Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JURNAL INTEGRASI PROSES

PENGARUH RASIO IMPREGNANT ZNCL2 DAN TEMPERATUR KARBONISASI TERHADAP LUAS PERMUKAAN KARBON AKTIF DARI KULIT JERUK Hans Kristianto; Arenst Andreas Arie
JURNAL INTEGRASI PROSES VOLUME 5 NOMOR 3 DESEMBER 2015
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (862.135 KB) | DOI: 10.36055/jip.v5i3.260

Abstract

Pada penelitian ini dilakukan sintesis karbon aktif dari kulit jeruk (Citrus nobilis var microcarpa) dengan menggunakan aktvasi kimia ZnCl2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rasio impregnant dan temperatur karbonisasi terhadap luas permukaan karbon aktif yang diperoleh. Rasio kulit jeruk terhadap impregnant divariasikan 4:1, 2:1, 1:1, 1:2, dan 1:4, dengan temperatur karbonisasi pada 400, 500, dan 600˚C. Karbonisasi dilakukan dengan menggunakan electrical tubular furnace dengan atmosfer nitrogen selama 1 jam. Luas permukaan karbon aktif dianalisa dengan menggunakan Micromeritics apparatus NOVA 1000/3200e Quantachrome. Diperoleh bahwa temperatur dan rasio impregnant cenderung berpengaruh terhadap luas permukaan karbon aktif yang diperoleh. Pada rasio impregnant 4:1 sampai 1:2, temperatur karbonisasi terbaik pada 500˚C, akan tetapi pada rasio 1:4, luas permukaan yang diperoleh relatif sama untuk setiap variasi temperatur. Luas permukaan yang diperoleh relatif tinggi terutama jika dibandingkan dengan karbon aktif lain yang disintesis dari kulit buah-buahan. Luas permukaan karbon aktif terbesar diperoleh pada rasio impregnant 1:4 dan temperatur 600˚C dengan luas permukaan mencapai 1198,16m2/g.
REVIEW: SINTESIS KARBON AKTIF DENGAN MENGGUNAKAN AKTIVASI KIMIA ZnCL2 Hans Kristianto
JURNAL INTEGRASI PROSES VOLUME 6 NOMOR 3 JUNI 2017
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (928.69 KB) | DOI: 10.36055/jip.v6i3.1031

Abstract

Karbon aktif merupakan material karbon yang berpori dengan luas permukaan yang besar sehingga banyak digunakan untuk berbagai aplikasi. Karbon aktif dapat disintesis dari batu bara antrasit atau pun bituminous, akan tetapi penggunaan biomassa sebagai bahan baku karbon aktif semakin banyak diteliti. Secara umum, pembuatan karbon aktif terdiri atas karbonisasi dan aktivasi secara fisika atau pun kimia. Pada review ini dibahas proses aktivasi kimia dengan menggunakan agen aktivasi ZnCl2. Dalam proses aktivasi, ZnCl2 berfungsi menginhibisi pembentukan tar, serta mendorong terjadinya aromatisasi sehingga menghasilkan produk karbon aktif yang berpori. Rasio ZnCl2 terhadap biomassa dan temperatur karbonisasi merupakan variabel yang berpengaruh terhadap luas permukaan karbon aktif yang diperoleh, sementara waktu karbonisasi cenderung tidak berpengaruh. Penelitian terbaru banyak berfokus pada eksplorasi penggunaan berbagai biomassa, penggunaan gelombang mikro sebagai pemanasan alternatif, serta penggunaan agen aktivasi pembantu dalam aktivasi karbon aktif. Pengambilan kembali agen aktivasi juga perlu diteliti lebih lanjut untuk menjamin sisi ekonomis proses pembuatan karbon aktif dengan aktivasi kimia.