Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : DE JURE

PERAN PEREMPUAN DALAM PEMBERDAYAAN EKONOMI SYARIAH Huda, Alamul
De Jure: Jurnal Hukum dan Syari'ah Vol 5, No 1: Juni 2013
Publisher : Fakultas Syariah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.257 KB) | DOI: 10.18860/j-fsh.v5i1.2995

Abstract

Women movement in contemporary context is a ovement which has value, meaning and its own’s potential. The movement covers several factors in society, and one of them is women’s effort and strenght in improving living standart of the society. Furthermore, actualization of this empowerment is in forms of building and developing women cooperative institution as  a  medium  for  increaing  economics’  welfare  of  socety.  The  succes  of  that  cooperative institution gives proof and important meaning of the influence and the present of women in the middle of society as well as deconsts doubt stigma towards women’s role and their strenght.  Then,  phenomenollogy,  the  existence  of  women  cooperative  institution  is  the actualization  of  role  and  economics  empowerment  of  society  by  women  is  the  proof  of women’s strenght in social realm and society. Gerakan  perempuan  dalam  konteks  kekinian  adalah  gerakan  yang  memiliki  nilai,  arti dan potensi tersendiri. Hal ini meliputi sekian banyak factor di dalam masyarakat, dan salah  satu  diantaranya  adalah  daya  ikhtiyar  dan  upaya  kekuatan  perempuan  dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat. Selanjutnya, aktualisasi pemberdayaan ini adalah dalam bentuk pendirian dan pengembangan koperasi wanita sebagai sarana meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Kesuksesan yang ditunjukkan oleh koperasi wanita ini memberi  bukti  dan  arti  penting,  makna  pengaruh  dan  kehadiran  perempuan  di  tengah masyarakat, sekaligus mendobrak stigma keraguan akan peran dan kekuatan perempuan. Selanjutnya,  secara  fenomenologis,  eksistensi  koperasi  wanita  adalah  aktualisasi  peran dan pemberdayaan ekonomi masyarakat oleh perempuan merupakan bukti akan kekuatan perempuan dalam ranah social dan masyarakat.
EPISTEMOLOGI GERAKAN LIBERALIS, FUNDAMENTALIS, DAN MODERAT ISLAM DI ERA MODERN Huda, Alamul
De Jure: Jurnal Hukum dan Syari'ah Vol 2, No 2: Desember 2010
Publisher : Fakultas Syariah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.11 KB) | DOI: 10.18860/j-fsh.v2i2.2977

Abstract

The  episthemology  of  Islamic  fundamentalism  and  liberalism  movement  in  modern  era  has significant  meaning.  These  two  movements  influence  significantly  on  Muslim’s  value  and behavior as well as their religiosity. As it has been known that each movement has its own main principle. On the onehand fundamentalism empahasizes qur’an and sunnah movement with its litaralist movement, muslim thinkers try to reinterprete those islamic sources islamic values with modern thinking as the requirement to face and to solve contemporary problems, on the other.Therefore, it should be acknowledged that muslim restore religious concept and start to reanalyze tafsir and sunnah based on human situation, social law, gender justice. Finally, it is undisputable that each religious movement has its own character. Epistemologi dari gerakan Islam fundamentalis dan Islam liberalis di era modern memiliki arti penting. Dua gerakan ini memberikan pengaruh signifikan terhadap nilai dan perilaku serta paradigma  keberagamaan  umat  Islam.  Sebagaimana  di  ketahui,  bahwa  dari  masing-masing gerakan yang ada memiliki prisip utama, sebagamana dalam Gerakan Islam Fundamentalis menyeru untuk kembali pada al-Qur’an dan Sunnah dengan pendekatan literal tekstual pada tafsir ayat-ayatnya, di sisi yang lain, para pemikir Islam menyeru untuk melakukan pemaknaan ulang  nilai-nilai  keislaman  dengan  menggunakan  pemikiran  modern  sebagai  syarat  untuk menghadapi dan memecahkan persoalan-persoalan kemanusiaan terkini, oleh sebab itu, nampak bahwa masyarakat muslim seharusnya merestorasi konsep keagamaan di semua bidang dan memulai analisis ulang terhadap tafsir dan as-Sunnah berdasar situasi kemanusiaan, hukum
MAQÂSHID SYARÎ’AH DALAM FATWA DEWAN HISBAH PERSIS Huda, Alamul
De Jure: Jurnal Hukum dan Syari'ah Vol 6, No 1: Juni 2014
Publisher : Fakultas Syariah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.375 KB) | DOI: 10.18860/j-fsh.v6i1.3191

Abstract

This article discuss about Hisbah Council (Dewan Hisbah) as an institution of The Organisation of Islamic Unity  (PERSIS) which has the authority to product fatwa. This research is aimed to elaborate  the concept of  maqâshid syarî’ah used by Hisbah Council in issuing fatwa.  To issue fatwa, they use the methodology (manhaj) and system (thurûq) that has the character and ideology to implements the concept of  back to the al Qur’an and al Sunnah. It means that the fuqaha who engaged in Hisbah Council makes and put of school (madhab)  position "only" as a comparison of legal opinion in all istinbâth process. By his approach they hope  the development of Islamic law (fiqh/ fatwa) can  answer any muslim problems of any where and every time  (sholihun likulli makan wa zaman).