Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

HUBUNGAN KONFORMITAS TEMAN SEBAYA DAN KEHARMONISAN KELUARGA DENGAN KENAKALAN REMAJA PADA ANAK DIDIK LEMBAGA PEMASYARAKATAN ANAK KUTOARJO Asih, Martha Kurnia; Winarno, Rachmad Djati; Hastuti, Lita Widyo
PREDIKSI Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : PREDIKSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara konformitas teman sebaya dan keharmonisan keluarga dengan kenakalan remaja. Populasi penelitian ini adalah anak didik Lembaga Pemasyarakatan Anak Kutoarjo dengan jumlah sampel sebanyak 66 orang. Adapun metode pengumpulan data yang digunakanya itu skala kenakalan remaja, skala konformitas teman sebaya, dan skala keharmonisan keluarga. Teknikan alisis yang digunakan adalah analisis regresi dua prediktor. Berdasarkan hasil analisis data diketahui R=0,374; F=5,120; dan R²=0,112 dengan p=0,009 (p<0,01). Hasil ini menunjukkan ada korelasi positif yang signifikan antara konformitas teman sebaya, keharmonisan keluarga dan kenakalan remaja dan variabel- variabel ini memberikan sumbangan efektik sebesar 11,2% terhadap variabel kenakalan remaja. Konformitas teman sebaya berkorelasi negatif dengan kenakalan remaja, serta memberikan sumbangan efektif sebesar 5,3% sedangkan keharmonisan keluarga berkorelasi positif dengan kenakalan remaja, serta memberikan sumbangan efektif sebesar 10,9%.
Konsep Diri dan Rasa Bersalah pada Anak Didik Lembaga Pemasyarakatan Anak Kelas IIA Kutoarjo Utami, Retno Ristiasih; Asih, Martha Kurnia
Indigenous Vol. 1 No. 1, Mei 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v1i1.2214

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Rasa Bersalah dan Konsep Diri serta apakah Rasa Bersalah bisa diprediksi melalui Konsep Diri pada anak didik Lembaga Pemasyarakatan Anak (Lapas) Kelas II A Kutoarjo. Metode pengumpulan data dengan menggunakan alat ukur Skala Rasa Bersalah dan Skala Konsep Diri. Populasi penelitian sebanyak 72 orang anak didik yang diambil dengan teknik Incidental Sampling sebanyak 41 orang, usia antara 13-18 tahun. Data dianalisis dengan teknik Analisis Regresi Sederhana, diperoleh hasil Rxy =0,035 dengan p>0.05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara Rasa Bersalah dan Konsep Diri pada anak didik di Lapas Anak Kelas II sehingga Rasa Bersalah tidak dapat diprediksi berdasarkan Konsep Diri. Kata kunci: anak didik, konsep diri, lembaga pemasyarakatan anak, rasa bersalah
Kesiapan Sekolah, Kematangan Sosial, dan Prestasi Belajar pada Peserta Didik Kelas 1 Sekolah Dasar di bawah Usia 7 Tahun Martha Kurnia Asih; Retno Ristiasih Utami
Philanthropy: Journal of Psychology Vol. 2 No. 2 (2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.703 KB) | DOI: 10.26623/philanthropy.v2i2.1153

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah prestasi belajar pada peserta didik kelas 1 Sekolah Dasar di bawah usia 7 tahun bisa diprediksi melalui kesiapan sekolah dan kematang
FAKTOR-FAKTOR DETERMINASI PERILAKU KEJAHATAN (DETERMINATION FACTORS OF CRIMINAL BEHAVIOR) Retno Ristiasih Utami; Martha Kurnia Asih
Psibernetika Vol 14, No 1 (2021): Psibernetika
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30813/psibernetika.v14i1.2407

