Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pengaruh Teknologi Finansial dan Inklusi Keuangan Terhadap Ketimpangan Pendapatan di Negara ASEAN-6: (The Impact of FinancialTechnology and Financial Inclusion on the Income Inequality in ASEAN-6 Countries) Pratama, Yonanda Yudha; Titik, Crisanty Sutristyaningtyas
e-Journal Ekonomi Bisnis dan Akuntansi Vol. 11 No. 1 (2024): e-JEBA Volume 11 Number1 Year 2024
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/ejeba.v11i1.47003

Abstract

This study aims to analyze the long-term and short-term effects of financial technology and financial inclusion on income inequality in ASEAN-6 countries, namely Indonesia, Malaysia, Singapore, Thailand, Philippines and Vietnam, for the period between 2011 and 2022. Indicators used in This research is income inequality using the Gini coefficient, financial inclusion using financial inclusion indicators based on the Sarma model and data on e-money usage as an indicator of financial technology. The data analysis technique used is Panel Auto Regressive Distributed Lag (ARDL). The results of this study found that in the long term the financial technology variable has a significant negative effect, while in the short term it has no significant effect on income inequality in ASEAN-6, and the financial inclusion variable in the long term has a significant positive effect, whereas in the short term it has no significant effect on income inequality in ASEAN-6.
FOCUS GROUP DISCUSSION “MENGGALI POTENSI LOKAL DESA TELAGABIRU, KECAMATAN TANJUNGBUMI, KABUPATEN BANGKALAN” Herry yulistiyono; Faidal Faidal; Crisanty Sutristyaningtyas Titik
Azam Insan Cendikia Vol. 3 No. 2 (2024): Jurmas Azam Insan Cendikia
Publisher : Yayasan Azam Insan Cendikia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62833/pkm.v3i2.130

Abstract

Kolaborasi dengan Pemangku Desa beserta warga masyarakatnya dan dunia kampus merupakan awal mula untuk berkontribusi meningkatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal desa. Pengalian potensi desa dan pengembangan desa Telaga Biru dilakukan melalui kegiatan curah pendapat melalui Focus Group Discussion (FGD) guna menyusun rekomendasi tindak lanjut pengembangan potensi lokal Desa. Capaian FGD di Desa Telaga Biru telah menetapkan beberapa program kerja prioritas, antara lain: Pembangunan Pasar Apung, yang bertujuan untuk mengurangi pengangguran dan mengembangkan pariwisata religi Sarimuna; Pengembangan Wisata Desa Pantai Telaga Biru dan Pembangunan Istana Pasir