Syamsudin Raidi
Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta

Published : 37 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

KARAKTERISTIK FASAD RUMAH MINIMALIS DI SURAKARTA Mufti Arifin; Samsudin raidi
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 13, No 1: Januari 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1523.866 KB) | DOI: 10.23917/sinektika.v13i1.746

Abstract

Berbagai jenis desain rumah berkembang di Surakarta, antara lain desain rumah minimalis, modern, mediterania, klasik dan sebagainya. Salah satu yang berkembang adalah model disain minimalis. Berbagai bentuk model minimalis dapat ditemui di masyarakat. Penelitian ini dilakukan untuk mencari jawaban tentang karakteristik dan ciri fasad disain rumah minimalis. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan alat bantu kamera dan meliputi seluruh wilayah Surakarta. Kompenen-kompenen fasad bangunan rumah minimalis yang dianalisis meliputi bentuk, orientasi, warna, dimensi, proporsi, irama dan skala. Simpulan dari kegiatan ini adalah bentuk/wujud bangunanya merupakan bangunan yang sedarhana, geometris dan simple, posisi bangunan sangat strategis yang dapat dilihat dari barbagai arah, warna didominasi warna putih abu-abu, dimensi cukup kecil dari bangunan sekitarnya, irama kebanyakan diperlihatkan pada ventilasi dan jendela dan penggunaan material batu alam dan skala keseluruhan bangunan relatif besar dan didukung dari kondisi bangunan yang masih terlihat bagus.
KENYAMANAN LIFT BAGI KAUM DIFABLE STUDI KASUS DI R.S KASIH IBU, R.S ISLAM YARSIS DAN R.S MOEWARDI SURAKARTA Wijiyanto Wijiyanto; Samsudin raidi
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 13, No 2: Juli 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (972.335 KB) | DOI: 10.23917/sinektika.v13i2.752

Abstract

Transportasi vertikal adalah transportasi yang digunakan untuk mengangkut sesuatu benda dari bawah ke atas atau moda transportasi yang direncanakan untuk memenuhi kebutuhan para penghuni untuk mendukung aktivitas pada gedung bertingkat. Transportasi vertikal terdiri dari lift (Elevator), tangga berjalan (Escalator), ramp, tangga,lift barang (Dumbwaiter) serta travator (Conveyor). Lift (Elevator) adalah suatu alat transportasi untuk mengangkut barang atau  penumpang dari satu lantai ke lantai lainnya. Dalam setiap perencanaan lift harus diadakan dengan ketentuan perencanaan yang baik. Rumah sakit adalah sarana yang menyelenggarakan pelayanan jasa kesehatan kepada masyarakat. Untuk memberikan pelayanan yang baik, salah satu alat transportasi vertikal yang harus disediakan adalah lift yang mampu membawa pasien dari lantai satu ke lantaiu lainnya. Dalam penelitian ini, peneliti akan mencoba untuk mengetahui bagaimana kualitas  transportasi vertikal dengan menggunakan metode perbandingan antara studi literatur tentang standar perencanaan transportasi vertikal dengan kondisi perencanaan transportasi vertikal (lift) yang ada di lapangan. Dengan mengetahui perbandingan antara literatur standar perencanaan lift dengan kondisi lift yang ada di lapangan maka dapat dikaji suatu persepsi, dengan melakukan perhitungan empiris dari kumpulan data yang ada dengan menggunakan formula hitung; sehingga diperoleh tabel perbandingan antara standar dengan kondisi eksisting lift di lapangan.Pengukuran kualitas transportasi vertikal dengan melakukan evaluasi menggunakan kriteria evaluasi. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa penilaian tingkat keberhasilan pemakaian lift suatu bangunan dalam memberikan kepuasan kepada pemakai terutama untuk  penyandang cacat fisik adalah cukup nyaman atau penggunaan elevator (lift) adalah sangat vital.
