Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Studi Fenomenologi Mekanisme Koping Penyitas Covid 19 Saat Didiagnosis Positif Covid 19 Yafet Pradikatama; Ellia Ariesti; M. Ali Sodikin
Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA Vol 12 No 1 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA
Publisher : LPPM STIKes ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37413/jmakia.v12i1.191

Abstract

ABSTRACT In 2020 the world experienced a Covid-19 pandemic, and this affected all aspects of life, especially health. The impact in the world of health is the number of people infected with the Corona virus. This pandemic makes some people experience fear, where the mass media reports a lot about deaths due to being infected with Covid. The existence of this phenomenon shows that it is necessary to conduct a study on how this Covid-19 survivor responds to his illness and survives until he is declared cured by the doctor. Research design: Qualitative, Research participants: Covid-19 survivors who have been declared cured. Results: 4 sub themes were found which resulted in 2 themes, namely: positive thinking and adapting to current circumstances. Conclusion: Participants were able to get through a critical period because they have adaptive internal and external coping mechanisms, so they can survive in a balanced state, both physically and psychologically. In the end, the participants were able to return to health, and were able to do the same activities as before the illness. Keywords: Individual Coping Mechanisms, Survivors of Covid 19, Experience
Hubungan Komunikasi Terapeutik Perawat Terhadap Tingkat Stres Pasien di Ruang Neurologi Rumah Sakit Umum Daerah dr M.Haulussy Ambon Marlen Febiyana Patty; Dewi Kartika Sari; Yafet Pradikatama
Jurnal Komunikasi Vol. 9 No. 2 (2015): Volume 9, Nomor 2, April 2015
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/komunikasi.vol9.iss2.art4

Abstract

Someone who is sick tends to suffer from stress. This type of patient really needs a figure of nurse to reduce their stress level. Beside that’s, patient also needs a therapeutic communication. Therefore, a research is done in the Neurology Ward in M Haulussy General Hospital in Ambon with the purpose is to find out the therapeutic communication relationship of the nurses toward the patients’ stress level in the Neurology Ward in M Haulussy General Hospital in Ambon. The method used in this study is the correlation quantitative method. The correlation result of the nurses’ verbal communication toward the patients’ stress level is 0,498 with the significant point of 0,005 (p<0,05). And the result of the correlation nurses’ non verbal communication toward the patients’ stress level is 0,497 with the significant point of 0,005 (p<0,05). While the correlation result of the correlation test between the nurses’ therapeutic communication toward the patients’ stress level is 0,581 with the significant point of 0,001 (p<0,05). Therefore, Ho (there is no relation of therapeutic communication to patients stress level) is rejected and Hi (There is relation of therapeutic communication to patients stress level) is accepted. It can be concluded that there is a significant relationship between the nurses’ therapeutic communication toward the patients’ stress level.
ADAPTASI PSIKOLOGIS LANSIA DENGAN POST STROKE ; ANALISIS FENOMENOLOGI Yafet Pradikatama Prihanto; Ellia Ariesti
Jurnal Keperawatan Dirgahayu (JKD) Vol 4 No 1 (2022): Maret
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jkd.v4i1.213

Abstract

ABSTRAK Stroke atau Cerebro Vaskuler Accident (CVA) merupakan gangguan peredaran darah di daerah cerebral, yang disebebkan oleh pecahnya pembulih darah (stroke haemorargic) atau karena sumbatan (stroke iscemic). Manifestasi klinis stroke ini tergantung pada daerah serebri mana yang mengalami gangguan vaskularisasi. Tanda umum yang terjadi pada penderita stroke adalah terjadi kelemahan tubuh sampai dengan kelumpuhan total, baik seluruh tubuh maupun sebagian tubuh. Prevalensi stroke saat ini terbanyak masuh dialami oleh lansia, diatas 50 tahun, walaupun angka tersebut telah bergeser, dan banyak juga terjadi pada usia produktif, dan ini berhubungan dengan sedentary lifestyle. Setelah terjadi serangan stroke pada lansia, biasanya lansia masih mengalami gejala sisa. Gejala sisa inilah yang membuat lansia mengalami stress psikologis, salah satunya diakibatkan oleh kurangnya sumber informasi terkait perawatan post stroke. Jenis penelitian ini adalah kualitatif, pengambilan data dilakukan dengan cara wawancara terstruktur, jumlah partisipan 5 orang. Didapatkan 7 sub tema yang menghasilkan 3 tema besar ; yaitu memiliki harapan, hambatan dari dalam diri dan perlunya dukungan eksternal. Saran dari penelitian ini adalah sebaiknya Puskesmas sebagai fasilitas kesehatan pertama juga menyediakan layanan kunjungan rumah pada pasien post stroke sehingga meminimalkan komplikasi, terutama masalah psikologis. Kata Kunci : Post stroke ; Adaptasi ; Psikologis
HUBUNGAN TERAPI RELAKSASI OTOT PROGRESIF DENGAN PERUBAHAN TINGKAT INSOMNIA PADA LANSIA DI LKS-LU PANGESTI LAWANG DAN PANTI WERDHA TRESNO MUKTI TUREN Ellia Ariesti; Monika Luhung; Yafet Pradikatama P; Nanta Sigit
CERMIN: Jurnal Penelitian Vol 4 No 2 (2020): DESEMBER
Publisher : Relawan Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cermin_unars.v4i2.773

