Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

EKSPLOITASI PEREMPUAN DALAM PERIKLANAN MENURUT PANDANGAN ISLAM Asmaunizar, Asmaunizar
JURNAL AL-IJTIMAIYYAH Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/al-ijtimaiyyah.v1i1.256

Abstract

Perempuan menduduki posisi sekunder tampak dalam jurnalistik televisi terutama melalui saluran iklan. Jumlah karyawan laki-laki yang mengelola siaran televisi jauh lebih banyak daripada karyawan perempuan. Bahkan jika terdapat karyawan perempuan tidak memengang peranan penting yang menentukan kebijakan penerbitan atau penyiaran, penyajian berita, feature dan opini. Dalam iklan komersial pandangan hegemoni laki-laki secara otomatis akan menjadikan perempuan dan daya tarik seksual mereka sebagai objek sehingga ekploitasi sukar untuk dihindari. Terjadinya penyimpangan periklanan seperti menampilkan perempuan dengan pakaian minim, itu diluar konsep dasar dan tatalaksana periklanan yang sesungguhnya. Hal itu karena mengejar keuntungan semata akibat dari persaingan media yang ada dalam meningkatkan ekonomi perusahaan. Sesuai dengan fungsinya, media mampu memberikan pendidikan, menghibur dan mempengaruhi kehidupan masyarakat. Media sebagai penjaga atau pengawal kebenaran, televisi menjalankan fungsinya untuk melakukan sosial control terhadap kesalahan yang terjadi di masyarakat. Berdasarkan kajian Islam bahwa periklanan sebagai sarana penyampaian informasi dapat menyebarkan pesan-pesan dakwah untuk setiap kalangan berupa informasi yang positif. Adapun informasi tersebut seperti informasi perdagangan, pendidikan, kesehatan dan informasi penyiaran agama Islam dan sebagainya. Dari fakta yang ada menunjukkan bahwa arus informasi global hampir seluruhnya tidak seimbang, lebih banyak datang dari budaya barat ke budaya Islam termasuk dalam hal periklanan. Keyword: Eksploitasi,Women, Advertising, Islam
KOMUNIKASI LINGKUNGAN PADA PENGELOLAAN SAMPAH OLEH KOMUNITAS SAHABAT HIJAU DI KOTA BANDA ACEH Akmaluddin, Akmaluddin; Hasan, Ridwan Muhammad; Asmaunizar, Asmaunizar
Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 28, No 1 (2022): JURNAL AL-BAYAN: MEDIA KAJIAN DAN PENGEMBANGAN ILMU DAKWAH
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/albayan.v28i1.28465

Abstract

Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengedukasi masyarakat Kota Banda Aceh melalui kesadaran pengelolaan sampah yang berdampak pada komunikasi lingkungan yang dibangun oleh komunitas Sahabat Hijau. Menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dalam tujuan untuk mengkaji bentuk dan strategi komunikasi lingkungan yang dibangun oleh komunitas Sahabat Hijau. Teknik penelitian ini adalah purposive sampling  dengan pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Komunitas Sahabat Hijau membentuk program Less Waste Event (LWE) dengan menggerakkan para sahabat komunitas untuk peduli pada sampah. Masuk dan bersinergi dengan pemerintah untuk dapat memberikan edukasi pengelolaan sampah pada even-event di Kota Banda Aceh. Dan melakukan sosialisasi dan promosi melalui kanal media sosial.Kata Kunci: Komunikasi Lingkungan, Sampah, Komunitas
Analisis Isu Kontroversial Konflik Palestina-Israel pada Podcast Deddy Corbuzier Bersama Buya Arazy Asmaunizar, Asmaunizar; Hasrat Efendi Samosir, Hasrat Efendi Samosir; Katimin, Katimin; Nurul Fajri, Nurul Fajri
Jurnal Komunikasi dan Media Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Komunikasi dan Media
Publisher : Lembaga Sepercenter

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  This research is entitled Analysis of Controversial Issues of the Palestinian-Israeli Conflict on the Deddy Corbuzier Podcast with Buya Arazy (Ferdinand de Saussure Semiotics Analysis). The purpose of this research is to find out how the controversial issues that Buya Arazy views on the Palestinian-Israeli Conflict through a podcast on Deddy Corbuzier's Youtube channel entitled Behind the Palestinian Genocide, There is an Invisible Mastermind, Israel and ....’. This research uses Ferdinand de Saussure's Semiotics Analysis model which divides the sign into two, namely signifier and signified. then the results of the study were found including: Not pro Hamas and Fatah, the Palestinian State has an internal conflict that is the cause of their war and many bad people take advantage of the donations of the Indonesian people.
IMPLEMENTASI ETIKA KOMUNIKASI ISLAM DALAM MEMBANGUN BUDAYA AKADEMIK BERKARAKTER Asmaunizar, Asmaunizar
Jurnal Komunikasi dan Media Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Komunikasi dan Media
Publisher : Lembaga Sepercenter

