Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Dedikasi

PERBAIKAN PROSES PRODUKSI DAN PEMANFAATAN SERAT KELAPA SEBAGAI PENGGANTI SERAT KAIN PADA INDUSTRI KECIL PEMBUATAN ASBES (STUDI KASUS PADA INDUSTRI KECIL PEMBUATAN ASBES DI KABUPATEN MALANG) Jufri, Moh.; Mubin, Ahmad; Subekhi, Nur
Jurnal Dedikasi Vol 4 (2007): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.503 KB) | DOI: 10.22219/dedikasi.v4i0.877

Abstract

Peranan Usaha Kecil dan Menengah (UKM} dalam menunjang pembangunandaerah adalah sangat besar. Untuk itu, pemberdayaan UKM termasuk para pengrajinPembuatan Asbes haruslah terus dilakukan yaitu dengan cara penerapan teknologi, baikteknologi proses maupun desain produk, sehingga dapat meningkatkan kualitas, kualitasdan daya saingnya.Teknologi Proses yang digunakan oleh para pembuatan Asbes selama ini masihkonvensional secara turun temurun, demikian pula desainnya belum borientasi padapasar, sehingga kualitas produk yang dihasilkan tidak mampu bersaing terutama denganproduk sejenis yang dihasilkan oleh industri yang sudah rnenggunakan teknologimodern.Pemilihan Pembuatan Asbes "Internit MIKO" sebagai lokasi kegiatan pengabdiankarena dilihat dari posisi dan tempat yang strategis untuk pengembangan usaha di masayang akan datang. Hal inilah yang mendorong diadakannya kegiatan pengabdian untukpengembangan produk Asbes tersebut agar menjadi lebih maju dan mapan. Harapanlebih jauh lagi bisa menjadi perusahaan yang menghasilkan produk Asbes yang mempunyaikualitas yang baik.Dari hasil monitoring terhadap keberhasilan penerapan Iptek terlihat bahwa telahada peningkatan, misalnya pengrajin sudah mampu memilih alternative pengganti bahanbaku yang baik, melakukan urutan proses produksi dengan benar, memperkirakancampuran serat kelapa dengan arah serat dengan baik sehingga bahan baku tidak sampaiberlebih, dan ada peningkatan dalam memilih bahan alternatifselain kain. Peningkatanketahanan banding produk hasil penerapan Iptek dengan sebelumnya yaitu sebesar2,5%. Dalam hal pengembangan desain produk, sudah ada peningkatan yaitu mampumembuat desain sesuai keinginan pemesan atau konsumen dan mampu memberikanalternatif desain yang menarik dengan kombinasi antara desain Asbes (internit) yang dibuat dengan aksesoris rumah sesuai model Gibs dan warna dasar asbes sudah bisa menyesuaikan dengan warna cat rumah. Dari sisi penangangan order, pengrajin sudahmampu membuat sketsa gambar pesanan lengkap, perkiraan waktu penyelesaiannya, danmenentukan komponen biaya yang meliputi; biaya bahan baku (utama dan pendukung),biaya tenaga kerja, dan biaya operasional lainnya. Kata Kunci : Serat Kelapa, Asbes.
Perbaikan Proses Produksi dan Pengem,bangan Desain Produk Pisai Pandai Besi Mubin, Ahmad; Subeki, Nur; Jufri, Moh.
Jurnal Dedikasi Vol 3 (2006): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1410.669 KB) | DOI: 10.22219/dedikasi.v3i0.882

Abstract

Peranan Usaha Kecil  dan Menengah (UKM) dalam menunjang pembengunan daerah adalah sangat besar. untuk itu, pemberdayaan ukm termasuk pengrajin pandai besi haruslah terus dilakukan yaitu dengan cara penerapan teknologi, baik teknologi proses maupun desain produk, sehingga dapat meningkatkan kuantitas, kualitas dan daya saingnya.Teknologi proses yang digunakan oleh para pengrajin pandai besi selama ini masih konversional secara turun menurun, demikian pula desain belum berorientasi pada pasar, sehingga kualitas produk yang dihasilkan oleh  industri yang sudah menggunakan teknologi modrenPemilihan pandai besi "Soli A" sebagai lokasi kegiatan pengabdian karena dilihat dari posisi pandai besi tersebut menunjukan tempat yang strategis untuk pengembagan usaha dimasa yang akan datang. hal inilah yang mendorong diadakanya kegiatan pengabdian untuk mengembangkan pandai besi tersebut agar menjadi lebih maju dan mapan. harapan lebih jauh menjadi perusahaan yang menghasilkan produk peralatan rumah tangga dan pertanian.dari hasil monitoring terhadap keberhasilan penerapan Iptek terlihat bahwa telah ada peningkatan, misalnya pengrajin sudah mampu memilih bahan baku yang baik, melakukan urutan proses produksi dengan benar, memperkirakan temperatur pemanasan dengan baik sehingga bahan baku tidak sampai mencair, dan ada peningkatan dalam memilih media pendingin. peningkatan ketahanan korosi produk hasil penerapan Iptek dengan sebelumnya yaitu sebesar 2,5 %, sedangkan nilai kekerasanya meningkat 1,8% dari sebelumnya. dalam hal pengembagan desain produk, sudah ada peningkatan yaitu mampu membuat desain sesuai keinginan pemesan atau konsumen dan mampu memberikan alternatif desain yang menarik desain dengan kombinasi antara pegangan (garan) dan bahan pisau yang serasi. dari sisi penangan order, pengrajin sudah mampu membuat sketsa gambar pesanan lengkap dengan ukuran, perkiraan waktu penyelesaiannya , dan menentukan komponen biaya yang meliputi biaya bahan baku (utama dan pendukung), biaya tenaga kerja, dan biaya oprasional lainya Kata Kunci : Proses Produksi, Desain Produk, Pisau, UKM