Nanny Djaja, Nanny
Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat - Gizi, Fakultas Kedokteran Unika Atma Jaya

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PENINGKATAN PEMAHAMAN TERHADAP PENYAKIT TIDAK MENULAR PADA SUSTER FRANSISKAN SUKABUMI Djaja, Nanny
Mitramas: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitramas.v1i2.4527

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM) berkaitan erat dengan perubahan gaya hidup manusia yang minim aktivitas fisik serta pola kebiasaan makan yang buruk. Oleh karena itu, PTM dapat dicegah dengan perubahan pola hidup yang sehat. Pemilihan makanan yang baik dan diimbangi oleh aktivitas fisik dapat menjadi solusi mengurangi PTM. Kegiatan seminar kesehatan ini diadakan dalam rangka memperingati perayaan Kongregasi Suster Fransiskan Sukabumi ke-90 yang memiliki kekhawatiran akan masalah kesehatan para suster. Kegiatan ini dihadiri oleh 64 orang biarawati dari seluruh Jawa dengan rentang usia 20 sampai dengan 80 tahun. Dalam seminar dipaparkan materi mengenai masalah penyakit tidak menular, faktor penyebab, dan cara mencegah penyakit dengan fokus pemilihan bahan pangan serta pemenuhan kebutuhan gizi seimbang. Pemeriksaan gula darah sebagai bentuk skrining dilakukan  kepada seluruh peserta yang hadir mengikuti seminar dengan hasil 10% di antara peserta memiliki kadar gula darah di atas normal. Diskusi dan tanya jawab setelah seminar berlangsung dengan baik hingga peserta seminar paham pentingnya pemilihan pangan yang tepat untuk mencegah penyakit tidak menular. Kegiatan seminar kesehatan dapat menjadi sarana memperbaharui informasi dan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari yang dapat dilakukan secara rutin.
Pemeriksaan Tekanan Darah, Gula Darah Sewaktu, dan Asam Urat Gratis pada Warga Desa Citaringgul, Citeureup, Bogor Djaja, Nanny; Ratimanjari, Natasha Gabby
Mitramas: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitramas.v2i1.4797

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM) merupakan  penyakit yang menjadi perhatian  nasional dan global. Sebanyak 17 juta orang berusia kurang dari tujuh puluh tahun meninggal setiap tahunnya akibat PTM yang dicetuskan dari pola makan yang tidak sehat, minimnya aktivitas fisik, paparan asap tembakau, konsumsi alkohol, dan polusi udara yang buruk. Prevalensi kematian akibat PTM terus meningkat setiap tahunnya. Kegiatan bakti sosial pemeriksaan kesehatan ditujukan untuk deteksi dini penyakit tidak menular di desa Citaringgul Kecamatan Citeureup Kabupaten Bogor. Pemeriksaan kesehatan dilakukan terhadap 97 orang warga desa Citaringgul Kecamatan Citeureup Kabupaten Bogor yang terdiri dari 44 orang laki-laki dan 53 orang perempuan. Rentang usia warga yang mengikuti pemeriksaan kesehatan berada di antara usia 18 sampai dengan 80 tahun. Pada hasil pemeriksaan tekanan darah, didapatkan 61 orang (62,9%)  dengan tekanan darah tinggi yaitu > 120/80 mmHg, 36 orang (37,1%) dengan hasil tekanan darah normal. Pada pemeriksaan Gula Darah Sewaktu (GDS) didapatkan 17 orang (17,5%) dengan kadar GDS tinggi yaitu lebih dari 200 mg/dL. Sedangkan pada pemeriksaan kadar asam urat, ditemukan 11 orang(11,3%) peserta   yang terdiri dari 4 orang (4,1%) laki-laki dan 7 orang (7,2%) perempuan dengan kadar asam urat tinggi (laki-laki 3,4 – 7,0 mg/dL dan perempuan 2,4 – 6,0 mg/dL).
Pengenalan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, Penyakit Tidak Menular, dan Gizi Seimbang pada Warga Desa Wates Jaya Djaja, Nanny; Ratimanjari, Natasha G.; Wiraharja, AP Regina Satya
Mitramas: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitramas.v2i2.5475

