Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Nyangku : Implementasi Nilai-Nilai Sosial Melalui Ritual Upacara Adat Desa Panjalu Ciamis Jawa Barat Mirna Nur Alia Abdulah; Richi Rivaldy Setiawan Putra
SOSIO EDUKASI Jurnal Studi Masyarakat dan Pendidikan Vol 2, No 1 (2018): SOSIO EDUKASI Jurnal Studi Masyarakat dan Pendidikan
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/sosedu.v2i1.991

Abstract

Nyangku traditional ceremony is a form of honor through the baths of heritages of kings and ancestors Panjalu Ciamis Jawa Barat. Nyangku traditional Ceremony is still issued by the people of Panjalu Village until now. Of course, it is in the Nyangku traditional ceremony contained social values that are always implemented in the life of the people of Panjalu Village. This study is a qualitative approach with descriptive method. Data collection techniques used were interviews, observation, documentation studies, and literature studies. The researcher's informants consisted of community leaders from Panjalu Village, Kuncen Bumi Alit, and communities around Panjalu Village and the original community of Panjalu Village. The results of this study showed that social values contained in Nyangku traditional ceremony are the value of religion, mutual cooperation, moral values, the value of friendship, and aesthetic value. Social values not only implanted through the implementation of the Nyangku traditional ceremony but also through the socializations of component on the community such as Panjalu Village, family, schools, and the environment. Social values are always implemented by the people of Panjalu Village through Tabligh Akbar, marriage studies, combined in preparation for the Nyangku traditional ceremony and practicing typical arts of Panjalu Village.Keywords: Implementation, Social Values, Nyangku Traditional Ceremony
FENOMENA VICTIM BLAMING DALAM KASUS PELECEHAN: KEBIASAAN BURUK YANG TERUS DINORMALISASI Nur Azizah, Sarah; Nur Alia, Mirna; Retsa Rizaldi Mujayapura, Muhammad
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 6 (2025): Nusantara : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i6.2025.2361-2368

Abstract

Victim blaming dalam kasus pelecehan seksual masih menjadi permasalahan yang terus terjadi di Indonesia. Fenomena ini terjadi ketika korban justru disalahkan atas tindakan yang mereka alami, baik karena pakaian, perilaku, atau situasi tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana victim blaming dalam kasus pelecehan seksual masih dinormalisasi oleh masyarakat, serta faktor-faktor yang memperkuatnya, seperti seksisme, patriarki, dan kurangnya edukasi seksual. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, didukung oleh analisis wacana dari berbagai kasus yang terjadi di media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa victim blaming tidak hanya berasal dari individu, tetapi juga dipengaruhi oleh budaya patriarki yang mengakar serta kurangnya pemahaman tentang pelecehan seksual. Namun, media sosial juga berperan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat dan menjadi alat untuk melawan victim blaming. Oleh karena itu, edukasi mengenai pelecehan seksual dan bahaya victim blaming perlu diperluas agar korban mendapatkan dukungan yang layak dan pelak.