Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Penerapan Teknik Senam Kaki Diabetes untuk Meningkatkan Sensitivitas pada Kaki Pasien dengan Diabetes Melitus Tipe II Laila Nurbaeti; Wahyu Tri Astuti
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 6 No. 2 (2020)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.83 KB)

Abstract

Latar belakang : Diabetes melitus merupakan penyakit yang mampu menimbulkan berbagai macam masalah sekunder berupa komplikasi neuropati sensorik, dalam mengatasi masalah tersebut hal ini perlu dilakukan penanganan dengan cara melakukan latihan jasmani berupa senam kaki diabetes sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan sensitivitas kaki pada pasien dengan diabetes melitus tipe II. Tujuan : Menggali tentang pengaruh senam kaki diabetes terhadap peningkatan sensitivitas kaki sebelum dan setelah dilakukan. Metode : Penelitian deskriptif kualitatif. Sampel 1 responden. Hasil : Setelah dilakukan latihan senam kaki selama 3 hari sebanyak 3 kali latihan dalam sehari dengan lama waktu latihan 15- 30 menit menunjukkan tingkat sensitivitas kaki dari 4 lokasi yang tidak mampu merasakan getaran pada saat pemeriksaan menjadi 3 lokasi yang tidak mampu merasakan getaran pada saat pemeriksaan. Simpulan : Terdapat adanya pengaruh yang besar yaitu terjadinya peningkatan tingkat sensitivitas kaki dari angka 4 menjadi angka 3 setelah dilakukan pemberian senam kaki diabetes sebanyak 3 kali dalam sehari dengan lama latihan 20-30 menit selama 3 hari.
Literature Review : Penerapan Terapi Story Telling Terhadap Kecemasan Anak Prasekolah Akibat Hospitalisasi Wahyu Tri Astuti; Naurotul Faiqoh
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 7 No. 1 (2021)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.344 KB) | DOI: 10.56186/jkkb.82

Abstract

Latar belakang : Cemas merupakan dampak dari hospitalisasi yang dialami oleh anak karena menghadapi stressor yang ada dilingkungan rumah sakit. Bentuk perasaan cemas yang muncul seperti anak gelisah, anak rewel, menangis, kondisi tersebut tentunya memerlukan strategi yang terpat agar anak prasekolah yang dirawat dirumah sakit dapat menerima tindakan medis atau keperawatan yang diprogramkan. Salah satu strategi yang bisa diterapkan adalah terapi mendongeng, dengan mendongeng dapat membantu membuka pikiran anak dan dapat merubah presepsi anak terhadap stress menjadi kondisi yang tidak menakutkan. Tujuan : Mengetahui efektifitas terapi story telling/mendongeng terhadap kecemasan anak prasekolah yang mengalami hospitalisasi. Metode : Artikel ilmiah menggunakan pendekatan eksploratif dengan metode dan desain literature riview ini dengan mengambil sumber-sumber yang dilakukan pada tanggal 15 Juni sampai 25 Agustus 2020 dengan penelitian Google Shoolar yang sesuai dengan kata kunci dan kriteria diantaranya jurnal nasional bahasa Indonesia, terbit 10 tahun terakhir, bukan merupakan jurnal asuhan keperawatan, jurnal yang tidak dapat diakses full text. Hasil : terdapat 265 yang diidentifikasi dan dipublikasi dari tahun 2011-2020. Dari 265 artikel 3 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, yang menunjukkan bahwa terapi mendongeng efektif dapat membantu menurunkan kecemasan. Simpulan : terapi story telling efektif untuk menurunkan kecemasan pada anak prasekolah yang mengalami hospitalisasi.
Literature Review : Penerapan Metode Kangaroo Mother Care (KMC) Terhadap Kestabilan Suhu Tubuh Wahyu Tri Astuti; Nindy Suryatama
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 7 No. 2 (2021)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.561 KB) | DOI: 10.56186/jkkb.90

