Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

WORKSHOP KOMPUTER AKUNTANSI ACCURATE VERSI 5 BAGI GURU DAN SISWA AKUNTANSI SMK TRIGUNA 1956 JAKARTA SELATAN Suryani Suryani; Desy Mariani; Farida Ayu Avisena Nusantari
JAMAIKA: JURNAL ABDI MASYARAKAT Vol 1, No 2 (2020): JUNI
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (834.319 KB)

Abstract

Penyusunan laporan keuangan  yang akurat dan tepat waktu akan memudahkan perusahaan dalam pengambilan keputusan bisnis di masa mendatang. Aplikasi komputer akuntansi Accurate merupakan salah satu aplikasi yang memudahkan penyusunan laporan keuangan agar lebih akurat dan tepat waktu. Pelatihan komputer akuntansi sangat dibutuhkan bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebab SMK memiliki prinsip mengutamakan penyiapan siswa untuk memasuki lapangan kerja. Berkaitan dengan hal tersebut maka Kepala SMK Triguna 1956 mengirim permintaan narasumber untuk pemberian materi komputer akuntansi kepada siswa-siswanya.  Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan serta wawasan peserta tentang penggunaan aplikasi ini untuk persiapan dunia kerja. Metode pelatihan dikemas dalam bentuk praktik penyelesaian kasus akuntansi di laboratorium komputer Universitas Budi Luhur. Dalam pelaksanaan pelatihan ini para peserta cukup memahami dengan baik dan cukup interaktif.
Akselerasi Layanan Bank Syariah melalui Fintech: Strategi Operasional, Inovasi Produk, dan Perlindungan Konsumen Farida Ayu Avisena Nusantari; Suryani Suryani
Revenue: Lentera Bisnis Manajemen Vol. 3 No. 04 (2025): November 2025
Publisher : Lentera Ilmu Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59422/lbm.v3i04.1109

Abstract

Penelitian ini betujuan untuk menganalisis strategi implementasi teknologi financial dalam akselerasi layanan perbankan syariah melalui sintesis kerangka strategis yang merangkum dimensi akselerasi layanan digital, inovasi produk, efisiensi operasional, serta tata kelola kepatuhan syariah dan manajemen risiko digital sebagai acuan implementasi. Metode pendekatan yang digunakan yaitu deskriptif analitis dengan mengkaji data bersumber yang dipercaya misalnya studi literatur (library research), data statistik, studi kasus hingga pandanganbeberapa praktisi perbankan syariah. Hasil analisis menunjukkan bahwadampak positif diterapkannya teknologi finansial pada beberapa bank syariah dalam akselerasi layanan,terciptanya inovasi produk sesuai kebutuhan nasabah serta efisiensi dalam biaya operasional untuk menjangkau pasar lebih luas dengan implikasi praktis utama berupa rekomendasi penguatan desain layanan dan pengalaman nasabah, penataan prioritas implementasi (quick wins hingga penguatan ekosistem), serta pengembangan kapasitas SDM dan sistem pengendalian agar strategi berjalan konsisten. Namun ditemui juga kendala dan tantangan bahwa layanan yang diberikan harus tetap sesuai dengan prinsip syariah sehingga perlu menjaga kepatuhan dengan regulasi dan nilai syariah, keamanan data, literasi digital dan perlindungan konsumen untuk optimalisasi manfaat yang dirasakan berbagai pihak serta perlunya pemetaan langkah mitigasi risiko yang terukur agar inovasi tetap aman, patuh, dan berkelanjutan bagi bank, nasabah, dan regulator.
Digitalization of tax administration and compliance of Islamic banks Farida Ayu Avisena Nusantari; Yuphi Handoko; Imam Tri Wibowo
Educoretax Vol 6 No 8 (2026)
Publisher : WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/educoretax.v6i8.2398

