Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Ulasan Buku: Sistem Berteologi Seluk Beluk Pengajaran Kristen Kanna, Armin Sukri
Jurnal Jaffray Vol 13, No 2 (2015): Jurnal Jaffray Volume 13 No. 2 Oktober 2015
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dari sistem-sistem berteologi ini, penulis merumuskan tiga tujuan pembelajaran yaitu: Pertama, untuk melihat logika yang dibangun atas pengajaran keselamatan yang diajarkan dari firman Tuhan. Kedua, mampu melihat keragaman dan memberikan evaluasi atas perbedaan-perbedaan teologi itu. Ketiga, menerima perbedaan itu sebagai anugerah sepanjang tidak menyangkali prinsip dasar kekristenan, yaitu Kristus adalah Tuhan.Dari segi isi buku Sistem Berteologi memuat beragam pemikiran teologi mainstream yang berkembang dan dianut oleh berbagai aliran dan tradisi gereja yang ada dewasa ini termasuk di Indonesia. Pemikiran teologi yang dikemukakan dapat dilihat dalam sistematika berikut: Calvinisme (Teologi Reformed). Teologi Reformed muncul sebagai reaksi terhadap penyimpangan-penyimpangan yang terjadi di dalam Gereja Katolik Roma pada abad ke-16. Penekanan Teologi Reformed dapat dilihat dari arti kata Reformed sendiri, yaitu “teologi Alkitab yang ditemukan kembali.” Dengan demikian, teologi Reformed mengembalikan pemahaman pada otoritas Alkitab sebagai firman Tuhan, kedaulatan Allah, dan keselamatan sebagai anugerah melalui Yesus Kristus. Gerakan reformasi oleh Martin Luther dan para reformator lainnya seperti Zwingli dan Calvin berpegang pada prinsip untuk mengembalikan gereja pada ajaran semula berdasarkan Alkitab dan menolak berbagai tradisi yang berakar dalam Gereja Roma Katolik yang dianggap menyimpang, yaitu menempatkan Paus sebagai kekuasaan tertinggi dalam gereja, penjualan karcis (surat) penebusan dosa, ajaran tentang Maria sebagai ratu surga dan ibu Tuhan, serta lain-lain. Martin Luther (1483-1546) merespon ajaran dan tradisi Gereja Katolik Roma dengan 95 dalil atau pernyataan iman, khususnya menyangkut keselamatan berdasarkan asas Sola Fide (hanya karena iman), manusia diselamatkan hanya karena iman yang diberikan berdasarkan anugerah-Nya (Sola Gratia). Ulrich Zwingli (1484-1531) melalui tulisan-tulisan dan khotbah-khotbah yang menekankan pengajaran Alkitab. Namun reaksi yang keras dilancarkan oleh petinggi Gereja Katolik Roma terhadap Zwingli dan pengikutnya yang menyebabkan pertempuran Kappel, di mana ia terbunuh bersama 500 orang Zurich lainnya.
Ulasan Buku Kisah kisah Misi Singkat di Berbagai Belahan Dunia Kanna, Armin Sukri
Jurnal Jaffray Vol 16, No 1 (2018): Jurnal Jaffray Volume 16, no. 1 April 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v16i1.286

Abstract

Sekolah Tinggi Theologia Jaffray Makassar kembali menerbitkan buku, pada kesempatan ini, berisi tentang sejarah misi yang di tulis oleh Pdt. Dr. Daniel Ronda, dengan judul ‘Kisah-kisah Misi Singkat di Berbagai Belahan Dunia.’. Dari judul yang diberikan, maka dapat diperoleh gambaran mengenai apa yang menjadi isi dari buku tersebut. Buku ini merupakan kumpulan dari beberapa kisah dalam sejarah pelaksanaan misi yang dilaksanakan diberbagai belahan dunia, sekalipun singkat, namun penulis menampilkannya secara komprehensif dan berkesinambungan yang berawal dari pelaksanaan misi mula-mula dalam Kisah Para Rasul, sampai pada pelaksanaan misi moderen di abad ke-21.
Ulasan Buku: MENJALANKAN MISI BERSAMA YESUS: Pesan-pesan bagi Gereja dari Kisah Para Rasul Kanna, Armin Sukri
Jurnal Jaffray Vol 14, No 2 (2016): Jurnal Jaffray Volume 14, No. 2 (Oktober 2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v14i2.214

