Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Perancangan Alat Pengupas Buah Durian Di UKM Pancake Lena budiarto, dominikus
SAINTEK: Jurnal Sains dan Teknologi Industri Vol 1 No 1 (2017): Saintek: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi Industri
Publisher : Universitas katolik Musi Charitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.247 KB) | DOI: 10.32524/saintek.v1i1.224

Abstract

Pancake Lena merupakan industri kecil menengah yang memproduksi pancake durian. UKM ini memproduksi pancake durian sebanyak 600 buah perharinya. Untuk pembuatan pancake perharinya UKM dapat menghabiskan durian sebanyak 25 buah. Observasi awal untuk mengupas buah durian awal menggunakan pisau, namun dengan menggunakan cara tersebut banyak faktor-faktor yang menimbulkan kecelakaan kerja dan menyebabkan waktu proses yang lama. Waktu rata-rata untuk mengupas durian awal 1,1 menit sedangkan untuk mengupas buah durian total dengan waktu rata-rata 3,3 menit. Pada pengamatan dilakukan untuk 25 buah durian dengan mengalami kecelakaan kerja sebanyak 4 kali. Untuk mengatasi masalah waktu dan produktivitas maka dibutuhkan suatu alat pengupas buah durian. Cara kerja alat pengupas buah durian dengan menusukkan buah durian pada tempat penopang buah durian, lalu terdapat 2 cakar pisau kiri dan kanan untuk menusuk bagian sisi kiri dan kanan atas buah durian, kemudian pendorong dipukul agar cakar pisau menusuk ke buah durian, dan tuas kiri dan kanan ditarik secara bersamaan untuk membuka buah durian. Perancangan alat pengupas buah durian ini menggunakan metode R&D (Research and Development) yang merupakan metode penelitian dan pengembangan produk. Pengembangan alat memperhatikan efisiensi,keefektifan alat dan kemudahan penggunaanproduk. Efisiensi waktu pengupasan buah durian awal rata-rata 0,11 menit sedangkan untuk mengupas buah durian total dengan waktu rata-rata 1,02 menit dan produktivitas sebelum didapatkan 2,22 dan setelah didapatkan 2,27 dan kecelakaan kerja berkurang. Spesifikasi alat yang dirancang berukuran panjang 50 cm dan tinggi 92 cm.
Perancangan Alat Pengupas Buah Durian Di UKM Pancake Lena budiarto, dominikus
SAINTEK: Jurnal Sains dan Teknologi Industri Vol 1 No 1 (2017): Saintek: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi Industri
Publisher : Universitas katolik Musi Charitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.247 KB) | DOI: 10.32524/saintek.v1i1.224

Abstract

Pancake Lena merupakan industri kecil menengah yang memproduksi pancake durian. UKM ini memproduksi pancake durian sebanyak 600 buah perharinya. Untuk pembuatan pancake perharinya UKM dapat menghabiskan durian sebanyak 25 buah. Observasi awal untuk mengupas buah durian awal menggunakan pisau, namun dengan menggunakan cara tersebut banyak faktor-faktor yang menimbulkan kecelakaan kerja dan menyebabkan waktu proses yang lama. Waktu rata-rata untuk mengupas durian awal 1,1 menit sedangkan untuk mengupas buah durian total dengan waktu rata-rata 3,3 menit. Pada pengamatan dilakukan untuk 25 buah durian dengan mengalami kecelakaan kerja sebanyak 4 kali. Untuk mengatasi masalah waktu dan produktivitas maka dibutuhkan suatu alat pengupas buah durian. Cara kerja alat pengupas buah durian dengan menusukkan buah durian pada tempat penopang buah durian, lalu terdapat 2 cakar pisau kiri dan kanan untuk menusuk bagian sisi kiri dan kanan atas buah durian, kemudian pendorong dipukul agar cakar pisau menusuk ke buah durian, dan tuas kiri dan kanan ditarik secara bersamaan untuk membuka buah durian. Perancangan alat pengupas buah durian ini menggunakan metode R&D (Research and Development) yang merupakan metode penelitian dan pengembangan produk. Pengembangan alat memperhatikan efisiensi,keefektifan alat dan kemudahan penggunaanproduk. Efisiensi waktu pengupasan buah durian awal rata-rata 0,11 menit sedangkan untuk mengupas buah durian total dengan waktu rata-rata 1,02 menit dan produktivitas sebelum didapatkan 2,22 dan setelah didapatkan 2,27 dan kecelakaan kerja berkurang. Spesifikasi alat yang dirancang berukuran panjang 50 cm dan tinggi 92 cm.
Persepsi Efektivitas Pengajaran Bermedia Virtual Reality (VR) Theresia Sunarni; Dominikus Budiarto
Semantik Vol 4, No 1 (2014): Semantik 2014
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3092.04 KB)

