Nuniek Hermita, Nuniek
Staf Pengajar Jurusan Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Serang-Banten

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PENGARUH KETINGGIAN TEMPAT TERHADAP KANDUNGAN GIZI DAN ASAM OKSALAT PADA PELEPAH DAUN TALAS BENENG YANG TELAH DIBUDIDAYAKAN DI SEKITAR KAWASAN GUNUNG KARANG Ningsih, Eltis Panca; Hermita, Nuniek
Jurnal Agroekoteknologi Vol 9, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.242 KB)

Abstract

Talas beneng (Xanthosoma undipes K. Koch) is the local taro from Mountain Coral of Banten Province. This research was aimed to know the nutrient content, composition, oxalic acid and mineral content in the stem leaves of Talas Beneng are cultivated by the community at different places. The research was carried out from Maret until May 2017. This research was conducted in the form of field research around the area of Mountain Coral, Pandeglang Regency, Banten Province. Analysis of the stem leaves of Talas Beneng was done in PT. Saraswanti Indo Genetech, Bogor. The results showed that the content of proksimat stem leaves of Talas Beneng was cultivated include water, ash, protein, fat and carbohydrates. Moisture content at a higher altitude 200 m above sea level (asl): (93,90%) compared to the height of 400 m dpl (93,22%) and height of 800 m dpl (92,72%). Ash content at altitudes of 800 m asl was higher (0,73%) compared to the height of the 200 m asl (0,58%) and height of the 400 m asl (0,58%). Protein content at altitudes of 200 m asl was higher (0,48%) compared to the height of the 400 m asl (0,22%) and height of the 800 m asl (0,39%). Fat content at altitudes of 200 m asl, height of the 400 m asl and height of the 800 m asl is 0%. Carbohydrate content at altitudes of 800 m asl was higher (6,19%) compared to the height of the 200 m asl (5,04%) and height of the 400 m asl (5,98%). Content of oxalic acid (0,228%) at an altitude of 800 m asl higher than the height of the 200 m asl (0,195%) and the height of the 400 m asl (0,169%).Keywords: elevation, proximate, oxalic acid, talas beneng
Analisa dan Pemetaan Nilai C-Organik, Bahan Organik, dan Tekstur Tanah di Lahan Tumbuh Talas Beneng (Xanthosoma undipes) Berdasarkan Ketinggian Maulana, Hanif; Hermita, Nuniek; Fatmawaty, Andi Apriany; Firnia, Dewi
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 27, No 2 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v27i2.21261

Abstract

Talas Beneng memiliki potensi besar dalam mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan nilai ekonomi, khususnya di wilayah Banten. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik tanah yang mendukung optimalisasi produksi Talas Beneng di tiga desa: Desa Talaga Warna, Desa Juhut, dan Desa Kaduengang, sehingga dapat memberikan panduan berbasis ilmiah bagi petani dalam meningkatkan produktivitas. Metode yang digunakan adalah survei dengan pendekatan deskriptif kuantitatif, dimana sampel tanah dianalisis di laboratorium untuk mengetahui parameter tekstur, kadar C-organik, dan bahan organik tanah. Tekstur tanah dianalisis menggunakan metode pipet, kadar C-organik menggunakan metode Walkley and Black, dan bahan organik dihitung dengan mengalikan hasil C-organik dengan faktor konversi 1,724. Data hasil analisis kemudian dipetakan menggunakan software ArcGIS untuk menggambarkan distribusi karakteristik tanah di masing-masing desa. Perbedaan ketinggian di masing-masing wilayah mempunyai pengaruh dari nilai analisis yang didapat. Desa Talaga Warna yang memiliki ketinggian rendah mempunyai nilai C-organik paling rendah yakni 0,69% juga nilai bahan organik paling rendah yakni 1,19%, kemudian hasil analisis meningkat seiring dengan bertambahnya ketinggian tempat. Desa Talaga Warna dan Desa Juhut memiliki tekstur tanah lempung berpasir, sementara Desa Kaduengang memiliki tekstur tanah pasir berlempung. Penelitian ini menegaskan pentingnya analisis tanah disertai pemetaan di setiap wilayah untuk mengoptimalkan pengelolaan lahan dan produksi talas beneng, serta memberikan panduan bagi petani dalam upaya meningkatkan produktivitas berdasarkan kondisi tanah setempat.
PERBAIKAN VIGOR BENIH KAYU KUKU (Pericopsis mooniana THW.) MENGGUNAKAN HORMONE PRIMING (GIBBERELLIC ACID) DAN UJI TETRAZOLIUM Shelia, Finandita Rizki; Isminingsih, Sulastri; Hermita, Nuniek; Rustam, Evayusvita
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 34 No 3 (2024): Jurnal Agroteksos Desember 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v34i3.1237