Abstract

Latar belakang : Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) adalah bayi dengan berat lahir kurang dari 2500 gram tanpa memandang usia kehamilan, baik prematue atau cukup bulan. BBLR sangat rentan terhadap hipotermia oleh karena lemak subkutan sangat tipis dan infeksi. Bayi premature atau bayi berat lahir rendah sangat rentan terhadap terjadinya hipotermia, karena lemak subkutan sangat tipis. Hipotermi adalah kondisi suhu tubuh dibawah normal. Adanya ketidakseimbangan panas bayi baru lahir akan berusaha menstabilkan suhu tubuhnya terhadap faktor-faktor penyebab, dan juga disertai tanda-tanda hipotermia, seperti bayi menggigil, aktivitas berkurang, tangisan melemah, kaki teraba dingin. Bayi dengan berat lahir rendah harus dirawat dalam inkubator atau dapat dengan meletakkan bayi diantara kedua payudara ibu sehingga terjadi kontak langsung kulit ibu dan kulit bayi atau yang biasa disebut metode kangaroo mother care (KMC). Tujuan : Mengetahui efektifitas penerapan metode KMC terhadap kestabilan suhu tubuh pada BBLR. Metode : Artikel ilmiah menggunakan pendekatan eksploratif dengan metode dan desain literature riview ini dengan mengambil sumber- sumber yang dilakukan pada tanggal 15 Juni sampai 25 Agustus 2020 dengan penelitian Google Shoolar yang sesuai dengan kata kunci dan kriteria diantaranya jurnal nasional bahasa Indonesia, terbit 10 tahun terakhir, bukan merupakan jurnal asuhan keperawatan, jurnal yang tidak dapat diakses full text. Hasil : terdapat 255 yang diidentifikasi dan dipublikasi dari tahun 2011-2020. Dari 265 artikel 3 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, yang menunjukkan bahwa penerapan metode KMC dapat meningkatkan kestabilan suhu tubuh pada BBLR. Simpulan : Penerapan metode KMC efektif dalam menstabilkan suhu tubuh pada BBLR dan penerapan metode KMC efektif dilakukan dengan durasi minimal 1 jam yang diberikan secara terus-menerus.
Literature Review : Penerapan Terapi Bermain Puzzle terhadap Kecemasan pada Anak Prasekolah akibat Hospitalisasi Arif Apriliyanto; Wahyu Tri Astuti; Lis Nurhayati
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 7 No. 2 (2021)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.438 KB) | DOI: 10.56186/jkkb.96

Abstract

Latar Belakang: Hospitalisasi merupakan suatu proses karena alasan berencana atau darurat yangmengharuskan anak untuk tinggal di rumah sakit untuk menjalani terapi dan perawatan. Ketika anak menjalani perawatan di rumah sakit, biasanya akan dilarang untuk banyak bergerak dan harus beristirahat, hal tersebuttentunya akan mengecewakan anak sehingga dapat meningkatkan kecemasan. Dalam kondisi sakit di rumah sakit, aktifitas bermain dapat tetap dilaksanakan namun tidak boleh bertentangan dengan terapi dan pengobatan. Salah satu jenis permainan yang sesuai untuk anak usia prasekolah (3-5 tahun) adalah puzzle yangbertujuan untuk mengembangkan kemampuan menyamakan dan membedakan koordinasi motorik kasar dan halus serta mengontrol emosi tanpa mengeluarkan banyak tenaga. Tujuan: Mengetahui efektivitas penerapanterapi bermain puzzle terhadap kecemasan pada anak prasekolah akibat hospitalisasi. Metode: Penelitianidesain literature review yang dilakukan tanggal 15 Juni sampai 25 Agustus 2020 dengan mengambil sumber-sumber dari Google Scholar yang sesuai dengan kata kunci dan kriteria diaantaranya jurnal nasional dan naskah publikasi bahasa Indonesia, terbit 10 tahun terakhir, bukan merupakan jurnal asuhan keperawatan, jurnal yang tidak dapat diakses full text. Hasil: Terdapat 93 yang diidentifikasi dan dipublikasi dari tahun 2011-2020. Dari 93 artikel, terpilih 3 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Beberapa hasilpenelitian menunjukan bahwa terapi bermain puzzle efektif menurunkan kecemasan pada anak prasekolahakibat hospitalisasi Simpulan: Terapi bermain puzzle efektif memurunkan tingkat kecemasan pada anak prasekolah akibat hospitalisasi.
Peningkatan Pengetahuan tentang 1000 Hari Pertama Kelahiran (HPK) pada Ibu Hamil dan Ibu Balita 0-2 Tahun Wahyu Tri Astuti; Evy Tri Susanti; Lis Nurhayati; Syamsudin Syamsudin
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.664 KB)

