Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Jurnal Keperawatan

KRISIS HIPERTENSI Herlianita, Risa
Jurnal Keperawatan Vol 1, No 2 (2010): Juli
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.869 KB) | DOI: 10.22219/jk.v1i2.408

Abstract

KRISIS HIPERTENSIHypertensive CrisesRisa HerlianitaProgram Studi Diploma III Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah MalangJl. Bendungan Sutami 188A Malang 65145Email: ns.risa.liani@gmail.comABSTRAKHipertensi merupakan penyebab utama kematian dan menjadi faktor risiko utama untuk jantung, otak, penyakit ginjal dan vaskular. Hipertensi yang terkontrol akan menurunkan komplikasi akibat kerusakan organ akhir. Komite Nasional 7 (JNC 7) pada pencegahan, deteksi, evaluasi dan pengobatan tekanan darah, tinggi 2003 derajat hipertensi dapat diklasifikasikan ke dalam pra-hipertensi (120-139/80-89), hipertensi tahap 1 (140-159 / 90-99 mmHg) dan hipertensi tahap 2 (tekanan sistolik 160 mmHg atau tekanan diastolik 100 mmHg). Krisis hipertensi dapat diklasifikasikan menjadi hipertensi emergensi dan urgensi. Hipertensi biasanya selalu memiliki hubungan dengan kelainan aktivitas simpatik, meningkatkan resistensi pembuluh darah perifer (SVR) atau meningkat keduanya. Tapi penyebab paling umum dari hipertensi adalah meningkatkan resistensi pembuluh darah perifer. Pasien dengan hipertensi cenderung memiliki ketidakstabilan haemodinamik. Pemantauan terbaik untuk pasien dengan hipertensi adalah dengan menggunakan agen antihipertensi yang sesuai. Manajemen asuhan keperawatan pasien hipertensi akan menurunkan angka kesakitan dan kematian.Kata kunci: krisis hipertensi, hipertensi emergensi, hipertensi urgensiABSTRACTHypertension is a leading cause of death and become major risk factor for cardiac, cerebral, renal and vascular disease. Aggressive controlled hypertension will decrease complications due to the damage of end organs. The National Committee 7 (JNC 7) on prevention, detection, evaluation and treatment of high blood pressure 2003, degree of hypertension can be classified into pre-hypertension (120-139/80-89), hypertension stage 1 (140-159/90-99 mmHg) and hypertension stage 2 (systolic pressure 160 mmHg or diastolic pressure 100 mmHg). Hypertensive crises can be classified into emergency hypertension and urgency hypertension. Usually hypertension always has association with abnormality of sympathetic activity, increasing the pheripheral vascular resistance (SVR) or increasing both of them. But the most common cause of hypertension is increasing the pheripheral vascular resistance. Patient with hypertension incline to have instability haemodinamic. The best monitoring for patient with hypertension is by using suitable antihypertensive agents. Excellent nursing care management of hypertension patients will decrease morbidity and mortality rate.Keywords: hypertensive crises, hyspertensive emergencies, hypertensive urgency
ANALISIS PENGETAHUAN KONSEP DISCHARGE PLANNING MAHASISWA KEPERAWATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG Pratiwi, Indah Dwi; Herlianita, Risa
Jurnal Keperawatan Vol 1, No 2 (2010): Juli
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.297 KB) | DOI: 10.22219/jk.v1i2.401

