Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENGEMBANGAN TANAMAN TOGA DALAM POT DAN LAHAN PERKEBUNAN SD NEGERI 2 CEMAGI I Wayan, Juniartha; Eka Pratiwi, Desak Putu; Adi Sucipta, I Ketut; Suarsana R., I Wayan; Aditya Wiryanatha Kusuma, I Nyoman
Jurnal Abdi Dharma Masyarakat (JADMA) Vol. 4 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : LPPM Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/jadma.v4i2.6616

Abstract

Desa Cemagi memiliki 4 sekolah dasar, dimana masing-masing sekolah tersebut terletak di beberapa wilayah, seperti SD Negeri 2 Cemagi yang ditargetkan, dimana sekolah ini terletak di Banjar Kaja Kangin. Dengan program kerja kemanusiaan dengan judul: Penanaman TOGA (Tanaman Obat Keluarga) di kawasan SD Negeri 2 Cemagi. Program Kemanusiaan merupakan Bentuk Kegiatan Pembelajaran yang menjadi sumber pembelajaran edukatif dalam pembentukan karakter dan prinsip kemandirian dalam upaya pengobatan keluarga. Dengan memahami manfaat dan khasiat dan jenis tanaman tertentu, tanaman obat menjadi pilihan keluarga dalam memilih obat alami yang aman. Bagian tumbuhan yang dapat dimanfaatkan sebagai obat adalah bagian daun, kulit batang, buah, biji, dan akarnya. Alasan memilih SD Negeri 2 Cemagi sebagai tempat sasaran untuk menjalankan proker, karena kebun yang dimiliki oleh SD Negeri 2 Cemagi ini tidak terawat dengan baik. Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan di Lembaga Pendidikan ini, terdapat beberapa masalah yaitu masih minimnya tanaman obat di SD Negeri 2 Cemagi, banyaknya tanaman obat yang sudah mati karena disebabkan oleh proyek pembangunan dan juga karena banyaknya orang yang menaruh barang di atas tanaman obat tersebut. Di samping itu, pengetahuan tentang tanaman obat juga diberikan kepada siswa. Maka dari itulah, program pengembangan tanaman TOGA ini dibuat agar siswa memahami definisi, manfaat dan juga cara mengolahnya untuk dijadikan sebagai obat. TOGA selain digunakan sebagai obat, juga memiliki beberapa manfaat lain, yaitu: (1) dapat dimanfaatkan sebagai penambah gizi keluarga (pepaya, timun, bayam), (2) dapat dimanfaatkan sebagai bumbu atau rempah-rempah masakan (kunyit, kencur, jahe, serai, daun salam), (3) dapat menambah keindahan (seperti, mawar, melati, bunga matahari, kembang sepatu, tapak dara, dan kumis kucing).
PEMBERDAYAAN SAMPAH MELALUI PROGRAM ECOBRICK DI BANJAR SILAKARANG, DESA SINGAPADU KALER I Wayan, Juniartha; Eka Pratiwi, Desak Putu; Sulatra, I Komang; Dian Andriyani, Anak Agung Ayu; Dian Nugraha, I Gusti Komang; Dwi Putra, I Made Kembang
Jurnal Abdi Dharma Masyarakat (JADMA) Vol. 6 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : LPPM Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/jadma.v6i2.12288

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini berfokus pada pengelolaan sampah di Banjar Silakarang, Desa Singapadu Kaler. Program ini adalah sebuah usaha untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat untuk menyadari pentingnya pengelolaan sampah, khususnya sampah anorganik. Program Pengabdian ini mengelaborasi seluruh metode-metode yang pernah digunakan dalam kegiatan pengabdian tentang pembuatan ecobrick, khususnya di Banjar Silakarang, Desa Singapadu Kaler. Program pengabdian masyarakat ini menggunakan metode sosialisasi dan pelatihan tentang pembuatan ecobrick sebagai solusi ramah lingkungan untuk mengurangi volume sampah. Metode yang digunakan mencakup penyuluhan langsung, diskusi interaktif, dan praktik pembuatan ecobrick. Adapun output dari program pengabdian masyarakat ini memberikan hasil berupa Perubahan positif terkait pengetahuan dan kesadaran masyarakat, serta perubahan sikap yang positif terhadap pengelolaan sampah. Masyarakat mulai berkomitmen untuk mengimplementasikan ilmu dan metode yang diperoleh dalam kehidupan mereka sehari-hari, seperti memisahkan sampah dan membuat kompos dari sisa makanan. Program ini juga berhasil menciptakan rasa kebersamaan dan tanggung jawab kolektif mengurangi jumlah sampah anorganik.
Optimalisasi Potensi Desa Wisata Jatiluwih Melalui Keterlibatan Masyarakat dalam Perumusan Paket Wisata Vina Widiadnya Putri, I Gusti Ayu; Cahyani Putri Utami, Ni Putu; Eka Pratiwi, Desak Putu; Pratama Putra, Komang Yoshika
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i2.3128