Abstract

Seribu hari pertama kehidupan terdiri dari 270 hari selamakehamilan dan 730 hari kehidupan pertama sejak bayi lahir/goldenperiod, pada masa ini pertumbuhan dan perkembangan berlangsungdengan cepat dan apabila tidak dimanfaatkan akan terjadi kerusakanyang bersifat permanen. Wanita hamil merupakan salah satukelompok rawan gizi. Tidak hanya gizi ibu yang harus diperhatikannamun gizi bayi dalam kandungan juga harus diperhatikan. Bila ibukekurangan gizi pada saat hamil, masalah yang dapat terjadi padajanin adalah prematur, lahir mati, kematian prenatal, anemia,kesulitan dalam persalinan. Dampak pada anak tidak hanya terkaitdengan pertumbuhan fisik namun juga berpengaruh terhadapperkembangan mental dan kecerdasan yang terlihat dari ukuran fisikyang tidak optimal dan kualitas kerja yang tidak mampu bersaingpada usia dewasa. Tujuan. Tujuan kegiatan ini adalah peningkatanpengetahuan ibu hamil dan ibu balita tentang 1000 HPK untukmengurangi angka kematian ibu hamil dan angka kesakitan padaanak di Desa Ngadirojo Secang Kabupaten Magelang. Metode.Metode pelatihan yang digunakan adalah ceramah, diskusi, dandemostrasi. Materi yang diberikan masalah kesehatan ibu dan anakdi Kabupaten Magelang dan 1000 HPK. Jumlah ibu yang hadir 17orang yang terdiri dari 9 ibu hamil dan 8 ibu balita pada bulanJanuari 2019. Media berupa Power Point dengan LCD, Leaflet,timbangan injak dan timbangan bayi, pengukur Lingkar Lengan Bayidan Ibu Hamil, kuesioner, tensi elektrik. Hasil. Ibu hamil dapatmengetahui tentang masalah yang bisa terjadi pada saat kehamilandan persalinan serta ibu balita dapat mengetahui masalah yangmuncul pada anaknya serta bagaimana mencegah hal tersebut tidakterjadi. Kesimpulan. 88 % ibu hamil dan ibu balita dapatmenyebutkan dengan benar masalah yang bisa terjadi pada ibuhamil dan ibu balita serta 1000 HPK Rekomendasi. PendampinganKader Posyandu untuk mendampingi keluarga yang memilikianggota sedang hamil hingga kelahiran anak usia 2 tahun.
Pendampingan Ibu Hamil Melalui One Student One Client (OSOC) Evy Tri Susanti; Wahyu Tri Astuti; Lis Nurhayati; Is Susilaningsih; Rusminah Rusminah; Emah Marhamah
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.881 KB)

Abstract

Latar Belakang. Kegiatan pendampingan ibu hamil melalui OneStudent One Client (OSOC) merupakan kegiatan pendampingan olehsatu mahasiswa kepada satu ibu hamil resiko tinggi dengan prinsipasuhan berkelanjutan dimulai dari awal kehamilan, persalinan, bayibaru lahir dan nifas sehingga dapat mengidentifikasi adanya faktorrisiko terjadinya kematian sehingga dapat memberikan intervensisedini mungkin. Tujuan. Tujuan kegiatan ini adalah untukmendeteksi dini terhadap faktor risiko maupun komplikasi pada ibuhamil dan nifas, melakukan upaya promotif dan preventif untukmeningkatkan kesehatan ibu dan bayi serta memastikan setiap ibuhamil memperoleh pelayanan terstandar di wilayah PuskesmasWindusari dan Bandongan Kabupaten Magelang. Metode. Metodepengabdian masyarakat ini adalah mahasiswa melakukan kunjunganrumah ibu hamil sebanyak empat kali yaitu periode hamil, nifas,bayi baru lahir dan program keluarga berencana. Jumlah. Jumlahibu hamil resiko tinggi 28 orang yang terdiri dari 16 ibu hamilwilayah Puskesmas Windusari dan 12 ibu hamil di wilayahPuskesmas Bandongan pada bulan April sampai Oktober 2018.Hasil. Jumlah ibu hamil 28 orang didapatkan 100% mempunyai bukuKIA, 39% tidak faham P4K, 21% IMT kurang dari normal, 19%TB<145cm, 32% hipotensi, 44% TFU kurang dari normal, 21% DJJ<100x/menit, 14% letak kepala tidak normal, 21% imunisasi TT tidaklengkap, 68% persalinan normal, 21% mengalami komplikasipersalinan,0,03% menggunakan kontrasepsi pil, 61% suntik, 10%implant, 0,03% MOW, 14% belum menentukan kontrasepsi. 0,03%kondisi bayi lemah. Kesimpulan. 100% Ibu hamil terdeteksi faktorrisiko dan komplikasi serta memperoleh pelayanan terstandar.Rekomendasi. Program pendampingan ibu hamil melalui OSOCdapat dilanjutkan oleh bidan desa setempat agar ibu hamil risikotinggi mendapatkan pelayan terstandar sehingga dapat menurunkanAKI dan AKB.
Literature Review : Efektifitas Mobilisasi Dini untuk Meningkatkan Peristaltik Usus pada Pasien Paska Operasi Abdomen Emah Marhamah; Wahyu Tri Astuti; Ayu Nadiya Choire
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 7 No. 1 (2021)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.168 KB) | DOI: 10.56186/jkkb.84