Abstract

ANALISIS PENGETAHUAN KONSEP DISCHARGE PLANNING MAHASISWA KEPERAWATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANGDischarge Planning Concept Knowledge Analysis Amongst Nursing Students of Muhammadiyah University of MalangIndah Dwi PratiwiProgram Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah MalangJl. Bendungan Sutami 188A Malang 65145e-mail: indah3_pratiwi@yahoo.comABSTRAKDischarge planning adalah suatu proses dimulainya pasien mendapatkan pelayanan kesehatan yang diikuti dengan kesinambungan perawatan baik dalam proses penyembuhan maupun dalam mempertahankan derajat kesehatannya sampai pasien merasa siap untuk kembali ke lingkungannya. Discharge planning bertujuan untuk meningkatkan kontinuitas perawatan, meningkatkan kualitas perawatan dan memaksimalkan manfaat sumber pelayanan kesehatan. Discharge planning dapat mengurangi hari perawatan pasien, mencegah kekambuhan, meningkatkan perkembangan kondisi kesehatan pasien dan menurunkan beban perawatan pada keluarga dapat dilakukan melalui discharge planning. Menerapkan suatu ilmu, dibutuhkan pengetahuan tentang ilmu tersebut karena pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat penting dalam membentuk tindakan seseorang. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengetahuan dan tingkat pengetahuan konsep discharge planning mahasiswa keperawatan Universitas Muhammadiyah Malang. Metode penelitian ini adalah dengan menggunakan metode penelitian deskriptif analitik. Hasil analisis statistik didapatkan bahwa pengetahuan mahasiswa keperawatan tentang konsep discharge planning menunjukkan bahwa seluruh responden termasuk dalam pengetahuan yang kurang yaitu sebanyak 100%. Tingkat pengetahuan mahasiswa sebagian besar berada pada ranah pengetahuan: tahu (pada soal nomor 1 sebanyak 93,8%), paham (pada soal nomor 10 sebanyak 98,8%) dan seluruh responden masih belum bisa mengerjakan soal pada ranah pengetahuan aplikasi, analisis, dan sintesis. Kesimpulan dari penelitian ini disarankan untuk memasukkan materi discharge planning dalam materi perkuliahan di mana dapat menyempurnakan materi proses dan dokumentasi keperawatan yang telah didapatkan dan dapat juga mengaplikasikan dan menekankan penerapan discharge planning pada masing-masing mata kuliah keperawatan yang diampu.Kata kunci: discharge planning, pengetahuanABSTRACTDischarge planning is a process which is start when the patient got a health care that followed by continuity of care not only in a healing process but also in maintaining their health degree until they are prepare returning on their neighborhood. The aim of discharge planning is to increase the continuity of care, to improve quality of care and to maximize the advantage of health care resources. It also reducing patient day of care, improving patient health condition and lessen family burden on health care cost. By applying science, it needs knowledge because knowledge or cognitive is an important domain in composing ones attitude. The purpose of this research is to analyze knowledge about discharge planning concept amongst nursing student of Muhammadiyah University. The method of this research is analytic descriptive study. From this research, it can be inferred that the nursing student knowledge about discharge planning concept was poor (100%). Whereas, student knowledge degree was in level of know (93,8%); comprehend (98,8%) and all the respondents were still couldn’t complete the questions on application, analysis and synthetic level. Our recommendation for all the lecturer are to include discharge planning topic on their subject which can completing nursing process and documentation; they also can apply the use of discharge planning in every nursing subject.Keywords: discharge planning, knowledge
PEER ASSESSMENT DALAM OSCE UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI KETERAMPILAN KEGAWATDARURATAN Herlianita, Risa; Dwi Pratiwi, Indah
Jurnal Keperawatan Vol 3, No 2 (2012): Juli
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.83 KB) | DOI: 10.22219/jk.v3i2.2597

