I Nyoman Suprapta
Universitas Panji Sakti Singaraja

Published : 19 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA AIR TERJUN ALING-ALING DESA SAMBANGAN KECAMATAN SUKASADA KABUPATEN BULELENG Ida Ayu Dewi Yuli Asriani; I Nyoman Suprapta
Locus Vol 13, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.306 KB) | DOI: 10.37637/locus.v13i2.772

Abstract

Strategi Pengembangan Objek Wisata Air Terjun Aling-Aling Desa Sambangan Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng. Buleleng memiliki berbagai objek wisata yang dapat dinikmati oleh wisatawan, seperti Air Tejun, Pantai, Danau sera Air Panas. Salah satu objek wisata yang dapat dikembangkan di Buleleng adalah objek wisata Air Terjun Aling-Aling yang ada di kawasan Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada. Dalam pengelolaan dan perkembangan untuk objek wisata Air Terjun Aling-Aling di kawasan Desa sambangan tersebut yang memegang peranan penting adalah sumber daya manusia dari masyarakat setempat, karena keahlian dan ketrampilan di bidang pariwisata sangat dibutuhkan dalam pengelolaan pariwisata demi keberlanjutan dari objek wisata tersebut. Berdasarkan hal yang telah diuraikan di atas, maka penelitian ini merumuskan permasalahan penelitian yaitu 1). Bagaimanakah Strategi Objek Wisata Air Terjun Aling-Aling Desa Sambangan.? 2). Apakah hambatan dalam strategi pengembangan Obyek Wisata Air Terjun Aling-aling Desa Sambangan Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng?. 3).Bagaimanakah upaya dalam menghadapi hambatan dalam strategi pengembangan Obyek Wisata Air Terjun Aling-aling Desa Sambangan Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng? Untuk menjawab permasalahan tersebut, peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan maksud agar memperoleh gambaran secara mendalam mengenai strategi dalam pengembangan pariwisata. Pengambilan informan menggunakan teknik purposive sampling, dan selanjutnya menggunakan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan pemanfaatan dokumen. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa Strategi Pengembangan Obyek Wisata Air Terjun Aling-aling Desa Sambangan Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng telah berjalan sesuai dengan harapan dari segi: tujuannya adalah peningkatan perekonomian masyarakat, peningkatan fasilitas pariwisata, peningkatan pendapatan asli desa (PAD), mendorong peran serta masyarakat dalam pengembangan kebudayaan dan pariwisata, melestarikan lingkungan dan meningkatkan citra pariwisata baik didalam dan luar negeri. Kebijakan diambil melalui musyawarah oleh kelompok-kelompok Pengelola Obyek Wisata, Darwis, Bumdes dan Pemerintah Desa kemudian diresmikan melalui sebuah forum dimana ketua yang menjadi perwakilan dan mengesahkan sehingga kebijakan itu bisa dilaksanakan untuk masyarakat. Program pengembangan objek wisata air terjun aling aling yaitu Peningkatan Kualitas SDM melalui pelatihan-pelatihan, Peningkatan sarana dan prasarana penunjang fasilitas wisata serta koordinasi dan sinergitas dengan sektor pendukung pariwisata seperti Pemerintah Daerah dan Perguruan Tinggi. Hambatan dalam strategi pengembangan Obyek Wisata Air Terjun Alin-aling Desa Sambangan adalah hambatan internalnya yaitu masih rendahnya kualitas sumber daya manusianya dan kurangnya pemahaman tentang dunia pariwisata. Sedangkan kendala eksternalnya yaitu kondisi wilayah yang rawan terhadap longor dan banjir serta kurangnya promosi kepariwisataan yang dapat menarik wisatawan untuk berkunjung. Upaya dalam menghadapi hambatan dalam strategi pengembangan Obyek Wisata Air Terjun Aling-aling Desa Sambangan yaitu upaya internal yang dilakukan adalah melaksanakan muyawarah yang diikuti oleh Kelompok Pengelola Pariwisata, Bumdes, Darwis, dan Pemerintah Desa sedangkan upaya eksternalnya adalah bersinergi antara Pengelola Pariwisata dengan Pemerintah Daerah dan Perguruan Tinggi terkait dengan kesiapsiagaan menghadapi bencana longsor dan banjir serta untuk pelaksanaan kegiatan-kegiatan pelatihan dan program-program promosi kepariwisataan.
EKSISTENSI PEREMPUAN BULELENG DIKANCAH POLITIK LOKAL SUATU PERJUANGAN MENUJU KESETARAAN GENDER I Nyoman Suprapta
Locus Vol 12, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.778 KB) | DOI: 10.37637/locus.v12i1.289

