Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Lukisan Wayang Kamasan Sebagai Salah Satu Elemen Dekorasi Interior untuk Memberi Nuansa Bali yang Unik Made Ida Mulyati; I Ketut Sudiana
Journal on Education Vol 5 No 1 (2022): Journal on Education: Volume 5 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v5i1.686

Abstract

Decoration elements are the most calculated elements in interior design to provide aesthetic value to a space. While the reality is that there are still many interior interior designers who have not been able to choose and quarter the right decoration elements based on the concept of space and the function of space. For this reason, it is necessary to study the decoration elements in interior design in accordance with the concept, function, and character of the desired space. Kamasan puppet painting is one of the traditional arts that has a strong and unique philosophy. The Kamasan puppet painting that symbolizes Dewi Semara Ratih pelambang beauty of true love is very suitable to be implemented in the interior of the master bedroom. Kamasan's puppet painting that tells the story of Prabu Kresna as Arjuna's coachman, during the Kurusetra Mahabharat war, is very suitable to be implemented in the interiors of schools, campuses, offices, libraries, and study rooms in residential buildings. Kamasan Dewi Saraswati's puppet painting is very suitable to be implemented in the interior of schools, campuses, offices, libraries and spaces used for work that are related to education. It is recommended for interior designers to make Kamasan puppet painting as an alternative as an element of decoration in the designed interior. In addition to giving a unique feel to the interior that is designed, it is also able to serve as a stakeholder to preserve traditional Balinese art.
PERANCANGAN GAYA MODERN KONTEMPORER PADA VILLA BELAKANG, GRAND VILLA PERERENAN Made Meitalia Sari; I Nyoman Artayasa; Made Ida Mulyati
Jurnal Vastukara: Jurnal Desain Interior, Budaya, dan Lingkungan Terbangun Vol 3 No 1 (2023): Jurnal Vastukara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bali merupakan salah satu destinasi terpopuler pada masa liburan setiap tahunnya. Maka dari itu pemesanan penginapan biasanya dilakukan sejak jauh-jauh hari. Penginapan pun memiliki jenis yang berbeda-beda, yakni hotel, boutique hotel, resort, cottage, villa, losmen, inn, dan lain sebagainya. Salah satu penginapan di Bali yang akan dibangun yaitu Grand Villa Pererenan. Di dalam kompleks villa akan dibangun 2 tipe villa yaitu Villa 2 Kamar dan Villa Belakang. Villa Belakang Pererenan yang memiliki luasan tanah 4 are ini dirancang dengan mengusung gaya modern-kontemporer yang mana memiliki karakteristik rapi, bersih, dan minim dekorasi. Dalam mengerjakan proyek ini dilakukan metode dokumentasi dan studi literatur dalam pengumpulan data-datanya. Gaya modern-kontemporer diterapkan pada seluruh interior baik pada elemen pembentuk ruang hingga furniturnya. Desainnya banyak menggunakan bentuk geometris seperti persegi dan lingkaran serta garis horizontal dan vertikal. Untuk menerapkan karakteristiknya yang bersih dan rapi, interior didesain dengan minim aksen dan dekorasi. Walaupun demikian interior tetap terlihat menarik karena pengaplikasian material sangat diperhatikan sehingga dapat menjadi sebuah daya tarik dan titik fokus. Interiornya dominan menggunakan warna monokrom yang netral dan sedikit sentuhan warna alami kayu yang dapat memberikan kesan natural dan titik fokus di antara furnitur lainnya. Sedangkan bagian pencahayaan menggunakan pencahayaan alami dan buatan yang berasal dari downlight, lampu gantung, dan LED strip. Warna yang digunakan pada lampu yakni warm white agar interior memberikan kesan hangat dan nyaman untuk dihuni.
REDESAIN SEPATU VOLI MELALUI PENDEKATAN ERGONOMI TOTAL MENINGKATKAN KENYAMANAN DAN PERFORMA ATLET Made Ida Mulyati
Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara Vol. 2 (2022): Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasionar Republik Seni Nusantara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permainan voli diperlukan performa yang tinggi, sehingga diperlukan sepatu nyaman. Sepatu dipakai oleh atlet Bali belum sepenuhnya nyamanan. Untuk itu perlu dilakukan redesain sepatu voli melalui pendekatan ergonomi total. Tujuan membuktikan efektivitas intervensi ergonomi total terhadap kenyamanan dan performa atlet. Jenis penelitian true experiment dengan rancangan treatment by subject design, subjek 20 atlet laki-laki voli Kabupaten Tabanan. Variabel diukur tinggi loncatan, denyut nadi istirahat dan kerja, Keluhan subjektif pada kaki, kemampuan swing block test dan jump smash. Pengukuran periode I menggunakan desain sepatu tanpa pendekatan ergonomi total (DS-TPET) dan periode II menggunakan desain sepatu pendekatan ergonomi total (RS-PET). Analisis data diuji dengan uji Kolmogorov-Smirnov. Hasil analisis terdapat perbedaaan keluhan subjektif , cardiovascular load (CVL) lebih rendah saat memakai RS-PET, p<0,05. Swing block test dan scor jump smash lebih tinggi saat memakai RS-PET, p<0,05. Simpulan RS-PET meningkatkan kenyamanan dan performa atlet. Disarankan RS-PET sebagai acuan dalam mendesain dan memproduksi sepatu voli.
KONSEP RUMAH IMPIAN PADA RUMAH TINGGAL DI JL. AURORA ULUWATU, JIMBARAN Utami, Anak Agung Gita Asri; Raharja, I Gede Mugi; Mulyati, Made Ida
Jurnal Vastukara: Jurnal Desain Interior, Budaya, dan Lingkungan Terbangun Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Vastukara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/vastukara.v4i1.3459

