p-Index From 2021 - 2026
1.857
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal EMPATI
Muhammad Zulfa Alfaruqy
Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

GENDERED EXPERIENCE MAHASISWI TEKNIK MESIN UNIVERSITAS DIPONEGORO: INTERPRETATIVE PHENOMENOLOGICAL ANALYSIS Ajeng Fajarianti Rahadianputri; Muhammad Zulfa Alfaruqy
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 1, Tahun 2025 (Februari 2025)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2025.40345

Abstract

Bidang teknik mesin di perguruan tinggi di Indonesia memiliki persentase partisipasi mahasiswi yang rendah. Ini mengindikasikan bahwa kehadiran perempuan dengan atribut dan peran feminin yang dikaitkan oleh masyarakat, menjadi sebuah keunikan ketika berada di dalam lingkungan yang didominasi oleh laki-laki seperti jurusan teknik mesin. Penelitian bertujuan memahami gendered experience mahasiswi teknik mesin secara mendalam. Tiga mahasiswi teknik mesin minimal tingkat dua menjadi partisipan penelitian ini. Kriteria ini dipilih karena mahasiswi tingkat dua telah memiliki pengalaman yang lebih kaya dalam menjalani perkuliahan. Data dikumpulkan menggunakan wawancara semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan Interpretative Phenomenological Analysis. Temuan penelitian mencakup 1.) pertimbangan melanjutkan studi ke teknik mesin; 2.) diskriminasi gender di lingkungan akademik, sosial, dan organisasi mahasiswa; 3.) persepsi menjadi bagian dari kelompok minoritas gender; 4.) ketidaknyamanan emosional akibat diskriminasi gender; 5.) kesadaran akan privilege; 6.) strategi koping dalam menghadapi diskriminasi gender. Temuan khusus mengenai seksisme di tempat Kerja Praktik ditemukan pada salah satu partisipan karena partisipan lainnya belum mendapatkan mata kuliah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun stereotip peran gender tradisional tidak memengaruhi keputusan mahasiswi teknik mesin dalam memilih bidang studi tersebut, diskriminasi gender yang berakar pada stereotip peran gender tradisional tetap menjadi tantangan yang dihadapi oleh para mahasiswi di lingkungan kampus.
PENILAIAN DAN PARTISIPASI POLITIK GENERASI Z DALAM PEMILIHAN UMUM PRESIDEN INDONESIA TAHUN 2024 Muhammad Zulfa Alfaruqy
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 5, Tahun 2025 (Oktober 2025)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2025.53142

Abstract

Pilpres tahun 2024 menjadi momentum penting bagi demokrasi elektoral Indonesia sekaligus menjadi kesempatan generasi Z sebagai pemilih baru dengan karakteristik psikososial yang khas. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana penilaian dan partisipasi politik generasi Z dalam Pilpres tahun 2024. Penelitian menggunakan metode survei terhadap 500 mahasiswa generasi Z yang berdomisili di Jawa Tengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa generasi Z secara umum memberikan penilaian positif terhadap penyelenggaraan Pilpres, namun tetap kritis terhadap keputusan Mahkamah Konstitusi, isu netralitas presiden, serta manuver elite politik. Apa yang terjadi tersebut tidak menghalangi partisipasi mereka. Sebanyak 95% generasi Z menyatakan telah menggunakan hak pilih. Motivasi utama partisipasi adalah rasa tanggung jawab sebagai warga negara, kesadaran terhadap pentingnya kepemimpinan bagi masa depan bangsa, dan keinginan terlibat dalam proses demokrasi. Hal ini menunjukkan terpenuhinya kebutuhan otonomi dan keterkaitan. Sebagian kecil yang tidak berpartisipasi mengemukakan alasan seperti kendala domisili dan sikap negatif terhadap pemilu, yang menunjukkan adanya hambatan dalam pemenuhan kebutuhan psikologis dasar. Selain itu, pilihan terhadap pasangan capres-cawapres tidak selalu sejalan dengan penilaian kritis terhadap dinamika politik. Generasi Z cenderung merasionalisasi pilihannya guna mereduksi ketidaksesuaian antara sikap dan tindakan. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan pentingnya determinasi diri dan konsistensi kognitif dalam menjelaskan perilaku politik pemilih pemula.