Abstract

ne"> Penelitian ini mendeskribsikan persepsi Pengajar (Dosen)terhadap media Virtual Reality (VR) dan penggunaannya dalampengajaran. Untuk mengetahui persepsi Pengajar terhadap media VR dan penggunaannya dalam pengajaran, contoh mediaVR diberikan untuk diuji coba. Wawancara dilakukan kepada responden terpilih dan model dibangun dengan membagikelompok yang akan diwawancarai. Kelompok A menilai kondisi pengajaran tanpa media VR dan kelompok B pengajarandengan media VR. Hasil yang diperoleh menunjukkan (1) Pembelajaran merupakan aktivitas yang bertujuan untuk membantusiswa agar dapat memiliki kompetensi kognitif, afektif, dan psikomotor seperti yang diinginkan. Untuk mencapaipembelajaran sukses dengan media VR, perlu perencanaan dan metode yang tepat. Pembelajaran konstruktivisme denganmenggunakan media VR bisa dikatakan efektif (“pembelajaran yang sukses”) jika telah memenuhi beberapa indikator yaituefektif, efisien (layak dan tidak membutuhkan usaha (effort) banyak), kinerja media baik (memiliki daya tarik). Efektivitaspengajaran dapat dicapai dengan program pembelajaran yang baik (desain media dan metode) yang dilakukan olehpengajar. Dengan strategi pengajaran bermedia VR dapat menciptakan kelas yang interaktif-aktif, efisiensi pengajaran dapatdicapai dan tingkat pencapaian materi yang terukur. (2) Penggunaan media VR dalam pengajaran sangat mendukung untukmateri yang syarat terhadap visualisasi, praktik dan keterbatasan sumberdaya. Keinginan dari responden cenderung sangattinggi (53,8%)terhadap penggunaan teknologi VR dalam pembelajaran. Saran yang diberikan untuk penelitian lebih lanjutyaitu perlu adanya mekanisme yang spesifik untuk mendesain VR dengan topik tertentu dan bagaimana implementasinya(efektivitas media VR).Kata kunci : Virtual Reality (VR), efektif, pengajaran, pembelajaran.
Persepsi Efektivitas Penggunaan Media Virtual Reality Theresia Sunarni; Dominikus Budiarto
Performa: Media Ilmiah Teknik Industri Vol 13, No 2 (2014): PERFORMA Vol. 13 No. 2, September 2014
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Faculty of Engineering, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.578 KB) | DOI: 10.20961/performa.13.2.9838