Abstract

Ideologi gender yang berupa gagasan atau kepercayaan yang menggariskan bahwa laki-laki dan perempuan memiliki peran berbeda, ditambah lagi dengan adanya ideologi patriarki, yang menekankan apa anggapan bahwa laki-laki lebih tinggi daripada perempuan, pada akhirnya sangat merugikan posisi perempuan dalam kehidupan di masyarakat. Terlebih di bidang politik yang memang seolah-oleh hanya cocok untuk kaum laki-laki. Dengan adanya globalisasi dan tuntutan emansipasi wanita, kaum perempuan berusaha untuk menunjukkan bahwa mereka sanggup melakukan bidang pekerjaan yang selama ini hanya dikuasai laki-laki, termasuk terjun di panggung politik. Luh Tiwik Ismarheningrum dan Luh Kertianing adalah dua orang tokoh wanita Buleleng yang saat ini ikut meramaikan dan menyemarakan panggung politik di Buleleng. Kehadiran mereka seolah-olah ingin menunjukkan bahwa kaum perempuan juga bisa sukses di panggung politik. Kehadiran mereka di panggung politik juga sebagai suatu perjuangan untuk menuju kesetaraan gender, menuju kesejajaran antara perempuan dan laki-laki.
IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI SMA NEGERI 4 SINGARAJA Dewa Nyoman Redana; I Nyoman Suprapta
Locus Vol 15, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/locus.v15i1.1239

Abstract

Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum pembelajaran intrakurikuler yang beragam. Di mana konten akan lebih optimal agar peserta didik mempunyai waktu yang cukup untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi. Adapun tujuan dari kurikulum merdeka belajar adalah mengembalikan otoritas sekolah dan pemerintah daerah untuk mengelola sendiri pendidikan yang sesuai dengan kondisi di daerahnya. Beberapa pokok permasalahan dapat dirumuskan yaitu : 1) bagaimanakah Implementasi Merdeka di SMA Negeri 4 Singaraja ?;  2) apakah faktor pendukung dan faktor penghambat implementasi kurikulum merdeka di SMA Negeri 4 Singaraja. Untuk menjawab permasalahan tersebut, penulis menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif.Pengambilan informan menggunakan teknik purposive sampling. Sedangkan pengumpulan datanya menggunakan teknik observasi, wawancara dan pemanfaatan dokumen. Analisis data dilakukan dengan tahapan ;pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta simpulan dan verifikasi. Dari hasil penelitian ditemukan fakta bahwa Implementasi Kurikulum Merdeka di SMA Negeri 4 Singaraja dipengaruhi oleh empat variabel yaitu : komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Adanya keempat faktor tersebut menyebabkan kurikulum merdeka dapat diimplementasikan dengan baik di SMA Negeri 4 Singaraja. Adapun faktor pendukung dari implementasi kurikulum merdeka di SMA Negeri 4 Singaraja adalah tersedianya sumber daya yang cukup memadai untuk melaksanakan kurikulum merdeka. Juga karena isi dari kurikulum tersebut cukup mudah untuk dipahami. Sedangkan yang menjadi faktor penghambatnya adalah masih minimnya kemampuan implementor dalam hal ini masih banyaknya guru-guru di SMA Negeri 4 Singaraja yang belum memahami isi dari kurikulum merdeka sehinga mereka agak sulit untuk melaksanakannya dalam proses pembelajaran.>
KUALITAS PELAYANAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN DI KANTOR PERBEKEL DESA KUBUTAMBAHAN, KECAMATAN KUBUTAMBAHAN, KABUPATEN BULELENG Gede Hendra Susila; I Nyoman Suprapta
Locus Vol 15, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/locus.v15i2.1485

