p-Index From 2021 - 2026
1.182
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal EMPATI
Muhammad Zulfa Alfaruqy
Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

MEMAKNAI NASIONALISME Muhammad Zulfa Alfaruqy; Achmad Mujab Masykur
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 (April 2014)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.082 KB) | DOI: 10.14710/empati.2014.7519

Abstract

Mahasiswa memiliki peran besar dalam pembentukan nasionalisme bangsa Indonesia yang lahir atas dasar kesadaran bersama melawan kolonialisme. Sebagian masyarakat memandang bahwa nasionalisme mahasiswa telah pudar meskipun tanpa didukung kajian ilmiah. Tujuan penelitian adalah memahami makna dan faktor-faktor yang mempengaruhi nasionalisme pada presiden mahasiswa.Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, catatan lapangan dan dokumen. Subjek penelitian berjumlah empat orang yang diperoleh dari teknik pemilihan purposif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa presiden mahasiswa memaknai nasionalisme sebagai perasaan bangga dan cinta terhadap bangsa yang diwujudkan melalui tindakan. Presiden mahasiswa menilai bahwa nasionalisme penting dan relevan untuk diterapkan pada masa sekarang. Nasionalisme berfungsi sebagai identitas sosial. Presiden mahasiswa merasa bangga sebagai bangsa Indonesia. Rasa bangga diwujudkan dengan melakukan autokritik atas kondisi bangsa Indonesia, menggunakan bahasa Indonesia, memakai produk lokal, mengedukasi mahasiswa dan masyarakat, menolak kerjasama asing, mengawal pemilihan umum, mengawal kasus korupsi, serta mempersiapkan diri untuk berkontribusi di masa yang akan datang. Faktor yang mempengaruhi nasionalisme presiden mahasiswa ialah orang yang dianggap penting, organisasi, media massa, pendidikan, agama, dan pengalaman berkesan.
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN CYBERBULLYING DI MEDIA SOSIAL TWITTER PADA SISWA SMAN 26 JAKARTA Rafidah Khairunnisa; Muhammad Zulfa Alfaruqy
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 4, Tahun 2022 (Agustus 2022)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.0.36471

Abstract

Kecerdasan emosional adalah kemampuan individu dalam mengenali, memahami, dan merasakan emosinya sendiri maupun individu lain, serta menjaga keseimbangan dan pengungkapan emosi melalui empati, kesadaran, motivasi, pengendalian diri, dan keterampilan sosial. Cyberbullying merupakan penggunaan teknologi komunikasi oleh individu maupun kelompok untuk merugikan, menyakiti, atau mengancam individu lain serta dilakukan secara sengaja dan berulang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosional dengan cyberbullying di media sosial Twitter pada siswa SMAN 26 Jakarta. Populasi penelitian adalah 172 siswa SMAN 26 Jakarta pengguna aktif Twitter. Sampel penelitian terdiri dari 120 siswa yang diperoleh dengan metode simple random sampling. Metode pengambilan data dilakukan menggunakan skala kecerdasan emosional (28 aitem, α = 0,880) dan skala cyberbullying (27 aitem, α = 0,908). Hasil pengolahan data dengan uji regresi sederhana diperoleh rxy = -0,441 dengan p = 0,000 (p < 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif antara kecerdasan emosional dengan cyberbullying. Semakin tinggi kecerdasan emosional maka semakin rendah cyberbullying, begitupun sebaliknya. Sumbangan efektif yang diberikan kecerdasan emosional terhadap cyberbullying sebesar 19,4%. Berdasarkan hasil penelitian, sekolah diharapkan dapat mengadakan pelatihan untuk meningkatkan kecerdasan emosional siswa serta mengadakan sosialisasi mengenai dampak maupun bahaya cyberbullying sebagai upaya preventif.
HUBUNGAN ANTARA SOCIAL MEDIA ENGAGEMENT DENGAN BODY-ESTEEM PADA SISWI SMAN 1 SALATIGA PENGGUNA INSTAGRAM Hanifa Silvi Azri Syafani; Muhammad Zulfa Alfaruqy
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 2, Tahun 2023 (April 2023)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2023.38634