Abstract

This study is describting of using VR media to improve the effectiveness of learning in the course of manufacturing processes. VR media are used based on specific competency goals in the Event Unit Class (SAP) courses manufacturing process. VR Media (prototype) can be a bridge between the theoretical material in the classroom with laboratory or industrial conditions in actual reality. With VR media is expected that students can improve their learning performance. The use of VR media in the learning manufacturing process course, carried as a complement or supplement. The questionnaire model is developed, then a questionnaire is distributed to students who have been following and using VR media in the learning. From the questionnaire data processing has been obtained: the result of the perception of the effectiveness of this VR media in selected university, indicating (1) to achieve successful learning with VR media, it needs proper planning and methods. Constructivism learning using VR media can be said to be effective ("learning success") if it satisfies some of the indicators that is effective, efficient (feasible and does not require effort/many effort), the performance of both media (has appeal). (2) Regarding the perception of the effectiveness of learning by using VR media in learning, the respondent's answer to this is pretty good (quite effectively) to achieve the target competencies, and if the sample has been comprehensively would be better (effective) in achieving the targeted competencies. Advices are given based on the results of this study for further development, namely: for non-constructivism learning effectiveness is not yet known how the role of the media and the results when using VR, need to be investigated further learning how to achieve effective, efficient and attractive.
Rancangan Tata Letak Fasilitas Produksi Produk Rehabilitasi Dengan Algoritma Genetika Steaven Leonardo Chandra; Theresia Sunarni; Kristoforus Jawa Bendi; Dominikus Budiarto
Jurnal Tiarsie Vol 16 No 3 (2019): Jurnal TIARSIE 16.3 Edisi RITEKTRA IX
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (965.571 KB) | DOI: 10.32816/tiarsie.v16i3.53

Abstract

Tata letak fasilitas produksi memiliki dampak yang sangat penting dan saling keterkaitan antara fasilitas yang satu dengan lainnya guna menunjang kelancaran dari proses produksi. Seringkali masalah terbesar dalam sistem produksi disebabkan oleh penanganan bahan yang tidak sistematis. Dalam penelitian ini, kami mencoba menerapkan algoritma genetika dalam mendapatkan rancangan tata letak fasilitas (mesin) secara optimal. Input dari penelitian ini diantaranya berupa nomor mesin, masing-masing dimensi mesin, urutan mesin di setiap bagian, volume produksi di masing-masing bagian, dan frekuensi aliran di setiap bagian. Output dari penelitian ini adalah tata letak mesin dengan total biaya aliran minimum. Penelitian ini memecahkan kasus pada fasilitas produksi produk rehab di PT Shima Prima Utama yang terdiri dari 16 mesin dan 29 komponen. Hasil penelitian pada kasus ini adalah didapatkan urutan penempatan mesin optimal yakni 13, 3, 9, 15, 6, 10, 2, 12, 8, 16, 7, 1, 11, 5, 14 dan 4 dengan total biaya aliran 197.434.
IDENTIFIKASI DAN PENGEMBANGAN PROGRAM INTERNALISASI NILAI CHARITY DI PERGURUAN TINGGI X Murwanto; DOMINIKUS BUDIARTO BUDIARTO
Jurnal Keuangan dan Bisnis Vol. 17 No. 1 (2019): Jurnal Keuangan dan Bisnis Volume 17 No. 1, Edisi Maret 2019
Publisher : Catholic University Musi Charitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (806.582 KB)

Abstract

Value is highyly needed in an organization, and in a “status quo” situation, for taking decision and facing a complex problems.University X (PT) is a result of merging of three Colleges (Sekolah Tinggi). That are Engineering college (STT), Economic Science College (STIE), and Health Science College (STIKES). As a University, those three colleges change into faculties, that are Faculty of Science and Technolog (FST), Faculty of Business and Accounting (FBA), and Faculty of Health Science (FIKES) Charity value is equality profile of human resources tha aim to be developed. The problem is the value internalization level still remains unknown, and also planning that is able to the value to be organization culture so it is seen in individual attitude of academic community. The research aims to (1) Evaluate the implementation/internalization of Charity value at PT X. (2) Indentify factors that cause internalization of charity value that is less optimal.(3) Design strategy in order to optimize the proces of internalizing charity value. Generally the problems solving process follows these steps: (1) Formulate the problem. The identification result showed that there was 29% GAP in Charity value. (2) Analyze the problem. Some factors that become main problem in intenarlizing the Charity values are individual character, knowlegde, skill, and previous organization culture (3) Search for alternative solutions. Selected program of specification design to minimize the present GAP, that are teaching-learning activities (KBM), Team Building/Refreshing, Training/Course, Seminar/Workshop/Converence, Mentoring, and Students’ organization ctivities. (4) Decide among the alternative and Specify the solution. The chosen program result is teaching-learning activities.
Perancangan Integrasi Dokumen Mutu CPKAB dan SNI ISO 9001:2015 Dominikus Budiarto
SAINTEK : Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi Industri Vol. 5 No. 2 (2021): JISTIN Vol 5 No. 2
Publisher : Universitas Katolik Musi Charitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32524/saintek.v5i2.853

