Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pengukuran Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan Implementasi Knowledge Management Tri Joko Wibowo
Journal Industrial Servicess Vol 1, No 1 (2015): Oktober 2015
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v1i1.290

Abstract

PT X sedang menghadapi kendala bisnis yaitu mulai banyaknya karyawan yang akan memasuki masa pensiun. Situasi ini berpotensi akan hilangnya pengetahuan yang dimiliki oleh perusahaan, yang pada saat ini masih tersimpan di masing-masing karyawan. Oleh karenanya PT X akan mengimplementasikan knowledge management. Langkah pertama yang dilakukan adalah mengukur sejauh mana faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan implementasi manajemen pengetahuan telah siap di dalam perusahaan. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Desain kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini merujuk pada desain kuesioner yang disusun oleh Wibowo (2009). Pemilihan responden mempertimbangkan pada kompetensi karyawan, jenjang jabatan karyawan dan pengalaman kerja. Hasil analisa kuesioner menunjukkan perusahaan memiliki kesiapan dalam hal aspek komitmen manajemen puncak dan pemberian reward bagi karyawan yang melakukan sharing knowledge. Sedangkan aspek yang perlu diperbaiki adalah aspek infrastruktur teknologi informasi, metodologi proses manajemen pengetahuan, budaya dan struktur organisasi yang mendukung proses manajemen pengetahuan. Dampak perbaikan aspek tersebut adalah meningkatnya rasa ownership of problem dari para karyawan dan akan menekan jumlah karyawan yang keluar dari perusahaan atau karyawan yang akan pensiun tapi tidak melakukan sharing knowledge. 
Pemodelan Persamaan Struktural : Penerapan Manajemen Pengetahuan Dan Faktor-Faktor Pendukungnya Farid Wajdi; RB. Tri Joko Wibowo
Jurnal Teknik Industri Vol. 18 No. 2 (2017): Agustus
Publisher : Department Industrial Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/JTIUMM.Vol18.No2.159-167

Abstract

The application of knowledge management in an organization requires the enabler factors that should be identified of its readiness before implementation. This study examined knowledge management implementation model with the variables of organizational leadership, culture, and structure as predictor of technology infrastructure variable. The purpose of this study was to examine the fitness of the proposed model with data in the field, as well as to know the relationship between these factors. Data were collected through questionnaire using likert scale 1-5 on 112 respondents from a manufacturing company in Cilegon, Banten. Modeling was done using residual correlation and regression of knowledge sharing indicators and indicator of knowledge management team function. It showed the appropriate result but not yet reached the expected value of Chi-Square of 73.502 with p = 0.010, GFI = 0.907, RMSEA = 0.069, AGFI = 0.848, and RMR = 0.041. Overall the modified model shows results that match the criteria of Goodness of Fit. The results of model analysis also showed that there was an indirect influence of leadership variables on technology infrastructure, through cultural mediators and organizational structures, but direct influence of the leadership on the technology infrastructure was not explained.
Lingkungan Usaha yang Mendukung Transformasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah di Era Revolusi Industri 4.0 Tri Joko Wibowo
Operations Excellence: Journal of Applied Industrial Engineering Vol 11, No 1, (2019): OE Maret 2019
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/oe.v10.3.2019.013

