Rifki Abdillah, Rifki
Sekolah Menengah Atas Plus Al-Hidayah Rangkasbitung Lebak Banten

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KOMPETENSI GURU SEBAGAI DETERMINASI KUALITAS PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR ISLAM TERPADU AD-DA’WAH RANGKASBITUNG, LEBAK, BANTEN Abdillah, Rifki
Profesi : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Keguruan Vol. 12 No. 2 (2023): Profesi | Jurnal Ilmu Pendidikan dan Keguruan
Publisher : MPP: Lembaga Penelitian Dan Studi Kebijakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara umum, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional guru sebagai determinan kualitas pembelajaran pada Sekolah SDIT Ad-Da’wah. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data primer melalui obervasi, wawancara dan data sekunder melalaui dokumentasi sekolah. Sedangkan analisis data menggunakan analisis deksriptif meliputi reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Subjek penelitian dalam tesis ini yaitu kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru, ketua musyawarah guru mata pelajaran dan siswa. Hasil temuan dalam penelitian ini selaras dengan temuan yang pernah dilakukan oleh beberapa penelitian sebelumnya. Di antaranya adalah penelitian yang dilakukan oleh Kay pada tahun 1980 sebagaimana dikutip oleh Rohmat Mulyana, yang dalam salah satu simpulannya menyatakan bahwa kompetensi guru dalam mengajar merupakan salah satu variabel yang cukup berpengaruh terhadap kompetensi akademik dan kualitas pembelajaran. Kemudian dalam penelitian Heyneman dan Loxley pada tahun 1983 di 29 negara yang terdiri dari 16 negara sedang berkembang dan 13 negara maju, sebagaimana dikutip Dedi Supriadi, dalam salah satu simpulannya menyatakan bahwa di antara berbagai komponen yang menentukan mutu pendidikan dan kualitas pembelajaran adalah guru memberikan kontribusi terbesar dibandingkan dengan komponen yang lain
ATSAR ITBAA' MADKHAL AL-TA'ALLUM AL-TA'AWUNIY FII TA'LIIM AL-NAHW Abdillah, Rifki; Maswani, Maswani
Arabiyat : Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Kebahasaaraban Vol. 2 No. 1 (2015)
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University of Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/a.v2i1.1518

Abstract

The objective of this study is to get empirical evidence whether is a significant difference score for the class which is taught by applying cooperative learning study in studying nahw. This study categorized as an experimental study in quantitative research. Experimental class is taught by applying cooperative learning while the control class is taught by using conventional method. The data is collected by giving test for experimental class and control class. The result at the study shows that experimental class which is taught by applying cooperative learning get higher score 82,2. Therefore the conventional class gat lower score 74,1. It seems that studying nahw by applying cooperative learning is effective.DOI: 10.15408/a.v2i1.1518
Kedudukan Cucu Sebagai Ahli Waris Pengganti Menurut Perspektif Empat Mazhab : Studi Analisis Putusan PA Indramayu Nomor 551/PDT.G/2024/PA.IM Bayan, Alva Rijalul; Khuluq, Arif Husnul; Abdillah, Rifki
Al-Usariyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 4 No 1 (2026): AL-USARIYAH: JURNAL HUKUM KELUARGA ISLAM
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37397/al-usariyah.v4i1.1116

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kedudukan cucu sebagai ahli waris pengganti dalam perspektif empat mazhab fikih (Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hanbali), dengan fokus pada analisis Putusan Pengadilan Agama Indramayu No. 551/Pdt.G/2024/PA.IM. Penetapan penggugat (cucu perempuan) sebagai ahli waris pengganti dari ayahnya yang telah wafat sebelum pewaris, menjadi sorotan dalam penelitian ini. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dan studi kepustakaan, penelitian ini menemukan dua permasalahan utama: pertama, penetapan ayah penggugat sebagai ahli waris tidak memenuhi syarat syar’i karena ia telah wafat sebelum pewaris, yang dalam fikih diwarisi hanya oleh yang hidup saat pewaris wafat; kedua, penggugat terhalangi hak warisnya oleh ahli waris lain yang lebih dekat (anak-anak kandung pewaris) berdasarkan prinsip hajib. Meskipun Pasal 185 ayat (1) Kompilasi Hukum Islam mendasari konsep ahli waris pengganti, majelis hakim justru tidak menggunakan pasal tersebut dalam dalil hukumnya, melainkan berargumen atas dasar asas pemerataan kesejahteraan dan nilai rahmatan lil alamin. Hasil penelitian menegaskan bahwa secara fikih, penggugat tidak memenuhi syarat sebagai ahli waris.. Kata Kunci: ahli waris pengganti, cucu, hajib, hukum waris Islam, empat mazhab.