Kajian Kenyamanan Sirkulasi Tata Ruang Studi Kasus: Tipe Rumah di Perumahan Gondang Tani Arafi, Thoriq; Raidi, Samsudin
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2024: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perumahan subsidi di Indonesia merupakan perkembangan dalam membangun tempat tinggal, seperti di Kota Sragen yang dimana rumah subsidi merupakan suatu perencanaan rumah yang kurang melihat dari kebutuhan ruang penghuni rumah tersebut. Hal ini, membuat kualitas dari perumahan tersebut memiliki standar di bawah layak yang menyebabkan bentuk ruangan menjadi tidak maksimal secara aspek kenyamanan bagi penghuninya. Maka dari itu, penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif sampling purposefully select untuk memilih bentuk sirkulasi perubahan kenyamanan teritori ruang, dan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Dari penelitian ini juga ditujukan untuk meneliti kenyamanan, teritori dan bentuk ruang yang perlu dikembangkan terhadap perumahan subsidi hingga mencapai aspek kenyamanan pengguna.
Identifikasi Arsitektur Tropis pada Fasad Perumahan Subsidi Sragen (Studi Kasus pada Proyek Griya Yartin 5 dan Gondang Tani Indah) Firdaus, Yan Akhsani; Raidi, Samsudin
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2024: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan perekonomian Bupati Sragen turut mendorong pertumbuhan jumlah penduduknya. Akibat perkembangan ini, masyarakat di daerah tersebut membutuhkan tempat menghuni. Oleh karena itu, banyak bermunculan perumahan dan permukiman baru. Salah satunya adalah subsidi perumahan yang membantu masyarakat kelas menengah bawah mendapatkan perumahan. Namun sebagai perumahan bersubsidi, banyak pengembang tentunya yang memilih membangun rumah minimalis, kurang sesuai dengan kondisi wilayah Kabupaten Sragen yang beriklimMtropis.mArsitektur tropis merupakan sebuah konsep yang dapat digunakan dalam model perumahan dan muncul pada desain rumah serta fasad untuk menyesuaikan dengan kondisi tropis di wilayahnya. Metode penelitian ini dikerjakan menggunakan cara deskriptif kualitatif. Dalam penelitian ini pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan survei, observasi, dan penelitian dokumen. Kesimpulan yang dapat kita ambil salah satunya adalah bahwa meskipun perumahan subsidi ini memiliki fasad yang minimalis ternyata masih terdapat bagian-bagian yang telah dijelaskan dapat beradaptasi dengan kondisi iklim setempat. Bagaimanapun bentuk fasad yang dibangun mempunyai dampak langsung maupun tidak langsung terhadap kenyamanan didalam ruang. Perencanaan dan penentuan tema arsitektur tropis yang diharapkan akan menghasilkan dampak positif untuk bangunan tema tropis dengan cakupan rumah dan perumahan dengan mengatasi isu aliran udara, hujan, suhu, dan kelembapan.
Pengaruh Aspek Desain Ergonomi Kamar Mandi terhadap Kemunculan Ide & Inspirasi di Kamar Mandi Pamungkas, Arya Candra; Raidi, Samsudin
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2024: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ide merupakan pemikiran atau perasaan yang timbul dan meliputi pikiran dengan perencanaan dan struktur. Ide bisa muncul sebagai respons terhadap masalah yang perlu dipecahkan atau sebagai hasil dari pemikiran tentang suatu kegiatan yang timbul secara alami dalam pikiran yang terorganisir. Inspirasi, di sisi lain, adalah tindakan atau kekuatan yang mempengaruhi dan merangsang kecerdasan atau emosi. Inspirasi memiliki potensi untuk mendorong sikap positif dan mengubah cara pandang terhadap kemampuan diri. Ide sering kali timbul saat berada di kamar mandi, dan ide yang muncul dalam konteks ini cenderung lebih inovatif. Begitu juga dengan inspirasi, yang kadang-kadang berasal dari toilet. Klaim ini bukanlah omong kosong, melainkan hasil dari eksperimen ilmiah yang membuktikan kebenarannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana kamar mandi dapat menjadi sumber ide dan inspirasi, serta bagaimana desain kamar mandi dapat mempengaruhi timbulnya ide dan inspirasi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif, dengan mengumpulkan data berupa data survey foto dari objek yang diamati. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa kemunculan ide & inspirasi di kamar mandi, dipengaruhi oleh aspek ergonomi kamar mandi yang membuat penggunanya merasa nyaman dan tenang, mulai dari dimensi antropometri dari layout kamar, pencahayaan, penghawaan serta tata suara pada kamar mandi.
