Latar belakang: Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyakit yang umum terjadi pada balita dan menjadi salah satu penyebab utama angka kesakitan dan kematian anak di Indonesia. Faktor individu seperti status gizi, status imunisasi, dan berat badan lahir diduga berkontribusi terhadap kejadian ISPA. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor individu yang memengaruhi kejadian ISPA pada balita. Tujuan: ini adalah untuk mengetahui pengaruh faktor individu yang terdiri dari status gizi, status imunisasi, dan berat badan lahir terhadap kejadian ISPA pada balita di UPTD Puskesmas Menteng Palangka Raya. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 77 responden ibu yang memiliki balita, yang diambil menggunakan teknik total sampling. Instrumen berupa kuesioner dan analisis data dilakukan dengan uji regresi linier berganda. Hasil: Sebagian besar balita mengalami ISPA sebanyak dua kali dalam enam bulan terakhir. Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel status gizi, status imunisasi, dan berat badan lahir tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kejadian ISPA. Hal ini ditunjukkan oleh nilai signifikansi masing-masing variabel yang lebih besar dari 0,05, yaitu status gizi sebesar 0,429 > 0,05, status imunisasi sebesar 0,402 > 0,05, dan berat badan lahir (BBL) sebesar 0,491 > 0,05. Meskipun demikian, secara deskriptif terlihat bahwa balita dengan status gizi buruk, imunisasi yang tidak lengkap, serta berat badan lahir rendah cenderung lebih rentan mengalami ISPA. Kesimpulan: Meskipun tidak signifikan secara statistik, faktor-faktor individu tetap memiliki peran dalam kejadian ISPA pada balita. Diperlukan upaya pencegahan berbasis rumah tangga dan intervensi promotif oleh tenaga kesehatan untuk menurunkan risiko ISPA.