Uswatul Chasanah, Uswatul
Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sebelas Maret

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PERANAN ZEOLIT NANOPORI TERMODIFIKASI SEBAGAI MATERIAL PENGONTROL PELEPASAN PUPUK UREA Hidayat, Rahmat; Fadillah, Ganjar; Chasanah, Uswatul; Wahyuningsih, Sayekti
Program Kreativitas Mahasiswa - Penelitian PKM-P 2014
Publisher : Ditlitabmas, Ditjen DIKTI, Kemdikbud RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.306 KB)

Abstract

Effectiveness of catalyst zeolite nanoporous as a slow release fertilizer of nitrogen from urea has been researched. In this study, natural zeolite was activated by HF 1%  with a calsination temperature at 120oC and the surface of zeolite was modified by aminopropyltrimethoxysilane (APTMS) 5%. Zeolite activation was characterized by X-ray diffraction spectroscopy (XRD) and Surface Area Analyzer (SAA) while the modified zeolite was characterized by infrared spectroscopy (FTIR), Surface Area Analyzer (SAA) and UV-Vis spectroscopy. The results of the material characterization of zeolite-APTMS obtained size pore of 7,74 nm with a maximum adsorption capacity of urea was 3.668 mg/g. Slow release urea test  from zeolite-APTMS performed by observing the absorbance of the urea at a wavelength of 195 nm with a variation of time 0, 5,10,20,40,60,80,100 and 120 minutes The test of fertilizers in the soil is directly done by observing changes pH and release of NH4+ in the incubation time of 14 days. The results show that urea without zeolite will be released 100% in the 120 minute and zeolite-APTMS aqueous solution at minute 120 only released about 56,24%. While the application of fertilizers in the soil is directly obtained that urea with zeolite having a pH decrease slowly compared to urea without zeolite. It is addressed that the zeolite-APTMS potentially be developed as a release control material of nitrogen from urea is caused due to the ability of the zeolite to absorb urea-APTMS temporarily in the pore and hydrogen bonding interactions between the urea and N-H from APTMS. Keywords:  zeolite, zeolite-APTMS, urea, slow release fertilizer
MODEL ABDOMEN MATERNITY SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN KLINIS DALAM MENCAPAI KOMPETENSI ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL: MATERNITY ABDOMEN MODEL AS A CLINICAL LEARNING TOOL TO ACHIEVE COMPETENCE IN MIDWIFERY CARE FOR PREGNANT WOMEN Dwi Astuti, Jujun; Nuraenah, Een; Chasanah, Uswatul
Jurnal Online Dengan Open Journal System Vol 4 No 2 (2024): JMSWH
Publisher : Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/jmswh.v4i2.1429

Abstract

Tersedianya Manikin maternity model abdominal kehamilan terbuat dari bahan silikon yang serupa dengan perut ibu hamil asli yang dilengkapi dengan audio detak jantung janin (DJJ) sekitar 110 - 180 x/mnt, dapat memenuhi kriteria teknologi dan capaian kompetensi pada mata kuliah perawatan kehamilan yang harus dicapai oleh mahasiswa kebidanan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas manikin maternity model perut dalam meningkatkan kompetensi siswa kebidanan untuk melakukan pemeriksaan leopold pada ibu hamil dan mengenali audio pencatatan jantung janin. Jenis penelitian ini kuantitatif, dengan desain penelitian quasi eksperimen. Penelitian dilakukan pada dua kelompok, yaitu kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Populasi penelitian ini seluruh mahasiswa Prodi D III Kebidanan di Poltekkes Kemenkes Jakarta III. Sampel adalah sebagian mahasiswa Prodi D III Kebidanan Semester III dan V dengan jumlah sampel sebanyak 120 orang. Kelompok perlakuan adalah sebagian siswa yang diberikan pendampingan, sedangkan kelompok kontrol adalah sebagian siswa tanpa pendampingan dalam menggunakan manikin maternity, teknik pengambilan sampel secara purposive sampling, pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan observasi, jenis data pada penelitian adalah data primer. Analisis data menggunakan data Kai Kuadrat, T-tes dan Regresi Logistik.
Study of green reductant effects of highly reduced graphene oxide production and their characteristics Chasanah, Uswatul; Trisunaryanti, Wega; Triyono; Oktaviano, Haryo Satriya; Santoso, Iman; Fatmawati, Dyah Ayu
Communications in Science and Technology Vol 7 No 2 (2022)
Publisher : Komunitas Ilmuwan dan Profesional Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21924/cst.7.2.2022.906

