Sutedja, D.A Gladysia Sistadanta Kurnia Dewi
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Impact of Brand Awareness, Perceived Quality, and Brand Associations on Female Consumers' Repurchase Intention in the Fashion Industry Laksmana, I Nyoman Hendra; Sutedja, D.A Gladysia Sistadanta Kurnia Dewi
JUSTBEST Journal of Sustainable Business and Management Vol. 5 No. 1 (2025): Journal of Sustainable Business and Management
Publisher : Global Researcher Network

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52432/justbest.5.1.1-9

Abstract

The fashion industry in Indonesia, especially in Badung Regency, Bali, faces challenges in maintaining consumer loyalty amidst intense competition. One way to maintain loyalty is to understand the factors that influence consumer repurchase intention. This study aims to analyze the effect of brand awareness, perceived quality, and brand associations on repurchase intention in women who use fashion products. A quantitative approach was used with a descriptive correlational research design. Data were collected through questionnaires distributed to 96 respondents, and multiple regression analysis was conducted using SPSS. The results showed that all independent variables, namely brand awareness, perceived quality, and brand associations, had a positive and significant effect on repurchase intention. Among the three variables, perceived quality had the greatest influence. These findings indicate that fashion companies need to strengthen brand awareness, maintain product quality, and create positive brand associations to increase consumer loyalty and encourage repeat purchases. This study contributes to the development of consumer behavior and brand equity theories, as well as providing practical recommendations for companies in designing more effective marketing strategies.
Analisis Kondisi Lembaga Keuangan Non Bank di Bali Sutedja, D.A Gladysia Sistadanta Kurnia Dewi; Dwiputranti, Made Irma; Sudama, I Made
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 2 (2025): Mei - Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i2.1028

Abstract

Lembaga keuangan non-bank (LKNB) yang dimiliki oleh masyarakat Bali memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung perekonomian masyarakat, terutama bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM). Salah satu bentuk LKNB yang paling dikenal dan berkembang pesat di Bali adalah Lembaga Perkreditan Desa (LPD). Selain LPD, koperasi simpan pinjam juga menjadi lembaga keuangan non-bank yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat Bali. Koperasi seperti Koperasi Krama Bali dan koperasi lainnya memberikan pinjaman dengan bunga yang lebih rendah dibandingkan bank, serta menawarkan layanan keuangan yang lebih fleksibel bagi anggotanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kondisi lembaga keuangan non bank yang dimiliki oleh masyarakat bali. Sehingga kita bisa mengetahui seberapa besar lembaga keuangan ini dapat membantu UMKM dalam menjalankan dan mengembangkan usaha mereka. Peneliti menggunakan metode penelitian Literature Review (LR) bertujuan untuk memetakan penelitian terdahulu tentang Lembaga keuangan non bank. Kearifan lokal, seperti Lembaga Perkreditan Desa (LPD) milik desa pekraman memiliki peran sangat strategis dalam penanggulangan kemiskinan melalui peningkatan fungsi sosialnya. Peningkatan fungsi sosial ini tidak saja dapat menguatkan tujuan LPD yaitu peningkatan kesejahteraan angota, tetapi juga meningkatkan komitmen dan kebersamaan para anggota terhadap LPD dan antar anggota. Koperasi mempunyai ciri-ciri demokrasi ekonomi, yaitu kegiatan perekonomian diatur oleh rakyat, dilaksanakan oleh rakyat, dan ditujukan untuk kesejahteraan rakyat.. LKNB menunjukkan ketahanan yang cukup baik berkat dukungan budaya dan sistem sosial masyarakat Bali, meskipun menghadapi tantangan dalam hal profesionalisme pengelolaan, transparansi, dan digitalisasi layanan. Di sisi lain, LKNB di Bali menunjukkan perkembangan yang bervariasi, sebagian besar masih menghadapi kendala manajerial, permodalan, serta rendahnya literasi keuangan anggota.