Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PELATIHAN E-COMMERCE SISWA SMK YPUI PARUNG SEBAGAI SOLUSI PERBAIKAN PEREKONOMIAN DI MASA PANDEMI COVID-19 Budi Apriyanto; Dede Supriyadi; Pacifico Shorea Rotaria; Enjah Pipit Fitriyadi; Nur Lingga Setya Dewi
JAMAIKA: JURNAL ABDI MASYARAKAT Vol 3, No 1 (2022): FEBRUARI
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.607 KB)

Abstract

Setahun sudah Covid-19 melanda bumi nusantara, sejak itulah perekonomian masyarakat mengalami penurunan. Banyak kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah dalam upaya penanggulangan penyebaran serta upaya dalam menstabilkan perekonomian. Salah satunya adalah e-commerce, sesuai yang dikemukakan oleh Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto dalam webinar, bahwa perdagangan secara online atau menggunakan platform e-commerce merupakan solusi untuk meningkatkan perdagangan di tengah pandemi COVID-19. Hal ini menjadi penting sebab perdagangan yang merupakan salah satu kunci pertumbuhan ekonomi nasional. Pemerintah menyadari bahwa e-commerce merupakan salah satu solusi mengatasi dampak ekonomi dari pandemi COVID-19.Konsumsi penggunaan internet di masa pandemik semakin meningkat khususnya akses di berbagai marklet place, dikarenakan masyarakat lebih memilih berbelanja secara online dari rumah dikarenakan untuk menghindari kontak langsung dengan banyak orang. Media sosial merupakan sebuah teknologi yang bisa membuat orang saling terhubung secara online baik dalam hubungan personal maupun bisnis. Media sosial berperan sebagai media penghubung informasi dan komunikasi antara penjual dengan pembeli, selain itu media sosial memiliki potensi untuk menemukan konsumen serta membangun image tentang merk suatu produk (Vernia, 2017). Proses jual beli yang dilakukan melalui internet dikenal dengan e-commerce atau electronic commerce (Khasanah & Rofiah, 2019).E-Commerce menjadi alternatif untuk memperbaiki perekonomian masyarakat di masa pandemi Covid-19. E-Commerce merupakan cara berbisnis yang memanfaatkan perkembangan teknologi yang menjadi penghubung antara penjual dan pembeli. E-Commerce memiliki 4 jenis yaitu 1. Business to- Business (B2B), 2. Busines to Consummer (B2C), 3. Consumer to Consumer (C2C), 4. Consumer to Business (C2B). Namun tidak semua masyarakat mengetahui kelebihan dan cara berbisnis online, sehingga perlu dilakukan sosialisasi dan pelatihan E-Commerce. Sosialisasi dan pelatihan E-Commerce pada masa pandemi dilakukan secara online.
PELATIHAN MANAJEMEN DIGITAL UNTUK PENGUATAN SDM YAYASAN ISLAM TERPADU TAJAUL KAROMATU Nuru Kalumidya Erponis; Ela Hardiantini; Nur Lingga Setya Dewi
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 4 No. 01 (2026): JANUARI 2026
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital berjalan sangat cepat, dan itu mengubah cara lembaga pendidikan mengelola administrasi, pembelajaran, layanan, sampai komunikasi publik. Sekolah atau yayasan yang masih mengandalkan sistem manual biasanya akan kesulitan dalam menghadapi kebutuhan yang semakin besar, misalnya data siswa sulit dicari, laporan sering terlambat, dan komunikasi antar bagian tidak rapi. Kondisi seperti ini yang melahirkan program pelatihan manajemen digital untuk SDM Yayasan Pendidikan Islam Terpadu Tajaul Karomatu (YPIT). Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas manajerial pengurus yayasan dalam mengelola administrasi dan kegiatan menggunakan teknologi digital. Melalui pelatihan ini, diharapkan pengurus yayasan dapat mengelola data siswa, membuat laporan berbasis cloud, dan meningkatkan komunikasi internal dengan lebih efisien. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah ceramah, diskusi kelompok, dan praktek langsung menggunakan alat digital seperti Google Workspace. Hasil yang diharapkan adalah pengurus yayasan memiliki keterampilan dalam menggunakan aplikasi berbasis cloud untuk menyederhanakan pekerjaan mereka dan meningkatkan transparansi dalam pengelolaan yayasan.