Abstract

Populasi lansia meningkat sangat cepat. Tahun 2020, jumlah lansia diprediksi sudah menyamai jumlah balita. Sebagai populasi berisiko ini memiliki tiga karakteristik risiko kesehatan yaitu, risiko biologi termasuk risiko terkait usia, risiko sosial dan lingkungan serta risiko perilaku atau gaya hidup. Pola tidur harian yang berubah merupakan perubahan paling terlihat pada usia lanjut. Ada beberapa dampak serius gangguan tidur pada lansia misalnya mengantuk berlebihan di siang hari, gangguan atensi dan memori, mood depresi, sering terjatuh. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan terapi relaksasi otot progresif dengan perubahan tingkat insomnia pada lansia Di LKS-LU Pangesti Lawang dan Panti Werdha Panti Werdha Tresno Mukti Turen. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian quasy eksperimen dengan pendekatan pre test dan post tes pada kelompok perlakuan. Populasi dalam penelitian ini adalah semua lansia yang tinggal di LKS-LU Pangesti Lawang dan Panti Werdha Panti Werdha Tresno Mukti Turen dengn jumlah sampel sebanyak 29 responden. Hasil analisis bivariat menggunakan uji chi-square. Berdasarkan hasil dari analisa regresi logistic biner diketahui bahwa terdapat hubungan antara tingkat insomnia pre dengan relaksasi otot progresif. Nilai uji Wald yang dihasilkan sebesar 0.419 dengan sig. 0,038 (< 0,05) yang menujukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat insomnia pre terhadap relaksasi otot progresif dan terdapat hubungan antara tingkat insomnia post dengan relaksasi otot progresif. Nilai uji Wald yang dihasilkan sebesar 0.401 dengan sig. 0,028 (< 0,05) yang menujukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat insomnia post terhadap relaksasi otot progresif.
PEMBERDAYAAN CAREGIVER UNTUK MERUBAH PERILAKU NEGATIF LANSIA DENGAN TERAPI TOKEN EKONOMI Felisitas A Sri S; Yafet Pradikatama Prihanto; Devanus Lahardo
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 3 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i3.9461