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasikan faktor-faktor determinasi perilaku kejahatan sehingga diharapkan dapat memberikan manfaat bagi terumuskannya dasar-dasar untuk konstruksi pengukuran prediksi perilaku kejahatan. Populasi penelitian ini adalah tahanan di Polrestabes Semarang yang diambil sampelnya dengan teknik Insidental Sampling sebanyak 40 orang, bejenis kelamin laki-laki. Data dikumpulkan melalui angket yang merupakan modifikasi dari Level of Service Inventory revised (LSI-R) berupa riwayat kejahatan, pendidikan dan pekerjaan, Keuangan, Keluarga, Narkoba dan Alkoholisme, Emosi dan Kepribadian dan Penyebab dilakukannya perilaku kejahatan. Data dianalisis secara statistik melalui teknik analisis deskriptif dengan JASP v 0.11. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat faktor resiko dan faktor penyebab munculnya perilaku kejahatan. Faktor resiko adalah penyalahgunaan narkoba dan alkohol serta usia pertama kali responden melakukan tindak kejahatan sedangkan faktor penyebab adalah kondisi ekonomi. Kata kunci : Perilaku Kejahatan
Studi Deskriptif: Kesejahteraan Psikologis pada Remaja Sri Widyawati; Martha Kurnia Asih; Retno Ristiasih Utami
Psibernetika Vol 15, No 1 (2022): Psibernetika
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30813/psibernetika.v1i15.3336

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran kondisi kesejahteraan psikologis pada remaja ditinjau dari usia, jenis kelamin, status sosial ekonomi orangtua, dan aktivitas intensionalnya.. Subjek penelitian adalah 287 remaja Indonesia. Data dikumpulkan dengan menggunakan Skala Kesejahteraan Psikologis. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan teknik  Anova. Teknik anava mengungkap hasil bahwa rata-rata remaja dalam penelitian ini memiliki kesejahteraan psikologis yang tergolong sedang. Hasil analisis juga mengungkap bahwa tidak ada perbedaan kesejahteraan psikologis yang berarti pada remaja jika ditinjau dari jenis kelamin, status sosial ekonomi orangtua maupun keterlibatan dalam aktivitas intensionalnya.
KESIAPAN MENIKAH DAN KESIAPAN MENJADI ORANGTUA PADA INDIVIDU AWAL DEWASA Sri Widyawati; Martha Kurnia Asih; Retno Ristiasih Utami
Jurnal Psikologi Vol 15, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/psi.2022.v15i2.6057

Abstract

Salah satu tugas perkembangan individu awal dewasa adalah memasuki gerbang pernikahan dan selanjutnya menjadi orangtua. Kompleksitas situasi yang akan dihadapi sebagai orangtua-baru memerlukan ketangguhan tersendiri. Momen bahagia memiliki anak seringkali juga menjadi momen krisis dalam kehidupan perkawinan karena terjadi berbagai perubahan mendasar dalam kehidupan individu yang menuntut penyesuaian. Individu yang memiliki kesiapan menjalani peran baru berpeluang lebih besar untuk berhasil dalam peran tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris hubungan antara kesiapan menikah dan kesiapan menjadi orangtua pada individu awal dewasa. Subjek penelitian berjumlah 219 orang individu awal dewasa diperoleh melalui convenience sampling. Analisis data yang digunakan adalah teknik korelasi Pearson’s product moment. Analisis data menghasilkan koefisien korelasi rxy = 0.346 dengan p = 0.000 (p < 0.01) yang berarti ada hubungan positif yang sangat signifikan antara kesiapan menikah dengan kesiapan menjadi orangtua. Semakin tinggi tingkat kesiapan menikah pada individu, maka akan semakin tinggi kesiapannya untuk menjadi orangtua
Healthy Living Behavior, Life Satisfaction and Social Support In Productive Age Individuals Hermiana Vereswati; Sri Widyawati; Martha Kurnia Asih
Philanthropy: Journal of Psychology Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/philanthropy.v8i1.8585

