Devi Syafrianti
Biologi Education Department, Syiah Kuala University

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Silase Usus Ayam terhadap Pertumbuhan Bobot Mutlak Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Theresya Dea Natacya; Khairil khairil; Devi Syafrianti
Biologi Edukasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi Vol 14, No 1 (2022): Biologi Edukasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jbe.v14i1.24492

Abstract

Salah satu ikan air tawar yang menjadi komoditas unggulan untuk dibudidayakan adalah ikan nila (Oreochromis niloticus). Namun, mahalnya harga pakan kerap menjadi kendala bagi pembudidaya ikan. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi penggunaan pakan komersil adalah dengan memanfaatkan usus ayam yang diolah menjadi tepung silase usus ayam sebagai pakan alternatif ikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh pemberian tepung silase usus ayam terhadap pertumbuhan bobot mutlak ikan nila. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan. Data yang diperoleh dianalisis dengan Analisis Varian (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian tepung silase usus ayam berpengaruh terhadap pertumbuhan bobot mutlak ikan nila dengan nilai Fhitung 16,73 Ftabel 2,77. Perlakuan dengan nilai rata-rata pertumbuhan bobot mutlak tertinggi terdapat pada perlakuan P5 dengan pemberian tepung silase usus ayam sebanyak 50%.
Mapping of Mangrove Crab Breeding Locations in the Coastal District of Aceh Jaya Nurul Hidayat; Asiah Asiah; Wardiah Wardiah; Djufri Djufri; Devi Syafrianti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi Vol 7, No 4 (2022): November 2022
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mud crab is an aquatic species that generally lives in the mangrove ecosystem. Aceh Jaya Regency has a mangrove ecosystem as a habitat for various organisms, especially mangrove crabs that need protection from damage and pollution. This study aims to determine the area of mangrove crab breeding sites in Aceh Jaya Regency. This study used observation and interview methods with a qualitative descriptive approach. The data obtained is described descriptively and presented in the form of maps and tables. The results of the study are that mud crab breeding sites are easy to find, with ecosystem environmental quality that supports the growth and breeding of mud crabs which is characterized by the diversity of mangrove species and aquatic species as a supporting factor for mud crab breeding sites.Keywords: mud crab, mangrove ecosystem, breeding siteKepiting bakau merupakan spesies perairan yang umumnya berhabitat dikawasan ekosistem mangrove. Kabupetan Aceh Jaya memiliki ekosistem mangrove sebagai habitat berbagai organisme terutama kepiting bakau yang memerlukan perlindungan dari kerusakkan dan pencemaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kawasan breeding site kepting bakau di Kabupaten Aceh Jaya. Penelitian ini menggunakan metode observasi dan wawancara dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data yang diperoleh diuraikan secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk peta dan tabel. Hasil penelitian yaitu kawasan breeding site kepiting bakau mudah ditemukan, dengan kualitas lingkungan ekosistem yang mendukung pertumbuhan dan perkembangbiakan kepiting bakau yang ditandai dengan keberagaman spesies mangrove dan spesies perairan sebagai faktor pendukung breeding site kepiting bakau.Kata kunci: kepiting bakau, ekositem mangrove, breeding siteĀ 
TYPES OF BIRDS IN THE AGRICULTURAL AREA OF PALAWIJA GUNONG PULO VILLAGE OF NORTH KLUET SUBDISTRICT SOUTH ACEH REGENCY Lia Nur Afrija; Abdullah Abdullah; Devi Syafrianti; Khairil Khairil; Asiah M.D
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi Vol 7, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The presence of birds in an area can explain the condition of the area. Birds can be an indicator of environmental quality and have an important role in supporting the survival of an organism's cycle. This research aims to find out the types of birds found in the agricultural area of Gunong Pulo Village, North Kluet Subdistrict, South Aceh Regency. Data collection was conducted in May 2021 by purposive sampling, with transect line observation methods and quantitative approaches. The results of the study were obtained by bird species located in the agricultural area of palawija namely Perkutut, Punai, Punai Gading, Purple Punai, Buckling, Red Bambangan, Red Cangak, Buffalo Egret, Large Egret, Kirik-kirik Biru, Lizard Selaya, Alang-alang, Kapasan Kemiri, Kite Fire, Red Woodpecker, Onion Woodpecker, Apung Sawah, Tiong Lampu Biasa, Tongtong Stork, Golden Tiong, Cica Small Leaf, Cipoh Kacat, Bido Snake Eagle, Bondol Eagle, Black Eagle, Finchang, Merbah Cerucuk, Red Chili, Hajj Bondol, Colorful Takur, and Black Kangaroo. From the results of the study can be concluded there are 32 species of bird species from 20 families observed in Gunong Pulo Village, North Kluet District of South Aceh Regency, based on the category of guild of insectivorous birds is the most common type, and based on habitat use, the family Ardeidae is a family with the most found individuals. Keywords: birds, waterbirds, guilds, habitats.Keberadaan burung pada suatu kawasan dapat menjelaskan kondisi dari kawasan tersebut. Burung merupakan indikator penting bagi kualitas lingkungan dan memiliki peran dalam mendukung keberlangsungan daur organisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis burung yang terdapat di kawasan pertanian palawija Desa Gunong Pulo Kecamatan Kluet Utara, Kabupaten Aceh Selatan. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Mei 2021 secara purposive sampling, dengan metode pengamatan line transek dan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian didapatkan spesies burung yang berada di kawasan pertanian palawija yaitu Perkutut, Punai, Punai Gading, Punai Ungu, Tekukur, Bambangan Merah, Cangak Merah, Kuntul Kerbau, Kuntul Besar, Kirik-kirik Biru, Kadalan Selaya, Bubut Alang-alang, Kapasan Kemiri, Layang-layang Api, Pelatuk Merah, Pelatuk Bawang, Apung Sawah, Tiong Lampu Biasa, Bangau Tongtong, Tiong Emas, Cica Daun Kecil, Cipoh Kacat, Elang Ular Bido, Elang Bondol, Elang Hitam, Kutilang, Merbah Cerucuk, Cabai Merah, Bondol Haji, Takur Warna-warni, dan kangkareng Hitam. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan terdapat terdapat 32 jenis spesies burung dari 20 famili yang teramati berada di Desa Gunong Pulo Kecamatan Kluet Utara Kabupaten Aceh Selatan, berdasarkan kategori guild burung pemakan serangga merupakan jenis yang paling banyak dijumpai, dan berdasarkan penggunaan habitat, famili Ardeidae merupakan famili dengan individu paling banyak dijumpai.Kata kunci: burung, burung air, guild, habitat.