Munculnya paradigma keilmuan bercorak teoatroposentris-integralistik-interkonektif yang menjadikan Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagai sentral keilmuan dengan mengembangkan beragam pola ijtihad menjadikan solusi atas problematika kehidupan lebih kongkrit. Di antara pendekatan yang digunakan adalah komplementasi yaitu pendekatan sains dan ajaran Islam yang saling memperkuat tetapi tetap mempertahankan eksistensinya masing-masing. Dalam konteks keluarga dengan orang tua tunggal, beragam problematika yang dihadapinya seringkali berujung pada kerentanan institusi keluarga. Al-Qur'an sebagai hudan memberikan pedoman melalui keteladanan profil keluarga orang tua tunggal yang sukses. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap ranah managemen internal keluarga orang tua tunggal yang profilnya dipaparkan dalam Al-Qur'an dalam meraih ketahanan keluarga. Penelitian ini merupakan kajian kepustakaan murni dengan metode kualitatif. Metodologi penafsiran yang digunakan adalah tafsir tematik dengan pendekatan komplementasi psiko-sosial. Teori Psiko-sosial yang diacu adalah key processes in family resilience versi Froma Walsh sedangkan ayat-ayat Al-Qur’an yang diacu adalah ayat-ayat yang berkisah (qashah Al-Qur’an) tentang orang tua tunggal yang sukses dalam menghadirkan ketahanan keluarga. Penelitian ini menemukan bahwa berdasarkan subjek percontohan Al-Qur’an, ranah manajemen internal keluarga sebagai proses kunci membangun ketahanan keluarga yang meliputi sistem kepercayaan, proses organisasi, dan proses komunikasi. Kajian ini merekomendasikan agar para orang tua tunggal menerapkan managemen internal keluarganya agar tetap dapat merealisasikan ketahanan keluarga meskipun secara struktural fungsional ada kepincangan. The emergence of a theoanthropocentric-integralistic-interconnective scientific paradigm that makes the Qur'an and As-Sunnah the center of knowledge by developing various patterns of ijtihad makes solutions to life's problems more concrete. Among the approaches used is complementarity, namely the approach of science and Islamic teachings that strengthen each other but still maintain their respective existence. In the context of single-parent families, the various problems they face often lead to the vulnerability of the family institution. The Qur'an as a guide provides guidance through the exemplary profiles of successful single-parent families. This study, which aims to uncover the internal management of single-parent families, whose profiles are described in the Qur'an in achieving family resilience, is a purely library research using qualitative methods. The interpretation methodology used is thematic interpretation with a psycho-social complementarity approach. The psycho-social theory referred to is Froma Walsh's key processes in family resilience, while the Qur'anic verses referred to are verses that tell stories (qashah Al-Qur'an) about single parents who have succeeded in presenting family resilience. This study found that based on the Qur'anic exemplary subjects, the internal family management domain is a key process in building family resilience that includes belief systems, organizational processes, and communication processes. This study recommends that single parents implement internal family management so that they can still realize family resilience even though there are structural and functional flaws.