Harmoni Estetika melalui Penerapan Material dalam Redesain Lounge Hotel Sahid Raya Yogyakarta Mohgny, Frisky Al; Raidi, Samsudin
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2024: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian yang membahas tentang harmoni estetika melalui penerapan material dalam redesain lounge Hotel Sahid Raya Yogyakarta. Hotel ini merupakan hotel bintang 4 yang terletak di Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran penting material dalam menciptakan suatu atmosfer dalam keindahan visual. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dan dianalisis secara deskriptif berdasarkan observasi dan studi Pustaka guna mengidentifikasi dampak terhadap estetika, kenyamanan, dan fungsionalitas. Penelitian ini mendokumentasikan proses redesain lounge Hotel Sahid Raya Yogyakarta dengan fokus pada penggunaan material sebagai elemen kunci untuk mencapai harmoni estetika. Hasil dari penelitian ini adalah penerapan material yang tepat dalam redesain Hotel Sahid Raya Yogyakarta dapat berhasil menciptakan harmoni estetika yang klasik, elegan, dan mewah.
Identifikasi Arsitektur Islam pada Layout Ruang Kavling 25 Perumahan Gondang Tani Indah Puspita, Nila Reina; Raidi, Samsudin
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2024: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Laju pertumbuhan penduduk di Indonesia yang selalu mengalami peningkatan dapat mendorong laju pembangunan rumah tinggal. Di sisi lain, mayoritas penduduk Indonesia menganut agama Islam. Rumah tinggal sebagai kebutuhan primer jangka panjang tentu harus mencakup spesifikasi tertentu untuk kenyamanan penghuni dalam beraktivitas. Pembangunan rumah tinggal yang dilakukan oleh developer era sekarang bersifat tipikal dengan mengesampingkan karakteristik penghuni itu sendiri. Sehingga penghuni perlu melakukan renovasi layout rumah sebagai wadah untuk memenuhi kebutuhan religiusitas. Dengan demikian, hal ini dapat dijadikan bahan evaluasi developer perumahan untuk mencantumkan konteks religiusitas pada perencanaan desain rumah tinggal. Untuk memenuhi ketercapaian rancangan desain tersebut, maka metode penelitian yang akan digunakan adalah metode kualitatif dengan menganalisis data menggunakan pendekatan induktif untuk menghasilkan data berupa deskriptif. Sehingga akan memperoleh bentuk dan jenis layout rumah yang berbeda, namun dapat memenuhi kebutuhan religiusitas penghuninya, seperti penerapan hablumminannas, hablumminallah, dan hablumminalalamin.
