Randa Putra Kasea Sinaga
Jurusan Kesejahteraan Sosial, Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, Universitas Sumatera Utara,Jl.Dr. A. Sofian No.1A, Padang Bulan, Kec. Medan Baru, Kota Medan, Sumatera Utara 20222, Indonesia

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

MEMBENTUK KARAKTER KEBERANIAN PADA ANAK MENGGUNAKAN METODE BERCERITA DALAM PROGRAM LITERASI MEMBACA DAN MENULIS Anindita Delfia; Randa Putra Kasea Sinaga
Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Vol. 1 No. 6 (2023): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krep
Publisher : CV SWA Anugerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.8765/kpa.v1i6.457

Abstract

Pandangan mengenai karakter dapat dibentuk dan dipengaruhi oleh lingkungan luar membuktikan bahwa terdapat kesempatan untuk pendidik dapat menciptakan lingkungan yang mendukung, terbentuknya kebiasaan positif untuk seorang anak seperti mempersiapkan anak yang berani dan percaya diri merupakan pembekalan yang baik untuk seorang anak kedepannya. Keberanian secara umum merupakan sifat yang gagah berani, tidak pernah takut dalam menghadapi sesuatu hal. Mahasiswa melakukan program Literasi baca- tulis dengan menggunakan metode bercerita. Karena dengan bercerita bisa melatih keberanian seorang anak pula. Penting bagi orang dewasa untuk mendukung kemampuan bercerita pada anak, sebab hal tersebut memiliki manfaat dalam memberikan peningkatan terhadap nilai rasa percaya diri dan keberanian pada anak hal tersebut memberikan manfaat positif bagi perkembangan anak terutama dalam perkembangan moral, bahasa, dan sosial emosional mereka. Sekarang ini masih banyak ditemui anak remaja yang memiliki rasa percaya diri serta keberanian yang kurang. Oleh sebab itu dibutuhkannya orang dewasa untuk memantau dan membantu seorang anak untuk dapat membentuk karakter keberanian pada diri mereka. melalui program literasi baca-tulis dengan menggunakan metode bercerita yang bertujuan untuk membantu seorang anak dalam mengembangkan karakter keberanian pada diri mereka dalam kegiatan mini project PKL 1 yang dilaksanakan di UPT SMP Negeri 11 Medan.
PERAN EDUCATOR DINAS DP3AP2KB KABUPATEN KARO DALAM SOSIALISASI PENCEGAHAN PERKAWINAN ANAK DI SMAN 1 KABAN JAHE Fajar Utama Ritonga; Randa Putra Kasea Sinaga; Floren Br Barus
Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Vol. 1 No. 11 (2023): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa)
Publisher : CV SWA Anugerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.8765/krepa.v1i11.1229

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan peran penting Educator dalam menyosialisasikan upaya pencegahan perkawinan anak di SMAN 1 Kaban Jahe. Educator bekerja sama dengan sekolah dan melibatkan siswa, guru, orang tua, dan masyarakat sekitar dalam meningkatkan kesadaran tentang dampak negatif dari perkawinan anak. Educator juga berperan sebagai fasilitator dalam menghubungkan sekolah dengan lembaga-lembaga terkait, seperti lembaga perlindungan anak dan lembaga kesehatan reproduksi, untuk memastikan pemahaman yang lebih mendalam tentang isu ini dan upaya pencegahannya. Penelitian ini menggunakan metode service learning. Service learning merupakan suatu bentuk pendidikan yang menggabungkan antara visi misi akademik dengan upaya menumbuhkan hingga memecahkan problematika yang hadir di masyarakat secara langsung serta dengan mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sosialisasi yang dilakukan oleh Educator telah berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pencegahan perkawinan anak. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi acuan bagi pihak-pihak terkait, termasuk Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Karo, dalam mengembangkan program sosialisasi yang lebih efektif dalam pencegahan perkawinan anak di daerah lain. Kesimpulannya, peran Educator dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Karo sangat penting dalam sosialisasi pencegahan perkawinan anak di SMAN 1 Kaban Jahe. Upaya ini diharapkan dapat mengurangi jumlah perkawinan anak dan memberikan kesempatan yang lebih baik bagi anak-anak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.
MENINGKATKAN SOFTSKILL DAN MOTIVASI BELAJAR ANAK-ANAK PANTI ASUHAN MERCY CLEMENT INDONESIA MEDAN Rivaldo Halomoan Sinaga; Randa Putra Kasea Sinaga; Fajar Utama Ritonga
Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Vol. 1 No. 12 (2023): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa)
Publisher : CV SWA Anugerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.8765/krepa.v1i12.1386

Abstract

Improving soft skills has an important role in supporting abilities and developing character in children. Apart from that, children must also have motivation to learn. The main problem with educational services at the Mercy Clement Indonesia Orphanage in Medan is that the limited number and educational background of the foster carers and older siblings are obstacles in providing guidance at the Orphanage. It is felt that the formal education received by foster children is not enough to improve children's soft skills and motivation to learn in facing the high demands on the quality of human resources today. The aim of this research activity is to improve the soft skills and learning motivation of children at the Mercy Clement Indonesia Medan orphanage to become children who are tough, enthusiastic in achieving their dreams, able to think critically, creatively and innovatively in dealing with all situations. The method for implementing this activity is presentation and lecture accompanied by discussion and question and answer between the orphanage children and the resource persons. The conclusion of the service activities that have been carried out is that the children of the Mercy Clement Indonesia Orphanage have a better understanding of how to improve their soft skills and become more motivated in learning and enthusiastic in achieving their dreams so that they become strong children, able to think critically, creatively and innovatively. in facing all situations, especially in the digital era.
PENINGKATAN KONSEP PENERIMAAN DIRI MELALUI KEGIATAN MORNING MEETING BAGI RESIDEN NARKOBA MEDAN PLUS Jonex Osorio Suares William Hutabarat; Randa Putra Kasea Sinaga; Fajar Utama Ritonga
Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Vol. 2 No. 1 (2023): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa)
Publisher : CV SWA Anugerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.8765/krepa.v2i1.1540

Abstract

Penyalahgunaan narkoba merupakan masalah sosial yang sangat meresahkan masyarakat Indonesia. Salah satu faktor yang menyebabkan seseorang kecanduan narkoba adalah rendahnya konsep penerimaan diri. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan konsep penerimaan diri residen narkoba melalui kegiatan morning meeting di Panti Rehabilitasi Narkoba Medan Plus. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) dengan pendekatan kualitatif. Penelitian tindakan dipilih karena bertujuan untuk memecahkan masalah nyata yang dihadapi oleh subjek penelitian dan sekaligus meningkatkan kualitas praktik pembinaan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep penerimaan diri residen narkoba meningkat secara signifikan setelah mengikuti kegiatan morning meeting selama 8 minggu.