Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

ANALISIS KRIMINOLOGIS TERJADINYA BENTROK ANTAR KAMPUNG BUYUT DENGAN KAMPUNG KESUMADADI (Studi Kasus Pada Wilayah Hukum Lampung Tengah) Noviyana, Noviyana
JURNAL POENALE Vol 2, No 2 (2015): JURNAL POENALE
Publisher : FAKULTAS HUKUM UNILA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor penyebab terjadi bentrok antar Kampung Buyut dengan Kampung Kesumadadi di Kabupaten Lampung Tengah dan langkah-langkah yang dilakukan oleh aparat kepolisian dalam menanggulangi bentrok antar Kampung Buyut dengan Kampung Kesumadadi di Kabupaten Lampung Tengah. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukan bahwa: a) Bentrok antar warga yang terjadi antar Kampung Buyut dengan Kampung Kesumadadi di Kabupaten Lampung Tengah ini dipicu oleh tindakan main hakim warga Kampung Kesumadadi. Faktor lain yang menyebabkan bentrok antar kedua kampung ini adalah masyarakat yang mudah diproviokas kepercayaan terhadap penegak hukum/kepolisian masih rendah dan pemahaman masyarakat tentang hukum yang masih kurang. b) Langkah-langkah yang dilakukan oleh kepolisian dalam menanggulangi bentrok antar Kampung Buyut dengan Kampung Kesumadadi, yaitu mempertemukan perwakilan dan tokoh masyarakat kedua kampung untuk diberikan penyuluhan dan mendamaikan kedua belah pihak. Kata kunci: kriminologis, bentrok antar kampung   
ANALISIS KRIMINOLOGIS TERJADINYA BENTROK ANTAR KAMPUNG BUYUT DENGAN KAMPUNG KESUMADADI (STUDI KASUS PADA WILAYAH HUKUM LAMPUNG TENGAH) Noviyana, Noviyana
JURNAL POENALE Vol 3, No 2 (2015): JURNAL POENALE
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor penyebab terjadi bentrok antar Kampung Buyut dengan Kampung Kesumadadi di Kabupaten Lampung Tengah dan langkah-langkah yang dilakukan oleh aparat kepolisian dalam menanggulangi bentrok antar Kampung Buyut dengan Kampung Kesumadadi di Kabupaten Lampung Tengah. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukan bahwa: a) Bentrok antar warga yang terjadi antar Kampung Buyut dengan Kampung Kesumadadi di Kabupaten Lampung Tengah ini dipicu oleh tindakan main hakim warga Kampung Kesumadadi. Faktor lain yang menyebabkan bentrok antar kedua kampung ini adalah masyarakat yang mudah diproviokas kepercayaan terhadap penegak hukum/kepolisian masih rendah dan pemahaman masyarakat tentang hukum yang masih kurang. b) Langkah-langkah yang dilakukan oleh kepolisian dalam menanggulangi bentrok antar Kampung Buyut dengan Kampung Kesumadadi, yaitu mempertemukan perwakilan dan tokoh masyarakat kedua kampung untuk diberikan penyuluhan dan mendamaikan kedua belah pihak. Kata kunci: kriminologis, bentrok antar kampung   
Penerapan Lean Manufacturing dengan Metode Value Stream Mapping (VSM) untuk Meningkatkan Produktifitas (Studi Kasus: PT. XYZ) Noviyana, Noviyana; Abdullah, M. Hasan; Suwondo, Ampar Jaya; Riyanto, Ong Andre Wahyu
Journal of System Engineering and Technological Innovation Vol 3 No 01 (2024): April 2024
Publisher : Faculty of Engineering, Wijaya Putra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38156/jisti.v3i01.74

Abstract

PT. XYZ mengalami masalah dalam hal efisiensi dan efektivitas produksi, yang dapat berdampak pada kualitas produk dan kepuasan pelanggan. PT. XYZ merupakan perusahaan yang bergerak di bidang produksi speaker. Assembly Line 1 merupakan unit yang memproduksi salah satu komponen yang terdiri dari beberapa work station dimana terjadi waste. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengindentifikasi waste dan meningkatkan produktivitas dengan pendekatan Lean Manufacturing dan metode Value Stream Mapping (VSM) sebagai tool. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian akan ditunjukkan melalui analisis sebelum dan setelah penerapan Lean Manufacturing. Sehingga akan terlihat hasil peningkatan produktifitas yang diharapkan. Adapun Manufacturing Lead Time aktual sebesar 14.415 detik, setara dengan 4 jam dan Process Cycle Efficiency aktual sebesar 30,35 %. Setelah dilakukan perbaikan nilai Manufacturing Lead Time mengalami penurunan menjadi 9.875 detik setara dengan 2,75 jam dan Process Cycle Efficiency mengalami peningkatan menjadi 44,30 %.
Hubungan Jenis Kelamin dan Jurusan Perkuliahan Dengan Obesitas Berdasarkan Rasio Lingkar Pinggang Terhadap Tinggi Badan Pada Kelompok Usia Dewasa Muda Noviyana, Noviyana; Sigit, Fathimah Sulistyowati; Siratunnisak, Nadia; Az-Zahra, Qori; Friska, Hilmi
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55278