Abstract

ABSTRAKCaregiver lansia mengatakan bahwa tidak semua lansia bersedia mengikuti terapi-terapi yang diadakan oleh Panti, selain itu beberapa lansia juga tidak bersedia bersosialisasi dengan lansia lain maupun hanya berbicara seperlunya dengan caregiver dan perawat.Terapi token ekonomi merupakan jenis terapi yang dapat digunakan untuk mengubah perilaku lansia. Tujuan pelatihan ini untuk meningkatkan perilaku yang diinginkan dan mengurangi perilaku yang tidak diinginkan dengan pemberian token yang dapat ditukar dengan sesuatu yang berguna dalam kurun waktu yang telah ditentukan. Kegiatan ini dilakukan 3 tahap yang meliputi tahapan persiapan yaitu melakukan perijinan dan menyusun pelaksanaan. Tahap kedua pemberian materi dan praktik token ekonomi yang meliputi pengertian dan jenis terapi CBT serta teori terapi token ekonomi.Tahap ke tiga evaluasi kegiatan yang meliputi evaluasi perasaan caregiver setelah melakukan terapi token ekonomi dan evaluasi pre tes serta post tes. Kegiatan ini telah terlaksana selama bulan Mei - Juni 2022, dan diikuti oleh  14 pengasuh lansia Hasil kegiatan pengabdian ini pada awal pre tes masih terdapat 9 peserta atau 64% yang mampu melakukan praktikum terapi token ekonomi.  Setelah dilakukan pelatihan dan dilakukan evaluasi akhir atau post test terdapat 12 peserta atau 85% yang mampu melakukan praktikum  terapi token dengan baik dan tepat. Secara keseluruhan kegiatan berjalan lancar serta antusias.   Kata Kunci : caregiver; lansia; terapi token ekonomi ABSTRACTThe elderly caregiver said that not all the elderly were willing to participate in the therapies held by the orphanage, in addition some of the elderly were also not willing to socialize with other elderly people or only talk as necessary with caregivers and nurses. Economic token therapy is a type of therapy that can be used to change the behavior of the elderly. . The purpose of this training is to increase desired behavior and reduce unwanted behavior by giving tokens that can be exchanged for something useful within a predetermined time. This activity is carried out in 3 stages which include the preparation stage, namely licensing and arranging implementation. The second stage is providing material and token economy practice which includes the understanding and types of CBT therapy and the theory of token economy therapy. The third stage is activity evaluation which includes evaluating the caregiver's feelings after doing token economy therapy and evaluating pre-test and post-test. This activity has been carried out during May - June 2022, and was attended by 14 elderly caregivers. The results of this service activity at the beginning of the pre-test there were still 9 participants or 64% who were able to do economic token therapy practicum. After the training and the final evaluation or post test were carried out there were 12 participants or 85% who were able to carry out the token therapy practicum properly and precisely. Overall the activity went smoothly and enthusiastically. Keywords: caregiver; elderly; economic token therapy
ANALISIS FAKTOR DAN SITUASI YANG BERPENGARUH TERHADAP PERILAKU PREVENTIF PENYEBARAN COVID-19 PADA ANAK USIA PRESCHOOL DAN USIA SEKOLAH DI DUSUN PANDANSATI KECAMATAN PONCOKUSUMO KABUPATEN MALANG Yafet Pradikatama Prihanto; Maria Prieska Putri Panglipur Ati; Nadia Oktiffany Putri
Jurnal Keperawatan Dirgahayu (JKD) Vol 4 No 2 (2022): October
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jkd.v4i2.257

Abstract

ABSTRAK Pandemi Covid-19 menyebabkan beberapa gangguan fungsi kehidupan pada anak prasekolah dan sekolah antara lain gangguan fisik, dan gangguan perkembangan diantaranya terhambatnya aktifitas fisik, sosialisasi, kognitif, emosi, serta kepribadian anak, hingga dapat mengganggu masa depan anak sebagai dampak jangka panjangnya. Hal tersebut harus diidentifikasi situasi serta faktornya agar dapat segera dilaksanakan upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Situasi dan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku pencegahan Covid-19 pada anak usia pra-sekolah dan sekolah di desa Pandansari. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif non eksperimental dengan desain cross-sectional. Penelitian dilaksanakan pada anak usia 4-12 tahun di dusun Pandansari, Kabupaten Malang dengan teknik pengambilan sampel secara random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner tentang kesehatan umum (ghq-28); kuesioner pengetahuan tentang pencegahan COVID-19; kuesioner kepercayaan terhadap profesi keperawatan; kuesioner sikap terhadap COVID-19; kuesioner persepsi risiko infeksi COVID-19; kuesioner tingkat keparahan yang dirasakan dari COVID-19; kuesioner kemanjuran diri yang dirasakan dari pencegahan COVID-19; kuesioner ketahanan; kuesioner dukungan sosial yang dirasakan; kuesioner aksesibilitas layanan kesehatan serta kuesioner perilaku pencegahan COVID-19. Pengambilan data dilakukan dengan metode wawancara atau laporan dari orang tua responden. Analisis data menggunakan SEM. Hasil penelitian ini adalah Goodness of Fit pada SEM hasil dari pengolahan AMOS diperoleh nilai c2 (chi-square)/ df sebesar 12,91 cukup besar (≤ 3) antar variabel yang berarti model belum fit. Selanjutnya, nilai NFI sebesar 0,912 (0,90-0,95), nilai TLI sebesar 0,887 (≥0,90), nilai CFI sebesar 0,918 (≥0,90), dan nilai GFI sudah cukup tinggi sebesar 0,996 (≥0,90) sehingga menunjukkan bahwa model hipotesa sudah fit/ sesuai. Adapun nilai factor loading pada masing-masing konstruk sudah baik (≥ 0,50). Faktor Predisposisi, factor penguap, factor pemungkin berpengaruh positif terhadap Perilaku Pencegahan Covid-19. Nilai Standardize estimates yang dihasilkan adalah 0,26 (p < 0.01) yang menujukkan terdapat hubungan yang signifikan antara Faktor Predisposisi Perilaku Pencegahan Covid-19. Nilai Standardize estimates yang dihasilkan adalah 0,26 (p < 0.01) yang menujukkan terdapat hubungan yang signifikan antara Faktor Predisposisi terhadap Perilaku Pencegahan Covid-19. Kata Kunci : anak, pra-sekolah, sekolah, pencegahan penyebaran, covid-19
Studi Fenomenologi Mekanisme Koping Penyitas Covid 19 Saat Didiagnosis Positif Covid 19 Yafet Pradikatama; Ellia Ariesti; M. Ali Sodikin
Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA Vol 12 No 1 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.904 KB) | DOI: 10.37413/jmakia.v12i1.191