Evaluasi Tata Ruang Rumah di Perumahan "Griya Yartin 5" Ditinjau dari Pencahayaan Alami Nuraini, Evianita; Raidi, Samsudin
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2024: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi rancangan tata ruang rumah ditinjau dari pencahayaan alami pada perumahan Griya Yartin 5 kurang dimanfaatkan dengan baik sehingga menyebabkan ruang dalam perumahan menjadi minim cahaya/gelap. Tata ruang perumahan adalah aspek penting dalam perencanaan yang mempengaruhi kualitas hidup penduduk dimana salah satu elemen pentingnya adalah pencahayaan. Tujuan penelitian diharapkan menciptakan desain perumahan yang nyaman, efisien secara energi dengan mempertimbangkan aspek pencahayaan dan mempertahankan tata ruang perumahan yang optimal. Untuk menanggapi hal itu, penulis melakukan penelitian berupa evaluasi desain eksisting dan merancang kembali desain salah satu rumah di perumahan Griya Yartin 5. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif analitik kuantitatif yaitu metode dengan mendeskripsikan suatu objek melalui data dari pengamatan, dokumentasi, wawancara, survei di lapangan, aplikasi SketchUp, teori, dan analisa dengan hasil pengolahan berupa pemaparan disajikan dalam bentuk naratif. Hasil penelitian menunjukan bahwa beberapa desain tata ruang eksisting belum memenuhi standar untuk mendapatkan pencahayaan alami. Selain itu, penulis juga membuat analisa pencahayaan dengan membuat desain penataan ruangan baru pada salah satu rumah di perumahan Griya Yartin 5. Dengan adanya analisa dan desain baru yang telah dibuat, diharapkan dapat menjadi rekomendasi solusi desain dalam hal tata ruang ditinjau pencahayaan alami khususnya di perumahan Griya Yartin 5.
Implementasi Konsep Arsitektur Neo-Vernakular Jawa pada Perancangan Ballroom di Kawasan Kebun Kopi Salatiga Arysta, Lilis Revyanda Devy; Raidi, Samsudin
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2024: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan situs indonesia.go.id, sensus BPS tahun 2010 menyatakan bahwa Indonesia memiliki lebih dari 300 kelompok etnik atau suku bangsa, dengan total 1.340 suku bangsa di Nusantara. Salah satunya adalah Suku Jawa yang berada di Jawa Tengah. Di tengah gaya modern yang mendominasi dalam berbagai aspek, terutama dalam bidang arsitektur, seni dan budaya Jawa perlu dilestarikan sebagai bagian integral dari kekayaan budaya Indonesia. Penyediaan fasilitas seperti ballroom dengan konsep Arsitektur Neo-Vernakular Jawa dapat digunakan untuk menggambarkan esensi budaya lokal melalui penggabungan unsur-unsur tradisional dengan konsep arsitektur modern. Pendekatan Arsitektur neo-vernakular dalam perencanaan ballroom ini bertujuan untuk menyediakan fasilitas yang tidak hanya mendukung kegiatan sosial, tetapi juga sebagai wadah untuk memperkenalkan serta melestarikan unsur-unsur lokal yang telah terbentuk oleh tradisi atau arsitektur nusantara di Jawa Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui proses pengumpulan data primer dan sekunder, mengolah dan menyajikan data, menganalisis data untuk merumuskan konsep desain, dan menyimpulkan konsep yang akan diterapkan dalam perancangan. Arsitektur neo-vernakular dalam konteks ini lebih menekankan pada aspek visual bangunan daripada mengikuti prinsip arsitektur vernakular atau modern. Sebaliknya, pendekatan ini mengintegrasikan elemen budaya dan tradisional arsitektur vernakular dengan teknologi arsitektur modern ke dalam menciptakan karya baru.
Evaluasi Layout pada Ruang Laboratorium SMP Negeri 2 Karanggede Nugroho, Guruh Hutomo; Raidi, Samsudin
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2024: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Laboratorium IPA di SMP Negeri 2 Karanggede memiliki peran utama dalam proses pembelajaran, yang diatur oleh Peraturan Pemerintah No.19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Penelitian ini berfokus pada pengidentifikasian laboratorium IPA di sekolah tersebut dengan mengacu pada Permendiknas No. 24 tahun 2007 dan penataan ruang yang sesuai. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan guru dan siswa, serta dokumentasi lapangan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, bertujuan untuk mengenali ruang laboratorium IPA dan karakteristik penataan ruang di SMP Negeri 2 Karanggede. Temuan penelitian menunjukkan adanya kekurangan terkait standar ruang, elemen pembentuk ruang, dan fungsi sarana prasarana laboratorium. Meskipun sudah memenuhi Permendiknas No. 24 tahun 2007, perlu diperhatikan lebih lanjut terkait kebutuhan guru dan siswa untuk meningkatkan optimalisasi proses pembelajaran dan penelitian di laboratorium.