Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Agro

Respons bibit kopi Liberika hasil sambung pucuk dengan kopi Robusta pada berbagai panjang entres dan inokulasi mikoriza Elis Kartika; Gusniwati Gusniwati; Made Deviani Duaja
Jurnal Agro Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/12747

Abstract

Grafting bibit kopi memiliki tujuan menghasilkan tanaman dengan karakteristik terbaik dari dua varietas kopi yang disambungkan. Kopi robusta digunakan sebagai batang bawah, karena lebih tahan terhadap kondisi yang tidak menguntungkan di lahan gambut. Upaya peningkatan ketahanan batang bawah dapat memanfaatkan mikoriza dan disambungkan dengan kopi liberika sebagai batang atas. Penelitian ini bertujuan untuk  mendapatkan bibit kopi Liberika unggul hasil grafting dengan kopi Robusta bermikoriza serta mendapatkan panjang entres kopi Liberika yang mampu meningkatkan pertumbuhan bibit kopi Liberika hasil sambung pucuk. Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap faktorial dengan dua faktor dan empat ulangan. Faktor pertama adalah inokulasi mikoriza (tanpa aplikasi mikoriza dan aplikasi mikoriza gabungan Glomus sp-1a dan Glomus sp-3c) dan  faktor kedua berupa panjang entres (10, 15, 20 dan 25 cm). Parameter yang diamati adalah persentase keberhasilan sambungan, waktu pecah tunas, pertambahan tinggi bibit, pertambahan jumlah daun, jumlah tunas, bobot kering tunas, dan infeksi mikoriza. Hasil penelitian menunjukkan respons bibit kopi Liberika hasil grafting dengan bibit kopi Robusta bermikoriza terbaik diperoleh pada panjang entres 15 cm, sedangkan yang disambungkan dengan Robusta tidak bermikoriza diperoleh pada panjang entres 25 cm. Pertumbuhan bibit kopi Liberika hasil grafting dengan bibit kopi Robusta terbaik pada berbagai panjang entres diperoleh pada kopi Robusta bermikoriza.” The main goal of coffee grafting is to create a crop with the best characteristic of two coffee varieties in one plant. Robusta coffee is used as the rootstock, which is more resistant to constraints and unfavorable conditions in the peatland. The effort to increase rootstock resistance is inoculated by mycorrhizae and grafted with Liberica coffee as the scion. This study aimed to obtain the best scion length in order to increase the growth of Liberica coffee with Robusta coffee as the inoculated rootstock. The experiment used factorial completely randomized design with the first factor was mycorrhizae inoculation (without inoculation and inoculation of Glomus sp-1a and Glomus sp-3c combination) and the second factor was  the length of scion (10, 15, 20 and 25 cm). The variables observed were the percentage of success grafted plants, shoot break time, growth (plant height, number of leave, number of shoots, and shoot dry weight) and mycorrhizae infection. The results showed that the plant inoculated by mycorrhizae and scion lenght of 15 cm gave the best percentage of the success graft, shoot break time, and growth of scion. While, the root stock without inoculation showed the best result with the scion length 25 cm. The best growth of grafted plant was obtained in all scion length with mycorrhizae inoculation. 
Respons tanaman kopi liberika bermikoriza di lahan gambut terhadap aplikasi pupuk anorganik Elis Kartika; Made Deviani Duaja; Gusniwati Gusniwati
Jurnal Agro Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/21421

Abstract

Aplikasi pupuk anorganik secara kontinyu dengan dosis tinggi berdampak negatif terhadap kerusakan tanah dan lingkungan lainnya.  Pemakaian pupuk hayati mikoriza merupakan salah satu upaya untuk mengatasi dampak negatif tersebut.  Penelitian yang bertujuan untuk mendapatkan dosis pupuk anorganik terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman kopi liberika bermikoriza di lahan gambut, dilakukan menggunakan  Rancangan Acak Kelompok satu faktor  6 perlakuan, yaitu tanpa pupuk hayati mikoriza + pupuk anorganik 100%, pupuk hayati mikoriza + tanpa pupuk anorganik,  pupuk hayati mikoriza + 25% pupuk anorganik, pupuk hayati mikoriza + 50% pupuk anorganik, pupuk hayati mikoriza + 75% pupuK anorganik, serta pupuk hayati mikoriza + 100% pupuk anorganik dengan dosis rekomendasi yaitu 50 g Urea, 40 g SP-36, 40 g KCl dan 15 g Kisserit per tanaman. Isolat mikoriza yang digunakan berupa isolat gabungan Glomus sp-1a dan Glomus sp-3c sebanyak 10 g per tanaman.  Peubah yang diamati adalah pertambahan tinggi tanaman, pertambahan diameter batang, pertambahan jumlah daun dan pertambahan jumlah cabang serta kolonisasi mikoriza.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi pupuk hayati mikoriza 10 g per tanaman dan 50% pupuk anorganik merupakan kombinasi terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan kopi liberika di lahan gambut.  Pupuk hayati mikoriza mampu menggantikan dan menghemat pemakaian pupuk anorganik sebesar 50%.   ABSTRACTContinuous application of inorganic fertilizers in high doses can harm the soil and causes other environmental damage. Using mycorrhizal biofertilizers is one of the efforts to overcome the adverse effects of these inorganic fertilizers. The study aimed to obtain the best dose of inorganic fertilizer in increasing the growth of mycorrhizal liberika coffee plants on peatlands and was designed in a randomized block experiment. The treatment was the application of mycorrhizal biofertilizers and inorganic fertilizers according to recommendations i.e: without mycorrhizal biofertilizers +100% inorganic fertilizers; mycorrhizal biofertilizers+ no inorganic fertilizers; mycorrhizal biofertilizer+25% inorganic fertilizer; mycorrhizal biofertilizer + 50% inorganic fertilizer; mycorrhizal biofertilizer + 75% inorganic fertilizer; mycorrhizal biofertilizer + 100% inorganic fertilizer (as recommended doses of 50 g Urea, 40 g SP-36, 40 g KCl and 15 g Kisserit per plant). The mycorrhizal isolates used were a combination of Glomus sp-1a and Glomus sp-3c of 10 g per plant. The variables observed were the increase in plant height, stem diameter, number of leaves, number of branches, and mycorrhizal colonization. The results showed that applying 10 g per plant of mycorrhizal biofertilizer and 50% of inorganic fertilizer was the best combination for increasing the growth of Liberica coffee in peatlands.  Mycorrhizal biofertilizers can replace and reduce the use of inorganic fertilizers by 50%.