Abstract

The Industrial Revolution 4.0 raises threats and opportunities for innovation for entrepreneurs. The competitive environment in this era is collaboration between business people and sharing economy. The success of an entrepreneur in managing the business of MSMEs is largely determined by many things. Support from various stakeholders is needed so that the SME business environment can be created in accordance with the competitive situation in the industrial era 4.0. The purpose of this paper is to conduct a review literature to find out how to encourage and transform MSMEs to be able to take advantage of the industrial era 4.0. The literature study was conducted to find out the critical factors faced by MSMEs to be able to compete in the era of industrial revolution 4.0. Various information is collected from journal searches with a search engine (google) and various up-to-date online news. Information is obtained that critical factors can be categorized into internal and external. Internal critical factors in the form of information technology adoption capabilities (big data & e-commerce) and changes in mindset & business competencies from aspects of business strategy, culture and business processes. External critical factors include government regulations both legal, IT and business infrastructure and market competition with fellow business people. Success in managing these critical factors will directly impact the performance of entrepreneurs in managing MSMEs and indirectly to the economy. These relationships are shown in the form of a business environment model.
ANALISA HUBUNGAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IMPLEMENTASI MANAJEMEN PENGETAHUAN DENGAN METODE STRUCTURAL EQUATION MODELLING Tri Joko Wibowo; Nugraheni Djamal
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT    X  adalah   perusahaan joint     venture   yang    memproduksi      baja.  PT   X   telah  melakukan pengelolaan      atas  asset  pengetahuan     yang   dimilikinya.   Penelitian   ini  bertujuan   mengevaluasi      dan  menganalisa     faktor-faktor    yang  mempengaruhi        pengelolaan    pengetahuan     di  perusahaan     tersebut.  Faktor-faktor     yang   dianalisa   antara   lain  komitmen      manajemen      puncak,    infrastruktur   teknologi  informasi,    metodologi,     struktur   organisasi,   budaya     organisasi,   pemberian     motivasi/reward      dan  karyawan yang resign dari perusahaan.  Penelitian ini menggunakan metode structural equation modelling. Model penelitian ini   menguji 10  hubungan      hipotesa.   Variabel   penelitian   terdiri  dari  9  variable   laten   dan  27   variabel   manifest.  Hubungan antar variable laten bersifat sebab akibat. Jumlah sampel sebanyak 248 karyawan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa hipotesa yang diterima sebanyak 7 hipotesa dan uji goodness of fit menghasilkan  nilai   sebagai   berikut   :  CFI   =   0,91;  IFI  =   0,91;   RMSEA  = 0,082  dan  GFI  =   0,80.  Dengan demikian model penelitian cukup fit dan bisa dipergunakan sebagai dasar dalam pengelolaan pengetahuan di perusahaan.  Kata kunci: structural equation modeling, latent, manifest, goodness of fit, resign
PERENCANAAN PEMELIHARAAN MESIN DENGAN METODE RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE DI PT X Tri Joko Wibowo; Acep Nedi Sandriyana
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT X adalah industri yang memproduksi energi listrik. Sistem perawatan mesin pada perusahaan bersifat corrective maintenance. Salah satunya pada mesin desalination plant, dengan tingkat kegagalan operasi (breakdown) sebesar rata-rata 21% setiap bulan. Akibatnya terjadi downtime, sekaligus terjadi penurunan produktivitas perusahaan. Oleh karenanya diperlukan sebuah sistem perencanaan perawatan yang bersifat preventive maintenance agar menghasilkan ketersediaan mesin yang optimal. Penelitian ini menggunakan metode Reliability Centered Maintenance untuk meningkatkan availability mesin sehingga meningkatkan jumlah produksi. Pengambilan data melalui wawancara dan observasi langsung. Berdasarkan pengolahan data, komponen yang paling kritis adalah evaporator, brine heater, electric motor, dan chemical injection. Kegagalan komponen pada sistem produksi desalination plant yang termasuk dalam kategori outage problem sebesar 79% dan kategori economic problem sebesar 21%. Pemilihan tindakan berdasarkan kondisi (CD) sebesar 66.67% dan untuk kategori berdasarkan waktu (FF) sebesar 33.33%. Sedangkan perhitungan gain output ratio didapatkan hasil 4.91 masih di bawah standar 6.00.
STRATEGI PENINGKATAN KINERJA RANTAI PASOK AGROBISNIS MELON APOLLO DI KOTA CILEGON Tri Joko Wibowo; Supriyadi Supriyadi; Gerry ADP
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selain dikenal sebagai kota baja, kota Cilegon memiliki ikon baru yaitu melon Apollo. Tanah dan iklim Cilegon sangat cocok untuk bertanam melon khususnya jenis Apollo. Menjaga dan mengembangkan identitas ikon tersebut tidak mudah karena perlu upaya keberlanjutan untuk mengembangkan rantai pasokan agrobisnis melon. Penelitian ini bertujuan melakukan analisa rantai pasokan melon, menganalisa sistem kelembagaan usaha tani melon saat ini, mengidentifikasi strategi dan model peningkatan kinerja rantai pasokan dan merumuskan strategi utama dalam peningkatan kinerja rantai pasokan buah Melon di kota Cilegon. Pengambilan data primer dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara, dan pengisian kuesioner. Obyek wawancara dan kuesioner adalah petani dan penyuluh pertanian. Data sekunder diperoleh dari studi literature, dokumentasi dinas pertanian dan BPS. Data dianalisa dengan metode analisis deskriptif, analisis SWOT, balanced scorecard dan metode pembobotan. Kesimpulan penelitian ini adalah : 1) Rantai pasok buah melon di kota Cilegon mempunyai struktur yang masih sangat sederhana yaitu petani memasarkan panenan melon ke distributor buah nasional dan sedikit yang langsung ke konsumen (online atau beli di tempat panen), 2) Para kelompok tani bergerak sendiri-sendiri tanpa ada sistem kelembagaan berupa gabungan kelompok tani, 3) Strategi yang dihasilkan melalui analisis SWOT sejumlah 12 alternatif strategi, 4) Model peningkatan kinerja mendasarkan pada empat perspektif balanced scorecard yaitu keuangan petani, pelanggan, proses agrobisnis dan pembelajaran petani, 5) Strategi yang proritas di dalam peningkatan kinerja rantai pasokan melon adalah penyusunan bentuk dan sistem kemitraan, peningkatan produksi panen melon dan pengembangan pasar dan pangsa pasar.
Analisa Perawatan pada Mesin Bubut dengan Pendekatan Reliability Centered Maintenance (RCM) Tri Joko Wibowo; Tb Syarif Hidayatullah; Ahmad Nalhadi
Jurnal Rekayasa Industri (JRI) Vol. 3 No. 2 (2021)
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/jri.v3i2.485