Abstract

Desa sebagai bagian terkecil dari sistem pemerintahan administratif di Indonesia,dituntut untuk dapat mengikuti perkembangan teknologi dan meningkatkan kemampuannya di dalam mengelola data administrasi kependudukan. Dengan demikian seluruh perangkat desa hendaknya memberikan pelayanan yang berkualitas baik kepada masyarakat, sehingga dapat memberikan kepuasan terhadap pelayanan yang diberikan. Pada penelitian ini, beberapa pokok permasalahan dapat dirumuskan sebagai berikut 1. bagaimana kualitas pelayanan administrasi kependudukan di Kantor Perbekel Desa Kubutambahan?; 2. bagaimana upaya meningkatkan kualitas pelayanan administrasi kependudukan di Kantor Perbekel Desa Kubutambahan?. Metode penelitian yang digunakan untuk memecahkan permasalahan tersebut adalah penelitian kualitatif dengan maksud untuk memberikan gambaran penyajian serta berupaya untuk menjelaskan objek yang diteliti berdasarkan fakta yang terdapat di lapangan. Penentuan informan menggunakan teknik purposif. Berikutnya pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan pemanfaatan dokumen. Analisis data dilaksanakan dengan tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian, dapat diketahui bahwa kualitas pelayanan administrasi kependudukan di Kantor Perbekel Desa Kubutambahan sudah berpedoman pada tolok ukur kualitas pelayanan yang disebut TERRA (Tangible, Empathy, Responsivness, Reliability, dan Assurance). Secara keseluruhan kualitas pelayanan administrasi kependudukan sudah baik, namun perlu adanya peningkatan untuk dapat memuaskan kebutuhan masyarakat. Upaya tersebut dapat dilakukan dengan mengidentifikasi determinan utama kualitas layanan, mengelola ekspektasi pelanggan, mengelola bukti kualitas layanan, mendidik pelanggan tentang layanan, dan menumbuhkan budaya kualitas.
KOMUNIKASI ORGANISASI DAN SEMANGAT KERJA PEGAWAI (STUDI PADA BAGIAN UMUM SUB.BAGIAN PERLENGKAPAN SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN BULELENG) Putu Oka Ariasa; I Nyoman Suprapta
Locus Vol 18, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/locus.v18i1.2676

Abstract

Semangat kerja pegawai salah satunya ditentukan oleh adanya komunikasi yang baik diantara sesama pegawai maupun dengan pimpinan. Dengan komunikasi yang baik antara sesama pegawai atau antara pegawai dengan pimpinan diharapkan akan meningkatkan semangat kerja pegawai yang bersangkutan. Sehubungan dengan hal tersebut, beberapa pokok permasalahan yang muncul dalam penelitian ini adalah : 1) bagaimanakah komunikasi organisasi yang terjadi di Bagian Umum Sub.Bagian Perlengkapan Sekretariat Daerah Kabupaten Buleleng ? ; 2) bagaimanakah semangat kerja pegawai di Bagian Umum Sub.Bagian perlengkapan Sekretariat Daerah Kabupaten Buleleng ? ; 3) apakah faktor-faktor pendukung dan penghambat komunikasi organisasi di Bagian Umum Sub.Bagian perlengkapan Sekretariat Daerah Kabupaten Buleleng ? Berdasarkan hasil penelitian ditemukan fakta bahwa komunikasi organisasi di Bagian umum Sub.bagian Perlengkapan Setda.kabupaten Buleleng berupa komunikasi vertikal, komunikasi horisontal, dan komunikasi diagonal. Komunikasi berfungsi sebagai kendali, motivasi, pengungkapan emosional, dan informasi. Selanjutnya efek komunikasi berupa efek kognitif, efek afektif, dan efek konatif. Semangat kerja pegawai di Bagian Umum sub.bagian Perlengkapan Setda.Kabupaten Buleleng dapat dilihat dari : hubungan yang harmonis antara atasan dan bawahan, suasana dan iklim kerja yang bersahabat, rasa kemanfaatan bagi terciptanya tujuan organisasi, tingkat kepuasan ekonomi dan kepuasankepuasan materi lainnya, dan adanya ketenangan jiwa dan jaminan kepastian.. Faktor-faktor yang mendukung komunikasi adalah penguasaan bahasa, sarana komunikasi, kemampuan berpikir pelaku komunikasi, dan lingkungan yang baik. Sedangkan faktor penghambat komunikasi terdiri dari hambatan dari pengirim pesan, hambatan dalam penyandian/simbol, hambatan media komunikasi, hambatan dalam bahasa sandi, hambatan dari penerima pesan, dan hambatan psikologis dan sosial.
PERAN SISKEUDES DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN DI DESA TIGAWASA KECAMATAN BANJAR KABUPATEN BULELENG N.P.A Sulistya Dewi; Gede Sandiasa; I Nyoman Suprapta
Locus Vol 18, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/locus.v18i2.3055