Abstract

Benih kayu kuku yang mengalami kemunduran mutu benih masih dapat ditingkatkan vigor nya melalui pemberian hormone priming (gibberellic acid/GA3). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi hormone priming dan lama perendaman yang efektif untuk meningkatkan vigor dan konsentrasi uji cepat tetrazolium untuk menentukan viabilitas benih kayu kuku. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) 2 faktor. Faktor pertama konsentrasi hormon GA3 yaitu 100 ppm, 300 ppm, dan 500 ppm. Faktor kedua lama perendaman yaitu 24 dan 48 jam. Hasil penelitian menunjukan perendaman benih konsentrasi GA3 300 ppm merupakan hormone priming yang efektif dalam meningkatkan daya hantar listrik, nilai perkecambahan, dan rata-rata waktu berkecambah. Pengujian tetrazolium menunjukkan bahwa benih kayu kuku viabel atau masih hidup yaitu benih berwarna merah karena terdapat endapan trifenil formazan.
GAMBARAN PERILAKU DAN TINGKAT KECEMASAN TERHADAP COVID-19 PADA SISWA SD TEMUGIRING KOTA CILEGON BANTEN Firnia, Dewi; Hermita, Nuniek
Jurnal Pengabdian Dinamika Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/dinamika.v8i2.14228

Abstract

Coronavirus (COVID-19) adalah penyakit menular yang dapat ditularkan dari seseorang yang positif Covid-19melalui percikan cairan dari mulut atau hidung saat orang tersebut batuk dan bersin. Covid-19 ini sudahmenimbulkan kecemasan di kalangan masyarakat global khususnya Anak anak yang sangat rentan kepadapenularan penyakit ini. Penularan Covid-19 dapat dicegah dengan pengetahuan dan sikap yang baik terhadapmasyarakatsalahsatunyaadalahpadasiswaSD.penelitianinibertujuan untukmengetahuigambaranpengetahuan masyarakat tentang pandemi COVID-19 dan perilaku masyarakat di masa pandemi COVID-19,khususnya pada siswa SD Temugiring, sehingga dapat dijadikan dasar dalam menyusun berbagai program olehpemerintah di Kelurahan Banjar NegaraKecamatan Ciwandan, Kota Cilegon Banten, sehingga terbebas daripandemi COVID-19.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan bahwa tingkat pengetahuan danperilaku siswa SD terhadap Covid-19 dengan tingkat kecemasan pada siswaSiswa SD Temugiring KelurahanBanjar Negara Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon Banten
EKSPLORASI DAN KARAKTERISASI MORFOLOGI TANAMAN KOPI ROBUSTA (COFFEA CANEPHORA) DI KAWASAN GUNUNG KARANG Siahaan, Gita Shania Seprionika; Yenny, Ratna Fitry; Ritawati, Sri; Hermita, Nuniek
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 34 No 3 (2024): Jurnal Agroteksos Desember 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v34i3.1304

Abstract

Genetic diversity of Robusta coffee plants (Coffea canephora) can be known by identifying morphological characters. Local Robusta coffee is found in the Karang Mountain area. This study aims to determine the diversity of morphological characters and characteristics that distinguish between plant samples in the Karang Mountain area. This research is an exploratory and descriptive survey with a purposive sampling technique. The variables observed were vegetative and generative morphological characters of plants. The results showed that there was a diversity of plant morphological characters and there were characteristics that distinguished between Robusta coffee plant samples in the Gunung Karang area. Vegetative characters include plant stature, plant height, plant shape, stem stature, stem branching shape, stipule shape, young leaf color, leaf shape, leaf tip shape, leaf edge shape, leaf length, and leaf width. Generative characters include fruit color, fruit shape, fruit width, fruit thickness, seed width, seed thickness, seed color, and seed shape.
Identifikasi Keanekaragaman Serangga Hama pada Pertanaman Padi (Oryza sativa L.) Fase Vegetatif di Lahan Sawah Desa Cimanggu Kecamatan Cimanggu Kabupaten Pandeglang Noviani, Neng; Hermita, Nuniek; Sulistyorini, Endang; Saylendra, Andree
JURNAL BUDIDAYA PERTANIAN Vol 21 No 1 (2025): Jurnal Budidaya Pertanian
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jbdp.2025.21.1.8

