Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh self affirmation therapy terhadap tingkat ansietas mahasiswa Stikes Panti Waluya Malang sebelum melakukan presentasi tugas terstruktur naomi, naomi ineke dianita refwutu; Ariesti, Ellia; Sodikin, Mochamad Ali
JOURNAL OF Mental Health Concerns Vol. 3 No. 1 (2024): April Edition 2024
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mhc.v3i1.889

Abstract

Pendahuluan: Presentasi merupakan salah satu tugas penting dalam mengembangkan kompetensi mahasiswa yang seringkali menyebabkan ansietas pada mahasiswa. Ansietas tersebut membuat presentasi tidak berjalan secara maksimal seperti adanya perasaan takut, cemas dan gugup ketika presentasi. Untuk mengurangi gejala ansietas intervensi yang dapat diberikan salah satunya adalah self affirmation therapy intervensi ini berperan dalam menenangkan emosi, menciptakan kedamaian, serta mengubah pandangan yang lebih positif. Tujuan: Untuk menetahui pengaruh self affirmation therapy terhadap tingkat ansietas mahasiswa sebelum melakukan presentasi tugas terstruktur. Metode: Quasi experimental dengan pendekatan pretest-posttest without control group design. Sampel penelitian sebanyak 36 responden yang diambil dengan teknik snowball sampling. Analisa data menggunakan uji wilcoxon signed-rank. Hasil: Terjadi penurunan tingkat ansietas pada responden setelah mendapatkan intervensi self affirmation therapy. Hasil uji statistik menunjukkan p-value 0.000 atau <0.05. Simpulan: Terdapat pengaruh self affirmation therapy terhadap tingkat ansietas mahasiswa sebelum melakukan presentasi tugas terstruktur.
Pemberdayaan kader kesehatan Desa Purwosekar untuk pendampingan lansia dalam menghadapi proses penuaan dan akhir kehidupan dengan reminiscence therapy Prihanto, Yafet Pradikatama; Ariesti, Ellia; Sodikin, Mochamad Ali
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.37588

Abstract

AbstrakStudi pendahuluan yang telah dilakukan pada bulan September 2025 bersama kader kesehatan Desa Purwosekar menunjukkan bahwa kader belum pernah mendapatkan pelatihan khusus yang mengenai pendampingan lansia dalam menghadapi proses penuaan dan persiapan akhir kehidupan. Kondisi ini menyebabkan pendampingan yang diberikan lebih terfokus pada aspek fisik, sedangkan dimensi psikologis dan spiritual lansia sering terabaikan. Padahal, banyak lansia di Desa Purwosekar yang membutuhkan ruang untuk mengekspresikan pengalaman hidupnya sebagai bagian dari penerimaan diri dan persiapan menghadapi kematian. Menanggapi permasalahan tersebut, dosen STIKes Panti Waluya Malang akan melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat selama tiga hari dengan fokus pada pemberian edukasi psikososial melalui materi Reminiscence Therapy (terapi kenangan) yang ditujukan kepada kader kesehatan Desa Purwosekar. Program Pengabdian kepada Masyarakat yang dilaksanakan di Desa Purwosekar memperoleh dukungan penuh dari STIKes Panti Waluya Malang, perangkat desa, serta seluruh kader kesehatan. Kegiatan dilaksanakan secara luring pada tanggal 18, 20, dan 21 November 2025 dan diikuti oleh 40 kader kesehatan dengan tingkat kehadiran 100% pada setiap sesi. Pelaksanaan kegiatan meliputi penyampaian materi, diskusi, dan praktik keterampilan dasar kesehatan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan (kognitif) kader kesehatan, dibuktikan dengan kenaikan rata-rata nilai pre-test sebesar 5,8 menjadi 7,775 pada post-test atau meningkat sebesar 34,05%, melebihi batas minimal kenaikan yang ditetapkan sebesar 25%. Pada aspek psikomotor, seluruh partisipan juga menunjukkan peningkatan, tercermin dari hasil penilaian lembar observasi di mana semua mendapatkan skor 16 (100%). Selain itu, seluruh kader mengikuti kegiatan secara aktif, dan seluruh materi yang direncanakan tersampaikan dengan baik kepada peserta. Secara keseluruhan, program ini berjalan lancar dan berhasil meningkatkan kompetensi kader kesehatan Desa Purwosekar baik dari sisi pengetahuan maupun keterampilan Kata Kunci : kader kesehatan, lansia, reminiscence therapy. AbstractA preliminary study conducted in September 2025 with health cadres in Purwosekar Village revealed that the cadres had never received specific training related to assisting older adults in coping with the aging process and end-of-life preparation. This condition resulted in caregiving practices that were predominantly focused on physical aspects, while the psychological and spiritual dimensions of older adults were often neglected. In fact, many older adults in Purwosekar Village require a space to express their life experiences as part of self-acceptance and preparation for death. In response to this issue, lecturers from STIKes Panti Waluya Malang implemented a three-day community service program focusing on the provision of psychosocial education through Reminiscence Therapy for health cadres in Purwosekar Village. The Community Service Program received full support from STIKes Panti Waluya Malang, village authorities, and all health cadres. The activities were conducted offline on November 18, 20, and 21, 2025, and were attended by 40 health cadres, achieving a 100% attendance rate at each session. The implementation of the program included material presentations, discussions, and basic health skill practices. Evaluation results demonstrated an increase in the cadres’ knowledge (cognitive domain), as evidenced by an improvement in the average pre-test score from 5.8 to 7.775 in the post-test, representing a 34.05% increase, exceeding the minimum target improvement of 25%. In the psychomotor domain, all participants also showed improvement, as reflected in the observation checklist assessment in which all participants achieved a score of 16 (100%). In addition, all cadres actively participated throughout the activities, and all planned materials were delivered effectively. Overall, the program was successfully implemented and effectively enhanced the knowledge and skills of health cadres in Purwosekar Village. Keywords: health cadres, older adults, reminiscence therapy.