Abstract

PEER ASSESSMENT DALAM OSCE UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI KETERAMPILAN KEGAWATDARURATAN Peer Assessment In “OSCE” to Improve Practical Competance in EmergencyRisa Herlianita1 & Indah Dwi Pratiwi21&2Jl. MT. Haryono XI/ 449 Dinoyo Malang Ns.risa.liani@gmail.comAbstrakDi dalam pendidikan kesehatan dikenal berbagai macam metode evaluasi. Dalam melakukan evaluasi pencapaian kompetensi keterampilan klinik diperlukan penilaian sampai tingkat shows how dan does. OSCE dapat mengukur kompetensi mahasiswa tidak hanya kemampuan kompetensi kognitif tetapi kompetensi yang akan dicapai akan komprehensif. Penelitian ini berawal dari permasalahan yaitu metode evaluasi keterampilan klinik pada mata kuliah Keperawatan Gawat Darurat I yang selama ini digunakan hanya berfokus pada prosedur klinik sehingga kompetensi mahasiswa belum dapat dicapai secara komprehensif. Data nilai ujian praktikum mahasiswa keperawatan Tahun Akademik 2009/2010 menunjukkan 60, 76% dari total 104 mahasiswa tidak lulus dengan nilai rata-rata 68. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kompetensi mahasiswa PSIK FIKES UMM pada keterampilan kegawatdaruratan melalui penerapan metode OSCE dengan pendekatan peer assessment. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan (action research). Penelitian ini terdiri dari siklus I dan II. Prosentase kelulusan pada siklus I yaitu 62,96% sedangkan siklus II mencapai 77,78%. Data selanjutnya dianalisis secara statistik dengan melakukan uji t test satu sampel terikat. Dari uji tersebut didapatkan nilai p-value = 0.540679 dengan ± = 0.05, maka dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat peningkatan yang sangat signifikan dari kompetensi klinik kegawatdaruratan mahasiswa dengan pelaksanaan peer assessment pada OSCE.Kata Kunci: Kompetensi, Keterampilan Klinik, Peer Assessment, OSCEABSTRACTThere are many kinds of evaluation methods in health education institution. Evaluating clinical skills competency needs an assessment in shows how and does level. OSCE can measure student’s competency not only cognitive competency but also the competency will achieved comprehensively. This research is conducted when there was a problem in achieving student’s competency in Emergency Nursing I subject. The previous evaluation methods only focused in clinical procedures. Data on the academic year 2009/2010 showed that 60, 76% from 104 students can not pass the minimum requirement of minimum completeness criteria with score average 68. The aim of the research is increasing student’s competency, especially in emergency skills through appliying peer assessment on OSCEs. The research methods using qualitative approach. Research design is action research. It consist of 2 cycle; The first cycle and second one. The percentage at the first cycle gain 62,96%, next at the second cycle gain 77,78%. Then, data is analyzed statistically using one-tail t-test. The results is p-value = 0.540679 with ± = 0.05. It can be conclude that there is a sharply increase in student’s competency through OSCE with peer assessment approach.Keyword: Competency, Clinical Skill, Peer Assessment, OSCE
ANALISIS PENGETAHUAN KONSEP DISCHARGE PLANNING MAHASISWA KEPERAWATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG Indah Dwi Pratiwi; Risa Herlianita
Jurnal Keperawatan Vol. 1 No. 2 (2010): Juli
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (724.305 KB) | DOI: 10.22219/jk.v1i2.401

