Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Penerapan Teknik Verbal Asertif untuk Menurunkan Kemarahan pada Pasien Perilaku Kekerasan Nia Ambarwati; Is Susilaningsih
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 6 No. 2 (2020)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.556 KB)

Abstract

Latar belakang : Perilaku kekerasan biasanya menunjukkan perilaku menyerang, tangan dikepal, tubuh menjadi kaku, reflek yang cepat dan membahayakan diri sendiri dan lingkungan. Perilaku kekerasan sudah banyak diberikan asupan berstandar dan berbagai cara teknik mengontrol perilaku kekerasan tetapi pada kenyataanya Ny. A jarang menggunakan teknik yang sudah diajarkan sehingga perlu dikonrol dengan salah satu cara yaitu teknik verbal asertif. Tujuan :menerapkan teknik verbal asertif untuk mengontrol marah Ny A. Metode : Penelitian deskriptif kualitatif. Sampel 1 responden. Metode yang digunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Sempel Ny A yang mengalami perilaku kekerasan. Hasil : Pertemuan dengan responden untuk pengambilan data dilakukan di Wisma Budi Makarti Boyolali di ruang Apokat yang akan berlangsung selama 3 hari yaitu dimulai dari tanggal 01 April sampai dengan 03 April 2019. Langkah awal yang saya lakukan adalah datang menemui pasien kemudian mengobservasi dan wawancara.Simpulan : mampu mengontrol marah dengan baik. Saran yang diberikan kepada Ny A agar melakukan pelatihan secara rutin dan terjadwal.
Literature Review : Terapi Kognitif pada Klien Harga Diri Rendah Is Susilaningsih; Rizki Nilam Sari
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 7 No. 1 (2021)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.73 KB) | DOI: 10.56186/jkkb.86

Abstract

Latar belakang : Harga diri rendah adalah semua pikiran, keyakinan dan kepercayaan yang merupakan pengetahuan individu tentang dirinya dan mempengaruhi hubungannya dengan orang lain. Harga diri rendah psikotik disebabkan oleh gangguan neurotransmiter di otak yang terjadi pada seluruh aspek kepribadian ditandai dengan ketidakmampuan menilai realita, gangguan proses pikir, kedangkalan emosi, kemunduran kemauan dan mengalami disorientasi. Bentuk tindakan keperawatan harga diri rendah secara individu adalah terapi kognitif yaitu psikoterapi individu yang pelaksanaannya dengan melatih klien untuk mengubah cara klien menafsirkan dan memandang segala sesuatu pada saat klien mengalami kekecewaan, sehingga klien merasa lebih baik dan dapat bertindak lebih produktif. Tujuan : Mengetahui efektifitas teknik kognitif terhadap pasien harga diri rendah. Metode : Artikel ilmiah ini menggunakan pendekatan eksploratif menggunakan metode dan desain literature review yang dilakukan tanggal 15 Juni sampai 25 Agustus 2020 dengan mengambil sumber-sumber dari Google Scholar yang sesuai dengan kata kunci dan kriteria diantaranya jurnal nasional dan internasional, terbit 10 tahun terakhir, bukan merupakan jurnal asuhan keperawatan, jurnal yang tidak dapat diakses full text. Hasil : Terdapat 7.550 yang diidentifikasi dan dipublikasikan tahun 2011-2020. Artikel sebanyak 66 diseleksi terpilih 17 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, dari 17 jurnal ditemukan 2 jurnal yang memenuhi kriteria inklusi sehingga peneliti mencari jurnal yang mendekati tahun 2011, ditemukan 3 jurnal di tahun 2010 didapatkan hasil yang menunjukkan bahwa teknik kognitif dapat meningkatkan harga diri pada pasien harga diri rendah. Simpulan : Terapi kognitif efektif terhadap peningkatan harga diri pada pasien harga diri rendah..
Literature Review : Penerapan Terapi Psikoreligius terhadap Perilaku Kekerasan Is Susilaningsih; Evi Cahya Ningsih
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 7 No. 2 (2021)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.501 KB) | DOI: 10.56186/jkkb.88

Abstract

Pendahuluan: Perilaku kekerasan merupakan suatu bentuk perilaku yang bertujuan untuk melukai seseorang secara fisik maupun psikologis. Upaya yang dapat dilakukan untuk menangani pasien perilaku kekerasan salah satunya dengan terapi psikoreligius. Tujuan: Mengetahui efektifitas terapi psikoreligius terhadap penurunan perilaku kekerasan pada pasien skizofrenia. Metode: Penelitian eksploratif menggunakan metode dan desain penelitian literature riview dengan mengambil sumber-sumber hasil yang dilakukan pada tanggal 15 Juni sampai 25 Oktober 2020 dengan Google Scholar yang sesuai dengan kata kunci dan kriteria diantaranya jurnal nasional bahasa Indonesia, terbit 10 tahun terakhir 2011-2020, bukan merupakan jurnal asuhan keperawatan, dan jurnal yang tidak dapat diakses full text. Hasil: Terdapat 338 yang diidentifikasi dan dipublikasikan dari tahun 2011-2020. Dari 338 artikel 3 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi psikoreligius dapat menurunkan perilaku kekerasan pada pasien skizofrenia. Kesimpulan: Untuk menurunkan perilaku kekerasan pada pasien skizofrenia dapat dilakukan dengan program latihan, salah satunya yaitu terapi psikoreligius.
Pendampingan Ibu Hamil Melalui One Student One Client (OSOC) Evy Tri Susanti; Wahyu Tri Astuti; Lis Nurhayati; Is Susilaningsih; Rusminah Rusminah; Emah Marhamah
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.881 KB)

