Moh Mufti, Moh
Fakultas Teknik, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISA PENGARUH VARIASI PENCELUP CAIRAN ELEKTRODA DAN ARUS LISTRIK TERHADAP SIFAT MEKANIS HASIL LAS Mufti, Moh; Ismail, Ismail; Achmad, Zainun; Marzuki, Ismail; Firmansyah, Reno Ajib
MEKANIKA : Jurnal Teknik Mesin Vol 10 No 2 (2024): December
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jm.v10i2.12598

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki bagaimana perbedaan dalam pencelupan cairan elektroda dan arus listrik berdampak pada sifat mekanis hasil las. Sementara arus listrik merupakan faktor utama yang memengaruhi pembentukan sambungan las, pencelupan cairan elektroda merupakan komponen penting dalam proses pengelasan. Metode eksperimental dilakukan dengan menggunakan berbagai pilihan cairan elektroda dan berbagai arus listrik selama proses pengelasan. Hasil las diuji untuk sifat mekanis seperti kekuatan tarik, kekerasan, dan ketangguhan. Dengan menggunakan analisis statistik, kita dapat menemukan bagaimana variabel independen—cairan elektroda dan arus listrik—berkaitan dengan respons mekanis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arus listrik mempengaruhi ketangguhan material, sementara variasi cairan elektroda mempengaruhi kekuatan tarik dan kekerasan sambungan las. Memahami lebih baik bagaimana cairan elektroda berinteraksi dengan arus listrik dapat membantu meningkatkan kualitas hasil las. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan teknik pengelasan yang lebih efisien dan unggul dari segi mekanis; itu berfokus pada pemilihan cairan elektroda dan pengaturan arus listrik yang tepat untuk mencapai sifat mekanis yang diinginkan pada sambungan las. Penelitian ini dapat digunakan untuk mengoptimalkan parameter pengelasan dalam industri manufaktur.
Pengaruh Perlakuan Serat Dan Fraksi Serat Sisal (Agave Sisalana) Terhadap Kekuatan Tarik Pada Komposit Epoxy/ Serat Sisal Zainun, Zainun; Mufti, Moh; Wahid, Ichlas; Nafi, Maula
MEKANIKA: Jurnal Teknik Mesin Vol. 11 No. 1 (2025): July
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jm.v11i1.132394

Abstract

Industri penguatan struktur menghadapi tantangan yang besar yang berkaitan dengan penerapan konsep bangunan ramah lingkungan. Bangunan ramah lingkungan adalah bangunan yang aspek konstruksi, desain, dan operasinya didasarkan pada keamanan lingkungan dan alam sebagai tujuan utama. Sisal adalah salah satu serat alami yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat struktur. Serat ini berasal dari serat kelopak daun tanaman sisal yang telah melalui proses pemisahan. Sisal termasuk dalam kategori serat alami yang dapat digunakan sebagai penguat dalam komposit. Kekuatan dan kekakuan serat alami dipengaruhi oleh kandungan selulosanya. Perlakuan dengan NaOH dapat meningkatkan kandungan selulosa pada serat dengan cara menghilangkan hemiselulosa dan lignin. Proses ini secara tidak langsung berdampak pada kekuatan tarik dan kekuatan lentur komposit serat alami. Pengujian tarik dilakukan pada spesimen untuk mengukur kekuatan mekanik komposit serat sisal sesuai dengan standar ASTM D-638. Metode VARI (Vacuum Assisted Resin Infusion) digunakan untuk mengurangi void atau cetakan yang terperangkap saat resin epoxy mengalir ke dalam spesimen atau cetakan. Metode VARI bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari variasi antara proses alkali NaOH 5% dan air PDAM dengan lama perendaman 1, 2 jam dan fraksi volume serat 15, 20%. Uji tarikan menunjukkan bahwa kekuatan tarik terbesar ditemukan pada komposit yang telah menjalani proses pengolahan serat perendaman alkali NaOH selama 2 jam, dan nilai tersebut adalah sekitar 45,2 MPa. Pengujian porositas dilakukan untuk mengetahui perbandingan volume pori dengan volume total suatu material. Nilai porositas yang tinggi menyebabkan ruang kosong dalam material tersebut akan semakin banyak sehingga terjadi penurunan kuat tekanan. Hasil uji porositas tertinggi pada variasi selama 2 jam dengan perendaman alkali-20% memiliki nilai tertinggi yaitu 15,11% dan terendah pada variasi selama 2 jam dengan perendaman air PDAM-15% memiliki nilai terendah yaitu 8,21%. Pengujian SEM (Scanning Electron Microscope) dilakukan sebagai penunjang bahwa variasi perendaman selama 2 jam dengan air PDAM-15% yang memiliki nilai terendah yaitu 34,8 Mpa dan variasi selama 2 jam dengan perendaman alkali-20% memiliki nilai tertinggi yaitu 45,2 Mpa. Kata kunci: Epoxy, Fraksi Volume, Lama perendaman, Perlakuan alkali, Serat sisal, uji Tarik, uji Porositas, uji SEM.
ANALISIS UMUR PAHAT END MILL SOLID CARBIDE PADA CNC MILLING SIEMENS DENGAN VARIASI PUTARAN SPINDLE DAN KEDALAMAN POTONG MATERIAL ST 70 DALAM PENGONDISIAN DRY CUTTING DI PT. X Ardiansyah, Riswanda Ma’ruf; Ali Aziz, Moh Nor; Kastiawan, I Made; Mufti, Moh
MEKANIKA: Jurnal Teknik Mesin Vol. 11 No. 2 (2025): December
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Perkembangan teknologi komputer saat ini mengalami kemajuan sangat pesat dengan mengaplikasikannya ke dalam alat-alat mesin perkakas, yang mana hasil dari perpaduan antara teknologi komputer dan teknologi mekanik inilah yang selanjutnya disebut dengan Computer Numerical Control (CNC). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis umur pahat end mill berbahan solid carbide pada proses pemesinan CNC Milling Siemens terhadap material ST 70 dalam kondisi pemotongan kering (dry cutting). Penelitian menunjukkan bahwa nilai VB untuk kedalaman pemakanan 3 mm dengan putaran spindle 955 Rpm, 1194 Rpm, dan 1433 Rpm berturut-turut adalah 1,320 mm, 1,350 mm, dan 1,546 mm dengan umur pahat yang diperoleh sebesar 0,530 menit, 0,424 menit, dan 0,303 menit. Berdasarkan hasil tersebut, maka putaran spindle yang lebih rendah menghasilkan umur pahat yang lebih panjang, serta kedalaman potong yang terlalu besar meningkatkan beban pemotongan dan temperatur, sehingga mempercepat laju keausan pahat. Kata kunci: CNC , End Mill Solid Carbide, Umur Pahat, Dry Cutting