Abstract

Rumah adalah bangunan gedung yang berfungsi sebagai tempat tinggal yang layak huni sehingga diperlukan kenyamanan dan keamanan untuk berada di dalamnya. Seiring berkembangnya jaman dan perubahan kondisi sosial ekonomi membuat tatanan hidup manusia berubah menjadi tempat yang kompleks untuk itu diperlukan solusi kreatif, baru dan implementasi tepat pada desain interior. Rumah tinggal di Jl. Aurora, Uluwatu, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali, milik sepasang suami istri asal Australia merupakan salah satu rumah tinggal yang ditujukan untuk tempat tinggal, tempat bekerja, tempat bersosialisasi, tempat hiburan, dan tempat menaungi inspirasi serta ide-ide baru. Rumah ini memiliki konsep rumah impian atau dream house. Tujuan penulisan ini adalah untuk memaparkan tahapan dan hasil proyek rumah tinggal Jl. Aurora, Uluwatu. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah penelitian kualitatif, hal ini didasari studi kasus rumah tinggal sehingga metode analisis yang digunakan yakni wawancara, observasi, partisipasi dan dokumentasi yang melibatkan manusia. Hasil yang diperoleh adalah tercapainya kajian tahapan proses pengerjaan proyek, data proyek dan 3D rendering model disertai gambar kerja pengembangan. Kedua hasil ini menjadi acuan untuk mewujudkan gambar sesuai dengan kondisi lapangan, setelah melalui seluruh proses ini selama 6 bulan terdapat beberapa kendala seperti gagalnya komunikasi yang teratasi dengan melakukan diskusi bersama tim dan senior desainer.
The Influence of Bali Garden-Themed Murals on Visitor Interactivity at Living World Mall Bali Farhan, Farhan; Anak Agung Gede Rai Remawa; Made Ida Mulyati
IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Literature Vol. 12 No. 2 (2024): IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Lite
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/ideas.v12i2.5811

Abstract

Murals in the modern era can create interactivity with visitors (users) as a form of participatory description of societal phenomena, particularly murals at Living World Mall Bali (LWMB), which use the Bali garden concept. The aim of this study is to describe interactivity, visitor responses, and the implementation of the Bali garden concept in the murals at LWMB. To achieve these goals, the researcher applies theories and approaches from interactivity, aesthetics, color psychology, and education. The research method is descriptive qualitative, in the form of a case study. Research data include visitor behavior and responses, as well as the construction of murals with the Bali garden concept. Data collection techniques include observation, interviews, and document studies. Data analysis uses an interactive model, consisting of data reduction, data presentation, and verification/conclusion drawing. The research findings contain descriptions of visitor interactivity with the murals, including behaviors such as taking photos, appreciating aesthetic value, using the mural as an inspirational image medium, an information medium, a medium for conveying moral messages, and an educational medium by observing, touching, and documenting. Visitor interactivity with the murals at LWMB serves as a medium for inspiration, a means of conveying moral messages to promote cultural and environmental values of Bali, and an educational medium in the arts, fostering psychological comfort, a sense of brotherhood, and a spirit of mutual cooperation.
KONSTRUKSI PINTU UTAMA PADA RUMAH TINGGAL HENDRI POERNOMO Putra, I Putu Yudha Darma; Artayasa, I Nyoman; Mulyati, Made Ida
Jurnal Vastukara: Jurnal Desain Interior, Budaya, dan Lingkungan Terbangun Vol 5 No 1 (2025): Jurnal Vastukara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/vastukara.v5i1.3766