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya tuntutan terhadap tata kelola keuangan desa yang transparan, akuntabel, dan berbasis teknologi, seiring dengan besarnya dana transfer yang diterima desa. Permasalahan yang dikaji meliputi bagaimana penerapan Siskeudes, perannya dalam pengelolaan keuangan desa, kontribusinya dalam pengambilan keputusan, penerapan prinsip good governance, serta faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitasnya. Secara teoritis, penelitian ini mengacu pada konsep sistem informasi keuangan, pengambilan keputusan berbasis data (evidence-based decision making), serta prinsip-prinsip good governance. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan informan kunci, yaitu Perbekel, Sekretaris Desa, Kaur Keuangan, Pelaksana Kegiatan Anggaran (PKA), serta Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Selain itu, data juga dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi terhadap penggunaan Siskeudes. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Siskeudes telah diterapkan secara konsisten di Desa Tigawasa dan mampu meningkatkan efisiensi, akurasi, serta kerapian administrasi keuangan desa. Siskeudes juga berperan sebagai sistem pendukung pengambilan keputusan dengan menyediakan data yang akurat, real time, dan terintegrasi. Selain itu, penerapan Siskeudes yang didukung sistem transaksi non tunai dan pengawasan terintegrasi mampu mewujudkan prinsip good governance secara nyata. Meskipun demikian, efektivitasnya masih dipengaruhi oleh faktor sumber daya manusia, infrastruktur, dan literasi digital. Oleh karena itu, disarankan adanya peningkatan kapasitas aparatur desa, penguatan infrastruktur teknologi, serta optimalisasi dukungan pemerintah daerah guna memaksimalkan pemanfaatan Siskeudes.
EFEKTIVITAS BANTUAN LANGSUNG TUNAI (BLT) DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT (STUDI KASUS DI DESA PACUNG, KECAMATAN TEJAKULA KABUPATEN BULELENG) P.A. Oktaviani; I Nyoman Suprapta
Locus Vol 18, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/locus.v18i2.3057

