Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Konstruksi Realitas Cover Majalah Tempo (Studi Semiotika Gambar Jokowi Bersiluet Pinokio) Laurensia Retno Hariatiningsih; Irwanto Irwanto Irwanto
J-IKA : Jurnal Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas BSI Bandung Vol 8, No 2 (2021): September 2021
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Masyarakat Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.312 KB) | DOI: 10.31294/kom.v8i2.10795

Abstract

In September 2019 Indonesia was busy discussing the revision of the Corruption Eradication Commission Law which was passed, in this condition Tempo magazine depicts the symbol of President Jokowi with the silhouette of Pinocchio on the cover of the 16-22 September 2019 edition of Tempo magazine. The purpose of this study describes the meaning of the signs and symbols is included in the cover of the Tempo magazine edition dated 16-22 September 2019. Apart from that, he also wants to reveal the meaning contained in the cover of the Tempo magazine. This study uses a constructivist paradigm, with a descriptive qualitative research approach using Charles Sander Pierce's triadic semiotic analysis model. The results showed that the sign of a man dressed in white with wrinkles on the forehead and pouting lips, this shows the problems that occur in Indonesia so that the president is responsible for handling corruption cases. The silhouette of President Jokowi with a long nose resembling Pinocchio here is a depiction of Pinocchio's character. Here, Tempo tries to be critical about events in the community, and with this picture the people have their own perceptions of the current situation.  Keywords: Reality Construction, Magazine Cover, Triadic Model SemioticsCharles Sander Pierce. 
Penyuluhan Penggunaan Kamera HP untuk Kebutuhan Kalangan Wanita RW 13 Babelan Bekasi Irwanto Irwanto; Gan Gan Giantika
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 2 No 3 (2022): JAMSI - Mei 2022
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.334

Abstract

Tuntutan fitur pada HP tidak lagi hanya sekadar alat komunikasi tapi lebih dari itu. Kamera pada HP menjadi salah satu fitur yang sering digunakan dan juga tolak ukur nilai jual dari sebuah produk tersebut. Pengguna HP memanfaatkan kamera untuk mendokumentasikan suatu obyek untuk beragam kepentingan. Selain sebagai eksistensinya di jagat media sosial, foto juga dibutuhkan untuk melengkapi sebuah informasi dan bahkan mungkin dipakai untuk memperkenalkan karakter produk dagangan daring. Minat mengabadikan gambar dengan memakai kamera HP sangat tinggi. Sementara tidak diimbangi dengan kemampuan fotografi. Inilah yang terjadi dengan kaum wanita di lingkungan RW 13 Babelan Kabupaten Bekasi. Minat dan alat saja tidak cukup untuk bisa menghasilkan foto yang berkualitas. Harus ditopang dengan kemampuan penggunaan kamera foto pada HP. Diantaranya penguasaan komposisi, penentuan pengaturan dan perawatan piranti lensa. Perlu diberikan pemahaman dalam penggunaan kamera HP dalam bentuk pengabdian masyarakat. Metode yang digunakan adalah penyuluhan sekaligus praktek. pengabdian yang berbentuk penyuluhan yang disertai pendmapingan ini telah berjalan dengan baik. Hasil dari pengabdian masyarakat ini adalah menambah wawasan penggunaan komunikasi dalam meningkatkan keterampilan melalui penyuluhan penggunaan kamera handphone untuk kebutuhan kalangan wanita di lingkungan RW 13 Kelurahan Pekayon Jaya Bekasi Selatan.
Penyuluhan Selektifitas Pesan Media Sosial terhadap Kaum Wanita di Lingkungan RT 03 RW 14 Babelan Kabupaten Bekasi Irwanto Irwanto; Gan Gan Giantika
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 1 No 2 (2021): JAMSI - November 2021
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.346 KB) | DOI: 10.54082/jamsi.127

Abstract

Situasi dan kondisi pada media sosial saat ini cukup meresahkan. Konten yang terdapat di sana baik berupa teks, visual, audio ataupun kombinasi diantaranya berpotensi menciptakan situasi yang tidak nyaman. Bahkan bisa menjurus kepada perpecahan bangsa. Sementara itu keberadaan serta penggunaan media sosial dikalangan masyarakat sudah sangat masif. Tidak lagi mengenal usia anak-anak, remaja ataupun dewasa. Kesemuanya sudah menggunakan media sosial. Perlu segera diadakan pemahaman dalam menggunakan media sosial agar lebih bijak ketika membaca atau mungkin meneruskan pesan yang ada. Metode yang dilakukan adalah dengan cara Penyuluhan ini diadakan untuk memberikan masukan dalam bentuk tindakan selektif kepada kaum wanita di lingkungan RW 14 RW 03 Babelan Kabupaten Bekasi. Pengoptimalisasian antara aspek peralatan jasmani serta rohani merupakan salah satu cara seleksi dalam penggunaan media sosial. Pada kegiatan pengabdian masyarakat mengenai Penyuluhan Selektivitas Pesan Media Sosial Terhadap Kaum Wanita di Lingkungan RT 03 RW 14 Babelan, Kabupaten Bekasi berjalan dengan sangat baik, pemaparan materi penyuluhan dan pendampingan menambah wawasan mengenai penggunaan dalam bidang Selektivitas Pesan Media Sosial, menambah pengetahuan bagi sumber daya manusia yang terlibat dalam acara ini.
Amplifikasi Budaya Pop Bonge-Jeje Melalui Media Sosial Tik Tok Irwanto Irwanto; Laurensia Retno Hariatiningsih
Jurnal Komunikasi Vol 14, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jkom.v14i1.15067

Abstract

Bonge-Jeje dan rekan-rekannya berhasil menarik perhatian publik melalui budaya pop yang mereka sebarkan. Pada awalnya penampilan mereka dikenal melalui media sosial TikTok. Keunikan dari pakaian yang mereka kenakan pada awal kemunculannya di TikTok adalah pakaian yang tidak bermerek, tidak mahal dan cenderung tidak lazimnya seperti pakaian pada umumnya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan fenomena budaya pop ala Eka Satria Saputra alias Bonge dan Jeje dikomunikasikan dan dikenal serta diterima masyarakat melalui media sosial Tik Tok. Disini juga akan diurakan faktor-faktor yang dapat membuat masyarakat menerima budaya pop mereka. Untuk mengetahui elemen-elemen tersebut, penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan paradigma konstruktivis. Ditemukan bahwa Bonge-Jeje dan rekan-rekannya melakukan konstruksi terhadap konten budaya pop yang mereka sebarkan. Konstruksi tersebut dimulai dari pemilihan media sosial, elemen visual, elemen audio dan gimmick.