Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

MENINGKATKAN EFISIENSI KONSTRUKSI DENGAN TEKNOLOGI BIM DALAM PENGURANGAN PEMBOROSAN MATERIAL DAN PERCEPATAN PROSES ESTIMASI Aditya Purnama; Imam Mustofa; Faiz Muhammad Azhari
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 6 (2025): Vol. 6 No. 6 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i6.54093

Abstract

Penerapan teknologi Building Information Modeling (BIM) memiliki peran yang krusial dalam meningkatkan efisiensi proyek konstruksi, khususnya dalam hal pengelolaan material seperti besi tulangan, yang berpengaruh besar terhadap biaya dan struktur proyek. Di wilayah seperti Tulungagung, penggunaan BIM dalam proyek konstruksi berskala kecil dan menengah masih terbatas. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini dirancang untuk mengedukasi dan melatih pelaku konstruksi lokal dalam pemanfaatan teknologi BIM, dengan fokus pada perencanaan material tulangan besi. Pelatihan ini memanfaatkan perangkat lunak Autodesk Revit untuk membuat model struktur 3D serta menerapkan metode Bar Bending Schedule (BBS) guna menghitung volume, berat, dan estimasi material dengan lebih presisi. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa penerapan BIM dapat menurunkan pemborosan material besi tulangan hingga 18,7% dan mempercepat estimasi waktu pengerjaan dari 9 jam menjadi 3 jam. Peserta pelatihan, mayoritas pelaku konstruksi lokal, menunjukkan antusiasme yang besar untuk mengintegrasikan BIM dalam proyek mereka di masa depan. Temuan ini menegaskan bahwa pelatihan berbasis studi kasus lokal tidak hanya meningkatkan efisiensi dan ketepatan dalam perencanaan, tetapi juga memperkuat kapasitas sumber daya manusia di sektor konstruksi. Oleh karena itu, disarankan untuk memperluas inisiatif serupa di daerah-daerah lain yang memiliki karakteristik serupa serta menyediakan infrastruktur digital yang mendukung guna memperkuat dampak positif dari adopsi BIM dalam industri konstruksi di Indonesia
PERENCANAAN ULANG STRUKTUR BETON PADA BANGUNAN GYM MAJAPAHIT 7 LANTAI KOTA BANDUNG Aditya Purnama; Ikmal syukronni'am; Daffa Danendra Aryasatya
JURNAL DAKTILITAS Vol. 6 No. 1 (2026): JUNI 2026
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS TULUNGAGUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36563/j7z8zf56

Abstract

Penelitian ini menghitung pembebanan mati (DL), hidup (LL), dan khusus (RL) pada pelat lantai atap serta lantai 2-7 menggunakan metode amplop dan analisis statika Midas Gen 2019 untuk menentukan reaksi maksimum pada balok anak, memanjang, dan melintang. Perencanaan penulangan dilakukan berdasarkan mutu beton fc' 35 MPa dan baja fy 350 MPa, menghasilkan dimensi seperti balok anak 30x40 cm, balok memanjang 40x55 cm (lantai atap) dan 45x75 cm (lantai 2-7), balok melintang 35x45 cm (lantai atap) dan 40x60 cm (lantai 2-7), serta kolom 80x80 cm dengan tulangan 6D22
Karakteristik Mekanik dan Estetika Beton dengan Material Limbah Batu Onyx sebagai Alternatif Agregat Kasar Danang Hadi Nugroho; Aditya Purnama; Danang Wijanarko
Jurnal Talenta Sipil Vol 9, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/talentasipil.v9i1.1315

Abstract

The high consumption of natural aggregates in concrete production has led to increased exploitation of natural resources, causing environmental degradation. At the same time, the natural stone industry, particularly Onyx stone processing, generates a significant amount of solid waste that has not been optimally utilized. This study aims to evaluate the effect of using Onyx stone waste as a partial substitution for coarse aggregate on the compressive strength of concrete cylinders and the aesthetic quality of concrete surfaces. A quantitative approach with a pure experimental method was employed. Concrete cylinder specimens with a diameter of 150 mm and a height of 300 mm were prepared with Onyx waste substitution levels of 0%, 10%, 20%, and 30%, with five specimens for each variation. Compressive strength testing was conducted at 28 days in accordance with SNI 1974:2011, while aesthetic aspects were evaluated through visual observation of the concrete surface. The results indicate that Onyx waste substitution of up to 10% does not cause a significant reduction in compressive strength compared to control concrete, with an average value of 28.16 MPa. However, substitutions of 20% and 30% result in statistically significant strength reductions. In terms of aesthetics, higher Onyx content enhances surface color variation and texture. Therefore, the use of Onyx stone waste is recommended as an alternative coarse aggregate up to a maximum level of 10% to achieve environmentally friendly concrete with adequate mechanical performance and improved aesthetic value.
ANALISIS KERUSAKAN JALAN TERHADAP TINGKAT KECELAKAAN LALU LINTAS DI AREA RAWAN KECELAKAAN Daffa Danendra Aryasatya; Ikmal Syukronni'am; Aditya Purnama
JURNAL DAKTILITAS Vol. 5 No. 2 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS TULUNGAGUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36563/h4v9se14

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi dampak kerusakan jalan terhadap ketidaknyamanan, risiko kecelakaan, dan kerugian ekonomi yang dialami oleh pengguna jalan serta masyarakat sekitar. Data yang menjadi dasar analisis mencakup berbagai jenis kerusakan seperti retak kulit buaya, retak memanjang, retak sambungan, perbedaan ketinggian antara badan jalan dan bahu jalan, tambalan, dan lubang. Kerusakan-kerusakan ini tidak hanya menurunkan kenyamanan pengguna jalan akibat getaran dan kondisi permukaan jalan yang tidak rata, tetapi juga mengurangi rasa aman bagi para pengendara dan masyarakat sekitar yang harus menghadapi risiko kecelakaan yang lebih tinggi.       Analisis berdasarkan aspek kenyamanan menunjukkan bahwa kecelakaan kendaraan adalah faktor keamanan yang paling signifikan. Selain itu, efektivitas perjalanan juga menjadi faktor penting yang memengaruhi kenyamanan pengguna jalan, di mana kerusakan jalan menimbulkan hambatan perjalanan dan penurunan kualitas pengalaman berkendara. Dampak lain yang dirasakan oleh masyarakat sekitar adalah meningkatnya pencemaran udara, yang sebagian besar disebabkan oleh kemacetan dan perlambatan kendaraan akibat kondisi jalan yang buruk. Oleh sebab itu, upaya perbaikan dan pemeliharaan infrastruktur jalan harus mempertimbangkan tidak hanya aspek fisik jalan, tetapi juga keselamatan lalu lintas, kenyamanan pengguna, dan lingkungan agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas.