Khairil khairil
Biologi Education Department, Syiah Kuala University

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengaruh Silase Usus Ayam terhadap Pertumbuhan Bobot Mutlak Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Theresya Dea Natacya; Khairil khairil; Devi Syafrianti
Biologi Edukasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi Vol 14, No 1 (2022): Biologi Edukasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jbe.v14i1.24492

Abstract

Salah satu ikan air tawar yang menjadi komoditas unggulan untuk dibudidayakan adalah ikan nila (Oreochromis niloticus). Namun, mahalnya harga pakan kerap menjadi kendala bagi pembudidaya ikan. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi penggunaan pakan komersil adalah dengan memanfaatkan usus ayam yang diolah menjadi tepung silase usus ayam sebagai pakan alternatif ikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh pemberian tepung silase usus ayam terhadap pertumbuhan bobot mutlak ikan nila. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan. Data yang diperoleh dianalisis dengan Analisis Varian (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian tepung silase usus ayam berpengaruh terhadap pertumbuhan bobot mutlak ikan nila dengan nilai Fhitung 16,73 Ftabel 2,77. Perlakuan dengan nilai rata-rata pertumbuhan bobot mutlak tertinggi terdapat pada perlakuan P5 dengan pemberian tepung silase usus ayam sebanyak 50%.
Diversity of Malacostraca in the Kuala Langsa Mangrove Forest Area, Langsa City Riska Fitriani; M Ali Sarong; Khairil Khairil; Asiah MD; Ismul Huda
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi Vol 7, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Malacostraca is a class of the Phylum Crustacea. Most of this class is shrimp, crab, lobster and hermit crab. The purpose of this study was to determine the diversity of Malacostraca in the Kuala Langsa Mangrove Forest Area, Langsa City. The research was carried out from March to August 2021. The research sample was taken from July 31, 2021 to August 8, 2021. The method used was a survey method with purposive sampling technique. Identification of Malacostraca using the book Crab Uca in Indonesian Mangrove Forests, 2015 and Protocol for Collecting Data on Mangrove Crab Fisheries Scylla serrata, Indonesia, 2017. Data analysis using the Shannon-Wiener Diversity Formula. The results found 10 species, with the highest diversity index of Malacostraca found at station 3 at 1.53 and the lowest diversity at station 2 at 0.73. It can be concluded that the level of diversity of Malacostraca in the Kuala Langsa Mangrove Forest Area of Langsa City is low to moderate, with a diversity index ranging from 0.73-1.53.Keywords: Diversity, Malacostraca, Mangrove Forest Malacostraca yaitu salah satu kelas dari Filum Crustacea. Sebagian besar kelas ini yaitu udang, kepiting, lobster dan kelomang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Keanekaragaman Malacostraca di Kawasan Hutan Mangrove Kuala Langsa Kota Langsa. Penelitian dilakukan sejak bulan Maret sampai Agustus 2021. Pengambilan sampel penelitian dilakukan pada tanggal 31 Juli 2021 sampai 8 Agustus  2021. Metode yang digunakan adalah metode survey dengan teknik purposive sampling. Identifikasi Malacostraca menggunakan buku Kepiting Uca di Hutan Mangrove Indonesia, 2015 dan Protokol Pengumpulan Data Perikanan Kepiting Bakau Scylla serrata, Indonesia, 2017. Analisis data menggunakan Rumus Keanekaragaman Shannon-Wiener. Hasil penelitian ditemukan 10 spesies, dengan indeks keanekaragaman Malacostraca tertinggi terdapat pada stasiun 3 sebesar 1,53 dan keanekaragaman terendah terdapat pada stasiun 2 yaitu 0,73. Dapat disimpulkan bahwa tingkat keanekaragaman Malacostraca di Kawasan Hutan Mangrove Kuala Langsa Kota Langsa adalah rendah sampai sedang, dengan indeks keanekaragaman berkisar antara 0,73-1,53.Kata Kunci: Keanekaragaman, Malacostraca, Hutan Mangrove
Effect of Giving Chicken Feather Flour as Supplementary Feed For Weight Gain Broiler Chicken (Gallus domesticus L) M Aziz Rizki; Asiah Asiah; Khairil Khairil; Abdullah Abdullah; Iswadi Iswadi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi Vol 7, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Broiler chickens are superior breeds of chickens resulting from crosses from chicken breeds that have high productivity, especially in producing meat. This research aims to identify the effect of the accumulation of chicken feather meal as a bonus feed on the weight gain of broiler chickens. The research procedure used was an Experiment with 4 treatments and 6 replications, namely P0 = control (100% natural bran feed), P1 = 95% natural bran feed + 5% chicken feather flour, P2 = 90% natural bran feed + chicken feather flour 