Abstract

PT DEF merupakan perusahaan manufaktur yang membuat produk alat kesehatan. Potensi kendala yang muncul yaitu dengan adanya implementasi CPAKB dan CDAKB yang sifatnya mandatory, belum lagi sertifikasi untuk produknya. Latar belakang penelitian ini yaitu adanya (1) adanya permintaan pemenuhan dokumen mutu (2) pemenuhan syarat-syarat dari LSP untuk pengujian dan (3) administrasi produk. Tujuan penelitian ini yaitu memberikan kerangka proses penyusunan dokumen mutu yang mengintegrasikan sistem manajemen mutu SNI ISO 9001 dan CPAKB atau lainnya baik mandatory maupun yang bukan mandatory. Dengan kerangka perancangan yang diusulkan ini diharapkan bisa mengatasi permasalahan perusahaan terkait integrasi proses bisnis, sistem manajemen dan perancangan dokumen mutu dalam perusahaan. Dalam penelitian ini menggunakan metode desk research, yang memiliki tiga tahapan utama yaitu (1) tahap interpretasi standar (2) tahap analisis dan (3) Tahap integrasi standar. Perancangan dokumen sistem manajemen mutu dilakukan dengan mengidentifikasi proses bisnis PT DEF. Kemudian dilakukan pemetaan perancangan dokumen dengan mengidentifikasi kebutuhan klausul. Berdasarkan kebutuhan klausul dan daftar aktivitas dilakukan penyusunan dokumen mutu yang meliputi manual mutu, SOP, Instruksi Kerja, dan Formulir Rekaman. Hasil penelitian ini, dalam konteks proses bisnis/struktur proses: menghasilkan empat kelompok proses utama yaitu proses utama/produksi, proses manajemen, proses pendukung dan stakeholder. Struktur organisasi: memberikan hasil penamaan dan penyatuan divisi/bagian terutama manufaktur dan distribusi, dokumen (prosedur, IK dan Form): dari sisi dokumen terdapat 3 level dokumen yaitu dokumen kebijakan strategis, panduan mutu, dokumen prosedur, dan pendukung lainnya: seperti dokumen gambar teknik dan manual produk.
Design of a Round Tofu Printer Using the Ergo-Product Design Method : (Case Study: Mr. Andi’s Tofu Factory Palembang) Setiawan, Heri; Susanto, Sani; Rinamurti, Micheline; Alfian, Achmad; Pratama, Yohanes Dicka; Budiarto, Dominikus
Jurnal Improsci Vol 2 No 4 (2025): Vol 2 No 4 February 2025
Publisher : Ann Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62885/improsci.v2i4.614