Abstract

ABSTRACT In 2020 the world experienced a Covid-19 pandemic, and this affected all aspects of life, especially health. The impact in the world of health is the number of people infected with the Corona virus. This pandemic makes some people experience fear, where the mass media reports a lot about deaths due to being infected with Covid. The existence of this phenomenon shows that it is necessary to conduct a study on how this Covid-19 survivor responds to his illness and survives until he is declared cured by the doctor. Research design: Qualitative, Research participants: Covid-19 survivors who have been declared cured. Results: 4 sub themes were found which resulted in 2 themes, namely: positive thinking and adapting to current circumstances. Conclusion: Participants were able to get through a critical period because they have adaptive internal and external coping mechanisms, so they can survive in a balanced state, both physically and psychologically. In the end, the participants were able to return to health, and were able to do the same activities as before the illness. Keywords: Individual Coping Mechanisms, Survivors of Covid 19, Experience
Pembentukan Posyandu Sehat Jiwa Di Desa Tambakasri Kec. Tajinan Kabupaten Malang Di Era Pandemi Covid-19 Tahap II Yafet Pradikatama Prihanto; Wibowo
Jurnal Humanis ( Jurnal Pengabdian Masyarakat ISTeK ICsada Bojonegoro) Vol. 6 No. 1 (2021): Jurnal HUMANIS
Publisher : LP2M STIKes ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.582 KB)

Abstract

ABSTRAK Desa Tambakasri merupakan salah satu desa yang yang terletak di Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang. Posyandu dikelola oleh Kader kesehatan, dimana persyaratan Kader tersebut adalah sudah memiliki anak dan tidak bekerja. Para Kader tersebut telah mendapatkan pelatihan dari Puskesmas Tajinan, namun pelatihan yang didapatkan tersebut hanya berfokus pada seputar pencegahan dan pengobatan masalah fisik pada balita dan lansia. Puskesmas Tajinan sebagai salah satu mitra pengabdian kepada masyarakat dari STIKes Panti Waluya Malang mengajukan permohonan untuk memberikan pelatihan pembentukan dan pengelolaan Posyandu sehat jiwa, karena ditemukan beberapa kasus gangguan jiwa di Desa Tajinan. Tahap awal pembentukan Posyandu sehat jiwa telah dilakukan, yaitu melatih para kader untuk dapat melakukan screening dan deteksi dini terkait masalah gangguan jiwa pada kelompok keluarga sehat, beresiko, maupun dengan salah satu anggota keluarganya mengalami gangguan jiwa. Tahap awal telah terlaksana dengan cukup baik, maka selanjutnya dilakukan pemberian materi mengenai Posyandu sehat jiwa dan praktek langsung Posyandu sehat jiwa. Kegiatan dilanjutkan dengan penyusunan modul materi untuk pelatihan Posyandu sehat jiwa. Sebelum dan sesudah kegiatan pelatihan, dilakukan test untuk menilai kemampuan kognitif dan psikomotor para kader kesehatan di Desa Tambakasri sebagai salah satu alat untuk evaluasi. Kata Kunci : Kader Kesehatan, Pembentukan Posyandu sehat jiwa
Pemberdayaan Kader Posyandu Desa Tambakasri Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang Dalam Meningkatkan Koping Adaptif Lansia Dengan Terapi Suportif Keluarga Ellia Ariesti; Monika Luhung; Yafet Pradikatama Prihanto
Jurnal Humanis ( Jurnal Pengabdian Masyarakat ISTeK ICsada Bojonegoro) Vol. 6 No. 1 (2021): Jurnal HUMANIS
Publisher : LP2M STIKes ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (83.553 KB)