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budaya akademik yang berkarakter merupakan fondasi penting dalam membangun kualitas pendidikan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada kecerdasan intelektual, tetapi juga pada integritas moral dan spiritual. Etika komunikasi Islam, yang bersumber dari Al-Qur’an, hadis, dan tradisi keilmuan Islam, menekankan prinsip kejujuran, amanah, keadilan, dan kesantunan dalam menyampaikan pesan. Peniltian  ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana implementasi etika komunikasi Islam dapat menjadi instrumen strategis dalam membentuk budaya akademik yang berkarakter di lingkungan perguruan tinggi. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian pustaka (library research) dengan analisis deskriptif kualitatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan etika komunikasi Islam dalam interaksi akademik, baik antara dosen dan mahasiswa maupun antar civitas akademika, mampu membangun suasana akademik yang kondusif, produktif, serta berorientasi pada akhlak mulia.  
Iklim Komunikasi dan Harmonisasi pada Lembaga Tuha Peut Gampong Suleue Darussalam Aceh Besar Nurdin, Hanifah; Asmaunizar, Asmaunizar; Yusnadi, Yusnadi; Samosir, Hasrat Efendi; Situmeang, Marini Kristina
Jurnal Community Vol 10, No 2 (2024)
Publisher : Prodi Sosiologi FISIP Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jcpds.v10i2.8823

Abstract

The tuha peut institution in Suleue Village, Darussalam District, Aceh Besar Regency serve as a legislative body in the village government that functions as a center for supervision, coordination, accommodating aspirations, and formulating qanuns (village regulation). In carrying out its functions since 2020 there have been several cases that have been able to be resolved. Mild to severe cases that are resolved require a good climate of communication and harmonization internally and externally. The research method uses descriptive with a qualitative approach. Participatory observation research technique with observation, interview and documentation data collection methods. The results obtained that tuha peut institutions must strengthen the vision, mission and leadership; accommodate community aspirations; effetively conflict resolution, oversee budget use; and optimize program proposals. A conducive communication climate is fostered by strengthening the both top-down and bottom-up communication lines internally and externally.
EKSPLOITASI PEREMPUAN DALAM PERIKLANAN MENURUT PANDANGAN ISLAM Asmaunizar, Asmaunizar
JURNAL AL-IJTIMAIYYAH Vol. 1 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/al-ijtimaiyyah.v1i1.256

Abstract

Perempuan menduduki posisi sekunder tampak dalam jurnalistik televisi terutama melalui saluran iklan. Jumlah karyawan laki-laki yang mengelola siaran televisi jauh lebih banyak daripada karyawan perempuan. Bahkan jika terdapat karyawan perempuan tidak memengang peranan penting yang menentukan kebijakan penerbitan atau penyiaran, penyajian berita, feature dan opini. Dalam iklan komersial pandangan hegemoni laki-laki secara otomatis akan menjadikan perempuan dan daya tarik seksual mereka sebagai objek sehingga ekploitasi sukar untuk dihindari. Terjadinya penyimpangan periklanan seperti menampilkan perempuan dengan pakaian minim, itu diluar konsep dasar dan tatalaksana periklanan yang sesungguhnya. Hal itu karena mengejar keuntungan semata akibat dari persaingan media yang ada dalam meningkatkan ekonomi perusahaan. Sesuai dengan fungsinya, media mampu memberikan pendidikan, menghibur dan mempengaruhi kehidupan masyarakat. Media sebagai penjaga atau pengawal kebenaran, televisi menjalankan fungsinya untuk melakukan sosial control terhadap kesalahan yang terjadi di masyarakat. Berdasarkan kajian Islam bahwa periklanan sebagai sarana penyampaian informasi dapat menyebarkan pesan-pesan dakwah untuk setiap kalangan berupa informasi yang positif. Adapun informasi tersebut seperti informasi perdagangan, pendidikan, kesehatan dan informasi penyiaran agama Islam dan sebagainya. Dari fakta yang ada menunjukkan bahwa arus informasi global hampir seluruhnya tidak seimbang, lebih banyak datang dari budaya barat ke budaya Islam termasuk dalam hal periklanan. Keyword: Eksploitasi,Women, Advertising, Islam
THE LIGHT OF ACEH: BAITURRAHMAN PUSAT PROMOSI PARIWISATA RELIGI DI PROVINSI ACEH Asmaunizar, Asmaunizar
Jurnal Komunikasi dan Media Vol. 3 No. 1 (2026): Ittishal : Jurnal Komunikasi dan Media
Publisher : Lembaga Sepercenter

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Aceh provincial government has launched The Light of Aceh as a tourism branding strategy to highlight Aceh’s Islamic identity and cultural heritage. Within this framework, the Baiturrahman Grand Mosque emerges as the central icon of religious tourism promotion. This study aims to analyze the historical significance, architectural uniqueness, socio-economic contributions, and symbolic values of Baiturrahman in strengthening Aceh’s tourism identity. Using a qualitative descriptive method, the research draws on secondary data from academic studies, government reports, and tourism publications. Findings show that Baiturrahman serves not only as a religious site but also as a representation of Aceh’s resilience, particularly during colonial struggles and the 2004 tsunami. Its distinctive architecture featuring black domes, Islamic ornamentation, and monumental umbrellas enhances its appeal for domestic and international tourists. Moreover, the mosque contributes to local economic empowerment through halal tourism activities while reinforcing Aceh’s image as the “Veranda of Mecca.” This study concludes that Baiturrahman plays a vital role in the success of The Light of Aceh as a destination branding initiative, combining spirituality, culture, and history into a unified narrative. Recommendations highlight the need for sustainable tourism management, community empowerment, and broader international promotion of Aceh’s religious tourism.