Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Increasing Soil Bearing Capacity and Shear Modulus with Recycle Concrete Aggregate Sheila Ananda Putri Pertiwi; Agata Iwan Candra; Dwifi Aprillia Karisma; Mahardi Kamalika Khusna Ali
Bentang : Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil Vol 12 No 2 (2024): BENTANG Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil (July 2024)
Publisher : Universitas Islam 45

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33558/bentang.v12i2.9517

Abstract

Soil is an important component in building construction because it supports the structure. Clay soils often pose problems due to their high potential for swelling and shrinkage, which can result in cracking and building settlement. Stabilization of clay soil is an important solution. This research aims to evaluate the effect of recycled aggregate concrete (RCA) from laboratory construction waste on the characteristics of clay soil. The research method involved laboratory experiments, with a mixture of clay and RCA at 5%, 10%, and 15% variations. Testing includes Atterberg Limit, Standard Proctor Test, and Unconfined Compressive Strength (UCS). The results showed that adding RCA increased clay soil's bearing capacity and shear modulus. The peak bearing capacity was achieved by adding 5% RCA, with a Qu value reaching 265.24 kN/m². The shear modulus also increased from 41.63 MPa to 62.442 MPa with the addition of 5% RCA. Thus, the addition of RCA from laboratory construction waste can increase the bearing capacity and shear modulus of clay soil to support construction safety and the principles of sustainable development.
KEDELAI MENINGKATKAN DAYA DUKUNG FONDASI TELAPAK LINGKARAN Zaizafun Zakiya; Agata Iwan Candra; Mahardi Kamalika Khusna Ali
Jurnal Riset Rekayasa Sipil Vol 9, No 2 (2026): Maret 2026
Publisher : Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jrrs.v9i2.105478

Abstract

Tanah pasir lepas memiliki daya dukung rendah akibat porositas tinggi dan ikatan antarbutir yang lemah. Kondisi ini menjadi tantangan signifikan dalam perencanaan konstruksi fondasi dangkal, karena berisiko menyebabkan penurunan berlebih dan ketidakstabilan struktur. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas metode Enzyme-Induced Carbonate Precipitation (EICP) berbasis ekstrak kedelai dalam meningkatkan kapasitas daya dukung tanah tersebut. Perlakuan dilakukan satu kali dengan menyuntikkan 9 liter larutan EICP ke dalam media pasir menggunakan metode two-phase. Rasio larutan urease (dari ekstraksi bubuk kedelai) dan sementasi (1 mol/L urea dan 1 mol/L CaCl₂) adalah 1:1, dengan konsentrasi total 22,24% terhadap berat kering pasir. Pengujian meliputi uji beban statik aksial (ASTM D1194) dan uji geser langsung (ASTM D3080). Hasil menunjukkan bahwa kapasitas daya dukung ultimit meningkat sebesar 272,7% (uji aksial) dan 368,2% (perhitungan). Peningkatan sifat tanah juga terlihat dari nilai kohesi hingga 13,78 kPa, sudut geser dalam mencapai 57,16°, dan berat volume tanah naik dari 13,48 menjadi 18,00 kN/m³. Uji ANOVA (F(1,114) = 239,97; p < 0,001) mengonfirmasi pengaruh perlakuan yang signifikan secara statistik. Disimpulkan bahwa metode EICP berbasis kedelai efektif dalam memperbaiki sifat fisik dan mekanik tanah pasir lepas, serta meningkatkan daya dukung fondasi telapak lingkaran secara signifikan.
Implementation of ChatGPT Training to Enhance Artificial Intelligence Literacy Among First-Year Dental Students Agata Iwan Candra; Mahardi Kamalika Khusna Ali; Meyrinda Tobing; Ibnu Gunawan; Arini Indriyasari; Dery Maharnindra; Nur Rohmatin
Jurnal Pengabdian UNDIKMA Vol. 7 No. 2 (2026): May
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jpu.v7i2.17662

Abstract

This community service aims to enhance AI literacy among first-year dental students through a ChatGPT-based training program, resulting in improved understanding of AI concepts, practical skills in using ChatGPT, and critical awareness in assessing its outputs.. A total of 58 students participated, with effectiveness measured through a pre-test and post-test Likert-scale questionnaire covering five indicators: understanding of AI and ChatGPT, application in learning, technical skills, critical validation, and academic confidence. Results showed improvements in all indicators, with the highest increase in technical skills (56.08%) and the lowest in critical validation (29.77%). One-way ANOVA confirmed significant differences among indicators (F = 88.335, p < 0.05). These findings demonstrate that short training can effectively strengthen students’ AI literacy by improving knowledge, technical proficiency, and academic confidence. Nonetheless, the relatively lower gain in critical validation highlights the need for extended guidance in verifying ChatGPT outputs. This program can serve as a practical model for fostering digital literacy in higher education.
MICP Meningkatkan Kohesi dan Sudut Geser Tanah Lempung Berplastisitas Rendah Pada Kadar Air Tinggi Fahrul Rizaldi; Mahardi Kamalika Khusna Ali
Jurnal Teknika Vol 18 No 1 (2026): MARET
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jt.v18i1.1594

Abstract

Tanah lempung menunjukkan karakteristik mekanik yang sangat dipengaruhi oleh perubahan kadar air, sehingga rentan mengalami penurunan parameter kuat geser pada kondisi jenuh maupun selama siklus pembasahan–pengeringan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh durasi inkubasi terhadap perkembangan parameter kuat geser efektif tanah lempung berplastisitas rendah (CL) yang distabilisasi menggunakan metode Microbially Induced Calcite Precipitation (MICP) melalui pendekatan biostimulasi. Sampel tanah disiapkan dalam dua kondisi, yaitu tanpa perlakuan dan dengan perlakuan MICP, kemudian diinkubasi selama 0, 7, dan 14 hari. Parameter kohesi (c′) dan sudut geser dalam (φ′) diperoleh melalui pengujian direct shear test dan dianalisis berdasarkan kriteria kegagalan Mohr–Coulomb. Hasil pengujian menunjukkan bahwa peningkatan durasi inkubasi berkontribusi signifikan terhadap kenaikan parameter kuat geser pada sampel MICP. Pada masa inkubasi 14 hari, nilai kohesi mencapai 10,794 kPa, meningkat sekitar 167% dibandingkan tanah tanpa perlakuan, sedangkan sudut geser meningkat hingga 27,889° atau sekitar 63% lebih tinggi dibandingkan sampel untreated. Tegangan geser maksimum juga tercatat meningkat hingga sebesar 140% dibandingkan tanah tanpa perlakuan. Analisis statistik menggunakan uji ANOVA pada tingkat kepercayaan 95% menunjukkan bahwa perbedaan parameter geser antarperlakuan signifikan secara statistik (p < 0,05) pada seluruh variasi durasi inkubasi. Peningkatan parameter kuat geser tersebut mengindikasikan bahwa presipitasi CaCO₃ yang berkembang selama masa inkubasi berperan dalam memperkuat ikatan antarpartikel tanah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa MICP berbasis biostimulasi merupakan metode stabilisasi yang efektif dalam meningkatkan performa mekanik tanah lempung, melalui peningkatan kohesi dan sudut geser seiring bertambahnya durasi inkubasi.