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara social media engagement dengan body-esteem pada remaja perempuan pengguna Instagram. Desain penelitian ini menggunakan kuantitatif korelasi. Media penggalian data menggunakan skala cetak yang disebar kepada responden, yaitu siswa perempuan di SMA Negeri 1 Salatiga berusia 14-18 tahun. Partisipan penelitian berjumlah 247 siswa yang ditentukan dengan stratified cluster sampling. Alat ukur yang digunakan adalah skala social media engagement pada platform Instagram (n = 33, α = 0,925) dan skala body-esteem (n = 32, α = 0,935). Hasil analisis Kendall’s tau-b menunjukkan adanya hubungan signifikan antara social media engagement dan body-esteem, dengan indikasi arah hubungan negatif (????b = -0,098, p < 0,05). Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan dengan arah negatif antara social media engagement dan body-esteem pada siswa perempuan SMA Negeri 1 Salatiga pengguna Instagram. Berdasarkan hasil penelitian, maka rekomendasi yang diberikan adalah sekolah perlu mengadakan kegiatan yang membuat para siswa lebih aktif berinteraksi di dunia nyata dan mengurangi tingkat social media engagement yang berlebihan dalam diri para siswa.
PENGALAMAN REMAJA LAKI-LAKI SEBAGAI PENARI REOG: SEBUAH INTERPRETATIVE PHENOMENOLOGICAL ANALYSIS Kartika Ratri Andini; Muhammad Zulfa Alfaruqy
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 3, Tahun 2023 (Juni 2023)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2023.38658

Abstract

Masa remaja merupakan masa bagi individu untuk berusaha melakukan eksplorasi terhadap hal-hal baru yang ada di sekitar individu. Berbagai tren yang berasal dari luar, turut memengaruhi minat remaja untuk memiliki kemauan mengembangkan kebudayaan bangsa, termasuk di dalamnya kesenian reog. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami pengalaman remaja laki-laki sebagai penari reog. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif fenomenologis. Partisipan dalam penelitian ini adalah tiga orang remaja laki-laki berusia 13-18 tahun dan aktif sebagai penari reog yang dipilih secara purposif. Pengambilan data dalam penelitian menggunakan metode in-depth interview semi terstruktur dan menggunakan teknik analisis data Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Hasil yang ditemukan dalam penelitian ini dikelompokkan menjadi dua tema induk, yaitu (1) intensi penari reog yang didalamnya terdapat keinginan menjadi penari, social support, proses menjadi penari, entertaining possession, konflik penari reog, serta manajemen konflik penari; dan (2) pemaknaan pengalaman yang terdiri dari manfaat menjadi penari reog, kepedulian terhadap budaya, serta risiko menjadi penari reog. Hasil penelitian berperan dalam meluruskan stereotipe terhadap penari reog yang ada di masyarakat. Penelitian yang dilaksanakan diharapkan juga dapat berkontribusi dalam memupuk kepedulian terhadap kebudayaan pada masyarakat, khususnya di kalangan remaja.
PERSEPSI GENERASI Z TERHADAP KOMUNIKASI PUBLIK DI MASA PANDEMI COVID-19 Aura Tsania La Biba; Diory Singgya Zefanya; Daffa Rifaldy; Muhammad Zulfa Alfaruqy
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 4, Tahun 2023 (Agustus 2023)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2023.38739

Abstract

Pandemi COVID-19 mengubah perilaku dan kebiasaan masyarakat, termasuk generasi Z. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui persepsi generasi Z terhadap komunikasi publik pemerintah. Penelitian eksploratif dilakukan dengan pendekatan indigenous psychology. Penelitian melibatkan 259 subjek generasi Z yang berstatus sebagai mahasiswa dan berusia kurang dari 23 tahun. Data kuesioner open-ended dianalisis menggunakan analisis konten. Penelitian menemukan bahwa subjek percaya informasi terkait COVID-19 dengan pertimbangan kelogisan informasi (50,44%), kredibilitas komunikator (38,64%), dan sentuhan emosional (10,91%). Subjek mempersepsi Satgas COVID-19 dan IDI sebagai komunikator terpercaya. Temuan berimplikasi pada urgensi komunikasi publik yang mampu meningkatkan motivasi intrinsik generasi Z guna terciptanya kepatuhan terhadap protokol kesehatan.
HUBUNGAN LEADER-MEMBER EXCHANGE (LMX) DENGAN KEPUASAN KERJA PADA PERAWAT RSUD DR. H. SLAMET MARTODIRDJO PAMEKASAN Yanuarisca NC Pratiwi; Muhammad Zulfa Alfaruqy
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 5, Tahun 2023 (Oktober 2023)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2023.39070

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara kualitas Leader-Member Exchange (LMX) dengan kepuasan kerja pada perawat RSUD dr. H. Slamet Martodirdjo Pamekasan. Populasi penelitian yaitu perawat dengan masa kerja minimal satu tahun dan tidak menduduki jabatan sebagai kepala ruangan sejumlah 260 perawat. Teknik sampling yang dipakai dalam penelitian adalah accidental sampling dengan mempertimbangkan tabel Isaac dan Michael sehingga ditentukan bahwa sampel penelitian berjumlah 149 perawat. Alat ukur yang digunakan yaitu dua buah skala psikologi, yakni skala LMX (26 aitem, α = 0,925) dan skala kepuasan kerja (27 aitem, α = 0,892). Data dianalisis menggunakan teknik analisa statistik nonparametrik Kendall’s tau_b dengan bantuan aplikasi SPSS versi 25.0. Hasil pengujian hubungan kedua variabel menunjukkan bahwa terdapat hubungan dengan korelasi positif yang signifikan (τxy = 0,352, p < 0,05). Artinya, semakin tinggi kualitas LMX yang terjalin antara perawat dengan kepala ruangan maka akan semakin tinggi pula tingkat kepuasan kerja yang dirasakan perawat. Penelitian ini berimplikasi pada urgensi penataan manajemen SDM rumah sakit dalam upaya meningkatkan kualitas LMX yang akan meningkatkan motivasi kerja pada perawat sehingga perawat memiliki kepuasan kerja yang tinggi.
PENGALAMAN MENJADI PEMANDU LAGU DI TEMPAT KARAOKE PADA WANITA EMERGING ADULTHOOD: SEBUAH PENELITIAN FENOMENOLOGIS DESKRIPTIF Dita Indah Lestari; Muhammad Zulfa Alfaruqy
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 6, Tahun 2023 (Desember 2023)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2023.39130

Abstract

Persaingan dalam mencari pekerjaan dan kurangnya keterampilan mendorong seseorang untuk bekerja di sektor-sektor hiburan malam. Salah satu pekerjaan yang umum nya dikonotasikan negatif adalah pemandu lagu di tempat karaoke. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan pengalaman menjadi pemandu lagu di tempat karaoke pada wanita usia emerging adulthood. Pendekatan dalam penelitian ini adalah kualitatif fenomenologi deskriptif. Partisipan penelitian ini berjumlah tiga orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria, wanita yang bekerja sebagai pemandu lagu di tempat karaoke, berusia 18-25 tahun dan bersedia menjadi subjek peneltian. Data dikumpulkan menggunakan teknik wawancara semi terstruktur dan dianalisis menggunakan metode Descriptive Phenomenological Analysis (DPA). Dalam penelitian ini ditemukan tujuh sintesis tema meliputi, (1) motivasi memilih pekerjaan, (2) sistem pemandu lagu, (3) lingkungan kerja dan pengalaman kerja, (4) relasi keluarga, (5) relasi lingkungan, (6) makna pekerjaan, (7) pengharapan. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa wanita pemandu karaoke mendapatkan stigma buruk dari masyarakat, di mana stigma tersebut dapat memengaruhi konsep diri wanita pemandu lagu yang akhirnya memunculkan dorongan bagi pemandu lagu untuk meninggalkan pekerjaan tersebut. Penelitian ini diharapkan dapat berperan untuk memahami pengalaman dari wanita usia emerging adulthood yang berprofesi sebagai pemandu lagu ditempat karaoke, dan dapat dijadikan masukan dalam ilmu psikologi dalam bidang sosial.
PENGALAMAN WANITA EMERGING ADULTHOOD DENGAN NONSUICIDAL SELF-INJURY: INTERPRETATIVE PHENOMENOLOGICAL ANALYSIS Sanchia Dida Zadiat Al-Haya; Muhammad Zulfa Alfaruqy
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 1, Tahun 2024 (Februari 2024)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2024.40352

Abstract

Perilaku melukai diri sendiri tanpa disertai niat bunuh diri atau disebut dengan Nonsuicidal Self-Injury (NSSI) merupakan perilaku yang sengaja dilakukan oleh seseorang untuk menyalurkan rasa sakit atau tekanan emosional yang dialami. Self-injury banyak dijumpai di kalangan muda, termasuk pada kalangan beranjak dewasa (emerging adulthoodI) dan lebih banyak dilakukan oleh wanita. Penelian ini bertujuan untuk memahami pengalaman wanita emerging adulthood yang melakukan nonsuicidal self-injury. Penelitian ini melibatkan tiga wanita emerging adulthood berusia 18 hingga 25 tahun yang pernah atau secara berkala melakukan NSSI. Proses pengambilan data dilakukan dengan in-depth interview dengan bepanduan pada wawancara semi terstruktur. Hasil wawancara akan dianalisis menggunakan metode interpretative phenomenological analysis. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh sembilan tema superordinat, yaitu (1) trust issue akibat masalah interpersonal, (2) ketidakpuasan dalam menyalurkan emosi, (3) self-injury sebagai bentuk penyaluran emosi, (4) manifestasi dan gejolak self-injury, (5) perasaan lega sesaat setelah self-injury, (6) rasa khawatir setelah self-injury, (7) koping positif untuk menghentikan self-injury, (8) dukungan sosial membantu penghentian self-injury, dan (9) hikmah yang diraih dari pengalaman. Melalui penelitian ini, dapat diketahui bahwa pengendalian diri subjek untuk berhenti melakukan NSSI dapat bermula dari kesadaran diri subjek bahwa perilaku NSSI merugikan, harapan dan usaha untuk berhenti melakukan NSSI, serta dukungan sosial yang diterima.