Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

POTENSI DAN DOMINANSI TEGAKAN PADA WILAYAH BUKIT PULAI, PAMATON, DAN MANDIANGIN DI KAWASAN HUTAN DENGAN TUJUAN KHUSUS HUTAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT Nugroho, Vinsensius Bima; Suyanto, Suyanto; Udiansyah, Udiansyah
Jurnal Sylva Scienteae Vol 9, No 1 (2026): Jurnal Sylva Scienteae Vol 9 No 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v9i1.9529

Abstract

Hutan memberikan manfaat yg banyak bagi manusia, maka hutan harus terus dilestarikan demi eksistensi kehidupan mahluk hidup di bumi. Untuk menyusun suatu perencanaan yang baik, maka diperlukan informasi tentang hutan yang dapat diperoleh dari data potensi hutan yang bersifat kuantitatif dan kualitatif. Bukit Pulai, Pamaton, dan Mandiangin masih belum banyak diketahui jenis-jenis tegakan dan manfaat di sana. Tujuan dari penelitian yaitu menganalisis potensi dan mengidentifikasi dominansi tegakan di kawasan Bukit Pulai, Pamaton, dan Mandiangin. Lokasi plot jalur berpetak ditentukan dengan metode purposive sampling yang memiliki panjang 20 m dan berjarak 1000 m antar jalurnya. Hasil dari penelitian yaitu tegakan di kawasan Bukit Pulai, Pamaton, dan Mandiangin terdiri dari 42 jenis untuk tingkat semai dengan potensi batang perhektar sebesar 219,36 m2/ha, 51 jenis untuk tingkat pancang berpotensi batang perhektar sebesar 124,24 m2/ha, 30 jenis untuk tingkat tiang memiliki 3,61 m2/ha potensi batang perhektarnya, dan 25 jenis untuk tingkat pohon berpotensi volume sebesar 0,18 m3/ha serta identifikasi dominansi tegakan tumbuhan pada tiap tingkat pertumbuhan didominasi oleh tengkook ayam (Nephelitum sp) ditingkat semai, tanaman mampat (Cratoxylon tormosum) menjadi yang paling dominan ditingkat pertumbuhan pancang, pada tingkat pertumbuhan tiang alaban (Vitex pubescens) menjadi tanaman yang paling dominan tumbuh, medang puspa (Schima wallichii) menjadi yang paling dominan ditingkat pertumbuhan pohon dimana tipe penutupan lahan di  Bukit Pulai, Pamaton, dan Mandiangin terdiri dari Hutan Lahan Kering Sekunder Kerapatan Rendah dengan potensi volume hanya sebesar 8,54 m3/ha, penutupan lahan semak belukar berpotensi volume hanya 6,67 m3/ha, penutupan lahan kebun berpotensi volume hanya sebesar 1,28 m3/ha.
POLA BINA PILIH UNTUK PENINGKATAN VOLUME TEGAKAN LANJUTAN DI PT. KARYA DELTA PERMAI Aulia, Muhammad; Udiansyah, Udiansyah; Jauhari, Ahmad
Jurnal Sylva Scienteae Vol 8, No 3 (2025): Jurnal Sylva Scienteae Vol 8 No 3 Edisi Juni 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v8i3.10281

