan oleh situasi tak terhindarkan dalam hubungan manusia. Oleh karena itu, mendefinisikan perbedaan dan strategi untuk mengelola konflik di ruang publik akan menjadi fokus dari penelitian ini. Sinergi, kompromi, tindakan akomodatif dan penggunaan kekuatan antara lain adalah strategi mengelola konflik untuk menciptakan lingkungan yang dibangun menuju tempat umum yang terbuka dan dapat diakses.Ruang publik adalah tempat bersama di mana orang melakukan kegiatan fungsional dan ritual yang mengikat komunitas, baik dalam rutinitas normal kehidupan sehari-hari atau dalam perayaan periodik (Bishop dan Krik R. 1989). Jalan Perkotaan yang berhubungan dengan sebagian besar ruang publik harus melayani masyarakat luas, masyarakat majemuk dan berbagai perilaku manusia.Dalam penelitian ini berlandaskan pada paradigma rasionalitik dengan pendekatan metode penelitian deskriptif yaitu; studi pustaka tentang teori dasar ruang publik perkotaan, observasi lapangan, dan menganalisis data dengan menggunakan ArchGIS program (program pemetaan digitalisasi).Dengan mengelola konflik di sepanjang Jalan Lingkungan menuju Danau Mawang sebagai ruang publik perkotaan sebaik mungkin akan dapat menciptakan ruang publik yang terbuka dan dapat diakses dengan baik oleh seluruh masyarakat setempat.Kata kunci : Ruang Publik; Konflik Ruang Publik; Jalan Perkotaan.
URBAN CORRIDOR AS A PUBLIC SPACE CASE STUDY : CORRIDOR PANTAI LOSARI STREET, MAKASSAR CITY Ersina, Sriany
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 5 No 2 (2018): Nature
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nature.v5i2a9

Abstract

Abstrak_ An ideal public space should be a common ground, open and accessible for all including for people with disabilities. However in fact, along the beach Losari in Makassar City have inaccessible public space. Ideally, the various people who use and do interaction in the public space should be accommodated in the space. The Potential for conflict exist whenever and wherever people contact. Conflict is natural, normal and inevitable whenever people interact together. The disagreement and the difference on values conflict can be indicated by the unavoidable situation in human relationship. Therefore, defining the difference and strategy to manage the conflict in public space will be the focus of the paper. A Synergy, compromise, accommodative action and using a power are among others of the strategy to manage conflict to create a built environment towards an open and accessible public place. A Public space is the common ground where people carry out the functional and ritual activities that bind a community, whether in the normal routines of daily life or in periodic festivities [3] Urban Corridors that deals with mostly public space should serve the public at large, the plural society and the variety of human behavior.Keywords : Public Space; Conflict in Public Place; Urban Corridor.
PERAN RUANG PUBLIK PERKOTAAN DALAM MENDORONG BUDAYA POLITIK INKLUSIF DI KOTA MAKASSAR Sriany Ersina
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 30 No 2 (2025): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jtsa.v30i2.4896

Abstract

Urban public spaces serve as vital social platforms where interactions between diverse groups occur, potentially strengthening an inclusive political culture. This study seeks to find out how the design, management, and utilization of public spaces in Makassar City promotes civic political involvement. The methodology used is qualitative, using a case study approach that includes comprehensive interviews, participatory observations, and documentation analysis. The data was studied using NVivo software to uncover prominent themes arising from socio-political engagement in public locations such as Losari Beach, Karebosi, and Fort Rotterdam. The findings suggest that carefully designed public spaces can act as catalysts for fostering a participatory political culture, despite structural barriers such as inadequate supportive regulations and limited access. The results of this study provide a basis for formulating recommendations aimed at improving democratic and socially fair public space planning. Keyword: Public Space, Urban, Political Culture, Makassar City
PERAN RUANG PUBLIK PERKOTAAN DALAM MENDORONG BUDAYA POLITIK INKLUSIF DI KOTA MAKASSAR Sriany Ersina
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 30 No 2 (2025): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jtsa.v30i2.4896

Abstract

Urban public spaces serve as vital social platforms where interactions between diverse groups occur, potentially strengthening an inclusive political culture. This study seeks to find out how the design, management, and utilization of public spaces in Makassar City promotes civic political involvement. The methodology used is qualitative, using a case study approach that includes comprehensive interviews, participatory observations, and documentation analysis. The data was studied using NVivo software to uncover prominent themes arising from socio-political engagement in public locations such as Losari Beach, Karebosi, and Fort Rotterdam. The findings suggest that carefully designed public spaces can act as catalysts for fostering a participatory political culture, despite structural barriers such as inadequate supportive regulations and limited access. The results of this study provide a basis for formulating recommendations aimed at improving democratic and socially fair public space planning. Keyword: Public Space, Urban, Political Culture, Makassar City
Urban lorong: Studi kasus Kawasan Dewi Sari Tamalanrea Kota Makassar Ersina, Sriany; Rooseany, Rooseany
Teknosains Vol 17 No 2 (2023): Mei-Agustus
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v17i2.36206

Abstract

Lorong wisata di Kota Makassar merupakan salah satu fenomena yang menarik perhatian dalam bidang pariwisata. Studi kasus ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keberlangsungan dan peningkatan lorong wisata di Kawasan Dewi Sari Tamalanrea, Kota Makassar. Analisis dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif, studi literatur, survei dan mengumpulkan data melalui wawancara dan observasi lapangan serta Focus Group Discussion (FGD). Hasil studi menunjukkan bahwa faktor-faktor seperti kemudahan akses, infrastruktur, dan pengembangan ekonomi lokal memiliki pengaruh besar terhadap peningkatan lorong wisata di Kawasan Dewi Sari Tamalanrea. Selain itu, konservasi budaya dan kebudayaan juga dianggap sebagai faktor penting dalam meningkatkan daya tarik lorong wisata di kawasan tersebut. Studi ini memberikan rekomendasi perancangan/ desain bagi pihak terkait untuk terus meningkatkan lorong wisata di Kota Makassar, khususnya di Kawasan Dewi Sari Tamalanrea.