Abstract

Penyakit Tidak Menular (PTM), seperti hipertensi, diabetes, dan hiperkolesterolemia, menjadi fokus utama dalam masalah kesehatan di seluruh dunia karena dampaknya yang signifikan, terutama pada usia produktif. Pola hidup tidak sehat seperti kurangnya aktivitas fisik dan pola makan yang tidak tepat menjadi faktor risiko utama terjadinya PTM. Pedoman Gizi Seimbang (PGS) dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) menjadi kunci dalam pencegahan PTM. Penyuluhan dalam acara Pekan Aktivitas Sosial (PAS) di Desa Watesjaya memberikan informasi tentang PTM, gizi seimbang, dan PHBS untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mulai dari anak-anak hingga dewasa. Kelompok anak-anak mendapat penyuluhan tentang PGS dan cara mencuci tangan sedangkan kelompok dewasa mendapatkan penyuluhan mengenai PTM dan PHBS. Hasil dari kegiatan ini, terjadi peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah penyuluhan. Kerjasama antara pemerintah daerah dan puskesmas sangat diperlukan dalam menyediakan layanan kesehatan yang mudah dijangkau. Screening rutin diperlukan untuk mendeteksi PTM sejak dini guna mengurangi risiko komplikasi. Diharapkan upaya ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gaya hidup sehat dan memperbaiki kualitas hidup secara keseluruhan.
PENINGKATAN KESADARAN KESEHATAN MELALUI PEMERIKSAAN HBA1C DAN TSH DI KALANGAN UMAT GEREJA KATOLIK SANTO PETRUS DAN PAULUS Djaja, Nanny; Ratimanjari, Natasha Gabby; Tjhay, Francisca; Ekowati, Ana Lucia
Mitramas: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitramas.v3i2.6481

Abstract

Diabetes Mellitus adalah gangguan metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia kronis akibat gangguan regulasi glukosa. Di Indonesia, prevalensi diabetes pada orang dewasa mencapai 10,8%. Penyakit tiroid, yang disebabkan oleh kelainan fungsi kelenjar tiroid, juga menjadi masalah kesehatan yang mempengaruhi metabolisme tubuh. Pemeriksaan HbA1c dan TSH memiliki peran penting dalam deteksi dini dan pengelolaan kondisi ini. HbA1c mencerminkan kontrol glukosa darah selama 2-3 bulan terakhir, sedangkan TSH digunakan untuk mendeteksi gangguan fungsi tiroid. Program bakti sosial yang diadakan di Gereja Katolik Santo Petrus & Paulus, Jakarta Barat, diikuti oleh 43 peserta. Hasilnya menunjukkan 6 orang (13,95%) memiliki kadar HbA1c ≥6,5%, di mana 4 orang baru terdiagnosa diabetes. Selain itu, 8 orang (18,60%) memiliki kadar TSH <0,45 mU/L, yang mengindikasikan kemungkinan hipertiroidisme. Program ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini dan pengelolaan penyakit. Kegiatan serupa sebaiknya dilakukan secara rutin dengan tambahan edukasi kesehatan mengenai pencegahan penyakit tidak menular dan pola hidup sehat untuk dampak yang lebih luas
PENINGKATAN PEMAHAMAN TERHADAP PENYAKIT TIDAK MENULAR PADA SUSTER FRANSISKAN SUKABUMI Djaja, Nanny
Mitramas: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitramas.v1i2.4527

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM) berkaitan erat dengan perubahan gaya hidup manusia yang minim aktivitas fisik serta pola kebiasaan makan yang buruk. Oleh karena itu, PTM dapat dicegah dengan perubahan pola hidup yang sehat. Pemilihan makanan yang baik dan diimbangi oleh aktivitas fisik dapat menjadi solusi mengurangi PTM. Kegiatan seminar kesehatan ini diadakan dalam rangka memperingati perayaan Kongregasi Suster Fransiskan Sukabumi ke-90 yang memiliki kekhawatiran akan masalah kesehatan para suster. Kegiatan ini dihadiri oleh 64 orang biarawati dari seluruh Jawa dengan rentang usia 20 sampai dengan 80 tahun. Dalam seminar dipaparkan materi mengenai masalah penyakit tidak menular, faktor penyebab, dan cara mencegah penyakit dengan fokus pemilihan bahan pangan serta pemenuhan kebutuhan gizi seimbang. Pemeriksaan gula darah sebagai bentuk skrining dilakukan  kepada seluruh peserta yang hadir mengikuti seminar dengan hasil 10% di antara peserta memiliki kadar gula darah di atas normal. Diskusi dan tanya jawab setelah seminar berlangsung dengan baik hingga peserta seminar paham pentingnya pemilihan pangan yang tepat untuk mencegah penyakit tidak menular. Kegiatan seminar kesehatan dapat menjadi sarana memperbaharui informasi dan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari yang dapat dilakukan secara rutin.
Pemeriksaan Tekanan Darah, Gula Darah Sewaktu, dan Asam Urat Gratis pada Warga Desa Citaringgul, Citeureup, Bogor Djaja, Nanny; Ratimanjari, Natasha Gabby
Mitramas: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitramas.v2i1.4797