Abstract

Artikel ini mengulas keterlibatan masyarakat Desa Wisata Jatiluwih dalam merumusan paket wisata sebagai salah satu strategi untuk mengoptimalkan potensi Desa Jatiluwih. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam meningkatkan kunjungan wisatawan ke Desa Jatiluwih pasca pandemi COVID-19 yang dinilai cenderung lambat jika dibandingkan dengan desa wisata lainnya yang ada di Bali, seperti Desa Wisata Panglipuran dan Ubud dari tahun 2022 hingga awal tahun 2023. Berdasar pada hasil wawancara awal kepada pelaku pariwisata serta identifikasi mendalam melalui observasi langsung ke lapangan, ditemukan bahwa rendahnya visibilitas informasi di media digital dan sosial menjadi perhatian utama dalam menjawab permasalahan tersebut. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini dirancang untuk memberikan dukungan kepada masyarakat dalam mengidentifikasi peluang baru serta memenuhi kebutuhan masyarakat guna mengembangkan strategi pemasaran yang adaptif dan inovatif. Pelatihan dan pendampingan peserta kegiatan dilakukan secara interaktif selama pelaksanaan kegiatan pengabdian dengan mempertimbangkan kebutuhan berdasar pada hasil identifikasi awal. Peserta tidak hanya mengikuti seminar, namun juga terlibat dalam diskusi dan praktek langsung dalam merancang paket wisata yang dituangkan dalam brosur wisata berbahasa Inggris. Keberhasilan kegiatan pengabdian tercermin pada meningkatnya visibilitas Desa Jatiluwih pada media digital dan sosial yang mampu meningkatkan kunjungan wisatawan sejak bulan Agustus 2023.
Decoding Verbal and Non-Verbal on Falala Chocolate’s Advertisements: Ega Pratiwi, Ni Kadek Adelia; Eka Pratiwi, Desak Putu
Humanis Vol. 30 No. 1 (2026): Volume 30 No 1, Februari 2026
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JH.2026.v30.i01.p03

Abstract

This study aims to analyze the verbal and nonverbal signs in Falala Chocolate’s Instagram advertisements and to understand the implicit meanings within them. The background of this study is the important role of social media advertising in shaping audience perceptions and conveying emotional and cultural messages. The analysis uses Roland Barthes’ media semiotics (1986) to explore meaning through denotation and connotation. This study applies a qualitative approach through systematic data collection, classification of signs, and interpretation of verbal and nonverbal elements. Barthes’ analysis reveals connotative meanings such as luxury, warmth, and cultural values expressed through facial expressions, gestures, and the interaction between text and visuals. Therefore, Falala Chocolate’s advertisements not only provide product information but also build emotional appeal and communicate cultural values.
Myth as Ritual Foundation: A Semiotic Analysis of the Mayadenawa Narrative in Balinese Religious Practice Sutjiati Beratha, Ni Luh; Eka Pratiwi, Desak Putu; Puji Astiti Laksmi, Ni Ketut
Jurnal Kajian Bali (Journal of Bali Studies) Vol. 16 No. 1 (2026): Bali Beyond Bali
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JKB.2026.v16.i01.p08

Abstract

This article examines the Mayadenawa myth as a semiotic foundation of Balinese Hindu ritual, with particular attention to the Galungan festival. Galungan is a major religious celebration held every 210 days in Bali to commemorate the victory of dharma (cosmic order) over adharma (disorder) and to mark the return of ancestral spirits to the human realm. Employing Barthes’ theory of two-order signification, this study analyzes the Mayadenawa narrative at the levels of denotation, connotation, and myth. The findings show that the myth functions not merely as a narrative of divine conflict, but as a cultural sign system that legitimizes ritual practice and naturalizes moral and religious values. By applying a semiotic approach, this study moves beyond descriptive interpretations and demonstrates how myth operates ideologically to sustain Balinese Hindu identity through rituals.
Myth as Ritual Foundation: A Semiotic Analysis of the Mayadenawa Narrative in Balinese Religious Practice Sutjiati Beratha, Ni Luh; Eka Pratiwi, Desak Putu; Puji Astiti Laksmi, Ni Ketut
Jurnal Kajian Bali (Journal of Bali Studies) Vol. 16 No. 1 (2026): Bali Beyond Bali
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JKB.2026.v16.i01.p08

Abstract

This article examines the Mayadenawa myth as a semiotic foundation of Balinese Hindu ritual, with particular attention to the Galungan festival. Galungan is a major religious celebration held every 210 days in Bali to commemorate the victory of dharma (cosmic order) over adharma (disorder) and to mark the return of ancestral spirits to the human realm. Employing Barthes’ theory of two-order signification, this study analyzes the Mayadenawa narrative at the levels of denotation, connotation, and myth. The findings show that the myth functions not merely as a narrative of divine conflict, but as a cultural sign system that legitimizes ritual practice and naturalizes moral and religious values. By applying a semiotic approach, this study moves beyond descriptive interpretations and demonstrates how myth operates ideologically to sustain Balinese Hindu identity through rituals.