Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis pengaruh aktivitas pertambangan terhadap kualitas air tanah di Kabupaten Konawe Selatan Ali Okto; La Ode Ngkoimani; Suryawan Asfar; Jahiddin Jahiddin; Marwan Zam Mili
OPHIOLITE : Jurnal Geologi Terapan Vol 1, No 1 (2019): OPHIOLITE
Publisher : Program Studi Teknik Geologi Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.605 KB) | DOI: 10.56099/ophiolite.v1i1.9321

Abstract

Aktivitas pertambangan dengan metode open pit mining dilakukan dengan cara pengupasan lahan, sehingga meninggalkan lahan tanpa tutupan vegetasi. Lahan tanpa tutupan vegetasi akan memperbesar laju aliran permukaan dan laju infiltrasi bawah permukaan. Metode yang digunakan untuk mengetahui tingkat pencemaran air menggunakan metode Indeks Pencemaran (IP). Hasil dari analisis terhadap sampel air yang berada di sekitar lokasi pertambangan di Kabupaten Konawe Selatan menunjukkan adanya unsur logam berbahaya seperti Arsen (As), Kromium VI (Cr+6), Kadmium (Cd), Tembaga (Cu), Seng (Zn) dan Timbal (Pb). Berdasarkan perhitungan dengan menggunakan Metode Indeks Pencemaran sampel air telah mengalami pencemaran ringan (untuk peruntukan Kelas I) dan masih memenuhi baku mutu air (untuk peruntukan Kelas III).
Strategi Pengelolaan Limbah Rumah Tangga melalui Pemilahan Sampah Terpadu: Evaluasi Program KKN Tematik di Desa Waworaha, Kecamatan Soropia, Sulawesi Tenggara Masri Masri; Erwin Anshari; Harisma Harisma; Ali Okto; Firdaus Firdaus; Marwan Zam Mili
Journal of Community Development Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i2.1770

Abstract

Program KKN Tematik di Desa Waworaha dilaksanakan untuk mengatasi permasalahan pengelolaan sampah rumah tangga dan pencemaran mikroplastik di kawasan pesisir. Kondisi awal menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat belum mempraktikkan pemilahan sampah, dengan banyaknya sampah yang dibakar atau dibuang langsung ke laut dan lahan kosong. Praktik ini berisiko besar terhadap kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat. Program ini terdiri dari tiga kegiatan utama: sosialisasi mengenai bahaya mikroplastik kepada siswa SMP untuk menumbuhkan kesadaran dini, bimbingan teknis mengenai pemilahan sampah rumah tangga untuk masyarakat dan aparat desa, serta pemasangan tempat sampah terpilah di lokasi strategis desa. Sosialisasi bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang dampak mikroplastik, sedangkan bimbingan teknis dilakukan untuk mengajarkan cara memilah sampah sesuai dengan kategori organik, anorganik, dan B3. Tempat sampah terpilah dipasang di lokasi-lokasi dengan tingkat aktivitas tinggi, seperti kawasan wisata dan fasilitas umum, untuk mendukung praktik pemilahan di tingkat pengguna. Evaluasi yang dilakukan melalui kuesioner dan wawancara menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat terkait pengelolaan sampah dan mikroplastik. Program ini dinilai efektif, namun untuk menjaga keberlanjutan, diperlukan tindak lanjut berupa pemantauan, pelatihan lanjutan, serta penguatan kelembagaan agar pengelolaan sampah yang baik dapat terus berlanjut di Desa Waworaha.
TRANSFORMASI PENDEKATAN VALUASI MINERAL DALAM FORMULA HARGA PATOKAN MINERAL (HPM) INDONESIA : THE TRANSFORMATION OF MINERAL VALUATION APPROACHES IN INDONESIA'S MINERAL BENCHMARK PRICE (HPM) FORMULA Wd Rizky Awaliah Nafiu; Marwan Zam Mili
JURNAL TEKNIK PERTAMBANGAN Vol. 26 No. 2 (2026): Agustus, 2026
Publisher : JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jtp.v26i2.27055

Abstract

Harga Patokan Mineral (HPM) merupakan instrumen penting dalam tata kelola harga mineral dan penilaian nilai ekonomi bijih. Penelitian ini bertujuan menganalisis perkembangan formula HPM dan transformasi pendekatan valuasi mineral dalam regulasi pertambangan Indonesia periode 2017–2026. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif-komparatif melalui technical review terhadap Permen ESDM No. 7 Tahun 2017, No. 11 Tahun 2020, Kepmen ESDM No. 72/K/MB.01/MEM.B/2025, No. 268.K/MB.01/MEM.B/2025, dan No. 144.K/MB.01/MEM.B/2026. Analisis dilakukan dengan membandingkan struktur formula, basis harga acuan, corrective factor (CF), kadar air, dan perlakuan terhadap mineral ikutan, kemudian menginterpretasikan perubahannya dari perspektif ekonomi mineral. Hasil menunjukkan bahwa formula HPM periode 2017–2025 masih berorientasi pada nikel sebagai mineral utama melalui kadar Ni, CF, dan HMA nikel, sedangkan Kepmen ESDM No. 144.K/MB.01/MEM.B/2026 memperluas formula dengan memasukkan Fe, Co, dan Cr sebagai mineral ikutan serta kadar air sebagai faktor penyesuaian. Perubahan tersebut menunjukkan pergeseran menuju pendekatan valuasi yang lebih komprehensif. Implementasinya memerlukan standardisasi pengukuran kadar mineral dan kadar air serta penguatan validasi data kualitas bijih agar penetapan HPM lebih konsisten dan merepresentasikan karakteristik mineralisasi. Kata kunci: Ekonomi Mineral, Harga Patokan Mineral, Mineral Ikutan, Valuasi Mineral