Abstract

ANALISIS PENGETAHUAN KONSEP DISCHARGE PLANNING MAHASISWA KEPERAWATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANGDischarge Planning Concept Knowledge Analysis Amongst Nursing Students of Muhammadiyah University of MalangIndah Dwi PratiwiProgram Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah MalangJl. Bendungan Sutami 188A Malang 65145e-mail: indah3_pratiwi@yahoo.comABSTRAKDischarge planning adalah suatu proses dimulainya pasien mendapatkan pelayanan kesehatan yang diikuti dengan kesinambungan perawatan baik dalam proses penyembuhan maupun dalam mempertahankan derajat kesehatannya sampai pasien merasa siap untuk kembali ke lingkungannya. Discharge planning bertujuan untuk meningkatkan kontinuitas perawatan, meningkatkan kualitas perawatan dan memaksimalkan manfaat sumber pelayanan kesehatan. Discharge planning dapat mengurangi hari perawatan pasien, mencegah kekambuhan, meningkatkan perkembangan kondisi kesehatan pasien dan menurunkan beban perawatan pada keluarga dapat dilakukan melalui discharge planning. Menerapkan suatu ilmu, dibutuhkan pengetahuan tentang ilmu tersebut karena pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat penting dalam membentuk tindakan seseorang. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengetahuan dan tingkat pengetahuan konsep discharge planning mahasiswa keperawatan Universitas Muhammadiyah Malang. Metode penelitian ini adalah dengan menggunakan metode penelitian deskriptif analitik. Hasil analisis statistik didapatkan bahwa pengetahuan mahasiswa keperawatan tentang konsep discharge planning menunjukkan bahwa seluruh responden termasuk dalam pengetahuan yang kurang yaitu sebanyak 100%. Tingkat pengetahuan mahasiswa sebagian besar berada pada ranah pengetahuan: tahu (pada soal nomor 1 sebanyak 93,8%), paham (pada soal nomor 10 sebanyak 98,8%) dan seluruh responden masih belum bisa mengerjakan soal pada ranah pengetahuan aplikasi, analisis, dan sintesis. Kesimpulan dari penelitian ini disarankan untuk memasukkan materi discharge planning dalam materi perkuliahan di mana dapat menyempurnakan materi proses dan dokumentasi keperawatan yang telah didapatkan dan dapat juga mengaplikasikan dan menekankan penerapan discharge planning pada masing-masing mata kuliah keperawatan yang diampu.Kata kunci: discharge planning, pengetahuanABSTRACTDischarge planning is a process which is start when the patient got a health care that followed by continuity of care not only in a healing process but also in maintaining their health degree until they are prepare returning on their neighborhood. The aim of discharge planning is to increase the continuity of care, to improve quality of care and to maximize the advantage of health care resources. It also reducing patient day of care, improving patient health condition and lessen family burden on health care cost. By applying science, it needs knowledge because knowledge or cognitive is an important domain in composing ones attitude. The purpose of this research is to analyze knowledge about discharge planning concept amongst nursing student of Muhammadiyah University. The method of this research is analytic descriptive study. From this research, it can be inferred that the nursing student knowledge about discharge planning concept was poor (100%). Whereas, student knowledge degree was in level of know (93,8%); comprehend (98,8%) and all the respondents were still couldn’t complete the questions on application, analysis and synthetic level. Our recommendation for all the lecturer are to include discharge planning topic on their subject which can completing nursing process and documentation; they also can apply the use of discharge planning in every nursing subject.Keywords: discharge planning, knowledge
KRISIS HIPERTENSI Risa Herlianita
Jurnal Keperawatan Vol. 1 No. 2 (2010): Juli
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.869 KB) | DOI: 10.22219/jk.v1i2.408

Abstract

KRISIS HIPERTENSIHypertensive CrisesRisa HerlianitaProgram Studi Diploma III Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah MalangJl. Bendungan Sutami 188A Malang 65145Email: ns.risa.liani@gmail.comABSTRAKHipertensi merupakan penyebab utama kematian dan menjadi faktor risiko utama untuk jantung, otak, penyakit ginjal dan vaskular. Hipertensi yang terkontrol akan menurunkan komplikasi akibat kerusakan organ akhir. Komite Nasional 7 (JNC 7) pada pencegahan, deteksi, evaluasi dan pengobatan tekanan darah, tinggi 2003 derajat hipertensi dapat diklasifikasikan ke dalam pra-hipertensi (120-139/80-89), hipertensi tahap 1 (140-159 / 90-99 mmHg) dan hipertensi tahap 2 (tekanan sistolik 160 mmHg atau tekanan diastolik 100 mmHg). Krisis hipertensi dapat diklasifikasikan menjadi hipertensi emergensi dan urgensi. Hipertensi biasanya selalu memiliki hubungan dengan kelainan aktivitas simpatik, meningkatkan resistensi pembuluh darah perifer (SVR) atau meningkat keduanya. Tapi penyebab paling umum dari hipertensi adalah meningkatkan resistensi pembuluh darah perifer. Pasien dengan hipertensi cenderung memiliki ketidakstabilan haemodinamik. Pemantauan terbaik untuk pasien dengan hipertensi adalah dengan menggunakan agen antihipertensi yang sesuai. Manajemen asuhan keperawatan pasien hipertensi akan menurunkan angka kesakitan dan kematian.Kata kunci: krisis hipertensi, hipertensi emergensi, hipertensi urgensiABSTRACTHypertension is a leading cause of death and become major risk factor for cardiac, cerebral, renal and vascular disease. Aggressive controlled hypertension will decrease complications due to the damage of end organs. The National Committee 7 (JNC 7) on prevention, detection, evaluation and treatment of high blood pressure 2003, degree of hypertension can be classified into pre-hypertension (120-139/80-89), hypertension stage 1 (140-159/90-99 mmHg) and hypertension stage 2 (systolic pressure 160 mmHg or diastolic pressure 100 mmHg). Hypertensive crises can be classified into emergency hypertension and urgency hypertension. Usually hypertension always has association with abnormality of sympathetic activity, increasing the pheripheral vascular resistance (SVR) or increasing both of them. But the most common cause of hypertension is increasing the pheripheral vascular resistance. Patient with hypertension incline to have instability haemodinamic. The best monitoring for patient with hypertension is by using suitable antihypertensive agents. Excellent nursing care management of hypertension patients will decrease morbidity and mortality rate.Keywords: hypertensive crises, hyspertensive emergencies, hypertensive urgency
PEER ASSESSMENT DALAM OSCE UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI KETERAMPILAN KEGAWATDARURATAN Risa Herlianita; Indah Dwi Pratiwi
Jurnal Keperawatan Vol. 3 No. 2 (2012): Juli
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.83 KB) | DOI: 10.22219/jk.v3i2.2597