Abstract

Indonesia merupakan negara agraris di mana tanaman padi (Oryza sativa L.) memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan pangan pokok nasional. Salah satu faktor yang memengaruhi produktivitas padi adalah serangan serangga hama, terutama pada fase vegetatif yang rentan terhadap kerusakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman serangga hama pada pertanaman padi (Oryza sativa L.) fase vegetatif di Lahan Sawah Desa Cimanggu Kecamatan Cimanggu Kabupaten Pandeglang. Penelitian dilakukan pada Januari–Februari 2025 menggunakan metode purposive sampling di tiga titik lokasi berbeda berdasarkan ketinggian tempat. Pengambilan sampel serangga dilakukan dengan jaring ayun, lalu diidentifikasi di Laboratorium Ilmu Dasar dan Perlindungan Tanaman, Fakultas Pertanian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Hasil penelitian menemukan 8 spesies serangga hama dari 5 ordo, dengan Orseolia oryzae (Diptera) sebagai spesies paling dominan di semua lokasi. Nilai indeks keanekaragaman (H') di ketiga titik berkisar antara 0,72–0,92 tergolong rendah, sedangkan indeks dominansi (C) berkisar 0,54–0,68 masuk kategori sedang. Faktor abiotik seperti suhu, kelembaban, dan pH tanah di ketiga lokasi relatif stabil dan berada dalam kisaran optimum untuk pertumbuhan tanaman padi serta mendukung keberlangsungan hidup serangga hama. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi dasar bagi pengembangan strategi pengendalian hama terpadu berbasis ekologi di Desa Cimanggu Kecamatan Cimanggu Kabupaten Pandeglang.
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN TANAMAN KEDELAI (Glycine max L. Merill.) DENGAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS KECAMATAN KARANG TANJUNG KABUPATEN PANDEGLANG Saesarani, Ayu; Hermita, Nuniek; Fatmawaty, Andi Apriany; Utama, Putra
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.3911

Abstract

This research aims to determine land suitability classes for soybeans using a geographic information system (GIS), limiting factors, and land improvement efforts that can be made to land suitability for soybeans in Karang Tanjung District, Pandeglang Regency. There were several stages in the data collection method, namely the survey stage, field observation, and laboratory analysis. The data collected was analyzed using the matching method and then analyzed descriptively. The research results show that the actual land suitability class for soybean plants is N (not suitable) with factors inhibiting water availability (rainfall). Efforts that can be made to improve non-permanent limiting factors in land suitability for soybeans include carrying out demolition activities during land processing, liming, applying organic material, fertilizing, making terraces, planting parallel to contours, and planting ground cover crops. Keyword: Geographic Information System, Land Suitability, Soybean Plants INTISARI Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelas kesesuaian lahan untuk tanaman kedelai dengan menggunakan sistem informasi geografis (SIG), faktor pembatas dan upaya perbaikan lahan yang dapat dilakukan terhadap kesesuaian lahan untuk tanaman kedelai di Kecamatan Karang Tanjung Kabupaten Pandeglang. Terdapat beberapa tahapan dalam metode pengumpulan data, yaitu tahap survei, observasi lapangan  dan analisis laboratorium. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan metode pencocokan kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas kesesuaian lahan aktual untuk tanaman kedelai  adalah N (tidak sesuai) dengan faktor penghambat ketersediaan air (curah hujan). Upaya yang dapat dilakukan untuk memperbaiki faktor pembatas bersifat non permanen kesesuaian lahan untuk tanaman kedelai yaitu melakukan kegiatan pembongkaran pada saat pengolahan lahan, pengapuran, pemberian bahan organik, pemupukan, pembuatan teras, penanaman sejajar kontur dan penanaman tanaman penutup tanah. Kata kunci: Sistem Informasi Geografi, Kesesuaian lahan, Tanaman Kedelai