Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Journal Industrial Servicess

Analisis Biaya dan Pengembalian Modal Investasi Pembelian Truck Trailer Studi Kasus di PT Iron Bird Pool Cikarang Tahun 2015 Made Irma Dwiputranti; Rizky Dwi Anggoro
Journal Industrial Servicess Vol 1, No 1 (2015): Oktober 2015
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v1i1.297

Abstract

PT.Iron Bird merupakan perusahaan yang bergerak dibidang jasa Trucking yaitu perusahaan yang melayani jasa penyewaan mobil truck untuk pengangkutan cargo atau container. Dalam melayani keinginan dan memenuhi kepuasaan customer PT Iron Bird juga memiliki beberapa kantor cabang dan salah satunya adalah kantor cabang di kawasan Cikarang Barat atau lebih sering disebut dengan Pool Cikarang. Pool Cikarang bertugas dalam melayani 6 customer yang salah satunya adalah Cikarang Dry Port (CDP). Kendala yang dialami di Pool Cikarang dalam melayani customer Cikarang Dry Port adalah sudah tuanya umur dari 20 truck yang digunakan untuk melayani kebutuhan pengangkutan dari pihak Cikarang Dry Port sehingga menyebabkan menjadi tidak optimalnya pelaksanaan order yang diberikan oleh pihak customer dikarenakan sering terjadinya kerusakan pada truck pada saat sedang melaksanakan order yang diberikan oleh pihak customer atau dikarenakan sulitnya mendapatkan spare part pada saat truck sedang melakukan perbaikan dan harus mengganti spare part yang mengakibatkan perbaikan truck menjadi terhambat dan membutuhkan waktu lama. Berdasarkan data tersebut maka penelitian ini akan melakukan analisis untuk pengadaan truck trailer di PT Iron Bird Pool Cikarang yang bertujuan untuk menganalisis pembelian truck baru yang akan dibeli oleh pihak PT Iron Bird. Analisis pengadaan truck trailer ini menggunakan dua metode yaitu metode penentuan Biaya Operasional Kendaraan (BOK) yang digunakan untuk mencari besarnya Biaya investasi pembelian truck dan mengetahui keuntungan yang akan didapatkan oleh perusahaan dan metode Payback Period (PPB) merupakan metode analisis keuangan dalam menentukan periode dari pengembalian modal investasi. Setelah melakukan analisa, pengadaan truck trailer ini membutuhkan biaya investasi awal sebesar sebesar Rp 2.850.971.000,00 dengan keuntungan Rp 2.636.195.100,00 per Tahun. Biaya investasi awal tersebut adalah hasil dari pertambahan antara biaya yang dihasilkan dari nilai jual 22 truck lama dan tambahan biaya investasi dari perusahaan, dan jumlah optimum untuk truck baru yang akan digunakan untuk customer Cikarang Dry Port adalah sebanyak 7 unit truck. Periode pengembalian dari biaya investasi untuk pembelian 7 mobil truck baru adalah selama 1 tahun. 
Penentuan Demand Dan Nilai Tambah Produk Industri Kreatif Pada Pasar Lokal Made Irma Dwiputranti; Adriyani Oktora; Dodi Permadi
Journal Industrial Servicess Vol 1, No 1 (2015): Oktober 2015
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v1i1.291

Abstract

Industri kreatif pada perkembangan terakhir menunjukan pertumbuhan yang signifikan lk 8% dari PDB. Pertumbuhan ini masih terkendala dengan berbagai faktor, salah satunya adalah permodalan. Namun aspek ini belum terpecahkan dengan baik walaupun sudah ada dukungan penuh pemerintah melalui kebijakan-kebijakan dan Inpres No.6/2009 (BN No. 7853 hal. IB - ISB) tentang Pengembangan Industri Kreatif. Hal ini disebabkan antara lain: 1) belum ada bentuk skema pembiayaan yang sesuai dengan industri kreatif; 2) jumlah komitmen penyaluran pinjaman oleh lembaga keuangan belum memadai kebutuhan usaha industri ini. 3) belum tersosialisasi dan terlaksana dengan baik. Kendala ini membutuhkan analisis lebih rinci tentang aspek yang paling dan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan industri kreatif. Penelitian ini dilakukan melalui analisis LFA (Logical framework approach) serta pendekatan Cluster industri dengan objek pada fashion dan desain yang merupakan industri kreatif cukup mapandi Kota Bandung. Luaran yang diharapkan antara lain: 1) Identifikasi Critical Success Factors pada industri kecil berbasiskan demand dan potensi lokalitas; 2) Terpetakannya model stimulus Pemodalan dan treatment terhadap Critical Success Factors (CSF); 3) Analisis nilai tambah produk berbasiskan demand dan pasar (lokal dan internasional); 4) Analisis kebijakan modal bagi industri kreatif secara umum (berdasarkan kebijakan pemerintah pusat dan daerah). 
Pengendalian Persediaan Drop Cable Aerial G.657 2SC/UPC 35M untuk Proyek Instalasi Kabel Rumah dengan Model Probabilistik Sederhana (Studi Kasus di PT Industri Telekomunikasi Indonesia) Made Irma Dwiputranti; Maria Devi Sinaga
Journal Industrial Servicess Vol 1, No 1 (2015): Oktober 2015
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v1i1.303

Abstract

PT. Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) atau PT. INTI adalah Badan Usaha milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang telekomunikasi. PT. INTI berperan sebagai pemasok utama pembangunan jaringan telepon nasional yang diselenggarakan oleh perusahaan telekomunikasi di Indonesia. Masalah yang sering dialami oleh PT INTI adalah tidak sesuainya jumlah pengadaan dengan permintaan user yang menyebabkan penumpukan atau kekurangan barang di Gudang. Salah satu Material yang mengalami penumpukan adalah Drop Cable Aerial G.657 2SC/UPC 35M yaitu salah satu material yang dibutuhkan untuk proyek Instalasi Kabel Rumah (IKR). Oleh karena itu, untuk meminimalisir terjadinya penumpukan Drop Cable Aerial G.657 2SC/UPC 35M, penulis merekomendaikan sebuah penelitian untuk memecahkan permasalahan tersebut dengan menggunakan metode Probabilistik Sederhana. Metode Probabilistik Sederhanan adalah metode yang digunakan untuk mengendalikan persediaan dengan data permintaan yang fluktuatif dimana informasi yang diketahui hanya pola permintaan saja yaitu harga rata-rata, simpangan baku, dan bentuk distribusi kemungkinan permintaannya. Sebelum menggunakan Metode Probabilistik Sederhana, perlu diketahui terlebih dahulu peramalan permintaan untuk masa yang akan datang agar hasil perhitungan bisa diterapkan untuk periode berikutnya. Berdasarkan metode yang digunakan di dalam penelitian ini diketahui bahwa ukuran lot pemesanan ekonomis adalah sebesar 12.189 unit per sekali pemesanan, safety stock sebesar 406 unit, pemesanan ulang dilakukan setelah sisa persediaan digudang sebesar 2.940 unit. Dari hasil perhitungan menggunakan Probabilistik sederhana ini diketahui tingkat pelayanan yang dapat dicapai adalah sebesar 99,7%. Penerapan perhitungan dengan menggunakan metode ini juga mampu mengurangi biaya inventori per tahun sebesar Rp. 49.679.210,5.