Abstract

Background. Tofu is the familiar Indonesian food. It is crucial to produce Tofu effectively and efficiently. Aim. This research aims to help Mr Andi's tofu factory in Palembang, which has problems with the round tofu wrapping process. Workers are often absent due to specific events, which causes the owner to experience difficulties in producing round tofu. The processing time will be slower than usual, and the owner will have to hire spare tofu wrappers with more expensive wages. This round tofu maker is designed for Mr Andi's tofu factory. Methods. The research method applies ergonomics in product design (Ergo-Product Design), which applies the AT, SHIP approach, and anthropometry. Result. The research result is a tool made based on the dimensions of round tofu, size 6.25x6.25x4 cm3. The cover, base, and pressing cloth size is 50x50x3 cm3. The core part consists of a wooden part measuring 50x50x10 cm3 and a small square inner part of aluminum measuring 6.25x6.25 cm2. The fabric presses are the same size but added with small nails made of ¾-inch mild steel positioned right in the center of each small square in the core. Conclusion. The tool manufacturing cost is 560,000 IDR, and the maintenance cost is 10,000 IDR per month. Break event point in 13,728 units or 8,227,778 IDR and payback period in 2 days. Regarding environmental aspects, liquid waste from the tofu filter still exists because it does not change the production process. Worker energy becomes lighter, down 32 kcal/hour. Implication. The tofu packaging process time is faster, and the amount of production is more significant.
Ergo-Technopreneurship Training to Improve Knowledge and Attitude of Technology Entrepreneurs Palembang Local Culinary Traders Setiawan, Heri; Susanto, Sani; Rinamurti, Micheline; Alfian, Achmad; Pratama, Yohanes Dicka; Budiarto, Dominikus; Clara, Catharina
Jurnal Ekuisci Vol 2 No 4 (2025): Vol 2 No 4 March 2025
Publisher : Ann Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62885/ekuisci.v2i4.633

Abstract

Aim. The research objective is to empower the community through Palembang local culinary businesses for the process of developing and implementing innovative ideas that use technology to create new products, services, or businesses that have the potential to grow and develop attitudes of mastery of technology and entrepreneurship and income of Palembang local culinary traders. Methods. The methodology combined the Systemic, Holistic, Interdisciplinary, and Participatory (SHIP) approach and quasi-experimentation. The study employed a post-test-only group design (treatment by subject design). Identifying the issue was the first step in the activities, followed by problem prioritization and action plan creation. As a research intervention, this action plan was implemented. After determining the percentage of change, the acquired data were descriptively analyzed using a paired t-test. Result. The findings indicated that merchants' income grew by 29.69% (p<0.05), and technology entrepreneurs' attitude scores increased by 37.45%. This demonstrates that community empowerment through a participative method is highly effective. Conclusion. Starting from the results of the analysis and discussion reviewed based on relevant literature, it can be concluded: (1) the strategy of community empowerment through ergo-technopreneurship training is quite adequate, as seen from the enthusiasm of culinary traders to develop their business; (2) Ergo-technopreneurship training can significantly expand the understanding of community empowerment of local Palembang culinary traders in the field of ergonomics-based technology entrepreneurial strategies by 37.45% (p < 0.05); and (3) Training in ergo-technopreneurship for community empowerment can significantly increase the technology entrepreneurial attitudes of local Palembang culinary traders by 29.69% (p < 0.05).
Recommendations for Sustainable Waste Management Technology in Palembang City Setiawan, Heri; Susanto, Sani; Budiarto, Dominikus; Alfian, Achmad; Pratama, Yohanes Dicka
Jurnal Agrosci Vol 2 No 4 (2025): Vol 2 No 4 March 2025
Publisher : Ann Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62885/agrosci.v2i4.641

Abstract

Industrial waste includes various types of materials that are no longer useful, economically valuable, or desirable in an operational context. Industrial waste management requires a special approach, the potential environmental and health impacts that can be caused. The waste management technology used depends on the type of waste generated, which is already known by the people in Palembang City is a waste management technology that is not so complex in its process. How far the people of Palembang City know the technology and its application needs further research. The purpose of this research is to review the literature and identify waste sources, policies, technologies, inhibiting factors, and assessment of waste management technology. The research method used a case study systematically and holistically to gain a comprehensive understanding with steps; determining research design, case selection, data collection and analysis, preparation of findings, and evaluation, reflection and recommendation of sustainable waste management technology. The results of the study recommend sustainable waste management technology in Palembang City which includes: (a) waste sources come from households, offices, businesses, markets, public facilities and areas, (b) waste management policies are located in Government Regulations: Law, Perpres, Permen and Perda, (c) waste management technology is still not integrated and operates in open dumping, (d) inhibiting factors; institutional aspects, financing, regulations, community participation, technical operations, and (e) the execution of zero waste management and comprehensive waste management technology recommendations that are sustainable and environmentally friendly are highly recommended.