Abstract

Obesitas merupakan kondisi akumulasi lemak tubuh berlebih yang berpotensi meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan. Kelebihan lemak subkutan yang tidak dapat disimpan secara optimal akan dialihkan ke rongga abdomen sebagai lemak visceral, yang bersifat lebih pro-inflamasi dibandingkan lemak subkutan dan berperan dalam terjadinya gangguan metabolik. Pada tahun 2023, prevalensi obesitas pada kelompok usia dewasa muda di Indonesia mencapai 23,4% dan cenderung meningkat. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan jenis kelamin dan jurusan perkuliahan dengan kejadian obesitas berdasarkan rasio lingkar pinggang terhadap tinggi badan (RLPTB) pada kelompok usia dewasa muda. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan data rekam medis pemeriksaan mahasiswa baru di Klinik Universitas X. Sebanyak 2.227 mahasiswa dianalisis menggunakan analisis univariat untuk menggambarkan distribusi frekuensi, nilai mean ± standar deviasi, serta nilai minimum dan maksimum. Analisis bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan rerata nilai RLPTB sebesar 0,52 ± 0,08 yang termasuk kategori obesitas. Variabel jenis kelamin menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kejadian obesitas berdasarkan RLPTB (p = 0,000; OR = 1,788; 95% CI: 1,495–2,138), sedangkan variabel jurusan perkuliahan tidak menunjukkan hubungan yang signifikan secara statistik. Dapat disimpulkan bahwa jenis kelamin berhubungan terhadap kejadian obesitas berdasarkan RLPTB pada kelompok usia dewasa muda.
Koeksistensi Obesitas dan Anemia Sebagai Beban Ganda Malnutrisi di Level Individu pada Mahasiswi Kesehatan dan Non-Kesehatan Universitas X di Indonesia Az-Zahra, Qori; Sigit, Fathimah Sulistyowati; Noviyana, Noviyana; Siratunnisak, Nadia; Zulrafli, Rissa Rizkiia
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 4 (2026): Volume 8 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i4.24730

Abstract

ABSTRACT Anemia and obesity remain prevalent nutritional problems among young adults and may occur simultaneously as a manifestation of the double burden of malnutrition at the individual level. In Indonesia, studies examining the coexistence of anemia and obesity among female university students, particularly based on faculty background, remain limited, despite the fact that differences in academic disciplines may influence lifestyle, health literacy, and behaviors related to these conditions. This study aimed to describe the prevalence of anemia, obesity, and their coexistence, as well as to analyze the association between faculty groups (health and non-health) and the coexistence of anemia and obesity among female students at University X in Indonesia. This study employed a cross-sectional design using secondary data obtained from health examinations of first-year female students at University X in 2025. A total of 1,196 students were included in the final analysis. Data analysis comprised univariate analysis to describe respondent characteristics and variable distributions, and bivariate analysis using the Chi-square test to assess the association between faculty groups and the coexistence of anemia and obesity, followed by post hoc analysis using Tukey-adjusted pairwise comparisons. The results showed that the prevalence of anemia was 14.3%, while obesity prevalence reached 47.2%. The coexistence of anemia and obesity as a manifestation of the individual-level double burden of malnutrition was identified in 4.9% of participants. Bivariate analysis indicated no statistically significant association between faculty groups (health and non-health) and the coexistence of anemia and obesity (p = 0.958). In conclusion, anemia, obesity, and their coexistence remain prevalent among female students at University X. However, academic faculty background was not associated with differences in the occurrence of the individual-level double burden of malnutrition. Keywords: Anemia, Obesity, Double Burden of Malnutrition, Female Students, Health and Non-Health Faculties.  ABSTRAK Anemia dan obesitas merupakan permasalahan gizi yang masih banyak ditemukan pada kelompok dewasa muda dan dapat terjadi secara bersamaan sebagai bentuk beban ganda malnutrisi pada tingkat individu. Di Indonesia, kajian mengenai koeksistensi anemia dan obesitas pada mahasiswi, khususnya berdasarkan latar belakang fakultas, masih terbatas, padahal perbedaan jurusan perkuliahan berpotensi memengaruhi gaya hidup, tingkat literasi kesehatan, serta perilaku terkait kondisi tersebut secara bersamaan. Studi ini bertujuan untuk menggambarkan prevalensi anemia, obesitas, serta koeksistensi keduanya, serta menganalisis hubungan antara kelompok fakultas (kesehatan dan non-kesehatan) dengan kejadian koeksistensi anemia dan obesitas pada mahasiswi Universitas X di Indonesia.Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional dengan memanfaatkan data sekunder hasil pemeriksaan kesehatan mahasiswi baru Universitas X tahun 2025. Jumlah sampel akhir yang dianalisis sebanyak 1.196 mahasiswi. Analisis data meliputi analisis univariat untuk menggambarkan karakteristik responden dan distribusi variabel, serta analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square untuk menilai hubungan antara kelompok fakultas dengan kejadian koeksistensi anemia dan obesitas, dilanjutkan dengan analisis lanjut (post hoc) berupa estimasi perbandingan antar kelompok menggunakan penyesuaian metode Tukey. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi anemia sebesar 14,3% dan prevalensi obesitas sebesar 47,2%. Koeksistensi anemia dan obesitas sebagai manifestasi beban ganda malnutrisi pada tingkat individu ditemukan sebesar 4,9%. Analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara kelompok fakultas (kesehatan dan non-kesehatan) dengan kejadian koeksistensi anemia dan obesitas (p = 0,958). Dapat disimpulkan bahwa anemia, obesitas, dan koeksistensi keduanya masih ditemukan pada mahasiswi Universitas X. Namun, latar belakang jurusan perkuliahan tidak berhubungan dengan perbedaan kejadian beban ganda malnutrisi pada tingkat individu. Kata Kunci: Anemia, Obesitas, Beban Ganda Malnutrisi, Mahasiswi, Fakultas Kesehatan dan Non-Kesehatan.