Abstract

Latar Belakang. Kegiatan pendampingan ibu hamil melalui OneStudent One Client (OSOC) merupakan kegiatan pendampingan olehsatu mahasiswa kepada satu ibu hamil resiko tinggi dengan prinsipasuhan berkelanjutan dimulai dari awal kehamilan, persalinan, bayibaru lahir dan nifas sehingga dapat mengidentifikasi adanya faktorrisiko terjadinya kematian sehingga dapat memberikan intervensisedini mungkin. Tujuan. Tujuan kegiatan ini adalah untukmendeteksi dini terhadap faktor risiko maupun komplikasi pada ibuhamil dan nifas, melakukan upaya promotif dan preventif untukmeningkatkan kesehatan ibu dan bayi serta memastikan setiap ibuhamil memperoleh pelayanan terstandar di wilayah PuskesmasWindusari dan Bandongan Kabupaten Magelang. Metode. Metodepengabdian masyarakat ini adalah mahasiswa melakukan kunjunganrumah ibu hamil sebanyak empat kali yaitu periode hamil, nifas,bayi baru lahir dan program keluarga berencana. Jumlah. Jumlahibu hamil resiko tinggi 28 orang yang terdiri dari 16 ibu hamilwilayah Puskesmas Windusari dan 12 ibu hamil di wilayahPuskesmas Bandongan pada bulan April sampai Oktober 2018.Hasil. Jumlah ibu hamil 28 orang didapatkan 100% mempunyai bukuKIA, 39% tidak faham P4K, 21% IMT kurang dari normal, 19%TB<145cm, 32% hipotensi, 44% TFU kurang dari normal, 21% DJJ<100x/menit, 14% letak kepala tidak normal, 21% imunisasi TT tidaklengkap, 68% persalinan normal, 21% mengalami komplikasipersalinan,0,03% menggunakan kontrasepsi pil, 61% suntik, 10%implant, 0,03% MOW, 14% belum menentukan kontrasepsi. 0,03%kondisi bayi lemah. Kesimpulan. 100% Ibu hamil terdeteksi faktorrisiko dan komplikasi serta memperoleh pelayanan terstandar.Rekomendasi. Program pendampingan ibu hamil melalui OSOCdapat dilanjutkan oleh bidan desa setempat agar ibu hamil risikotinggi mendapatkan pelayan terstandar sehingga dapat menurunkanAKI dan AKB.
TINGKAT STRESS DENGAN PERUBAHAN SIKLUS MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI Is Susilaningsih; Alfi Ziyadatul Farikhah
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 9 No. 1 (2023)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.113

Abstract

Latar Belakang : Menstruasi merupakan proses alamiah bagi wanita dimana terjadi deskuamasi atau luruhnya endometrium yang keluar melalui vagina berupa perdarahan. Panjang siklus menstruasi normal berkisar antara 28-35 hari. Jika siklusnya <28 hari atau >35 hari termasuk siklus menstruasi yang tidak normal. Perubahan siklus menstruasi dapat disebabkan oleh perubahan hormonal akibat stres yang dialami remaja putri. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat stress yang menyebabkan perubahan siklus menstruasi pada remaja putri. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif dengan pendekatan literature review hasil penelitian tentang hubungan tingkat stress dengan perubahan siklus menstruasi pada remaja putri. Sampel penelitian adalah 3 jurnal yang dipilih melalui teknik purpovise sampling yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil : Populasi yang rentan mengalami stress sehingga mengalami perubahan menstruasi adalah remaja putri usia 16-19 tahun. Hasil penelitian menyatakan 2 penelitian tentang remaja putri mengalami stress ringan hingga berat dengan siklus menstruasi tidak teratur, dan 1 penelitian menyatakan tidak terdapat hubungan antara tingkat stress dengan perubahan siklus menstruasi dengan nilai p value = 0,085. Stressor yang memicu terjadinya stress yaitu masalah pelajaran sekolah, teman dekat/pacar, hubungan dengan orang tua, persaingan saudara. Kesimpulan : Stress ringan hingga stress berat cenderung mempengaruhi perubahan siklus menstruasi pada remaja putri. Kata kunci : Perubahan siklus menstruasi, tingkat stres.