Abstract

ABSTRAK Desa Tambakasri merupakan salah satu desa yang yang terletak di Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang. Terdapat satu posyandu lansia yang saat ini telah berjalan. Lansia di Desa Tambakasri merupakan kelompok usia yang beresiko tinggi untuk mengalami masalah pada fisik dan psikologisnya, karena pada usia ini para lansia mengalami penurunan ketahanan fisik dan rentan terhadap stress yang berasal dari dalam maupun luar diri lansia tersebut. Stresor dari luar lansia contohnya adalah ketidak pedulian keluarga, dan stressor dari dalam adalah rasa kesepian dan kesendirian. Keluarga merupakan tempat perkembangan yang utama dari usia bayi sampai dengan lansia, dalam keluarga ini juga lansia akan mengalami ketenangan hidup apabila keluarga ini mampu memberikan pendampingan atau dukungan kepada lansia untuk menyelesaikan tahap tumbuh kembangnya. Kader lansia merupakan tim kesehatan yang dekat dengan para lansia, dan diharapkan lansia dan keluarganya akan lebih tertarik untuk mengikuti dan melakukan apa yang diajarkan oleh kader tersebut. Oleh karena itu pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan kemampuan Kader Posyandu Lansia untuk dapat menerapkan terapi suportif keluarga dengan tujuan meningkatkan derajat kesehatan psikologis lansia di Desa Tambakasri Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang. Setelah itu dilanjutkan dengan menyusun perencanaan dan jadwal kegiatan serta perlengkapan yang diperlukan. Kegiatan dilanjutkan dengan penyusunan modul materi untuk pelatihan kader Posyandu lansia dalam menerapkan terapi suportif keluarga untuk para lansia. Sebelum dan sesudah kegiatan pelatihan, dilakukan test untuk menilai kemampuan kognitif dan psikomotor para kader Posyandu Lansia di Desa Tambakasri sebagai salah satu alat untuk evaluasi. Kata Kunci : Kader Lansia, Terapi Suportif, Keluarga
Pelatihan KADER Kesehatan Tentang Terapi Thought Stopping Untuk Mengatasi Kecemasan Di Dusun Wonosari, Desa Pandansari Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang Yafet Pradikatama Prihanto; Emy Sutiyarsih; Eli Lea W
Jurnal Humanis ( Jurnal Pengabdian Masyarakat ISTeK ICsada Bojonegoro) Vol. 6 No. 2 (2021): Jurnal HUMANIS
Publisher : LP2M STIKes ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (43.895 KB)

Abstract

ABSTRAK Dusun Wonosari merupakan salah satu dusun yang yang terletak di Desa Pandansari Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang. Posyandu dikelola oleh Kader kesehatan yang merupakan perpanjangan tangan petugas kesehatan. Para Kader tersebut telah mendapatkan pelatihan dari Puskesmas Poncokusumo, namun pelatihan yang didapatkan tersebut berfokus pada seputar peningkatan dan pencegahan masalah kesehatan secara fisik pada balita dan lansia. Pada periode sebelumnya telah dilakukan pelatihan kader tentang Pencegahan penyebaran virus corona (Covid-19) supaya menjadi kader yang tanggap terhadap pandemi Virus corona (Covid-19). Pada saat pelatihan tersebut beberapa kader mengungkapkan bahwa ada beberapa warga masyarakat yang mengalami kecemasan karena beberapa hal, misalnya karena pemberitaan mengenai Covid-19. Ada beberapa cara yang umum digunakan untuk mengatasi kecemasan, diantaranya adalah thought stopping. Terapi ini dapat dilakukan oleh siapa saja yang telah mendapatkan pelatihan dari perawat. Terapi ini berupa pemutusan pikiran-pikiran negatif yang dapat menyebabkan kecemasan. Pelatihan ini dilaksanakan selama 3x pertemuan secara daring dengan media power point, materi, leaflet, dan youtube yang dikirim melalui pesan singkat whatsapp. Sebelum kegiatan pelatihan, dilakukan pre test secara online untuk menilai kemampuan kognitif dan psikomotor para kader kesehatan di Dusun Wonosari, Desa Pandansari sebagai salah satu alat untuk evaluasi. Hasil pre test didapatkan nilai rata-rata 4,92, sedangkan hasil post test adalah 6,02. Perubahan hasil rata-rata dari pre dan post test ini menunjukkan adanya penambahan pengetahuan pada kader kesehatan Dusun Wonosari yang telah diberikan pelatihan terapi thought stopping secara online.