Abstract

Pintu utama merupakan elemen penting dalam desain rumah tinggal, tidak hanya sebagai akses utama namun juga memiliki peran estetika yang signifikan. Pembangunan pintu utama harus memerhatikan aspek keamanan, fungsionalitas, serta estetika. Peneliti berfokus pada konstruksi pintu utama pada rumah Hendri Poernomo, dengan fokus pada pemilihan material, keamanan, dan desain estetika. Melalui metode deskriptif kualitatif, data diperoleh dari kajian pustaka dan wawancara mendalam dengan pemilik rumah. Hasilnya menunjukkan bahwa pintu utama yang terpasang menggunakan pintu geser dengan material utama aluminium alloy 6063 dan kaca laminated. Konstruksi rel pintu geser dan pemilihan sekrup juga menjadi bagian penting dalam pemasangan yang tepat. Pemilihan pintu geser didasarkan pada efisiensi ruang dan estetika. Pentingnya pemilihan material yang sesuai merupakan hal penting untuk meningkatkan keamanan dan keberlangsungan pintu utama. Aluminium alloy 6063 dipilih karena kekuatannya yang tinggi dan ketahanan terhadap korosi, sementara kaca laminated memberikan perlindungan tambahan dengan kemampuannya untuk tidak pecah menjadi pecahan tajam. Konstruksi rel pintu geser dan pemilihan sekrup juga memainkan peran penting dalam memastikan instalasi yang kokoh dan aman. Pintu geser dipilih karena efisiensi ruangnya yang sesuai dengan tren desain. Implikasi keberlanjutan dari pemilihan material dan konstruksi, menggambarkan bagaimana penggunaan material yang tepat dan efisien energi dari pencahyaan alami yang terpancar dari kaca laminated pintu geser tersebut dapat mendukung tujuan pembangunan yang berkelanjutan. Studi ini memberikan wawasan tentang pentingnya mempertimbangkan aspek keamanan, fungsionalitas, dan estetika dalam konstruksi pintu utama rumah tinggal serta kontribusinya terhadap keberlanjutan pembangunan.
IMPLEMENTASI KONSEP BALI MODERN PADA DESAIN INTERIOR MUSEUM PASIFIKA Astika Deavi, Ni Putu Herliana; Gita Jayanti, Ida Ayu; Mulyati, Made Ida; Andriyogi Pradnyaswari, Ida Ayu Ketut
Jurnal Vastukara: Jurnal Desain Interior, Budaya, dan Lingkungan Terbangun Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Vastukara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pulau Bali merupakan destinasi pariwisata internasional yang dikenal dengan keindahan alam, kekayaan budaya, serta tradisi yang tetap lestari. Perkembangan sektor pariwisata turut mendorong pertumbuhan galeri seni sebagai bagian dari ekonomi kreatif. Salah satunya adalah Museum Pasifika yang terletak di kawasan Nusa Dua, Kabupaten Badung. Museum ini menampilkan lebih dari 600 karya seni dari 200 seniman yang berasal dari 25 negara Asia Pasifik. Tidak sekadar sebagai ruang pameran, Museum Pasifika mengusung konsep Bali Modern yang memadukan nilai-nilai tradisional Bali dengan elemen desain modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi konsep Bali Modern pada Museum Pasifika serta mengidentifikasi unsur-unsur bali dan modern yang diterapkan. Metode yang digunakan adalah deskriptif analitik melalui observasi langsung dan dokumentasi visual. Hasil analisis menunjukkan bahwa pembagian bangunan secara vertikal mengacu pada Konsep Tri Angga, sedangkan zonasi ruang mengikuti Konsep Tri Mandala, yang membentuk sirkulasi ruang progresif. Elemen tradisional seperti batu paras, plafon kayu ekspos, dan pintu bergaya Bali dipadukan secara harmonis dengan elemen desain interior modern seperti plafon gypsum, pencahayaan spotlight, dan furniture rotan sintetis. Integrasi kedua unsur ini tampak pada penataan ruang pameran yang fungsional, estetis, serta menyampaikan nilai filosofis budaya lokal. Simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan konsep Bali Modern pada Museum Pasifika berhasil membentuk identitas arsitektur yang khas dan memperkaya pengalaman pengunjung secara visual maupun emosional. Kata kunci : Pulau Bali, Desain Interior, Ruang Pameran, Konsep Bali Modern ABSTRACT Bali island is an international tourism destination renowned for its natural beauty, rich cultural heritage, andBali Island is an international tourist destination known for its natural beauty, rich culture, and enduring traditions. The development of the tourism sector has also encouraged the growth of art galleries as part of the creative economy. One such gallery is Museum Pasifika, located in the Nusa Dua area, Badung Regency. This museum showcases more than 600 artworks by 200 artists from 25 Asia-Pacific countries. More than just an exhibition space, Museum Pasifika adopts the Bali Modern concept, which blends traditional Balinese values with modern design elements. This study aims to analyze the implementation of the Bali Modern concept in Museum Pasifika and to identify the modern elements applied. The method used is descriptive-analytic through direct observation and visual documentation. The analysis shows that the vertical division of the building refers to the Tri Angga concept, while spatial zoning follows the Tri Mandala concept, creating a progressive spatial circulation. Traditional elements such as paras stone, exposed wooden ceilings, and Balinese-style doors are harmoniously combined with modern interior design features such as gypsum ceilings, spotlight lighting, and synthetic rattan furniture. The integration of these elements is reflected in the layout of the exhibition space, which is functional, aesthetic, and conveys the philosophical values of local culture. The conclusion of this study reveals that the application of the Bali Modern concept in Museum Pasifika successfully forms a distinctive architectural identity and enriches the visitor experience both visually and emotionally. Keywords : Bali Island, Interior Design. Exhibition Space, Bali Modern Concept
KONSEP RUMAH IMPIAN PADA RUMAH TINGGAL DI JL. AURORA ULUWATU, JIMBARAN Utami, Anak Agung Gita Asri; Raharja, I Gede Mugi; Mulyati, Made Ida
Jurnal Vastukara: Jurnal Desain Interior, Budaya, dan Lingkungan Terbangun Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Vastukara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/vastukara.v4i1.3459