Abstract

The rapid transformation of global tax administration toward Tax Administration 3.0, highlighted in Indonesia by the implementation of the Core Tax Administration System (Coretax) during 2024–2026, presents critical structural challenges for Islamic banking. This study aims to systematically review, map, and synthesize current literature regarding the impact of digital tax administration on tax compliance, operational risks, and financial performance in Islamic banks. Applying the Systematic Literature Review (SLR) approach governed by the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) 2020 protocol, a comprehensive search was conducted across Scopus, Web of Science, and DOAJ databases for publications between 2024 and 2026. Out of 214 initial records, 28 high-quality peer-reviewed articles were included for thematic synthesis. The findings reveal three dominant thematic clusters: (1) short-term compliance cost surges and long-term operational efficiency gains affecting Return on Assets (ROA) and BOPO ratios; (2) potential operational and technical alignment friction between automated digital tax algorithms (e.g., Coretax) and complex Sharia contracts (Murabahah, Mudharabah, Ijarah). Legally and normatively, double Value Added Tax (VAT) exposure on Murabahah and Ijarah Muntahiya Bittamlik (IMBT) has been resolved since Law No. 42 of 2009 and reaffirmed under Law No. 7 of 2021 on Harmonization of Tax Regulations (UU HPP) through Article 1A paragraph (1) letter h of the VAT Law, which establishes the pass-through principle (treating financing deliveries as direct transfers from suppliers to end-customers). However, operational risks persist due to Coretax data-matching algorithm mismatches when parsing electronic tax invoices (e-Faktur). Similarly, profit-sharing yields on Mudharabah and Musyarakah function as deductible cost of funds under Article 6 paragraph (1) letter a of the Income Tax Law (UU PPh), distinguished from non-deductible profit distributions under Article 9 paragraph (1) of the Income Tax Law; and (3) the role of Sharia Governance and firm transparency in mitigating compliance risks and optimizing corporate zakat as a tax-deductible expense under Article 9 paragraph (1) letter g of the Income Tax Law jo. Government Regulation No. 60 of 2010 (reducing taxable income, rather than acting as a direct tax credit). This research contributes an integrative conceptual framework bridging digital tax inputs with Islamic banking process governance and formulates a future research agenda. The study offers practical insights for tax authorities to establish Sharia-neutral digital tax modules and for Islamic bank managers to optimize automated tax risk management.
Transformasi Risiko Pembiayaan Bank Syariah dalam Ekosistem Digital Farida Ayu Avisena Nusantari; Suryani Suryani; Muhammad Hadi Maulidin Nugraha
Margin: Jurnal Lentera Managemen Keuangan Vol. 4 No. 02 (2026): Agustus 2026
Publisher : Lentera Ilmu Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59422/margin.v4i02.1492

Abstract

Transformasi digital telah mengubah model bisnis perbankan syariah melalui penerapan layanan digital, integrasi teknologi finansial, serta pemanfaatan kecerdasan buatan dalam proses pembiayaan. Perubahan tersebut meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas layanan, namun sekaligus memperluas kompleksitas risiko pembiayaan yang berpotensi memengaruhi kualitas aset, keamanan informasi, serta kepatuhan terhadap prinsip syariah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik risiko pembiayaan pada bank syariah di era digitalisasi serta mengidentifikasi strategi mitigasi risiko yang dapat mendukung keberlanjutan industri perbankan syariah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur terhadap 10 artikel ilmiah utama periode 2023–2026 yang diperoleh melalui Google Scholar, Garuda, DOAJ, dan portal jurnal perguruan tinggi. Literatur diseleksi berdasarkan relevansi topik, kualitas publikasi, dan keterbaruan, kemudian dianalisis menggunakan content analysis untuk mengidentifikasi dan menyintesis tema-tema utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi meningkatkan efisiensi operasional, mempercepat proses pembiayaan, dan memperkuat pengambilan keputusan berbasis data, tetapi juga meningkatkan eksposur terhadap risiko keamanan siber, teknologi informasi, fraud digital, kepatuhan syariah, dan pihak ketiga. Temuan utama menunjukkan bahwa risiko pembiayaan pada era digital tidak lagi hanya ditentukan oleh kemampuan finansial nasabah, tetapi telah berkembang menjadi risiko yang saling terhubung dengan aspek teknologi, keamanan data, tata kelola, kompetensi sumber daya manusia, dan kepatuhan syariah. Berdasarkan sintesis tersebut, penelitian ini mengusulkan kerangka Digital Financing Risk Management yang mengintegrasikan Risk Governance, Digital Technology, Cyber Security, Human Resources Competency, dan Sharia Compliance. Temuan tersebut menegaskan pentingnya pendekatan pengelolaan risiko pembiayaan yang terintegrasi untuk menjaga kualitas pembiayaan, memperkuat ketahanan operasional, serta mendukung keberlanjutan bank syariah di era digital.