Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PELATIHAN GERAKAN ANTI PERUNDUNGAN (GAP) UNTUK MENINGKATKAN NILAI SOSIAL PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DI WILAYAH BANTUL Hardi Prasetiawan; Amien Wahyudi; Shopyan Jepri Kurniawan
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 (2020): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.974 KB)

Abstract

Abstract Bullying is all forms of oppression or violence that are carried out deliberately by one or a group of people who are stronger or more powerful towards another person, aiming to hurt and is carried out continuously. The purpose of this training is to form an Anti Bullying Movement (GAP) in schools which is an effort to help students in their personal life, social life, and learning activities. The Anti Bullying Movement (GAP) is directed to help overcome weaknesses and obstacles as well as problems faced by students, especially to increase the social value of students that occur in junior high schools. The method of implementing the Anti Bullying Movement (GAP) Training at Muhammadiyah Junior High School in Bantul has been implemented since October 21, 2020, namely (1) Forum Group Discussion, (2) training, (3) mentoring, and (4) brainstorming given to participants students are to initiate the activity of identifying bullying behavior through a pretest (google form). The solution offered is to provide online training and mentoring both synchronously and asynchronously through the WhatsApp group with various activities provided. The results of this training are the expected outcomes or outcomes when this community service program is given, namely Anti Bullying Movement Posters, Proceedings or Journal of Community Service, Online News, and Anti Bullying Movement Training Videos (GAP) to increase Social Value in students at SMP Muhammadiyah in the Bantul area. Abstrak Perundungan (bullying) merupakan segala bentuk penindasan atau kekerasan yang dilakukan dengan sengaja oleh satu atau sekelompok orang yang lebih kuat atau berkuasa terhadap orang lain, bertujuan untuk menyakiti dan dilakukan secara terus menerus. Tujuan dari pelatihan ini adaah membentuk suatu Gerakan Anti Perundungan (GAP) di sekolah yang merupakan usaha membantu peserta didik dalam kehidupan pribadi, kehidupan sosial, maupun kegiatan belajarnya. Gerakan Anti Perundungan (GAP) diarahkan untuk membantu mengatasi kelemahan dan hambatan serta masalah yang dihadapi peserta didik khsususnya untuk meningkatkan nilai sosial siswa yang terjadi di sekolah menengah pertama.Metode pelaksanaan Pelatihan Gerakan Anti Perundungan (GAP) di SMP Muhammadiyah di wilayah Bantul ini dilaksanakan sejak tangga 21 Oktober 2020 yaitu (1) Forum Group Discussion, (2) pelatihan, (3) pendampingan, dan (4) brainstorming yang diberikan kepada para peserta didik adalah dengan mengawali aktivitas indentifikasi perilaku perundungan (bullying) melalui pretest (google form). Adapun solusi yang ditawarkan adalah memberikan pelatihan dan pendampingan melui daring baik secara sinkron maupun asinkron melalui grup whatsapp dengan berbagai aktivitas yang diberikan. Hasil dari pelatihan ini adalah bentuk luaran atau capaian yang diharapkan pada saat program pengabdian pada masyarakat ini diberikan, yaitu Poster Gerakan Anti Perundungan, Prosiding atau Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Berita Online, dan Video Pelatihan Gerakan Anti Perundungan (GAP) untuk meningkatkan Nilai Sosial pada siswa di SMP Muhammadiyah di wilayah Bantul.
PERAN GURU DAN PUSTAKAWAN DALAM GERAKAN LITERASI SEKOLAH DITINJAU DARI TAHAP PENGEMBANGAN DI SD MUHAMMADIYAH SUMBERMULYO Shopyan Jepri Kurniawan; Ragil Dian Purnama Putri
PROCEEDING UMSURABAYA 2020: Proceedings Conference of Elementary Studies 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru dan pustakawan dalam pengembangan gerakan literasi sekolah dan faktor yang mendukung maupun penghambat. Penelitian ini mengggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjeknya adalah kepala sekolah, guru, pustakawan serta siswa. Objeknya sesuai dengan penelitian. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Data diolah melalui beberapa tahap, yaitu redukasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunujukan pelaksanaan program gerakan literasi sekolah di SD Muhammadiyah Sumbermulyo sudah dilaksankan sejak 3 tahun. Dalam mengembangkan literasi siswa tersebut maka SD Muhammadiyah Sumbermulyo memiliki program sekolah yang sudah terjadwal dan terencana. Adapun program kegiatan literasi tersebut meliputi kegiatan tadarus Al-Qur’an, kegiatan membaca 15 menit, kegiatan literasi tahap pengembangan, pemanfaatan perpustakaan dan sudut baca, pemilihan putra putri literasi. Pelaksanaan gerakan literasi sekolah tahap pengembangan di SD Muhammadiyah Sumbermulyo peneliti menemukan faktor pendukung yaitu kesadaran warga sekolah akan pentingnya kegiatan literasi, patuh terhadap panduan GLS dari pemerintah dan Permendikbud RI Nomor 23 Tahun 2015, perpustakaan, kegiatan literasi, kerja sama perpustakaan sekolah dengan perpustakaan lain, dan dukungan orang tua siswa. Faktor penghambatnya yaitu kedisiplinan dalam berliterasi belum dilaksanakan oleh semua siswa, kurangnya kesadaran guru dalam literasi, rendahnya minat siswa mengikuti kegiatan literasi, dan kurangnya waktu untuk kegiatan literasi.Kata Kunci: Guru dan Pustakawan, Gerakan Literasi Sekolah, GLS Tahap Pengembangan