Abstract

The selective development pattern is one of the forest management methods that aims to achieve sustainability in wood production, maintain environmental quality, and ensure the sustainability of the social and economic functions of forests. The objective of this research is to assess the optimal spatial pattern of the selective management system between the tree canopy buffer-based method and the box-grid method in an effort to increase the potential volume of the subsequent stand at PT. Karya Delta Permai to produce sustainable timber production. This research was conducted at PBPH PT. Karya Delta Permai Central Kalimantan in the RKT 2022 block plot 12P. The object of this study is the residual stand in the research plot in the RKT 2022 Block Plot 12P. The data collection method used is sampling with the purposive sampling method, which is selecting samples selectively and based on specific criteria. The conclusion obtained from this research is that the construction pattern design choosing a spatial design based on Header Buffer is more optimal than Box-Grid based, where trees built with a design based on crown buffer have more optimal growth space. The number of remaining stands before the tree canopy-based bina bilih pattern was designed was 1,717 trees, then after the tree canopy buffer-based selected bina bilih pattern was designed using buffers of 6m x 6m and 8m x 8m respectively the number of remaining stands reached 1,653 trees and 1,603 trees. Pola bina pilih merupakan salah satu metode pengelolaan hutan yang bertujuan untuk mencapai keberlanjutan dalam produksi kayu, mempertahankan kualitas lingkungan, serta memastikan keberlanjutan fungsi sosial dan ekonomi hutan. Penelitian ini mengkaji pola bina pilih yang efektif untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas tegakan tinggal. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengkaji pola bina pilih secara spasial yang optimal antara metode berbasis buffer tajuk pohon dan box-grid dalam upaya peningkatan potensi volume tegakan lanjutan di PT. Karya Delta Permai untuk menghasilkan produksi kayu yang berkelanjutan. Penelitian ini dilakukan di PBPH PT. Karya Delta Permai Kalimantan Tengah Pada blok RKT 2022 petak 12P. Objek dari penelitian ini adalah tegakan tinggal di petak penelitian pada blok RKT 2022 Petak 12P.  Pengumpulan data yang digunakan ialah cara sampel dengan metode purposive sampling yaitu memilih sampel secara selektif dan berdasarkan kriteria tertentu. Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah desain pola bina pilih desain spasial berbasis Buffer Tajuk lebih optimal dibandingkan berbasis Box-Grid, dimana pohon binaan dengan desain berbasis buffer tajuk memiliki ruang tumbuh yang lebih optimal. Jumlah tegakan tinggal sebelum dilakukan desain pola bina bilih berbasis tajuk pohon adalah 1.717 pohon, kemudian setelah dilakukan desain pola bina pilih berbasis buffer tajuk pohon dengan menggunakan buffer 6m x 6m dan 8m x 8m masing-masing jumlah tegakan tinggal yaitu mencapai 1.653 pohon dan 1.603 pohon. 
Application of pre-Terra Preta to enhance soil fertility and productivity of marginal land cultivated with Pennisetum purpureum cv. Mott Nasution, Dewi Priany; Udiansyah, Udiansyah; Razie, Fakhrur; Syarifuddin, Nursyam Andi; Neina, Dora
SAINS TANAH - Journal of Soil Science and Agroclimatology Vol 22, No 2 (2025): December
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/stjssa.v22i2.105965

Abstract

Indonesia’s national agriculture production is increasingly constrained by the expansion of marginal lands with low productivity, many of which have undergone severe degradation from mining and other land uses. These lands are characterized by low soil fertility and acidic pH, posing a challenge for sustainable forage production. This study investigates the application of pre-Terra Preta - a soil amendment composed of biochar, organic matter, animal manure, topsoil, and fermented microorganisms—to enhance the productivity of marginal land, using Pennisetum purpureum cv. Mott (Dwarf elephant grass) as a forage crop. The field experiment was conducted in Swarangan Village, Tanah Laut Regency, South Kalimantan, Indonesia. Soil chemical properties were analyzed before and after planting. A total of 36 plots (5 × 5 m) were treated with four levels of pre-Terra Preta biochar composition (0%, 20%, 40%, and 60%) and three application rates (10, 20, and 30 t ha⁻¹). The results showed significant improvements in soil chemical properties, including total N (↑ 73.47%), organic C (↑ 35.20%), K₂O (↑ 33.64%), and pH (↑ 148.89%). The optimal treatment—30 t ha⁻¹ with 60% biochar—yielded the highest plant height (16.875 cm), number of leaves (12.900), and number of tillers (3.791). These differences were significant (p < 0.05), confirming the effectiveness of both biochar levels and application rates. Pre-Terra Preta offers a sustainable, cost-effective strategy for rehabilitating marginal lands in tropical regions. Further studies are recommended to assess long-term soil health, economic viability, forage quality, and livestock performance.