Abstract

The study of the green reductant effects to produce reduced graphene oxide (rGO) has been completed successfully. The reduction of graphene oxide (GO) was carried out chemically using various reductants such as ascorbic acid (rGO-AA), gallic acid (rGO-AG), and trisodium citrate (rGO-NS). The GO was prepared using the Tour method at a temperature of 65 ? for 6 hours with potassium permanganate: graphite weight ratio 1:3.5. The results showed that rGO-AA had the highest electrical conductivity value of 755.70 S/m, with characteristics such as a surface area of 255.93 m2/g, a pore volume of 0.61 cm3/g, an average pore diameter of 7.10 nm, ID/IG ratio of 1.93, and three graphene layers in the material nanostructure stack. Therefore, it can be concluded that the reduction of GO with ascorbic acid (rGO-AA) is the most effective in producing rGO.
Endorser Laki-Laki Produk Kosmetik Perempuan Dan Persepsi Maskulinitas Terhadap Minat Beli Dari Mahasiswi Di Pekalongan Setiowati, Riesca; Fatmala, Risqi; Chasanah, Uswatul; Mujiburrokhman, M; Mustofa, Agus; Susanti, Leni
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Mahasiswa (Student Paper Presentation)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dunia kosmetik belakangan ini tidak hanya diwarnai oleh wanita saja tetapi juga pria. Beberapa produk kosmetik bahkan melakukan endorsement pria sebagai bagian dari promosi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bertujuan menganalisis hubungan antara endorser laki-laki,persepsi maskulinitas sebagai variabel independen terhadap minat beli mahasiwi di Pekalongan dengan attitude formation sebagai variabel moderasi. Responden sebanyak 115 orang dengan teknik pursposive sampling. Alat analisis yang digunakan adalah Structural Equation Modeling (SEM) dengan bantuan software AMOS. Hasil dari penelitian ini bahwa endorser laki-laki produk kosmetik perempuan berpengaruh tehadap minat beli mahasiswi dengan C.R sebesar 2,713, sedangkan persepsi maskulinitas tidak berpengaruh secara signifikan terhadap minat beli dari mahasiswi di Pekalongan. Attitude formation berpengaruh signifikan terhadap minat beli dengan C.R sebesar 3,866.
OPTIMALISASI KESEHATAN LANSIA DENGAN EDUKASI PEMENUHAN GIZI PADA MASA MENOPAUSE DI WILAYAH RW 03 KELURAHAN PULOGEBANG KECAMATAN CAKUNG JAKARTA TIMUR Syaripah, Rosita; Fauziah Amizuar, Yulia; Chasanah, Uswatul; Kurnia Sari, Laila; Dian Marlina, Endah; Munawarah, Raudhatul
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Nusantara Vol 3 No 4 (2025): Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Nusantara | Desember 2025 - Februari 2026
Publisher : PT. NAFATIMAH GRESIK PUSTAKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menopause merupakan fase fisiologis alami dalam siklus reproduksi wanita yang umumnya terjadi pada usia 45–55 tahun. Penurunan hormon estrogen dan progesteron pada masa ini berdampak pada perubahan fisik, psikologis, serta metabolisme tubuh. Salah satu konsekuensi penting dari berkurangnya estrogen adalah meningkatnya risiko osteoporosis, yang dapat menimbulkan kecacatan, kematian, serta beban biaya kesehatan yang tinggi. Minimnya akses terhadap layanan kesehatan reproduksi yang komprehensif dan media edukasi yang mudah dipahami menjadi tantangan dalam penanganan masalah kesehatan pascamenopause. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan wanita usia 40–55 tahun, khususnya kelompok lansia 45–50 tahun, mengenai kesehatan reproduksi dan pemenuhan gizi seimbang pada masa menopause. Metode yang digunakan meliputi penjajakan dan koordinasi dengan mitra, skrining pengetahuan awal (pre-test), penyuluhan interaktif, diskusi aktif, serta pelatihan penyusunan menu gizi seimbang. Pengumpulan data dilakukan dengan pendekatan pre-eksperimental. Hasil menunjukkan adanya kesenjangan pengetahuan pada tahap awal, dengan 57,5% peserta berada pada kategori kurang. Setelah dilakukan edukasi, terjadi peningkatan signifikan, di mana 90% peserta memiliki pengetahuan baik dan tidak ada lagi yang termasuk kategori kurang. Hal ini membuktikan bahwa pemberdayaan masyarakat melalui penyuluhan dan pendampingan efektif dalam meningkatkan pemahaman terkait kesehatan menopause. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini dapat juga dilakukan pengembangan modul digital interaktif, pelatihan kader kesehatan sebagai pendamping lokal, serta perluasan jejaring kolaborasi dengan fasilitas kesehatan dan organisasi masyarakat. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga membuka peluang keberlanjutan program edukasi kesehatan reproduksi bagi wanita pascamenopause.