Abstract

Berbeda dengan buku-buku kajian tentang misi gereja yang lain, “Menjalankan Misi Bersama Yesus” pertama-tama bukanlah merupakan sebuah textbook yang melulu berisi tentang berbagai konsep atau petunjuk teoritis mengenai misi gereja, tetapi buku ini lebih cocok dikatakan sebagai buku refleksi atau praksis misi gereja. Pengalaman penulis sebagai pendeta, akademisi dan sekaligus praktisi dalam bidang misi gereja sangat memperkaya dan memperluas wawasan pembaca dalam memahami panggilan misi sebagai amanat Tuhan Yesus bagi gereja yang hidup dan menjalankan misinya di abad ke-21. Dengan mengacu kepada Kisah Para Rasul sebagai kitab yang mengisahkan karya Kristus dalam kehidupan dan pelayanan umat-Nya, penulis membawa pembacanya kepada pemahaman seperti apakah gereja itu? Apa yang harus dilakukan oleh gereja? Nilai apakah yang harus dipegang sebagai orang percaya? Siapakah yang seharusnya disembah dan dimuliakan dalam pelaksanaan misi gereja?
Ulasan Buku Kisah kisah Misi Singkat di Berbagai Belahan Dunia Kanna, Armin Sukri
Jurnal Jaffray Vol 16, No 1 (2018): Jurnal Jaffray Volume 16, no. 1 April 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v16i1.286

Abstract

Sekolah Tinggi Theologia Jaffray Makassar kembali menerbitkan buku, pada kesempatan ini, berisi tentang sejarah misi yang di tulis oleh Pdt. Dr. Daniel Ronda, dengan judul ‘Kisah-kisah Misi Singkat di Berbagai Belahan Dunia.’. Dari judul yang diberikan, maka dapat diperoleh gambaran mengenai apa yang menjadi isi dari buku tersebut. Buku ini merupakan kumpulan dari beberapa kisah dalam sejarah pelaksanaan misi yang dilaksanakan diberbagai belahan dunia, sekalipun singkat, namun penulis menampilkannya secara komprehensif dan berkesinambungan yang berawal dari pelaksanaan misi mula-mula dalam Kisah Para Rasul, sampai pada pelaksanaan misi moderen di abad ke-21.
TINJAUAN TEOLOGIS TUDANG SIPULUNG DALAM TRADISI BUGIS-MAKASSAR DAN IMPLIKASINYA TERHADAP HUBUNGAN ISLAM-KRISTEN DI SULAWESI SELATAN Ibrahim, Adrian; Kanna, Armin Sukri; Gumelar, Fajar
Melo: Jurnal Studi Agama-agama Vol. 4 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/mjsaa.v4i1.158

Abstract

Abstract: In the Indonesian context, conflicts based on religious issues generally occur between Islam and Christianity. Stereotypes towards each other are the main trigger for religious tension and conflict. This conflict with a religious background shows how bad people's lives are, both in terms of understanding their own religion and culture and in terms of understanding other people's religions and cultures. Religion, which is supposed to lead society to a just and peaceful life, actually causes division and even bloodshed. For the sake of a better civilization and religious life, especially in the context of society in South Sulawesi, the author sees that it is important to take a cultural approach. One of the cultural values that can be analyzed as a means of conflict resolution is Tudang Sipulung. This research focuses on reviewing the theological values of Tudang Sipulung based on the Bible in order to draw implications (socio-cultural-theological) for Islamic-Christian relations in South Sulawesi. The results of this research show that Tudang Sipulung can become a space for Islamic-Christian dialogue, a forum for unifying Islam and Christianity, and an embodiment of Islamic-Christian harmonization. Abstrak: Dalam konteks Indonesia, konflik yang dilatarbelakangi masalah agama umumnya terjadi antara Islam dan Kristen. Stereotipe terhadap satu sama lain, menjadi pemantik utama ketegangan dan konflik agama. Konflik yang berlatarbelakang agama ini menunjukkan betapa buruknya kehidupan masyarakat, baik dalam hal memahami agama dan budayanya sendiri maupun dalam hal memahami agama dan budaya orang lain. Agama yang seharusnya membawa masyarakat pada kehidupan yang adil dan damai, justru menimbulkan perpecahan bahkan pertumpahan darah. Demi sebuah peradaban dan kehidupan beragama yang lebih baik, khususnya dalam konteks masyarakat di Sulawesi Selatan, penulis melihat bahwa pendekatan budaya penting untuk dilakukan. Adapun salah satu nilai budaya yang dapat dianalisa sebagai sarana resolusi konflik adalah Tudang Sipulung. Penelitian ini berfokus meninjau nilai-nilai teologis dari Tudang Sipulung berdasar Alkitab guna menarik sebuah implikasi (sosio-kultural-teologis) terhadap hubungan Islam-Kristen di Sulawesi Selatan. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Tudang Sipulung dapat menjadi ruang dialog Islam-Kristen, wadah pemersatu Islam-Kristen, serta perwujudan harmonisasi Islam-Kristen.
Desa Toleransi: Suatu Upaya Pemberdayaan Masyarakat Dalam Membangun Gaya Hidup Bertoleransi di Desa Barang Saputra, Andi Prasasti; Kanna, Armin Sukri
Khaliya Onomiyea: Jurnal Abdimas Nusantara Vol. 2 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Levinus Rumaseb Sentani, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61471/ko-jan.v2i1.25