Abstract

Rumah adalah bangunan gedung yang berfungsi sebagai tempat tinggal yang layak huni sehingga diperlukan kenyamanan dan keamanan untuk berada di dalamnya. Seiring berkembangnya jaman dan perubahan kondisi sosial ekonomi membuat tatanan hidup manusia berubah menjadi tempat yang kompleks untuk itu diperlukan solusi kreatif, baru dan implementasi tepat pada desain interior. Rumah tinggal di Jl. Aurora, Uluwatu, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali, milik sepasang suami istri asal Australia merupakan salah satu rumah tinggal yang ditujukan untuk tempat tinggal, tempat bekerja, tempat bersosialisasi, tempat hiburan, dan tempat menaungi inspirasi serta ide-ide baru. Rumah ini memiliki konsep rumah impian atau dream house. Tujuan penulisan ini adalah untuk memaparkan tahapan dan hasil proyek rumah tinggal Jl. Aurora, Uluwatu. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah penelitian kualitatif, hal ini didasari studi kasus rumah tinggal sehingga metode analisis yang digunakan yakni wawancara, observasi, partisipasi dan dokumentasi yang melibatkan manusia. Hasil yang diperoleh adalah tercapainya kajian tahapan proses pengerjaan proyek, data proyek dan 3D rendering model disertai gambar kerja pengembangan. Kedua hasil ini menjadi acuan untuk mewujudkan gambar sesuai dengan kondisi lapangan, setelah melalui seluruh proses ini selama 6 bulan terdapat beberapa kendala seperti gagalnya komunikasi yang teratasi dengan melakukan diskusi bersama tim dan senior desainer.
The Influence of Bali Garden-Themed Murals on Visitor Interactivity at Living World Mall Bali Farhan, Farhan; Anak Agung Gede Rai Remawa; Made Ida Mulyati
IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Literature Vol. 12 No. 2 (2024): IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Lite
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/ideas.v12i2.5811

Abstract

Murals in the modern era can create interactivity with visitors (users) as a form of participatory description of societal phenomena, particularly murals at Living World Mall Bali (LWMB), which use the Bali garden concept. The aim of this study is to describe interactivity, visitor responses, and the implementation of the Bali garden concept in the murals at LWMB. To achieve these goals, the researcher applies theories and approaches from interactivity, aesthetics, color psychology, and education. The research method is descriptive qualitative, in the form of a case study. Research data include visitor behavior and responses, as well as the construction of murals with the Bali garden concept. Data collection techniques include observation, interviews, and document studies. Data analysis uses an interactive model, consisting of data reduction, data presentation, and verification/conclusion drawing. The research findings contain descriptions of visitor interactivity with the murals, including behaviors such as taking photos, appreciating aesthetic value, using the mural as an inspirational image medium, an information medium, a medium for conveying moral messages, and an educational medium by observing, touching, and documenting. Visitor interactivity with the murals at LWMB serves as a medium for inspiration, a means of conveying moral messages to promote cultural and environmental values of Bali, and an educational medium in the arts, fostering psychological comfort, a sense of brotherhood, and a spirit of mutual cooperation.