Abstract

Latar belakang : Pembedahan merupakan metode untuk mengobati kondisi yang sulit atau tidak mungkin disembuhkan dengan obat-obatan yang sederhana. Sebelum dilakukan pembedahan pasien mendapat anestesi yang bertujuan untuk menghilangkan rasa sakit selama operasi. Anestesi yang diberikan pada pasien akan memberikan efek kehilangan peristaltik normal atau penurunan peristaltik usus. Peristaltik usus paska pembedahan dapat diatasi dengan menstimulasi gerakan peristaltik usus yaitu dengan cara mobilisasi dini. Tujuan : Mengetahui efektifitas penerapan mobilisasi dini terhadap peristaltik usus Pada pasien paska operasi abdomen. Metode: Artikel ilmiah menggunakan pendekatan eksploratif menggunakan metode dan desain literatur review ini dengan mengambil sumber-sumber yang dilakukan pada tanggal 15 Juni sampai 25 Agustus dengan penelusuran Google Scholar yang sesuai dengan kata kunci dan kriteria bukan merupakan jurnal asuhan keperawatan, jurnal yang tidak dapat diakses full text. Penelitian ini dilakukan dari bulan Juni sampai Oktober 2020. Hasil: Terdapat 533 yang diidentifikasi dan dipublikasikan dari tahun 2011-2020. Dari 533 artikel 3 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan mobilisasi dini yang dilakukan selama 6 jam, 12 jam, 24 jam dapat meningkatkan peristaltik usus pada pasien paska operasi abdomen. Simpulan: mobilisasi dini efektif mendukung dalam meningkatkan peristaltik usus pada pasien paska operasi abdomen.
LITERATURE REVIEW : PEMBERIAN TABLET FE TERHADAP ANEMIA PADA REMAJA PUTRI Wahyu Tri Astuti; Lis Nurhayati; Riski Saputro
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 9 No. 1 (2023)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.109

Abstract

Latar belakang: Anemia merupakan kondisi dimana kadar Hb <12 g/dl terutama pada remaja putri. Anemia pada remaja putri disebabkan oleh siklus menstruasi tidak normal (2x sebulan) dan status gizi pada remaja putri. Remaja membutuhkan lebih banyak zat besi terutama pada wanita, karena setiap bulannya mengalami haid yang berdampak kuangnya asupan zat besi dalam darah sebagai pemicu anemia. Pemberian tablet Fe adalah salah satu cara alternatif untuk menanggulangi anemia. Tablet Fe bisa dikonsumsi pada malam hari menjelang tidur, hal ini dapat mencegah timbulnya rasa mual yang dikeluhkan sebagian remaja putri setelah konsumsi tablet Fe. Tablet Fe baik diminum dengan air putih dan menghindarkan minum tablet Fe bersamaan dengan kopi dan teh yang mengandung tanin dan kafein yang dapat menghambat penyerapan zat besi dalam tubuh. Tujuan: penelitian ini betujuan untuk mengetahui efektifitas pemberian tablet Fe terhadap anemia pada remaja putri. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif dengan pendekatan studi literaur pada hasil-hasil penelitian sebelumnya yang membahas tentang pemberian tablet Fe terhadap anemia pada remaja putri. Sampel yag diambil secara random sampling sejumlah 3 jurnal yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil: Tablet Fe efektif diberikan pada remaja putri dengan karakteristik usia 14-20 tahun dan tablet Fe diberikan dengan dosis 200 mg besi elemental dan 0,25 mg asam folat, dalam satu minggu diberikan satu tablet selama tiga minggu dan diminum pada malam hari dengan air putih. Simpulan: pemberian tablet Fe efektif untuk mengatasi anemia pada remaja putri. Kata kunci : Anemia remaja putri, Kadar Hb, Tablet Fe.