10%, P3 = 85% natural bran feed + 15% chicken feather flour. Information was analyzed by Analysis of Variance (ANOVA). The results of the research show that giving chicken feather flour as an additional feed for weight gain of broiler chickens has a significant effect on weight gain of broiler chickens in the second week, fourth week, or sixth week. The conclusions of the research are: Chicken feather flour affects the weight gain of broiler chickens.Keywords: Feather flour, feed, broiler chickens Ayam broiler ialah unggas tipe ras terbaik hasil modifikasi dari genus ayam yang dapat produktivitas tinggi, paling utama dalam memperoleh daging. Riset ini bertujuan mengenali pengaruh akumulasi tepung bulu ayam selaku pakan tambahan mempengaruhi pertambahan bobot tubuh ayam broiler. Tata cara riset yang digunakan merupakan Ekperimen dengan 4 perlakuan serta 6 ulangan ialah P0 = kontrol (pakan dedak 100%), P1= pakan dedak 95%+ tepung bulu ayam 5%, P2= pakan dedak 90%+ tepung bulu ayam 10%, P3= pakan dedak 85%+ tepung bulu ayam 15%. Data dianalisis dengan Analisis Varian (ANAVA). Hasil riset membuktikan kalau pemberian tepung bulu ayam selaku pakan tamabahan buat pertambahan bobot ayam broiler berpengaruh nyata kepada penambahan berat badan ayam broiler di pekan kedua, pekan keempat, ataupun pekan keenam. Kesimpulan riset merupakan: Tepung bulu ayam mempengaruhi terhadap pertambahan berat tubuh ayam broiler.Kata kunci: Tepung bulu ayam, pakan, ayam broiler.
TYPES OF BIRDS IN THE AGRICULTURAL AREA OF PALAWIJA GUNONG PULO VILLAGE OF NORTH KLUET SUBDISTRICT SOUTH ACEH REGENCY Lia Nur Afrija; Abdullah Abdullah; Devi Syafrianti; Khairil Khairil; Asiah M.D
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi Vol 7, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The presence of birds in an area can explain the condition of the area. Birds can be an indicator of environmental quality and have an important role in supporting the survival of an organism's cycle. This research aims to find out the types of birds found in the agricultural area of Gunong Pulo Village, North Kluet Subdistrict, South Aceh Regency. Data collection was conducted in May 2021 by purposive sampling, with transect line observation methods and quantitative approaches. The results of the study were obtained by bird species located in the agricultural area of palawija namely Perkutut, Punai, Punai Gading, Purple Punai, Buckling, Red Bambangan, Red Cangak, Buffalo Egret, Large Egret, Kirik-kirik Biru, Lizard Selaya, Alang-alang, Kapasan Kemiri, Kite Fire, Red Woodpecker, Onion Woodpecker, Apung Sawah, Tiong Lampu Biasa, Tongtong Stork, Golden Tiong, Cica Small Leaf, Cipoh Kacat, Bido Snake Eagle, Bondol Eagle, Black Eagle, Finchang, Merbah Cerucuk, Red Chili, Hajj Bondol, Colorful Takur, and Black Kangaroo. From the results of the study can be concluded there are 32 species of bird species from 20 families observed in Gunong Pulo Village, North Kluet District of South Aceh Regency, based on the category of guild of insectivorous birds is the most common type, and based on habitat use, the family Ardeidae is a family with the most found individuals. Keywords: birds, waterbirds, guilds, habitats.Keberadaan burung pada suatu kawasan dapat menjelaskan kondisi dari kawasan tersebut. Burung merupakan indikator penting bagi kualitas lingkungan dan memiliki peran dalam mendukung keberlangsungan daur organisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis burung yang terdapat di kawasan pertanian palawija Desa Gunong Pulo Kecamatan Kluet Utara, Kabupaten Aceh Selatan. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Mei 2021 secara purposive sampling, dengan metode pengamatan line transek dan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian didapatkan spesies burung yang berada di kawasan pertanian palawija yaitu Perkutut, Punai, Punai Gading, Punai Ungu, Tekukur, Bambangan Merah, Cangak Merah, Kuntul Kerbau, Kuntul Besar, Kirik-kirik Biru, Kadalan Selaya, Bubut Alang-alang, Kapasan Kemiri, Layang-layang Api, Pelatuk Merah, Pelatuk Bawang, Apung Sawah, Tiong Lampu Biasa, Bangau Tongtong, Tiong Emas, Cica Daun Kecil, Cipoh Kacat, Elang Ular Bido, Elang Bondol, Elang Hitam, Kutilang, Merbah Cerucuk, Cabai Merah, Bondol Haji, Takur Warna-warni, dan kangkareng Hitam. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan terdapat terdapat 32 jenis spesies burung dari 20 famili yang teramati berada di Desa Gunong Pulo Kecamatan Kluet Utara Kabupaten Aceh Selatan, berdasarkan kategori guild burung pemakan serangga merupakan jenis yang paling banyak dijumpai, dan berdasarkan penggunaan habitat, famili Ardeidae merupakan famili dengan individu paling banyak dijumpai.Kata kunci: burung, burung air, guild, habitat.
