Muhammad Ilham Bakhtiar, Muhammad Ilham
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Integrasi Project-Based Learning (PjBL) dan Adversity Quotient dalam Meningkatkan Kesiapan Berwirausaha: Analisis Bibliometrik dan Systematic Literature Review Bakhtiar, Muhammad Ilham; Rosida, Vivi; Haruna, Hasisa; Satriadi, Satriadi; Syam, Suehartono; Verdian, Aldi Huda
Publikasi Pendidikan Vol 15, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/publikan.v15i3.76928

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis tren dan arah penelitian terkait Project-Based Learning (PjBL) dalam pendidikan kewirausahaan yang terindeks di Scopus. Secara khusus, tujuan penelitian meliputi: (1) mengidentifikasi tren publikasi PjBL dalam pendidikan kewirausahaan sepuluh tahun terakhir, (2) menelusuri perkembangan tren penelitian periode 2003–2025, (3) memetakan topik dominan dalam kajian PjBL dan kewirausahaan, (4) mengeksplorasi keterbatasan serta peluang riset masa depan, dan (5) merumuskan kerangka konseptual integrasi PjBL dan Adversity Quotient (AQ) dalam membentuk kompetensi kewirausahaan yang tangguh dan adaptif. Metode penelitian menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan pedoman PRISMA berbasis data Scopus yang menghasilkan 221 terbitan 2003-2025 sebagai artikel awal. Setelah penyaringan dengan kriteria inklusi–eksklusi, kemudian Analisis bibliometris menggunakan aplikasi RStudi , OpenRefine dan Biblioshny. Hasil penelitian menunjukkan tren publikasi meningkat signifikan sejak 2015 dan mencapai puncak pada 2024. Tema penelitian berevolusi dari fokus manajemen proyek ke integrasi pengalaman nyata, keterampilan abad ke-21, digitalisasi, Ethno-STEM, hingga self-efficacy sebagai landasan teoritis. Tantangan masih terlihat pada minimnya integrasi social enterprise, startup, dan kolaborasi global, terutama di negara berkembang. Namun, peluang riset terbuka pada inovasi digital, kurikulum berbasis proyek, serta perluasan jejaring internasional. Secara konseptual, integrasi PjBL dan AQ berpotensi membentuk kompetensi kewirausahaan kreatif, resilien, dan adaptif, relevan dengan tantangan pendidikan abad ke-21. 
Pendekatan Deep Learning dalam Bimbingan dan Konseling untuk Meningkatkan Kemandirian Belajar Bagi PC ABKIN Kabupaten Takalar Saman, Abdul; Bakhtiar, Muhammad Ilham; Muhammad Amir
CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Ilin Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/caradde.v8i2.3247

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan Guru Bimbingan dan Konseling (BK) dalam menerapkan pendekatan Deep Learning melalui layanan konseling di sekolah, khususnya dalam upaya memperkuat kemandirian belajar siswa pada Guru- BK yang tergabung PC ABKIN Kab Takalar. Metode Kegiatan dilaksanakan menggunakan desain Participatory Action Research (PAR) yang bersifat kolaboratif dan berfokus pada partisipasi aktif mitra, dengan tahapan dimulai dari tahap koordinasi dan sosialisasi, tahap pelatihan melalui ceramah, diskusi, dan simulasi, Tahap penerapan teknik Deep Learning dalam praktik konseling, Tahap pendampingan serta evaluasi serta tahap perencanaan keberlanjutan program, Data dikumpulkan melalui angket dan analisis persentase. Hasil program menunjukkan bahwa pelatihan ini sangat relevan dan dibutuhkan oleh mitra, tercermin dari tingginya kebutuhan peserta terhadap materi Deep Learning (73,5%) serta peningkatan pemahaman yang signifikan (61,8% kategori tinggi). Selain itu, 64,7% peserta menilai bahwa materi pelatihan memiliki relevansi sangat tinggi dengan permasalahan nyata di sekolah, sehingga pendekatan ini dapat menjadi inovasi efektif untuk menghadapi kompleksitas permasalahan siswa. Penerapan teknik Meaningful, Mindful, dan Joyful Learning juga terbukti meningkatkan kemampuan peserta dalam merancang layanan BK yang lebih kreatif, kontekstual, dan berorientasi pada penguatan kemandirian belajar. Secara keseluruhan, PKM ini menyimpulkan bahwa pelatihan Deep Learning dalam konseling mampu memperkuat kompetensi profesional guru BK dan memberikan dampak positif terhadap peningkatan mutu layanan BK di sekolah.