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM) merupakan  penyakit yang menjadi perhatian  nasional dan global. Sebanyak 17 juta orang berusia kurang dari tujuh puluh tahun meninggal setiap tahunnya akibat PTM yang dicetuskan dari pola makan yang tidak sehat, minimnya aktivitas fisik, paparan asap tembakau, konsumsi alkohol, dan polusi udara yang buruk. Prevalensi kematian akibat PTM terus meningkat setiap tahunnya. Kegiatan bakti sosial pemeriksaan kesehatan ditujukan untuk deteksi dini penyakit tidak menular di desa Citaringgul Kecamatan Citeureup Kabupaten Bogor. Pemeriksaan kesehatan dilakukan terhadap 97 orang warga desa Citaringgul Kecamatan Citeureup Kabupaten Bogor yang terdiri dari 44 orang laki-laki dan 53 orang perempuan. Rentang usia warga yang mengikuti pemeriksaan kesehatan berada di antara usia 18 sampai dengan 80 tahun. Pada hasil pemeriksaan tekanan darah, didapatkan 61 orang (62,9%)  dengan tekanan darah tinggi yaitu > 120/80 mmHg, 36 orang (37,1%) dengan hasil tekanan darah normal. Pada pemeriksaan Gula Darah Sewaktu (GDS) didapatkan 17 orang (17,5%) dengan kadar GDS tinggi yaitu lebih dari 200 mg/dL. Sedangkan pada pemeriksaan kadar asam urat, ditemukan 11 orang(11,3%) peserta   yang terdiri dari 4 orang (4,1%) laki-laki dan 7 orang (7,2%) perempuan dengan kadar asam urat tinggi (laki-laki 3,4 – 7,0 mg/dL dan perempuan 2,4 – 6,0 mg/dL).
Pengenalan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, Penyakit Tidak Menular, dan Gizi Seimbang pada Warga Desa Wates Jaya Djaja, Nanny; Ratimanjari, Natasha G.; Wiraharja, AP Regina Satya
Mitramas: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitramas.v2i2.5475

Abstract

Penyakit Tidak Menular (PTM), seperti hipertensi, diabetes, dan hiperkolesterolemia, menjadi fokus utama dalam masalah kesehatan di seluruh dunia karena dampaknya yang signifikan, terutama pada usia produktif. Pola hidup tidak sehat seperti kurangnya aktivitas fisik dan pola makan yang tidak tepat menjadi faktor risiko utama terjadinya PTM. Pedoman Gizi Seimbang (PGS) dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) menjadi kunci dalam pencegahan PTM. Penyuluhan dalam acara Pekan Aktivitas Sosial (PAS) di Desa Watesjaya memberikan informasi tentang PTM, gizi seimbang, dan PHBS untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mulai dari anak-anak hingga dewasa. Kelompok anak-anak mendapat penyuluhan tentang PGS dan cara mencuci tangan sedangkan kelompok dewasa mendapatkan penyuluhan mengenai PTM dan PHBS. Hasil dari kegiatan ini, terjadi peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah penyuluhan. Kerjasama antara pemerintah daerah dan puskesmas sangat diperlukan dalam menyediakan layanan kesehatan yang mudah dijangkau. Screening rutin diperlukan untuk mendeteksi PTM sejak dini guna mengurangi risiko komplikasi. Diharapkan upaya ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gaya hidup sehat dan memperbaiki kualitas hidup secara keseluruhan.
PENINGKATAN KESADARAN KESEHATAN MELALUI PEMERIKSAAN HBA1C DAN TSH DI KALANGAN UMAT GEREJA KATOLIK SANTO PETRUS DAN PAULUS Djaja, Nanny; Ratimanjari, Natasha Gabby; Tjhay, Francisca; Ekowati, Ana Lucia
Mitramas: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitramas.v3i2.6481

Abstract

Diabetes Mellitus adalah gangguan metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia kronis akibat gangguan regulasi glukosa. Di Indonesia, prevalensi diabetes pada orang dewasa mencapai 10,8%. Penyakit tiroid, yang disebabkan oleh kelainan fungsi kelenjar tiroid, juga menjadi masalah kesehatan yang mempengaruhi metabolisme tubuh. Pemeriksaan HbA1c dan TSH memiliki peran penting dalam deteksi dini dan pengelolaan kondisi ini. HbA1c mencerminkan kontrol glukosa darah selama 2-3 bulan terakhir, sedangkan TSH digunakan untuk mendeteksi gangguan fungsi tiroid. Program bakti sosial yang diadakan di Gereja Katolik Santo Petrus & Paulus, Jakarta Barat, diikuti oleh 43 peserta. Hasilnya menunjukkan 6 orang (13,95%) memiliki kadar HbA1c ≥6,5%, di mana 4 orang baru terdiagnosa diabetes. Selain itu, 8 orang (18,60%) memiliki kadar TSH <0,45 mU/L, yang mengindikasikan kemungkinan hipertiroidisme. Program ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini dan pengelolaan penyakit. Kegiatan serupa sebaiknya dilakukan secara rutin dengan tambahan edukasi kesehatan mengenai pencegahan penyakit tidak menular dan pola hidup sehat untuk dampak yang lebih luas