Abstract

PT. TDE adalah perusahaan manufaktur bergerak di bidang permesinan dan suku cadang. Mesin bubut adalah salah satu mesin yang digunakan pada proses produksi suku cadang dan sebagainya, Salah satu produk suku cadang adalah mechanical seal. Mesin bubut terdiri dari beberapa komponen yang sering mengalami breakdown sehingga mengakibatkan downtime. Penelitian ini bertujuan unutuk mengetahui tindakan perawatan yang optimal untuk komponen kritis pada mesin bubut CZ6232A dan memberikan usulan perawatan dengan pendekatan Reliability Centered Maintenance (RCM). RCM adalah sebuah pendekatan sistematis untuk mengevaluasi sebuah fasilitas dan sumber daya untuk menghasilkan reliability yang tinggi. Dari analisa RCM pada mesin bubut didapatkan Komponen yang memiliki risk priority number (RPN) terbesar yaitu bearing 360, stator 288 dan rotor 288 sehingga memerlukan strategi perawatan yang lebih tepat dibandingkan perawatan sebelumnya. Hasil pemilihan tindakan perawatan RCM terdapat 5 komponen dengan perawatan CD yaitu kipas pendingin, motor housing, bearing, main shaft dan drive pulley, terdapat 2 komponen dengan perawatan FF yaitu stator dan rotor dan terdapat 1 komponen dengan tindakan perawatan TD yaitu brush.
Peran Strategis Auditor Internal dalam melakukan Inovasi Proses Bisnis Tri Joko Wibowo
Jurnal INTECH Teknik Industri Universitas Serang Raya Vol. 1 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.42 KB) | DOI: 10.30656/intech.v1i1.151

Abstract

Perkembangan dunia industri menuntut setiap perusahaan untuk selalu memperbaharui proses bisnisnya. Perbaharuan secara radikal dapat menggunakan pendekatan business process reengineering (BPR). BPR merupakan kerangka pendekatan inovasi proses bisnis. Tujuan akhir dari BPR adalah mendapatkan kinerja perusahaan yang ekselen di masa depan. Kinerja ekselen tersebut ditunjukkan oleh kriteria Malcom Baldridge. Untuk mencapai kinerja ekselen di masa depan maka diadopsi metode Balanced Scorecard. Peran strategis auditor internal dalam BPR adalah melakukan pengukuran kinerja perusahaan pada saat ini yaitu pada saat perusahaan sedang merancang perubahan proses bisnis, turut menerjemahkan kriteria malcom baldridge ke dalam kerangka strategis balanced scorecard dan mengukur secara kontinu kriteria tolok ukur balanced scorecard
Perbaikan Kualitas Layanan dengan Pendekatan Servqual dan Importance Performance Analysis Rahman Manurung; Supriyadi Supriyadi; Tri Joko Wibowo
Jurnal INTECH Teknik Industri Universitas Serang Raya Vol. 2 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/intech.v2i1.861

Abstract

Customer satisfaction in the service sector is an important and decisive element in developing the company so that it still exists in the face of competition. Improving service to consumers is very important in an effort to increase customer satisfaction. The problems faced by companies today are inefficiencies in the service process caused by the amount of waste and non-value added activities that can harm the company, such as handling damage to slow piping, frequent complaints from customers, thus impacting consumer satisfaction. This study aims to identify the expectations or desires of consumers, the level of customer satisfaction with the quality of services and propose improvements to service quality based on priority improvements from the IPA diagram. This study, using questionnaires, interviews and observations in data collection. Research respondents were all representatives of consumers totaling 10 companies. Survey results are processed using validity and reliability, Servqual and Importance Performance Analysis (IPA) tests. The results showed that the level of customer satisfaction with the average service quality was still unsatisfactory. This is evidenced by the results of a negative gap obtained from all dimensions measured. To improve the quality of service can be done by fostering communication with the supplier (Pertamina) to make a special pipeline so that the flow of gas from the supplier is not divided with other distributors, making automatic control valve from the supplier, doing regular service, cooperation with other suppliers to back up gas when the supply from the main supplier is disrupted, and provides compensation for gas supply to consumers who experience gas supply shortages
Perancangan dan Penjadwalan pada Proyek Storage Tank dengan Metode Critical Path Method Kurniatullah Kurniatullah; Tri Joko Wibowo; Gerry Anugrah Dwiputra
Jurnal INTECH Teknik Industri Universitas Serang Raya Vol. 2 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/intech.v2i2.867

Abstract

These companies often experience difficulties caused by unscheduled and planned projects, material delays and lack of workforce for project work. From the problems that occur, this study aims to find activities that are critical trajectories for initial conditions and acceleration based on the Critical Path Method, to determine the difference in processing time from the initial conditions to acceleration conditions and to know the project cost advantages that occur between the initial conditions and conditions acceleration. CPM is a network-based method that uses a balance of time and cost. Each activity can be completed faster than regular time by crossing movements for a certain amount of charges. The method is used to find out when each event will begin and when it will be completed, data retrieval and research conducted. The results of the study showed that critical activity in the initial condition was for 253 days. While the acceleration activities of the total acceleration 208 days with 17 activities entered the critical path, from the results of these calculations the costs obtained from this project for the initial conditions were Rp 1,683,505,000, and the acceleration conditions were Rp 1,734,910,000.