Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Dana Alokasi Umum dan Dana Otonomi Khusus terhadap Belanja Modal Kabupaten Nduga Ance Marjun; saprudin Saprudin; Novaliastuti Masiaga; Mohamad Abdul Radjak Masjhur; Olfin Ishak; Lianti Polapa
Jurnal Ekonomi STIEP Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Ekonomi STIEP (JES)
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IBE Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54526/jes.v11i1.686

Abstract

This study aims to determine and analyze the simultaneous and partial effects of the General Allocation Fund (DAU) and the Special Autonomy Fund (DOK) on Capital Expenditure in the Nduga Regency Government, Highland Papua Province. The background of this research is based on the phenomenon of obstacles in achieving economic growth in Nduga Regency, both in terms of revenue and expenditure realization, despite being granted broad autonomy and transfer fund support from the central government. The research method used is quantitative with multiple linear regression analysis using budgetary data over a 10-year period. The results indicate that, simultaneously, DAU and DOK have a significant influence on Capital Expenditure with an F-value of 9.493 and a significance level of 0.000. These variables are able to explain 33.9% of the variation in Capital Expenditure. Partially, DAU is proven to have a positive and significant effect on Capital Expenditure. Conversely, DOK does not have a significant effect on Capital Expenditure in Nduga Regency. This is presumably because DOK is primarily allocated to social programs, basic services, and specific financing that are not always directly reflected in physical capital expenditure, as well as constraints in budget planning and absorption within the special autonomy region
Analisis Dampak Investasi Modal Pemerintah Daerah Terhadap Pertumbuhan Aset, Efisiensi, dan Kinerja Keuangan Bank SulutGO Hasan Hamid; Saprudin Saprudin; Novaliastuti Masiaga; Mohamad Abdul Radjak Masjhur
Balance : Jurnal Akuntansi dan Manajemen Vol. 4 No. 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jam.v4i3.927

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh secara parsial Penyertaan modal terhadap pertumbuhan aktiva, efisiensi dan kinerja keuangan menggunakan Tobins’Q. Kajian ini dilatarbelakangi oleh gap penelitian terdahulu yang belum mengintegrasikan tiga variabel tersebut secara simultan dalam konteks bank pembangunan daerah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan PT. Bank SulutGo dan dokumen penyertaan modal selama periode 2010–2024. Sampel pada penelitian ini merupakan perusahaan perbankan PT. Bank SulutGo pada 15 tahun periode. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis regresi berganda dengan menggunakan metode data panel. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial penyertaan modal berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan aktiva, penyertaan modal berpengaruh negatif dan signifikan terhadap efisiensi dan penyertaan modal berpengaruh positif ridak signifikan terhadap pertumbuhan aktiva. Temuan ini menegaskan bahwa modal pemerintah daerah mampu mendorong ekspansi aset dan meningkatkan efisiensi, tetapi belum sepenuhnya terkonversi menjadi peningkatan profitabilitas. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya strategi alokasi modal yang lebih produktif, transformasi digital untuk efisiensi, serta penguatan tata kelola agar penyertaan modal dapat berkontribusi optimal terhadap keberlanjutan kinerja bank daerah.   This study aims to examine the partial influence of capital participation on asset growth, efficiency, and financial performance using Tobin's Q. This study is motivated by a gap in previous research that has not simultaneously integrated these three variables in the context of regional development banks. The research employs a quantitative approach using secondary data in the form of annual financial statements of PT. Bank SulutGo and capital participation documents for the period 2010–2024. The sample in this study consists of the banking company PT. Bank SulutGo over a 15-year period. The data analysis technique used in this study is multiple regression analysis using the panel data method. Based on the research results, it was shown that partially, capital participation has a positive and significant effect on asset growth, capital participation has a negative and significant effect on efficiency, and capital participation has a positive but not significant effect on asset growth. These findings confirm that regional government capital can drive asset expansion and improve efficiency, but it has not yet fully translated into increased profitability. The implications of this study emphasize the importance of more productive capital allocation strategies, digital transformation for efficiency, and strengthening governance so that capital participation can optimally contribute to the sustainability of regional bank performance.  
Pengembangan Usaha Street Coffe Sebagai Upaya Peningkatan Ekonomi Masyarakat Lokal Ayub Usman Rasid; Onong Junus; Novaliastuti Masiaga; Dewi Walahe; Mohamad Hendrik Tuda; Diva; Iin Agustina Hutudji; Gagan Mantali; Nur Faizan Rauf; Sri Hindun Daud; Elsa Lakoro; Julfikram N. Kasim; Kamaludin Uno
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi Mei - Agustus
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha street coffee merupakan salah satu bentuk usaha mikro yang memiliki potensi untuk meningkatkan perekonomian masyarakat melalui penciptaan peluang usaha dan penguatan kewirausahaan lokal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat Desa Motolohu, Kabupaten Pohuwato, dalam mengembangkan usaha street coffee sebagai alternatif usaha produktif yang dapat mendukung peningkatan ekonomi masyarakat. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan produksi street coffee, pelatihan pemasaran, dan pendampingan usaha yang melibatkan masyarakat serta siswa kelas XII yang tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Berdasarkan hasil observasi awal, masih terdapat masyarakat yang belum bekerja dan belum memiliki pekerjaan tetap sehingga diperlukan program pemberdayaan ekonomi berbasis kewirausahaan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu memahami proses produksi, pengelolaan usaha sederhana, dan strategi pemasaran produk. Selain itu, indikator keberhasilan program berhasil dicapai melalui terbentuknya satu kelompok usaha street coffee sebagai wadah pengembangan usaha secara berkelanjutan. Keberadaan kelompok usaha tersebut diharapkan dapat menjadi sarana kolaborasi masyarakat dalam mengembangkan usaha produktif dan meningkatkan peluang pendapatan. Dengan demikian, pengembangan usaha street coffee dapat menjadi salah satu strategi pemberdayaan masyarakat yang mendukung penguatan ekonomi lokal secara berkelanjutan.