ABSTRACT Hypertension is a major non-communicable disease with a substantial global epidemiological burden. The World Health Organization estimates that approximately 1.4 billion adults worldwide are living with hypertension. Its prevalence reaches nearly one-third of the adult population and has shown an increasing trend among young adults. In Indonesia, the prevalence of hypertension among individuals aged ≥18 years is 30.8%. One of the main modifiable risk factors is obesity, particularly central obesity, which is characterized by excessive abdominal fat accumulation and has a stronger association with elevated blood pressure than general obesity. The waist-to-height ratio (WHtR) is a simple and effective anthropometric indicator for assessing central obesity and cardiometabolic risk.This study aimed to analyze the association between central obesity, as measured by WHtR, and hypertension among young adults in a university setting. A cross-sectional study design was employed using secondary data obtained from health examinations of first-year university students conducted at a university-based healthcare facility in Depok City. A total of 2,234 respondents were included in the analysis. Central obesity was defined as WHtR ≥0.5, while hypertension was defined as systolic blood pressure ≥140 mmHg and/or diastolic blood pressure ≥90 mmHg. Data were analyzed using univariate and bivariate analyses with the Chi-square test. The results showed that the prevalence of hypertension among respondents was 47.1%, while the prevalence of central obesity based on WHtR was 65.4%. The Chi-square test indicated a statistically significant association between central obesity and hypertension among young adults (p 0.001). Respondents with central obesity had 1.82 times higher odds of developing hypertension compared to those without central obesity (OR = 1.82; 95% CI: 1.52–2.18).In conclusion, central obesity as measured by the waist-to-height ratio is significantly associated with hypertension among young adults. Keywords: Central Obesity, Waist-To-Height Ratio, Hypertension, Young Adults. ABSTRAK Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan beban epidemiologi yang tinggi secara global. World Health Organization melaporkan bahwa sekitar 1,4 miliar orang dewasa di dunia hidup dengan hipertensi. Dengan prevalensi mencapai sepertiga populasi dewasa dan Cenderung mengalami peningkatan pada usia dewasa muda. Di Indonesia, prevalensi hipertensi mencapai 30,8% pada penduduk usia ≥18 tahun. Salah satu faktor risiko utama yang dapat dimodifikasi adalah obesitas, khususnya obesitas sentral yang ditandai oleh akumulasi lemak abdominal dan memiliki hubungan yang lebih kuat dengan peningkatan tekanan darah dibandingkan obesitas umum. Rasio lingkar pinggang terhadap tinggi badan (RLPTB) merupakan indikator antropometri yang sederhana dan efektif dalam menilai obesitas sentral serta risiko kardiometabolik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan obesitas sentral berdasarkan RLPTB dengan kejadian hipertensi pada kelompok usia dewasa muda di perguruan tinggi. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang Yang bersumber dari data hasil pemeriksaan kesehatan mahasiswa baru di salah satu fasilitas pelayanan Kesehatan berbasis perguruan tinggi di Kota Depok. Dengan jumlah sampel sebanyak 2.234 responden. Obesitas sentral ditentukan berdasarkan RLPTB ≥0,5, sedangkan kejadian hipertensi didefinisikan sebagai tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan/atau diastolik ≥90 mmHg. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi hipertensi pada responden sebesar 47,1%, dan prevalensi obesitas sentral berdasarkan RLPTB sebesar 65,4%. Berdasarkan uji chi-square menunjukkan bahwa obesitas sentral memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian hipertensi pada kelompok usia dewasa muda (p 0,001). Responden dengan obesitas sentral memiliki peluang 1,82 kali lebih besar untuk mengalami hipertensi dibandingkan dengan responden yang tidak obesitas (OR = 1,82; 95% CI: 1,52–2,18). Dapat disimpulkan bahwa obesitas sentral berdasarkan RLPTB berhubungan secara signifikan dengan kejadian hipertensi pada kelompok usia dewasa muda. Kata Kunci: Obesitas Sentral, Rasio Lingkar Pinggang Terhadap Tinggi Badan, Hipertensi, Remaja, Dewasa Muda.