Abstract

This research results from community service conducted in Barang Village, Liliriaja District, Soppeng Regency. Through field observations, the author observed that most of society still lacks an understanding of the importance of a tolerant lifestyle. The research method used in this research is descriptive qualitative by making direct observations about the condition of the community in Barang Village. Another method used is literature study, where information regarding theoretical insight into literature can be collected through references to literature in the form of online journals and writings from trusted websites. This research aims to build values, awareness and a tolerant lifestyle in the Barang Village community. This research shows that through the work programs carried out, the community can be actively involved in implementing the values of tolerance.
Membangun Masyarakat melalui Bimbingan Belajar Gratis di Dusun Tammu-tammu Moncongloe Gumelar, Fajar; Kanna, Armin Sukri; Asa, Imelda Gisela
Khaliya Onomiyea: Jurnal Abdimas Nusantara Vol. 1 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Levinus Rumaseb Sentani, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61471/ko-jan.v1i2.19

Abstract

Fokus tulisan ini adalah untuk menunjukkan seberapa besar pengaruh dan manfaat bimbingan belajar gratis terhadap minat dan motivasi belajar anak-anak – dalam rangka upaya meningkatkan kualitas pendidikan di skala mikro, guna membangun dan meningkatkan kehidupan masyarakat, khususnya di Dusun Tammu-tammu, Moncongloe, Kabupaten Maros. Penelitian ini merupakan suatu kajian yang bersifat deskriptif kualitatif, dimana penulis menggambarkan secara naratif kegiatan yang dilakukan dan dampak yang ditimbulkannya. Kegiatan bimbingan belajar gratis di Dusun Tammu-tammu terbukti dapat menolong untuk meningkatkan minat dan motivasi belajar anak, serta berdampak langsung pada kualitas belajar mereka, yang dibuktikan dengan adanya peningkatan nilai rapor di sekolah. Dengan demikian, kegiatan bimbingan belajar telah turut menjadi roda penggerak dalam membangun masyarakat di Dusun Tammu-tammu, Moncongloe.
Puding Buah Naga: Inovasi Makanan Sehat sebagai Potensi Kewirausahaan Bagi Masyarakat Saputra, Andi Prasasti; Yulianto, Agus; Arba; Akanboy, Jerikson Nastorius; Palaifana, Oktorinda; Kanna, Armin Sukri
Khaliya Onomiyea: Jurnal Abdimas Nusantara Vol. 3 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Levinus Rumaseb Sentani, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61471/ko-jan.v3i1.75

Abstract

Penelitian ini merupakan tugas akhir mata kuliah Entrepreneurship yang bertujuan mengembangkan inovasi produk pangan sehat berbahan dasar lokal. Produk yang dihasilkan adalah puding buah naga (Hylocereus spp.) yang dikenal kaya antioksidan, vitamin, dan serat. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui uji organoleptik untuk menilai tingkat penerimaan konsumen. Sebanyak 12 responden menilai lima aspek sensori, yaitu warna, aroma, tekstur, rasa, dan penerimaan keseluruhan. Hasil menunjukkan bahwa puding buah naga diterima dengan baik, dengan 69,2% responden menyatakan “baik” dan 30,8% menyatakan “sangat baik”. Warna alami buah naga, tekstur lembut, dan rasa yang ringan menjadi faktor yang mendukung kepuasan konsumen. Temuan ini menunjukkan bahwa puding buah naga berpotensi dikembangkan sebagai produk inovasi makanan sehat sekaligus peluang usaha kreatif masyarakat. Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengembangkan formulasi, daya simpan, dan kelayakan usaha.