Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

UJI EFEKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL 70 %, EKSTRAK DAN ISOLAT SENYAWA FLAVONOID DALAM UMBI BINAHONG (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) Rizkia, Putri; Jannah, Akyunul; Hasanah, Hafidatul
ALCHEMY ALCHEMY (Vol.3, No.2
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology UIN Maulana Malik Ibrahim Malan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.891 KB) | DOI: 10.18860/al.v0i1.2917

Abstract

Tanaman Binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) diketahui memiliki potensi sebagai antioksidan. Salah satunya bagian umbi tanaman binahong. Sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Asy Syu’Araa’; 7, QS. Thaha; 53 dan QS. Luqman; 10 bahwasannya Allah menciptakan tumbuhan baik yang dapat dimanfaatkan oleh manusia. Salah satu pemanfaatan umbi binahong adalah sebagai obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas antioksidan dalam ekstrak etanol 70 %, ekstrak dan isolat senyawa flavonoid umbi binahong Anredera cordifolia (Ten.) Steenis.Ekstraksi senyawa aktif umbi tanaman binahong dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 70 %. Hasil ekstraksi dihidrolisis dengan HCl 2N dan dipartisi untuk mendapatkan ekstrak senyawa flavonoid. Ekstrak etanol 70 % dan ekstrak senyawa flavonoid umbi binahong diuji efektivitas antioksidannya menggunakan metode  DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) dengan variasi konsentrasi. Identifikasi golongan senyawa aktif dilakukan dengan penambahan reagen dan diamati secara kualitatif. Ekstrak flavonoid dipisahkan dengan metode KLT menggunakan eluen n-butanol-asam asetat-air (4:1:5) selanjutnya isolat diuji antioksidan kembali.Hasil penelitian  menunjukkan bahwa ekstrak flavonoid memiliki efektivitas antioksidan lebih baik daripada ekstrak etanol 70 %. Nilai EC50 ekstrak flavonoid sebesar 178,60 mg/L dan ekstrak etanol 70 % umbi binahong sebesar 298,10 mg/L. Hasil pemisahan KLT Preparatif didapatkan empat isolat, efektivitas antioksidan fraksi aktif senyawa flavonoid tertinggi terdapat pada isolat ketiga sebesar 7,16 %.
EFEKTIVITAS KOMBINASI METODE UJI KELARUTAN DALAM ALKOHOL, MINYAK DAN FILTER PAPER: ANALISIS SENYAWA KOVALEN POLAR DAN NONPOLAR PADA BUAH LOKAL Syafira, Eka Ananda; Jahro, Iis Siti; Dwiyanda, Fadhilla; Nikita, Ade Rani; Khairani, Rafida; Rizkia, Putri; Said, Fahrezi Hasyim
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i4.7535

Abstract

Covalent compounds in local fruits exhibit different solubility properties depending on their molecular polarity, with polar compounds generally dissolving in polar solvents and nonpolar compounds being more soluble in nonpolar solvents. This principle is essential since fruits contain various secondary metabolites such as flavonoids, tannins, saponins, terpenoids, and phenolic compounds whose distribution is influenced by polarity. This study aimed to evaluate the effectiveness of combining solubility tests using 70% ethanol, 96% ethanol, cooking oil, and filter paper as a practical approach to differentiate polar and nonpolar compounds in local fruits. The experiment involved ten fruit samples: star fruit, salak, papaya, pineapple, guava, noni, kaffir lime peel, pantain peel, mangosteen peel, and duku peel. The results showed that star fruit, salak, papaya, pineapple, guava, and noni were highly soluble in 70% ethanol, indicating the predominance of polar compounds. In contrast, kaffir lime peel, duku peel, mangosteen peel, and parts of plantain peel demonstrated greater solubility in oil or left residues on filter paper, suggesting the presence of nonpolar or semi-polar compounds. These findings confirm that the proposed combination method is effective for providing an initial overview of compound polarity in local fruits and has potential application as a practical tool in basic chemistry education and preliminary phytochemical analysis. ABSTRAKSenyawa kovalen pada buah lokal memiliki sifat kelarutan yang berbeda bergantung pada kepolaran molekulnya, di mana senyawa polar cenderung larut dalam pelarut polar dan senyawa nonpolar lebih mudah larut dalam pelarut nonpolar. Prinsip dasar ini penting dipahami karena buah mengandung beragam metabolit sekunder seperti flavonoid, tanin, saponin, terpenoid, serta senyawa fenolik yang distribusinya ditentukan oleh kepolaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas kombinasi metode uji kelarutan dengan alkohol 70%, alkohol 96%, minyak goreng, dan filter paper sebagai cara sederhana untuk membedakan senyawa polar dan nonpolar pada buah lokal. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan sepuluh sampel buah, yaitu belimbing wuluh, salak, pepaya, nanas, jambu biji, mengkudu, kulit jeruk purut, kulit pisang raja, kulit manggis, dan kulit duku. Hasil uji menunjukkan bahwa buah belimbing wuluh, salak, pepaya, nanas, jambu biji, dan mengkudu larut baik dalam alkohol 70% yang bersifat lebih polar, menandakan dominasi senyawa polar. Sebaliknya, kulit jeruk purut, kulit duku, kulit manggis, dan sebagian kulit pisang raja memperlihatkan kelarutan lebih baik dalam minyak atau meninggalkan residu pada filter paper, yang menunjukkan adanya senyawa nonpolar atau semi-polar. Penelitian menegaskan bahwa metode kombinasi sederhana tersebut efektif memberikan gambaran awal mengenai polaritas senyawa dalam buah lokal, serta berpotensi digunakan sebagai pendekatan praktis dalam pembelajaran maupun analisis kimia dasar.