Prevalence Of Gastrointestinal Parasites In Bow Fees In Authorization Lambaro Subdistrict Ingin Jaya Districts Aceh Besar Cut Lady Fitria; Iswadi Iswadi; Khairil Khairil; Safrida Safrida; Mudatsir Mudatsir
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi Vol 8, No 1 (2023): Februari, 2023
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gastrointestinal parasites are parasites that can infectes the gastrointestinall tracted of both humany and animal. These parasited can life in all parts of the body, but most of their life cycle is in the intestine. If the parasite infects cows in large numbers it can cause intestinal damage and result in thickening of the intestinal walls, then the cattle will become infected with worms and will have diarrhea which will result in loss of body fluids and will end in death. This study aims to determine the types of gastrointestinal parasites and what is the prevalence of gastrointestinal parasites foundinh in cow feces at Lambaro RPH. The research sample was obtained at the Lambaro RPH, Want Jaya District, Aceh Besar District and was identified at the Biology FKIP Laboratory at Syiah Kuala University in August 2022. This research used the floating method. The data is processed and analyzed using the prevalence formula. The results showed that there were 7 types of gastrointestinal parasites consisting of Ascaris lumbricoides, Monezia sp, Capilaria sp, Taenia saginata, Paramphistomun sp, Toxocara vitulorum, Paragonium westermani and the category of prevalence of gastrointestinal parasites included in the category of frequently infected. The concllusion of research was that the prepare of gastrointestinal parasites was found to be 11% with the dominant species found being Ascaris lumbricoides and the lowest being Paragonium westermani.Keywords: prevalence, gastrointestinal parasites, faeces, cattleParasit gastrointestinal ialah parasit yang mampu menyerang saluran pencernaan terhadap manusia ataupun hewan. Parasit ini bisa tumbuh pada bagian tubuh keseluruhan, namun banyak factor hidup pada usus keberadaanya. Jika parasit menyerang sapi pada jumlah besar bisa menimbulkan kerusakan usus dan menimbulkan dinding-dinding usus menebal, serta ternak yang terserang cacing dan diare menimbulkan cairan tubuh berkurang dan pada akhirnya mati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  jenis-jenis parasit gastrointestinal dan berapakah prevalensi parasit gastrointestinal yang ditemukan pada feses sapi di RPH Lambaro. Sampel penelitian di peroleh pada  RPH Lambaro Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar dan di identifikasi dilakukan di Laboratorium FKIP Biologi Universitas Syiah Kuala pada Bulan Agustus 2022. Penelitian ini mengunakan metode apung. Data di olah dan di analisis mengunakan rumus prevelensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 7 jenis parasit gastrointestinal yang terdiri dari  Ascaris lumbricoides, Monezia sp, Capilaria sp, Taenia saginata, Paramphistomun sp, Toxocara vitulorum, Paragonium westermani dan katagori prevelensi parasit gastrointestonal termasuk kedalam katagori sering terinfeksi. Kesimpulan dari penelitaian ini adalah  prevalensi parasit gastrointestinal yang ditemukan 11 % dengan pesies yang dominan ditemukan adalah Ascaris lumbricoides dan terendah adalah Paragonium westermani Kata kunci: prevalensi, parasit gastrointestinal, feses, sapi