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan Di Desa Pacung, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran program Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebagai salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi kelompok ekonomi rentan yang terdampak kondisi sosial dan ekonomi. Keterbatasan ekonomi menyebabkan sebagian masyarakat mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan dasar. Sebagai upaya perlindungan sosial, pemerintah melaksanakan program Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi masyarakat kurang mampu untuk membantu menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga. Untuk mengkaji masalah penelitian ini, jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Kualitatif, dengan menggunakan teknik wawancara, observasi, dokumentasi, menjelaskan dengan mendeskripsikan hasil pengolahan data tersebut sehingga mudah dipahami dan memanfaatkan analisis data model interaktif. Penelitian menyimpulkan bahwa pelaksanaan BLT di Desa Pacung tergolong cukup efektif. Penetapan penerima bantuan telah melalui proses verifikasi dan musyawarah desa sehingga relatif tepat sasaran. Bantuan yang diberikan mampu meringankan beban ekonomi masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari, meskipun belum sepenuhnya meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan. Faktor yang mempengaruhi efektivitas program meliputi akurasi data penerima, koordinasi antarperangkat desa, partisipasi masyarakat, serta pengawasan dalam penyaluran bantuan. Berdasarkan hasil penelitian ini maka dapat disampaikan saran agar pemerintah desa secara rutin melakukan pemutakhiran dan validasi data penerima agar bantuan benar-benar tepat sasaran, meningkatkan transparansi informasi kepada masyarakat, serta memperkuat koordinasi dan evaluasi berkala terhadap pelaksanaan program. Selain itu, diperlukan upaya pendampingan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat agar bantuan yang diterima tidak hanya bersifat sementara, tetapi mampu mendorong peningkatan kesejahteraan secara lebih berkelanjutan, salah satunya dengan pengembangan program (PKTD) Padat Karya Tunai Desa.
PENGUATAN KOMPETENSI KEPEMIMPINAN , KEMAMPUAN BERORGANISASI DAN INTERNALISASI NILAI – NILAI KARAKTER SISWA SMA KARYA WISATA SINGARAJA MELALUI PELATIHAN DASAR KEPEMIMPINAN SISWA ( LDKS ) DI SMA KARYA WISATA SINGARAJA I.G.A Maheri Agung; Gede Sandiasa; I Nyoman Suprapta; I Nyoman Sukraaliawan; Ni Ketut Sudianing
Jnana Karya Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini kepemimpinan , kemampuan berorganisasi dan nilai – nilai karakter merupakan kompetensi dasar yang perlu selalu ditanamkan kepada siswa didik selaku generasi muda sebagai bekal dalam membentuk generasi yang berintegritas, bertanggung jawab dan mampu menghadapi tantangan di masa depan. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi kepemimpinan , kemampuan berorganisasi serta menginternalisasikan nilai – nilai karakter siswa melalui Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa di SMA Karya Wisata Singaraja. Sasaran kegiatan ini adalah seluruh anggota OSIS , Ketua Kelas dimasing – masing kelas dan tingkat. Metode Pelaksanaan kegiatan ini meliputi : Penyampaian Materi, Diskusi , Simulasi , Team Building, Refleksi dan Evaluasi. Materi yang diberikan mencakup konsep : kepemimpinan, kemampuan berorganisasi , penguatan nilai – nilai karakter seperti disiplin, tanggung jawab, integritas, kerjasama , rasa Percaya diri dan peningkatan keamanan sekolah dalam rangka menciptakan suasana belajar yang kondusif. Hasil pelaksanan kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan ketrampilan peserta dalam menjalankan fungsi kepemimpinan dan organisasi. Selain itu juga peserta mampu menerapkan nilai – nilai karakter dalam kegiatan kelompok melalui komunikasi yang efektif, kerja sama dan penyelesaian masalah secara kolaboratif. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap penguatan kapasitas kepemimpinan siswa dan mendukung terbentuknya pemimpin yang berkarakter serta mampu menjadi pelopor keamanan disekolah. Dengan demikian, Pelatihan Dasar Kepemimpinan Siswa ini mampu menjadi salah satu strategi yang efektif dalam membentuk calon calon pemimpin yang berkarakter dan memiliki kompetensi kepemimpinan dan berorganisasi di masa depan.
HUBUNGAN ANTARA KOEFISIEN EFEK SPURIOUS OVERLAP (ESO) DENGAN INDEKS RELIABILITAS ITEM (iri) TES KEMAMPUAN BERPIKIR MANTIK I Gusti Ngurah Puger; I Nyoman Suprapta
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 Nomor 02, Juni 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.50808

Abstract

The purpose of this study was to determine the significant relationship between the spurious overlap effect (ESO) coefficient and the item reliability index (IRI) of the logical thinking ability test. This research is a correlational study. Correlational research is a type of research that aims to find the relationship between one variable and another. The population of this study was all eighth-grade students of SMP Negeri 2 Seririt, while the sample consisted of the responses of 100 eighth-grade students of SMP Negeri 2 Seririt after being administered a logical thinking ability test, selected using purposive sampling. Purposive sampling is a sampling method in accordance with the previously established research objectives. The instrument needed to obtain data in the form of test responses was a logical thinking ability test. The logical thinking ability test used was deemed suitable for further use, as assessed by the content validity coefficient (VI), the inter-rater response reliability coefficient (rxx'), item validity, and test reliability (rxx'). To analyze the data regarding the relationship between the spurious overlap effect coefficient and the item reliability index (IRI) of the logical thinking ability test, the Pearson Product Moment correlation formula was used. The data analysis revealed that the spurious overlap effect (ESO) coefficient was inversely related to the item reliability index (IRI) of the logical thinking ability test. Based on the findings presented, it can be concluded that the spurious overlap effect (ESO) coefficient was inversely related to the item reliability index (IRI) of the logical thinking ability test.