Abstract

PEER ASSESSMENT DALAM OSCE UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI KETERAMPILAN KEGAWATDARURATAN Peer Assessment In “OSCE” to Improve Practical Competance in EmergencyRisa Herlianita1 & Indah Dwi Pratiwi21&2Jl. MT. Haryono XI/ 449 Dinoyo Malang Ns.risa.liani@gmail.comAbstrakDi dalam pendidikan kesehatan dikenal berbagai macam metode evaluasi. Dalam melakukan evaluasi pencapaian kompetensi keterampilan klinik diperlukan penilaian sampai tingkat shows how dan does. OSCE dapat mengukur kompetensi mahasiswa tidak hanya kemampuan kompetensi kognitif tetapi kompetensi yang akan dicapai akan komprehensif. Penelitian ini berawal dari permasalahan yaitu metode evaluasi keterampilan klinik pada mata kuliah Keperawatan Gawat Darurat I yang selama ini digunakan hanya berfokus pada prosedur klinik sehingga kompetensi mahasiswa belum dapat dicapai secara komprehensif. Data nilai ujian praktikum mahasiswa keperawatan Tahun Akademik 2009/2010 menunjukkan 60, 76% dari total 104 mahasiswa tidak lulus dengan nilai rata-rata 68. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kompetensi mahasiswa PSIK FIKES UMM pada keterampilan kegawatdaruratan melalui penerapan metode OSCE dengan pendekatan peer assessment. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan (action research). Penelitian ini terdiri dari siklus I dan II. Prosentase kelulusan pada siklus I yaitu 62,96% sedangkan siklus II mencapai 77,78%. Data selanjutnya dianalisis secara statistik dengan melakukan uji t test satu sampel terikat. Dari uji tersebut didapatkan nilai p-value = 0.540679 dengan ± = 0.05, maka dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat peningkatan yang sangat signifikan dari kompetensi klinik kegawatdaruratan mahasiswa dengan pelaksanaan peer assessment pada OSCE.Kata Kunci: Kompetensi, Keterampilan Klinik, Peer Assessment, OSCEABSTRACTThere are many kinds of evaluation methods in health education institution. Evaluating clinical skills competency needs an assessment in shows how and does level. OSCE can measure student’s competency not only cognitive competency but also the competency will achieved comprehensively. This research is conducted when there was a problem in achieving student’s competency in Emergency Nursing I subject. The previous evaluation methods only focused in clinical procedures. Data on the academic year 2009/2010 showed that 60, 76% from 104 students can not pass the minimum requirement of minimum completeness criteria with score average 68. The aim of the research is increasing student’s competency, especially in emergency skills through appliying peer assessment on OSCEs. The research methods using qualitative approach. Research design is action research. It consist of 2 cycle; The first cycle and second one. The percentage at the first cycle gain 62,96%, next at the second cycle gain 77,78%. Then, data is analyzed statistically using one-tail t-test. The results is p-value = 0.540679 with ± = 0.05. It can be conclude that there is a sharply increase in student’s competency through OSCE with peer assessment approach.Keyword: Competency, Clinical Skill, Peer Assessment, OSCE