Abstract

Abstract. Indonesia will face an era of demographic bonus and the health of the productive age is valuable capital for accelerating development. The aim of the research is to determine the effect of healthy behavior on life satisfaction with social support as an intervening variable. Research population of individuals of productive age in Indonesia. The research sample was individuals aged 21 to 45 years who lived in Semarang, Solo, Jakarta, Surabaya and were not on a medical diet. The sampling technique is accidental sampling using Google Form. The data analysis technique uses intervening variable regression with the path analysis method with the SPSS application. The results of data analysis from 245 respondents showed that there was a significant direct influence of healthy living behavior on life satisfaction of 0.182 and there was a significant indirect influence of healthy living behavior on life satisfaction through social support of 0.285. Healthy living behavior must be carried out continuously to support productivity so that it contributes to life satisfaction in the future.Keywords: Healthy Living Behavior; Social Support; Life Satisfaction
Konsep Diri dan Rasa Bersalah pada Anak Didik Lembaga Pemasyarakatan Anak Kelas IIA Kutoarjo Utami, Retno Ristiasih; Asih, Martha Kurnia
Indigenous Vol 1, No 1 (2016): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v1i1.2214

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Rasa Bersalah dan Konsep Diri serta apakah Rasa Bersalah bisa diprediksi melalui Konsep Diri pada anak didik Lembaga Pemasyarakatan Anak (Lapas) Kelas II A Kutoarjo. Metode pengumpulan data dengan menggunakan alat ukur Skala Rasa Bersalah dan Skala Konsep Diri. Populasi penelitian sebanyak 72 orang anak didik yang diambil dengan teknik Incidental Sampling sebanyak 41 orang, usia antara 13-18 tahun. Data dianalisis dengan teknik Analisis Regresi Sederhana, diperoleh hasil Rxy =0,035 dengan p0.05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara Rasa Bersalah dan Konsep Diri pada anak didik di Lapas Anak Kelas II sehingga Rasa Bersalah tidak dapat diprediksi berdasarkan Konsep Diri. Kata kunci: anak didik, konsep diri, lembaga pemasyarakatan anak, rasa bersalah
Psikoedukasi Sebagai Upaya Meningkatkan Pemahaman Kesiapan Perkawinan Bagi Remaja Martha Kurnia Asih; Shinta Pratiwi; Retno Ristiasih Utami; Kimmy Katkar
Jurnal Pengabdian UNDIKMA Vol. 4 No. 1 (2023): February
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jpu.v4i1.6362

Abstract

This service activity aims to increase the youth's understanding of the importance of resilience, including physical, psychological, and financial readiness. This service was implemented in psychoeducation with the target students in Kesatrian 2 Semarang Senior High School. This service instrument used a questionnaire and was analyzed by pretest and post-test. Based on the analysis using the Paired Sample T-Test, it was concluded that there was an increase of 14.31 with a mean pretest difference score of 72.54 and 86.81 post-test. It showed an increased understanding of adolescent marriage readiness after being given psychoeducation. The activities benefit adolescents with advanced knowledge of marriage readiness, including physical, psychological, and financial readiness.
PSIKOEDUKASI PEMBERDAYAAN KETERLIBATAN ORANGTUA DALAM PROSES PEMBELAJARAN DEEP LEARNING SISWA Susilo, Markus Nanang Irawan Budi; Asih, Martha Kurnia; Widyawati, Sri; Utami, Retno Ristiasih
An-Nizam Vol 4 No 2 (2025): An Nizam: Jurnal Bakti Bagi Bangsa
Publisher : Universitas Islam 45 Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33558/an-nizam.v4i2.11460

Abstract

Pedurungan State Kindergarten, Semarang is a model school for the healthy school movement by implementing the principles of nutritional, physical, immunization, environmental and mental health in the school environment. The concept of the healthy school movement is also applied to the learning approach system developed by the government, namely deep learning, which invites students to be more aware, interpret and have fun in learning. One effort to realize healthy learning outcomes, full of awareness, meaning and joy is to invite the involvement of the environment, especially parents. The problem is the lack of parental involvement which is shown in the lack of discipline in caring for and educating children at home as well as conflict between parents which has the potential to have a negative impact on children's friendship and learning situations, resulting in less than optimal learning achievement expectations. The Community Service Team from Semarang University helps provide psychoeducation related to understanding children's conditions and parental involvement as an effort to achieve learning expectations, especially increasing children's independence and interest in learning in accordance with the concept of 'deep learning'. Psychoeducation is provided through lectures and discussions. The results of this activity are shown by increasing parents' understanding of children's conditions, parenting patterns and stimulation to increase children's interest in learning so it can be concluded that this psychoeducation activity can help schools and parents implement deep learning in children.