Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KEMAMPUAN MENGGUNAKAN EJAAN BAHASA INDONESIA YANG DISEMPURNAKAN MAHASISWA SEMESTER IV TAHUN AKADEMIK 2008/2009 JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA SASTRA INDONESIA DAN DAERAH STKIP PGRI BANJARMASIN Syarkawi, Muhammad
INTEKNA Vol 12, No 1 (2012)
Publisher : Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang berjudul “Kemampuan Menggunakan Ejaan Bahasa Indonesia                            Yang Disempurnakan Mahasiswa Semester IV Tahun Akademik 2008/2009 Jurusan Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah STKIP PGRI Banjarmasin” ini ber-tujuan untuk memberikan gambaran secara deskriptif mengenai kemampuan mahasiswa semester IV tahun akademik 2008/2009 Jurusan Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah STKIP PGRI Banjarmasin (1) dalam menggunakan huruf kapital, (2) dalam menggunakan gabungan kata, (3) dalam menggunakan tanda titik, (4) dalam menggu-nakan tanda koma., dan (5) dalam menggunakan tanda petik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif. Dengan menggu-nakan metode ini, data yang diperoleh berupa gejala tingkat kemampuan menggunakan ejaan dideskripsi dan diolah dengan menggunakan statistik untuk memperoleh persen-tase yang nantinya digunakan untuk menyimpulkan hasil penelitian.Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa semester IV tahun akademik 2008/2009 Jurusan Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah STKIP PGRI Banjarmasin yaitu sebanyak 138 orang. Besar sampel sebanyak 69 orang; 50% dari besar populasi. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik tes; tes kemampuan meng-gunakan Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan.Hasil analisis data menunjukkan bahwa mahasiswa semester IV tahun akademik 2008/2009 Jurusan Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah STKIP PGRI Banjarmasin (1) telah memiliki kemampuan yang baik dalam menggunakan huruf kapital, (2) telah memiliki kemampuan yang sangat baik dalam menggunakan gabungan kata, (3) telah memiliki kemampuan yang sangat baik dalam menggunakan tanda titik, (4) telah memiliki kemampuan yang baik dalam menggunakan tanda koma, dan (5) telah memiliki kemampuan yang sangat baik dalam menggunakan tanda petik.
KEMAMPUAN MENGGUNAKAN EJAAN BAHASA INDONESIA YANG DISEMPURNAKAN MAHASISWA SEMESTER IV TAHUN AKADEMIK 2008/2009 JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA SASTRA INDONESIA DAN DAERAH STKIP PGRI BANJARMASIN Syarkawi, Muhammad
INTEKNA informasi teknik dan niaga Vol 12 No 1 (2012)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Expanding The Boundaries of Tolerance in Indonesia Setyo, Bono; Sultan, M. Iqbal; Rahmadiva, Lelita Azaria; Syarkawi, Muhammad
Lentera: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi VOL 9, No.02 (2025): LENTERA
Publisher : Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah, Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/lentera.v9i02.11664

Abstract

Conflict originates from differences that develop in society. These differences include gender, ethnicity, nationality, culture, social and economic strata, politics, religion, and beliefs, including religious sects. This study aims to determine the resolution of conflicts arising from differences in khilafah between Sunni and Wahhabi schools in East Lombok, Indonesia. This research uses a qualitative approach. Researchers obtain both primary and secondary data related to the problem by going directly to the research object (field research). Data collection techniques included observation, interviews, and documentation for qualitative data analysis in this study, using the flow model proposed by Miles and Huberman. The study's results show differences between the Sunni and Wahhabi schools of thought that developed in the village of Bebidas, Wanasaba, East Lombok, where adherents of each school hold that their respective religions' teachings and practices are authentic. This difference in understanding and practice of religion is the source of conflict. Conflict resolution is necessary to identify solutions that prevent or minimise disputes, thereby avoiding escalation to physical violence. Among other things, disputes are handled through negotiation, mediation, arbitration, and by the local village government. Additionally, efforts were made to resolve the conflict by raising the tolerance threshold between the parties. This finding also has implications for conflicts originating from other differences that develop in society. Researchers also emphasise the importance of conducting research from multiple scientific perspectives.